Kamis, 29 September 2016

Slime - Chapter 11 - Monster yang Berevolusi

(TL Note : Yay... ane seneng bisa selesai cepat hari ini... waii... waii..
di chap ini episode evolusi... kayak pokemon aja yee... hahaha
 yaudah langsung aja... pika-... maksud ane... chap 11 nya.)


Chapter 11 - Monster yang Berevolusi



Para serigala tidak menunjukkan keinginan untuk bergerak.
Ini bisa buruk...
Apa mereka berencana menyerbu diriku dengan lolongan seperti "Mati lebih baik dari pada perbudakan!"?
Kalau begitu malah akan menjadi perang habis-habisan.
Mereka tidak punya kesempatan untuk menang, tapi kami juga tidak bisa keluar tanpa tergores.
Berhasil sejauh ini tanpa terluka... kami pasti menang, tapi aku lebih memilih untuk menghindari pertarungan lebih lanjut.

Dibandingkan suara yang tadi, suasana diam yang ngeri memenuhi medan tempur.
Para fang wolf memfokuskan semua pandangannya kepadaku.
Aku perlahan mulai bergerak.
Aku tidak tahu bagaimana mereka merespon kepada apa yang akan kulakukan, tapi setidaknya ini dibutuhkan bagi mereka untuk mengakui kematian pemimpin mereka.
Aku mendekati mayat si pemimpin. Tidak ada yang mencoba menghentikanku.
Serigala terdekat mengambil langkah mundur.
Lalu, aku memangsa si pemimpin menggunakan [Predator].
Sejauh itu adalah hak bagi pemenang.

<<Analisa telah diselesaikan.
Kemampuan untuk meniru Fang Wolf telah didapatkan.
Skill khusus-spesies [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion] telah didapatkan>>
(TLN : [Indra Penciuman Tertinggi, Komunikasi Telepati, Paksaan?], satu lagi. Mungkin kedepan nanti beberapa nama skill akan berubah, jadi biasakan diri aja ya.)

[Great Sage] melaporkannya dalam pikiranku.
Oke.
Mereka ini... padahal mereka baru saja melihat pemimpinnya dimakan, tapi mereka tidak bergerak sedikit pun.
Hmmm.
Kupikir mereka akan melarikan diri karena panik atau bersujud ketakutan jika aku bertindak sejauh ini...
Oh, iya! Aku tadi bilang Perbudakan atau Mati...
Sialan... adrenalin menyerbu kepalaku, dan inilah hasilnya.
Toh, hanya satu hal yang harus dilakukan. Kurasa aku akan memberi mereka jalan keluar.
Dengan pikiran itu, aku meniru Fang Wolf.
Dan,

*Guru, Uoooooooooon!!!*

Sambil mengaktifkan [Coercion], aku melolong.
(TLN : Paksaan, klo lupa sama artinya.)

「Kukuku! Dengarkan aku! Aku akan membiarkan kalian pergi untuk kali ini. Mereka yang tidak patuh, pergi sekarang!!!」

Begitulah aku nyatakan kepada para serigala.
Dengan ini, bahkan anjing-anjing ini pasti punya keberanian untuk lari.
Atau begitulah aku pikit,

(Kami sebagai kesatuan, akan mengikutiMu!!!)

Mereka merespon dan berlutut di depanku.
Walau jujur saja, mereka benar-benar terlihat seperti kumpulan anjing yang mengantuk dan capek.
Yang terpenting, mereka sepertinya memilih untuk perbudakan.
Jadi... ketika mereka diam-diam aja dari tadi -- mereka lagi sibuk membicarakan ini?
Dan dengan itu, pertarungan di Desa Goblin telah berakhir.

.

Atau itulah yang ingin aku katakan, tapi ini masih belum berakhir!
Apa yang menunggu -- perdamaian dan perbaikan -- adalah yang lebih sulit dari bertarung itu sendiri.
"Siapa yang sudah menyuruh untuk menghancurkan rumah ini!" dan sebagainya...
Apa selanjutnya? Dan, apa yang harus digunakan untuk tempat tidur para goblin?
Dan, siapa yang bakal bawa anjing ini jalan-jalan...
Walau banyak dari mereka yang telah mati, masih ada sekitar delapan puluhan yang tersisa.
Tentang itu... yaa, mari kita bilang aja hari ini udah kelar! Tinggalkan semuanya untuk dipikirkan besok.
Jadi untuk sekarang, aku memerintahkan para anjing untuk berjaga, dan pergi istirahat di api unggun para goblin.

