Senin, 29 Agustus 2016

Slime - Chapter 01 - Mari Lihat Apa yang Bisa Aku Lakukan

(TL Note : ... oke oke ... ini dia chapter 1 nya...)


Chapter 01 - Mari lihat apa yang bisa aku lakukan

Gelap.
Kegelapan menyelimuti semuanya, mencegahku untuk melihat apapun.
Dimana aku? Lagian, apa yang terjadi?
Bukannya tadi ada yang mengejekku, memanggilku... pertapa? ... bukan, pertapa agung.
*TL : LoL*


Sambil berpikir itu, aku mulai tersadar.

Namaku adalah Mikami Satoru. 37 tahun, pria yang baik hati.

Ketika menyelamatkan *kouhai-ku dari penebas jalanan, aku malah tertusuk.
*kouhai = junior/adik kelas/bawahan ditempat kerja*
*TL = gak terlalu pandai menjelaskan, maaf*

Baiklah~, aku ingat. Aku rapopo. Gak perlu panik.

Dan lagian, pria keren seperti aku ini panik? Hah. Itu seperti anak sekolah SD yang buang air di celana.

Ketika aku melihat sekitar, aku baru sadar. Aku tidak bisa membuka mataku.

Kesampingkan itu, ketika aku mencoba menyentuh kepalaku... aku menyadari tanganku tidak merespon. Dan anehnya lagi adalah aku sendiri tidak tahu dimana kepalaku.

Oke, saatnya panik.

Oi, oi, tunggu sebentar.

Satu jam aja, biarkan aku tarik nafas. Ada yang bilang kalau kau menghitung bilangan prima disaat seperti ini, gak?

1, 2, 3, Daaaaa!!!

Salah! Itu tidak benar. Satu bukan bilangan prima, kan?

Enggak enggak, siapa yang peduli.

Gak ada waktu untuk bercanda. Maksudku, bukannya sedang dalam masalah?

Are~? Hei, apa yang sebenarnya terjadi?

Mungkin... maksudku bagaimana kalau sudah terlambat bahkan untuk panik sekalipun?
*TL = perlu perbaikan, yang tau angkat tangannya*

Kurenungkan lagi, aku memastikan kalau aku tidak sedang kesakitan.

Tidak ada sakit. Rasanya lumayan enak.

Gak juga panas ataupun dingin. Sebenarnya, benar-benar suasana yang nyaman yang mereka punya disini.

Aku bisa tenang sedikit berkat itu.

Selanjutnya, mari kita cek lenganku. Lupakan saja dengan jari-jari, aku bahkan tidak bisa menggerakkan satu urat pun...

Bagaimana itu bisa terjadi?

'Kan juga bukannya kita bakalan kehilangan lengan atau kaki gara-gara ditusuk... jadi apa yang terjadi?

Dan lagi, aku gak bisa membuka mataku.

Tanpa bisa melihat apapun, aku berada dalam kegelapan.

Ketakutan dan kepanikan mulai merambat menuju hatiku.

Mungkinkah ini... yang mereka sebut dengan 'mati suri'?
*TL : karena TL-or males, jadi googling aja ya*

Kesadaran yang terpisah dari tubuhnya berakhir-*koma... apa mungkin ini?
*TL : di englishnya 'immobile' = tak bergerak, jadi ane asumsikan aja koma, yang tau angkat tangan*

Gak, gak, gak, gak! Tolong jangan sampai itu terjadi!

Baru aja aku berpikir kalau udah selamat... mati suri? Apa lagi yang lebih buruk? Bahkan kehilangan separuh tubuh masih lebih mendingan.

Dan ya, dua-duanya sama-sama buruk. Tapi sendirian berada di kegelapan ini, tanpa bisa merasakan apapun... ini sama aja neraka, kan?

Setelah membayang hal yang paling buruk, panik dengan cepat berubah menjadi putus asa.

Aku mau berpikir ulang lagi.

Mereka bilang kalau orang yang terkurung di kegelapan, mereka bakalan gila. Aku malah berada dalam situasi itu sekarang, dan bahkan tidak bisa membunuh diriku sendiri.

Dari pada berputus asa, satu-satunya yang bisa aku lakukan cuma menjadi gila, hah?

Dan setelah itu,

*Sentuh*

Aku merasakan sentuhan.

Hmm? Apa...

Semua indraku fokus merasakan perasaan itu.

Dengan merasakannya menggunakan perutku, aku merasakan sesuatu seperti rumput.

Memfokuskan semua kesadaranku di area itu, aku perlahan mulai merasakan bentuk tubuhku. Dan ngomong-ngomong, ujung pucuk rumputnya menusuk-nusuk tubuhku.

Entah mengapa aku merasa bahagia.