Dan pagi pun tiba.
Aku berpikir sepanjang malam, dan akhirnya mendapatkan ide:
Rencana "Buat goblinnya ngerawat para fang wolfnya!".
Pasukan bertarung goblin berjumlah tujuh puluh empat anggota. Tidak ada korban dari pertarungan.
Ada beberapa yang terluka, tapi itu masih dihitung sebagai luka ringan.
Sisi anjingnya, delapan puluh satu tersisa.
Ada banyak yang terluka, tapi dengan pengobatan yang segera, mereka sudah mulai sembuh.
Bahkan tanpa harus kucampuri, mereka akan segera sembuh. Itulah hebatnya kemambuah penyembuhan mereka.
Setelah bangun, aku membuat para goblin berbaris.
Anak-anak dan orang tua ingin coba mengintip, tapi dengan tidak adanya rumah di sekitar, mereka benar-benar terlihat jelas.
Si kepala desa sedang menunggu di sisiku.
Dia kelihatan bertujuan untuk merawatku, yang mana itu adalah hal yang baik... tapi mana mungkin aku bisa bahagia mendapatkan perhatian dari seorang goblin tua.
Itu semua berdasarkan dari insting estetisku.
Itulah dia, mau berapa kali pun aku bereinkarnasi sebagai monster, seleraku tidak akan pernah pudar!
Dan, dikarenakan sesuatu yang imut tidak ada di desa ini, jadi aku hanya akan menyerah untuk sekarang.
Lalu, aku membariskan pada serigala di depan para goblin.
Baiklah, sekarang...

「Jadi.... kalian. Mulai dari sekarang, aku mau kalian menjadi pasangan dan terus bersama.」

Aku menunggu reaksi mereka.
Akan tetapi, tidak menunjukkan keinginan untuk membuat suara, mereka hanya menunggu untuk instruksi selanjutnya.
Tidak ada yang terlihat tidak setuju dengan keputusanku.
Sejauh ini, semua berjalan lancar.

「Kalian mengerti yang aku katakan, kan? Buatlah kelompok: satu goblin dan satu serigala.」

Ketika aku mengatakan itu,
Para goblin dan serigala duduk bersebelahan dan bertukar pandangan.
Dan,

「Guga!」(Senang bertemu denganmu!)

「Gau!」(Sama-sama!)

Itulah bagaimana cepatnya mereka menjadi akrab.
Inilah yang namanya "Musuh kemarin adalah teman sekarang", aku rasa.
Dan itulah saat aku mendapat pikiran itu.
"Mereka tidak bernama, bukan."
Memanggil mereka akan benar-benar tidak nyaman.
Dan sambil menatap ke pasangan goblin-serigala,

「Kepala desa, benar-benar tidak nyaman untukku memanggilmu. Jadi, aku berpikir untuk memberikanmu nama. Apa itu tidak apa?」

Semua kepala mengarah padaku, dan semua mata tertuju padaku, ketika aku mengatakan kalimat itu.
Semuanya sama untuk warga sipil.

「Ap... apa kau benar-benar ingin menganugerahkan kehormatan itu kepada kami?」

Si kepala desa bertanya, terkagum-kagum.
Hmm? Ada apa dengan kesenangan ini?

「Ah, iya. Jika kau tidak masalah dengan itu, aku berencana untuk memberikanmu nama.」

Di saat aku menyelesaikan kalimatku, layak seperti mereka semua sudah menahan nafas mereka, para goblin berteriak kesenangan.
Ada apa dengan mereka?
Situasi sekarang ini kira-kira: SANGAT KE-SE-NA-NGAN!!!
Jika mereka sangat menginginkan nama, mereka harusnya tinggal memberikannya saja.
Itulah betapa bebasnya diriku pada saat itu.

Mari mulai dengan si kepala desa.
Pertama, aku menanyai nama anaknya. Namanya adalah "Rigur".
Dan jadi, aku menamai si Kepala Desa "Rigur-do", Rigurdo.
Bukan berarti namanya punya arti spesial, aku hanya berpikir itu kedengaran keren.
"Jika anakmu ada disini, aku akan memanggilnya "Rigur!" dan si kepala desa akan menjawab "Do!"..." Ketika aku bercanda seperti itu, dia tiba-tiba menjadi sangat gugup.
Terlebih lagi,

「Untuk bisa dianugerahi dengan nama dari anakku, tolong izinkanlah air mata ini sebagai tanda terima kasih!」

Berlebihan banget dia ini!
Untuk memberikannya nama langsung seperti itu rasanya membuatku merasa bersalah...
Tapi, yaudah lah! Dan perasaan itu langsung pergi.
Mari lanjut, si Pemimpin Goblin akan mewarisi nama abangnya.
Aku bisa saja menambahkan "yang Ke-2", tapi itu jadi terdengar merepotkan. Jadi, sekarang dia "Rigur".
Dan ketika aku memanggilnya begitu, dia langsung bersujud layaknya berdoa kepadaku.
Dasar, nih orang pada menganggap semuanya terlalu serius... gak ayak, gak anak, kurasa.
Dan selagi udah sampai sini, mungkin lebih baik dengan kelompok orang tua-anaknya dulu.
Lalu, aku menamai masing-masing goblin dan juga yang anak yatim.
Aku ingin tau apa mereka akan terus menggunakan nama ini dimasa depan nanti.
Dengan kelahiran cucunya, si kepala desa mungkin akan dipanggil "Rigurdodo". (TLN : Si kepala desa dapet satu "Do" di setiap satu generasi dibawahnya.)
Dan dengan anak dari cucunya, oroknya bakalan dipanggil "Rigur" dan si kepala desa "Rigurdododo".
"Yang bener?" mungkin yang cocok untuk dikatakan, lalu... tapi, yaudah lah!
Dan seperti itu, aku memberi mereka nama.
Lalu, mereka bilang padaku,

「Rimuru-sama, kami tidak punya kata-kata lagi untuk berterima kasih... tapi apa kau yakin kalau ini akan baik-baik saja?」

Si Kepala Desa... Rigurdo menanyakan dengan suara yang sedikit membingungkan.

「Apa itu?」

「Oh, tidak, kami tahu bahwa Rimuru-sama memiliki energi sihir yang hebat... tapi, tetap saja, untuk memberikan nama sebanyak ini secara langsung...」

Apa yang dibicarakannya? Aku hanya memberikan mereka nama...

「Oh? Yaa, gak masalah sih, aku rasa...」

Dan begitulah, aku lanjut memberikan nama.
Sepertinya Rigurdo ingin mengatakan sesuatu, tapi aku tidak perhatikan.

Setelah selesai menamai para goblin, aku lanjut ke serigala.

Pemimpin selanjutnya mereka adalah anak dari pemimpin sebelumnya.
Dia terlihat seperti ayahnya dengan tubuh yang tegap itu, dan memiliki aura yang sama di sekitarnya.
Melihat ke arah mata merah-darahnya, aku memikirkan sebuah nama.
Itu benar! Mari kita beri dengan kanji dari badai taring -- "Ranga"! (TLN : 嵐 (Badai) dibaca ran, dan 牙 (taring) dibaca ga.)
Aku tahu, namaku tidak keren.
Aku hanya mengambil nama keluargaku dan mencampurkannya dengan spesies mereka.
Toh, "Hal yang bagus untuk memberi nama yang layak"... kata-kata itu tidak akan aku dengarkan.

Pada saat itu!

Aku merasa energi sihir dihisap keluar dari tubuhku.
Dan, aku diserang oleh lesu yang luar biasa!
Apa...an nih?
Aku tidak pernah merasa selelah ini sejak dilahirkan kembali.

<<Penjelasan. Anda telah menggunakan energi sihir melampai batas diri anda! Berganti ke mode hemat energi.
Pengembalian total diprediksi dalam tiga hari>>

Aku sadar.
Karena aku tidak butuh tidur.
Aku juga bisa mendengar penjelasan [Great Sage]. Setelah itu, aku akhirnya mengerti dengan situasinya.
Aku menggunakan terlalu banyak energi sihir? Jadi, aku kehabisan MP, ya?
Tetapi, apa penyebab itu terjadi? Apa mungkin semua skill yang aku gunakan sampai sekarang baru terasa sekarang?
Tapi aku merasa sepertinya bukan itu masalahnya.
Tidak bisa menggerakkan tubuhku.
Jadi mode hemat energi itu seperti hibernasi... tanpa tidur.
Sambil kepanikan, Rigurdo merawat tubuhku.
Lagian pun, tidak banyak yang mereka bisa lakukan; jadi, mereka hanya duduk disampingku di api unggun.
Kesadaranku masih belum kembali.