Maksudku, aku kan masih berada dalam kegelapan. Dan walaupun aku mendapatkan salah satu indra dari kelima indraku, aku akhirnya bisa merasakan sentuhan lagi.

Karena tertarik, aku mencoba bergerak menuju rumput itu.

*Zururi*
*TL : ini sound efeknya.*

Aku merasakan tubuhku bergerak.

Dia... bergerak?!

Waktu itu, aku sangat yakin kalau aku sedang tidak berada di atas tempat tidur rumah sakit.

Terlebih lagi, mataku masih tidak bisa melihat.

Tidak bisa mendengar apapun juga, tapi ini mungkin saja kalau aku sudah menjadi tuli.

Walaupun aku tidak tau kalau aku menghadap kesitu atau tidak - aku tetap saja tidak bisa merasakan kepala - aku bergerak menuju rumput itu. Aku akan mempelajari diriku melalui sentuhan.

Tidak ada bau di udara. Apa mungkin? Aku juga kehilangan indra penciumanku?

Dan yang benar aja, aku tidak bisa mengerti bentuk tubuhku.

Aku benar-benar tidak ingin menerimanya, tapi ini terasa licin, seperti jeli - seperti yang terkenal di RPG terkenal itu - kemunculan monster yang seperti itu.

Aku terus memikirkan kemungkinan itu di dalam kepalaku dari tadi.

Enggak, enggak... itu enggak mungkin. Maksudku, bagaimanapun... itu tetap aja gak mungkin.

Untuk sekarang, mari kita kesampingkan ketakutan itu.

Jadi, aku memutuskan untuk mencoba indra terakhir dari lima indra manusia yang aku abaikan sampai sekarang.

Tapi... aku bahkan tidak tau dimana letak mulutku berada. Apa yang harus kulakukan...?

<<Aktifkan Skill Unik [Predator]? [YES]/[NO]>>

Tiba-tiba, ada suara yang berasal dari dalam kepalaku.

Ap... Apa itu tadi?

Skill unik [Predator]...?

Dan... suara apa itu?

Aku rasa aku pernah mendengar suara itu waktu berbicara dengan Tamura sebelumnya, tapi aku rasa aku gak lagi halusinasi, kan...

Apa ada orang disana? Tapi, rasanya gak cocok aja. Dari pada ada seseorang disini... itu lebih kayak suara itu sendiri muncul di kepalaku.

Suara tanpa emosi; seperti suara yang biasanya keluar dari komputer, menyebutnya *sintesis mungkin lebih akurat.

Untuk sekarang... [NO!] adalah jawabanku.

Aku orang jepang yang bisa bilang enggak, lagian.

Sambil memikirkan kata [NO] dalam kepalaku, aku menunggu untuk jawaban. Tapi tetap aja tidak ada. Aku menunggu sejenak, tapi tidak merasa adanya suara.

Sepertinya aku gak bakalan dapat pertanyaan kedua. Apa aku salah milih ya? Apa ini permainan dimana akan berakhir kalau aku tidak memilih [YES]?

Aku pikir kalau ini akan sama seperti di RPG - pertanyaan yang sama diulangi sampai aku memilih [YES]... aku rasa aku salah.

Siap ngasih pertanyaan, eh malah pergi... dasar orang gak sopan.

Walau aku harus mengakuinya, bisa mendengar suara membuatku sedikit senang.

Aku sedikit menyesali pilihanku.



Toh, mau bagaimana lagi.

Aku rasa aku mendingan mencoba lagi untuk mencicipi sesuatu.

Aku menggerakkan tubuhku menuju sebuah rumput. Sambil memastikan indra sentuhanku, aku sandarkan tubuhku di rumput tersebut.

Aku selubungi benda itu dengan tubuhku untuk memastikannya... dan ternyata aku benar - ini, memang benar-benar, rumput.

Sambil menyentuh rumput itu, bagian yang tersentuh oleh tubuhku meleleh. Dan ketika aku khawatir kalau tubuhku yang meleleh, kelihatannya itu hanya rumputnya saja.

Dan dengan ini, aku mengerti dengan melelehkan rumput tersebut maka dia akan menyatu dengan tubuhku.

Sepertinya, rumput itu meleleh karena masuk dalam tubuhku. Dengan kata lain, dari pada menyelubunginya, kelihatannya aku sudah menelannya.

Dan ngomong-ngomong... itu tidak ada rasanya.



Ini, dengan kata lain, yang seperti itu, kan.

Aku bukan manusia.

Itu sih, sepertinya aku sudah mati dari luka tusukan itu, kan?

Dan itu bukanlah pertanyaan, aku benar-benar yakin dengan ini. Dan lagi, dari pada berada di tempat tidur rumah sakit, aku dengan yakin bisa mengatakan kalau aku sedang berada di area bebatuan dimana rumput tumbuh.