Jadi, aku berpikir tentang fenomena itu.
Energi sihirku berkurang ketika aku memberikan nama.
Memberi nama menggunakan energi sihirku, ya...
Kalau dipikir-pikir, banyak energi sihir yang digunakan ketika memberikan pemimpin fang wolf nama.
Jadi memberi monster nama membutuhkan energi sihir.
Kesimpulan itu membuatku harus istirahat selama dua hari.
Ini mungkin adalah alasan kekhawatiran Rigurdo, ya kan.
Tunggu sebentar... apakah itu hal biasa di dunia ini?
Kasih tau woi!!! Gimana aku bisa tau kalau kau gak kasih tau...
Jika aku bisa protes, aku pasti udah teriak sampai tenggorokanku kering.
Toh, jika aku bisa menggerakkan tubuhku, aku akan komplain.
Teriak sampai tenggorokan kering? Siapa yang bilang begitu?
Tapi yang penting, ketika aku berhenti bergerak para goblin, tentu saja, menjadi khawatir...
Dan, pertarungan pun pecah untuk siapa yang akan duluan merawatku.
Apa-apaan yang mereka lakukan... berhenti bercanda. Aku baik-baik saja tanpa harem goblin.
... Pada dasarnya aku diperlakukan seperti benda pusaka yang akan mendapatkan berkah jika disentuh.

Dan begitulah, tiga hari berlalu.

SEM-BUH TO-TAL!

Setelah kehabisan energi sihir, pengumpulan jumlah energi sihir dan kekuatan sihir kelihatannya sudah meningkat.
Kekuatan sihir mengizinkan kita untuk beroperasi.
Energi sihir adalah apa yang kita pergunakan.
Entah bagaimana, aku merasa sudah merengerti itu. Kurasa.
Jadi singkatnya gini, "Apa yang tidak membunuhmu membuatmu lebih kuat" kira-kira seperti itu.
Haruskah aku bereksperimen? Adalah apa yang aku pikirkan, tapi aku memutuskan untuk tidak melakukannya.
Aku tidak melihat adanya alasan penting untuk melakukan itu, dan mati ketika bereksperimen akan sangat menyedihkan.
Supaya kau tahu, aku sudah pernah melewati garis itu.
"Jika kau tidak waspada, kau mati!" apa yang aku pelajari.
Jadi, sekarang...
Setelah menyadari kalau aku telah bangun, para goblin langsung berkumpul.
Para fang wolf, juga, masuk ke desa.
Itu sih hal yang bagus... tapi, apa-apaan dengan ini...?

「Kalian semua... kalian besar!」

Iya.
Goblin yang biasanya 150 cm. Tetapi, mereka setidaknya 180 cm sekarang.
Pria yang ada di depanku tinggi 2 meter lebih.
Para fang wolf, juga; bulu coklat oliv mereka sudah menjadi hitam pekat, memberikan pesona bersinar.
Terlebih lagi, mereka yang sekarang memiliki panjang tiga meter. Terakhir aku melihat mereka, mereka paling panjang, dua meter.
Dan, dengan diam berjalan ke arah sini, memberikan aura yang aneh, adalah serigala panjang lima meter.
Sialan, itu menakutkan.
Dan,

「Tuanku! Kesembuhanmu membuat diriku sangat bahagia!」

Dengan fasihnya dikatakannya.

... itu gak mungkin... "Ranga", kan?

Apa yang sebenarnya terjadi disini tiga hari ini...
Ketika aku sedang kehilangan kata-kata, para monster memenuhi hutan dengan teriakan gembira!


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlindungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: One who Commands Monsters
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Khusus Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], Skill Ekstra [Water Manipulation], Skill Ekstra [Magic Perception], Skill yang Diturunkan : Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor], Serigala [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



About

About Me (Tentang Saya) (TL Note : Kayak puisi aja...)



Name : Arcabuz Cruz (Arc)
Species : The Lazy-Human
Title : The One Who Never Leave Bed, The One Who Violates Bed, The One Who Download 'H' 'til the END
Magic : Sweet-Dream, Refuse-Sleep
Skill : Unique Skill [Melek], skill [Coffee Maker], skill [Exorcist (Crab-Style)]
Resistance : Wind Resistance EX, Sleepy Resistance, Hunger Resistance
Weakness : NTR, Sad Story (Sad Mood), G (IYKWIM)


Arc : Tes... tes... satu dua... (pake english atau indo ya...?)

*Setelah memikirkannya sampai tidak makan dan minum selama satu menit, dia memutuskan.*

Arc : OK, good morning, afternoon, evening, night, bye, just what you want everyone...!!!
Arc : My name is Arc.
... : I know it, man. Just continue... (owh, it's getting bored).
Arc : haha... sorry... It's just... I don't know what to say... haha...
Arc : Well, I'll tell to you story about when I'm still in kindgarden...

*After a very long time...*

... : Uwahhhh...

 (I really don't know what to say...)

...

Arc : Well, I'm translate Tensei Shittara Slime Datta Ken alone, without editor. So, if you find any mistype or any word that you don't understand. Just let me know...
Arc : I'm very thankful for your concern to waste your time here just to read some useless page. Bye~ (I think I just saw some couples kiss there... Maybe it's just my imaginations... You know, a wiseman is a man that if he see something that make him mad, he'll say "It's must be just my Imaginations.")

Arc : Yay, ane nerjemahin Tensei Shittara Slime Datta Ken sendirian, tanpa editor. Jadi, kalau ada nemuin typo atau kata-kata yang tidak di mengerti (maklum aja ya). Maksud ane, kasih tau aja ane melalui komentar... (mudah-mudahan dibaca)

Slime - Chapter 10 - Pertarungan di Desa Goblin

(TL Note : Yay... ane... ane gak tau mau bilang apa lagi... hahhhh...
yaudah langsung aja nih ch 10 nya...)


Chapter 10 - Pertarungan di Desa Goblin






Keluarga Fang Wolf. (TLN : rasanya klo pake yang ini lebih keren aja.)
Penguasa dari dataran timur.
Penyebab dari banyaknya sakit kepala diantara pedagang dari Kekaisaran Timur (Eastern Empire) dan negara lain di perbatasan Hutan Jura.
Setiap dari mereka adalah monster tingkat C, dan bisa dengan mudah memangsa petualang yang lalai.
Akan tetapi, mereka kebanyakan ditakuti sebagai kelompok.
Ketika berkumpul, mereka bergerak sebagai satu kesatuan, berkemampuan menyerang secara terorganizir.
Dan, sebagai kelompok... mereka sering dinilai sebagai peringkat B.

Dataran timur adalah lokasi yang berdekatan dengan ladang gandum Kekaisaran.
Sebagai makanan pokok dari Kekaisaran, yang terkenal dengan pertahanan tidak tertembus.
Karena itulah, walaupun Fang Wolf itu terkenal cerdik dan memiliki kemampuan yang unggul, menembus pertahanannya akan sangat sulit.
Terlebih lagi, bahkan jika mereka berhasil menjebolnya, mereka hanya akan mendapatkan kemurkaan dari Kekaisaran, dan mungkin akan diburu sampai punah.
Pemimpin kelompok sangat mengerti itu.
Beberapa dekade dihabiskan untuk bertempur dan belajar dari kekaisaran yang terus berkembang menanamkan firasat tidak menyenangkan kepada mereka.
Selama mereka hanya memangsa pedagang-pedagang kecil, kekaisaran tidak akan menganggapnya serius.
Tetapi, jika mereka bahkan sekali saja memutuskan untuk mengganggu ladang gandumnya, maka kekaisaran akan menunjukkan taringnya.
Sebagai hasilnya, dia sudah menghindari banyak kecelakaan dari awal kejadiaan sebenarnya.
Itulah yang memenuhi pikiran dari ketua kelompok tersebut.
Tetapi, bukankah ini akan menghentikan evolusi spesies mereka? Begitulah instingnya berteriak.