Apa yang terjadi dengan Tamura?

Dan Sawatari-san?

Apa PC-ku sudah benar-benar dimusnahkan?

Beberapa kecurigaan masih tersisa. Tapi, bawel sendiri tentang ini juga gak ada bagusnya. Aku harus memutuskan apa yang kulakukan selanjutnya.

Sebenarnya, tunggu dulu.

Diriku yang sekarang, apa sesuatu terjadi padaku? Dan ngomong-ngomong, sensasi barusan...

Aku sekali lagi memfokuskan kesadaranku pada diriku sendiri.

*Puyon. Puyon*

Tubuhku bergerak dengan irama.

Dan kegelapan yang pekat itu, aku menghabiskan cukup banyak waktu untuk mengetahui penampilanku.

Dan...



Sungguh penemuan hebat!

Aku yang tadinya tampan *pftt*, tapi sekarang aku memiliki tubuh licin dan serba guna ini!

Bah, apa kau ini bodoh! Jangan terima itu~!

Dari semua hal yang aku kumpulkan dari tubuhku, hanya gambaran itulah yang kelihatannya masuk akal.

Enggak, enggak, kau tahu, gambaran 'itu'.

Aku gak membencinya, kan? Ya. Beberapa kadang menyebutnya imut, lagian.

Tapi yaa... Kalau kau ditanya [Apa kau mau menjadi salah satunya?], aku berani bilang 90 persen orang akan menjawab hal yang sama.

Bagaimanapun juga, semua yang bisa aku lakukan adalah menerima keadaan ini.



Sepertinya aku telah bereinkarnasi sebagai slime.



*Moshamosha*

*Moshamoshamosha*

Aku sedang makan rumput.

Kenapa? Bukannya udah jelas?

AKU. GAK. PUNYA. KERJAAN. LAIN!!!

Karena aku sudah menerimanya, walau agak kesel dikit, faktanya tetap aku menjadi slime, hari pun berlalu.

Yang pertama aku pikirkan adalah, tentu saja, makanan.

Pertama-tama aku mencoba untuk melihat apakah tubuh slime ini bisa merasa lapar. Untuk alasan itu, pertama aku mengecek sekelillingku dan menemukan tempat dimana banyak rumput tumbuh.

Dengan itu, aku perlu menandai kalau rumput pertama ada tepat di sebelahku. Ketika diperlukan, aku bisa memakannya, jadi sengaja melemahkan ternyata berguna dengan sendirinya. Terjebak dalam kegelapan ini, aku sangat beruntung untuk mendapatkannya sedekat ini. Bahkan gerakan sepele bisa saja menghasilkan kematian.

Dan jadi, mari kita bereksperimen.

Setelah menghitung lima puluh ribu domba, aku bosan.

Aku mencoba memastikan kalau aku akan tertidur, tapi tidak merasa lelah sedikit pun.

Aku mencoba menghitung bilangan prima, tapi tidak tahu kelanjutannya, jadi aku menyerah.

Shiritori sendirian juga gak ada gunanya... apakan ada cara untuk menghabiskan waktu kalau sendirian?
*TL : Shiritori permainan yang mengambil bunyi terakhir dalam kata dan membuat kata selanjutnya dari situ*

Kalau aja ada Internet, aku bisa buang waktu selamanya; game HP juga boleh sih. Tapi ini... ini penyiksaan.

Bertapa kayak seorang biksu mustahil bagi seorang pemula sepertiku.

Satu hal yang aku masih belum pastikan, dimana binatang yang ada disekitar sini.

Sampai sekarang masih belum ada sedikit pun tanda-tanda dari mereka.

Toh, tidak adanya penglihatan, pendengaran, ataupun penciuman aku gak bisa bilang kalau gak ada yang mendekat sampai sekarang, tapi aku sekali pun belum ada diserang, setidaknya.

Berkat itu juga, tanpa takut akan hidupku, aku hidup dengan tenang.

Itulah kesimpulan yang aku dapatkan setelah dengan hebatnya menderita dari penyiksaan (mental) ini.



Aku tidak merasa lapar. Ataupun perlu untuk tidur.



Yang bener aja, tidak hanya perutku yang tidak meminta makan bahkan aku juga tidak pernah punya keinginan untuk tidur.

Entah berapa hari yang lalu - aku gak bisa menebak dari kegelapan ini.

Juga aku gak pernah dengar suara aneh itu lagi. Kalau aja ada, aku gak masalah bermain bersama sekarang.

Dengan itu, karena aku tidak punya kerjaan lain... aku makan rumput.