Saat ini, kelompok tersebut tidak kekurangan wilayah.
Jika orang yang diserang dan dimakan, mereka tidak lebih hanyalah cemilan.
Itu karena manusia tidak terlahir dengan banyak energi sihir.
Bagi para Fang Wolf, makanan pokok adalah sesuatu yang tidak lebih dari menghisap energi sihir.
Bertarung melawan monster kuat atau membantai banyak manusia, dan berevolusi menjadi monster kelas bencana.
Tapi untuk sekarang ini, tidak ada metode yang terdengar masuk akal.
Kekaisaran itu hanyalah terlalu kuat.
Tetapi, haruskah mereka terus menerus menyerang pedagang, tujuan mereka hanyalah akan menjadi sebuah mimpi di dalam mimpi.
Tapi mereka pernah mendengar surga yang dipenuhi monster-monster kuat -- hutan dengan tanah yang diberkahi di jauh selatan.
Tetapi, untuk sampai ke tanah itu, mereka harus melintasi Hutan Jura.
Penghuninya bukanlah sesuatu yang spesial.
Beberapa kali mereka memburu mereka yang berkelana ke tanah mereka membuktikan hal ini.
Kalau begitu, kenapa sampai sekarang mereka belum menyerang hutan itu?

"Storm Dragon Veldora" (Naga Badai Veldora)

Keberadaan dari naga itu adalah alasannya.
Bahkan ketika dia disegel, energi menyebalkan yang dikeluarkannya saja cukup untuk menakuti mereka sampai pasrah.
Mereka yakin bahwa penghuni hutan itu menerima perlindungan Veldora.
Dan itulah kenapa mereka bisa hidup di dalam aura ganas itu.
Kalau saja mereka percaya sebaliknya, mereka pasti sudah menjadi gila.
Sampai sekarang, mereka hidup dengan pikiran memalukan itu, dan menahan keinginan mereka untuk menginvasi... Iya! Sampai sekarang!

Pemimpin kelompok melihat hutan itu dengan mata tajamnya yang berwarna merah darah.
Penghinaan itu, hawa keberadaan naga jahat itu sudah menghilang.
Sekarang, mereka bisa bebas menyerang hutan itu, dan menjadi penguasa tertingginya! Oh, pemikirannya itu merangsang nafsu makannya.
Dan begitulah, dia melolong dengan perintah untuk menyerang!

.

Setelah menjadi pelingdung, aku memikirkan langkah selanjutnya.
Secara pribadi, bahkan dengan julukan itu, aku pikir perlakuan mereka terhadapku sudah sangat berlebihan.
Dengan begitu, aku mengumpulkan dan mempelajari goblin petarung.
... Mereka ini jujur saja sangat lemah.
Tidak kelihatan seperti aku bisa mengandalkan mereka ketika bertarung.
Juga, goblin sisanya, anak-anak dan orang tua, datang untuk mengamati persiapan kami.
Juga tidak ada bantuan dari suku lainnya.
Sekarang ini, sebuah keajaiban kecil bahwa kepala desa masih belum kehilangan akalnya.
Karena walaupun mereka melarikan diri, mereka hanya akan mati dari rasa lapar dan haus...
Dan, para goblin yang aku kumpulkan menatapku layaknya seorang dewa...
Sungguh beban yang berat yang sudah aku tanggung.
Merasa seperti itu karena aku hanya ingin menjalani hidup bebas tanpa tanggung jawab.

「Apa kalian semua mengerti situasinya?」

Bukanlah sebuah suasana untuk bercanda, dan aku tidak satupun kata-kata mutiara sebagai penyemangat, jadi aku langsung menuju intinya.

「Iya! Ini akan menjadi pertarungan yang menentukan kami akan hidup atau mati! Kami semua sudah menyampaikan doa kami!」

Pemimpin Goblin yang pertama kali menjawab.
Sisanya mengangguk setuju.
Dan ketika masih ada beberapa dengan kaki yang gemetaran, itu hanyalah sesuatu yang diharapkan. Tekad mungkin kuat, tapi daging tetap saja lunak -- sesuatu seperti itulah.

「Jangan terlalu tegang -- santai. Bahkan mereka yang kuat akan bertemu kekalahan. Fokus saja dan lakukanlah yang terbaik!」

Mencoba untuk mengatakan sesuatu yang keren.
Aku, setidaknya, merasa lebih baik, jadi mungkin ini akan sedikit berefek.
Kalau begitu, haruskah kita mulai?
Kegagalan dengan pasti akan menghasilkan kematian bagi para goblin.
Tapi tetap saja, aku memilih untuk "Going My Way" tentang ini. (TLN : referensi dari film 1944? kurang ngerti sih. googling aja klo penasaran.)
Didepan, dengan arogan! Itulah pilihanku.

Baiklah! "Mari lakukan dengan semangat!" Itulah perintah pertama yang aku berikan pada mereka.
Dan dari sekarang sampai kedepan, lebih banyak perintah yang akan menyusul.
Kata-kata itu mengumumkan bahwa saatnya telah tiba!

.

Dan matahari sudah terbenam.
Ketua dari kelompok Fang Wolves bangun.
Malam itu adalah bulan purnama. Saksi yang sempura untuk pertarungan mereka.
Dia perlahan meregangkan dagingnya, dan melihat ke kekuasaannya.
Para kelompok, melihat pemimpin mereka seperti itu, menahan nafas mereka.
Betapa tegannya mereka menunggu.
Begitulah pikir si pemimpin.
Malam ini, mereka akan menghancurkan desa goblin itu, dan mengambil langkah pertama menuju Hutan Jura.
Setelah itu, memburu monster sekitar, untuk membuktikan diri mereka sebagai penguasa hutan.
Dan suatu hari kelak, lanjut ke selatan dalam mencari kekuatan yang lebih hebat.
Kami memiliki kekuatan untuk menggapai ini, pikir mereka.
Cakar kita mengoyak daging dari semua binatang buas, dan taring kita menembus semua jirah.

*Uooooooooooon!!!*

Pemimpin kelompok melolong!
Waktu untuk menghancurkan musuh mereka telah tiba.
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganggunya.
Beberapa hari yang lalu, saudara yang dikirimnya untuk mengintai kembali membawa informasi yang membingungkan.
Seekor monster kecil mengeluarkan aura monster ganas.
Aura jahat monster itu jauh melampaui pemimpinnya.
Tidak mungkin ada hal seperti itu. Begitulah si pemimpin menyimpulkan.
Dia tidak pernah merasakan ancaman seperti itu, dan semua monster yang mereka temui itu lemah.
Tidak ada yang bisa disebut sebagai daya tahan atau semacamnya. (?)
Hanya waktu itu sajalah, sekitar sepuluh goblin telah membunuh beberapa saudara mereka, tapi tidak akan pernah lagi.
Kesempatannya, pengintai hanyalah terlalu tegang untuk melihat dengan normal.
Berpikir begitu, sang bos hanya melihat ke depan.

Dan di depannya, terbentang desa.
Itulah yang pengintai laporkan.
Menggunakan goblin yang terluka, mereka sudah menandai desa ini. Jadi sekarang, mereka akan sulit untuk melakukan perlawanan.
Si pemimpin adalah serigala yang licik. Dia tidak akan membiarkan dirinya lengah.
Akan tetapi, desa ini tidak seperti yang diharapkan.
Layaknya itu milik manusia... memiliki pagar.
Mereka sudah membongkar semua rumah dan mendirikan sebuah tembok.
Dan, di tengah-tengah pintu masuknya, berdiri seekor slime.
Sungguh ide yang cemerlang!
Dan si pemimpin tertawa.
Mereka meninggalkan sebuah celah untuk bertahan melawan jumlah kami! Itulah pikirnya.
Karena tetap saja, mereka berakal pendek, sampah dari monster.
Tembok itu akan segera roboh dengan cakar dan taring kami!
Kami akan menunjukkan kepada mereka kekuatan kami! Dengan pikiran itu, dia memberi perintah untuk menyerang.
Dan sebagai satu, sepuluh fang wolf menyerang temboknya.
Mereka benar-benar layaknya satu kesatuan.
Itulah kemampuan asli mereka -- kesatuan dalam menyerang.
Pergerakan dimungkinkan melalui komunikasi telepati. Sebuah bentuk komunikasi yang lebih cepat dari pada kata-kata.
Serangan pertama mereka pasti akan menghacurkan tembok itu.
Pasti, dibayangkan si pemimpin, para goblin akan segera menyadari ketidak bergunaan rencana mereka dan panik. Malah sebaliknya, si pemimpinlah yang mengeluarkan suara terkejut.
Pasukan penyerangnya dikalahkan! Dan, ada beberapa yang berguling di tanah sambil memuncratkan darah di antara mereka.
Apa yang terjadi?
Tanpa tanda-tanda panik, dia mencari jawaban.
Si slime tidak bergerak.
Apa dia melakukan sesuatu?
Dan setelah itu, anak buah yang paling dekat dengannya,

(Dia adalah yang dari hari itu! Dialah yang memiliki aura yang lebih kuat dari tuan kita!)