Karena aku tidak punya cara lain untuk buang waktu, aku dengan tenangnya mengunyah beberapa rumput.

Sekarang, aku mengumpulkan dan menghancurkan banyak rumput di dalam tubuhku bahkan aku bisa merasakannya.

Jika kau bertanya untuk alasan apa, aku bisa bilang: gak ada.

Aku cuma takut kalau aku tidak melakukan sesuatu, aku bakalan menggila.

Aku mulai terbiasa dengan rutinitas disini. Pertama [Absorb], lalu [Disassemble], berakhir dengan [Store], dan mengulanginya.
*TL : Skillnya sengaja pake english, klo indo rasanya agak aneh aja, trus juga gak keren gimana gitu*
*Absorb = Menghisap*
*Disassemble = Menghancurkan*
*Store = Menyimpan*

Dan itulah dimana aku menemukan titik untuk meneliti.

Kurangnya nafsu membawa pertanyaan lain: bagaimana dengan buang ko*toran? Sudah jelas makanan tidak dibutuhkan untuk tubuh ini, tapi gimana dengan ko*toran?

Jawabannya adalah... itu tidak perlu!

Karena sampai sekarang pun aku belum ada mengeluarkan sedikit pun.

Menjadi slime dan semuanya yang tidak terduga ternyata tidak dibutuhkan, tapi, kalau begitu, apa maksud [Store] ini sih?

Dari apa yang aku ketahui, aku tidak sedikit pun mengalami perubahan dalam bentuk apapun.

Tapi kalau begitu, apa yang terjadi dengan yang aku makan?

<<Solusi. Itu disimpan di dalam perut yang dihubungkan dengan skill unik [Predator]. Sekarang, diisi kurang dari 1%>>

Apa? Ada jawaban---!

Tapi, sejak kapan aku menggunakan skill itu? Aku sudah memilih [NO], kan...

<<Solusi. Skill unik [Predator] belum diaktifkan. Material yang masuk ke dalam tubuh secara otomatis tersimpan. Fungsi ini bisa diubah>>

Hah... Jawabannya menjadi lebih lembut sekarang. Bukan itu yang penting.

Tentang skill, apa yang terjadi jika aku menggunakannya?

<<Solusi. Efek skill unik [Predator] adalah...

    Memangsa: Untuk menghisap tubuh target ke dalam tubuh. Tapi, jika targer memiliki kesadaran, tingkat keberhasilannya menurun drastis.

        Targer efektif adalah bahan organik, bahan anorganik, skills, dan sihir.

    Analisa: Target yang dihisap akan dipelajari dan dianalisa. Bahan yang bisa dibuat bisa langsung diproduksi. Jika banyak bahan yang dikumpulkan, duplikat bisa diproduksi. Dalam keadaan skill yang diturunkan atau analisa sihir, tehnik yang sama bisa didapatkan.

    Perut: Targer bisa disimpan. Item yang diproduksi juga bisa disimpan. Tidak ada batas waktu penyimpanan.

    Mimicry: Meniru penampilan dari target. Skill dan kemampuan yang digunakan oleh target juga bisa digunakan. Tetapi, ini tergantung dari keberhasilan analisa dan informasi yang didapatkan mengenai target.

    Isolasi: Material yang berbahaya atau tidak diperlukan untuk analisa juga bisa disimpan. Mereka akan digunakan untuk mengganti energi sihir.

Ini adalah lima kemampuan dari kekuatan anda>>

Eh...?EH?

Ini sudah sangat lama sejak terakhir kali aku gemetaran karena kesenangan. Entah mengapa, aku seperti baru saja mendengar kekuatan luar biasa... Kekuatan sehebat itu tidak pernah dimiliki slime sebelumnya.

Tunggu, sebelum itu.

Suara yang mendengar pertanyaanku, apa ini? Apa ada orang disana.

<<Solusi. Ini adalah efek dari skill unik [Great Sage]. Agar anda bisa mempelari skill dengan lebih cepat, fungsi menjawab sudah ditambahkan>>

Great Sage(Pertapa agung), hah... Julukan yang aku kira ejekan itu. Ternyata malah terlihat sangat bisa diandalkan sekarang. Untuk sekarang, aku akan mengandalkannya.

Ngomong-ngomong soal itu, ini benar-benar situasi yang sangat bagus.

Ini bisa menjadi akhir dari pengurungan yang aku pikir abadi ini.

Mungkin "Suara" ini hanyalah sebuah halusinasi yang aku sendiri. Toh, itu juga ada gunanya sendiri.

Dan dengan itu, setelah sekian lama, hatiku bisa merasa lega.




Status

    Nama: Mikami Satoru
    Spesies: Slime
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [ Dissolve, Absorb, Regenerate]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Perception Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



0 komentar:

Posting Komentar