Begitu lapornya.
Sungguh konyol! Pikirnya ketika melihat kearah slime itu.
Mereka terkadang memang terlahir di daratan.
Kau berlebihan jika kau menyebut mereka monster; sebuah kehidupan menyedihkan.
Untuk melebihiku dalam aura jahat... mustahil!
Tapi setelah itu,

「Okeee! Berhenti di situ. Jika kau mundur sekarang, aku tidak akan mengejar. Bubar sekarang juga!」

Adalah yang dinyatakan si slime.

Pemimpin Fang Wolf adalah monster yang cerdik dan licik.
Setelah hidup bertahun-tahun dan mengalami banyak hal, dia tidak pernah ceroboh dalam membuat rencana.
Dia berkepala dingin dan memiliki keberanian melalui banyak pertempuran.
Pengalaman yang banyak, dan informasi yang dia kumpulkan, semuanya menolak keberadaan monster yang lebih kuat darinya di kalangan para goblin.
Tapi si pemimpin, pada saat itu, membuat kesalahan fatal.
Dan kesalahan itu telah menentukan takdir mereka.

*Uuuru!! Garuuuuuuuuu!!!*
(Makhluk yang menyedihkan!!! Aku akan menghancur leburkan dirimu!!!)

Dia memberi perintah menyerang.

.

Wow, itu mengejutkan.
Tidak kupikir mereka menyerang begitu tiba-tiba.
Aku pikir kita mulai dengan percakapan... sekarang semua kata-kataku jadi sia-sia.
Semua latihan itu tidak berguna!
Aku bahkan berlatih ketika istirahat...

Perintah pertama yang kuberikan adalah untuk memandu yang terluka.
Toh, bahkan jika aku menambahkan yang sepuluh menjadi enam puluh, keadaanya tidak berubah begitu banyak.
Tetapi, dikagumi dan semacamnya jadi membuatku ingin melakukan semua yang aku bisa.
Mereka ditempatkan di dalam bangunan yang agak besar tapi sangat amburadul.
Jadi tentang yang terluka.
Mereka kelihatannya sudah menerima pertolongan pertama, tapi akan segera mati jika seperti ini.
Sungguh luka yang dalam. Terkoyak oleh cakar dan taring, dan luka mereka sudah membusuk.
Harus sekuat tenaga nih.
Dan begitulah, aku menghisap yang terdekat. Dan, setelah merawat lukanya, kuludahkan dia.
Si kepala desa sepertinya ingin mencoba untuk mengatakan sesuatu -- tergagap-gagap sebenarnya -- untuk saat ini, aku abaikan dia. Dan, melakukannya ke semua pasien, aku mengulangi prosesnya.
Setelah beberapa pasien, aku akhirnya melihat kembali kepada hasil karyaku.
Entah mengapa, para goblin itu semuanya bersujud didepanku.
Apa-apaan yang mereka lakukan?
Kelihatannya, mereka sudah berpikir kalau aku sudah menyembuhkan mereka dengan semacam kekuatan penyembuh.
Karena reaksi itu sangat menyebalkan, untuk mereka yang masih terluka aku meludahkan obatnya dan merawat mereka disana.
Dan begitulah, beberapa waktu dihabiskan untuk penyembuhan.

Setelah selesai perawatan kesehatan, aku memberikan perintah selanjutnya.
Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat tembok.
Memotong pohon untuk membuatnya kedengaran bagus, tapi kami tidak memiliki cukup waktu.
Harus dilakukan dengan apa yang dipunya.
Jadi tanpa keraguan sedikit pun, kami menghancurkan rumah-rumah dan membuatnya menjadi tembok.
Tembok yang akan melingkari seluruh desa.
Dan selagi kami membangun, aku mengirim goblin tercerah (tersehat), disenjatai dengan busur, untuk mengintai.
Musuh mereka adalah serigala, jadi mereka memiliki indra penciuman yang hebat, jadi aku mengatakan kepada pengintai untuk menghindari tindakan gegabah.
Tekad mereka sangat mengesankan... "Walau harus kubayar dengan nyawaku!" aura seperti itulah yang mereka pancarkan.
Bukankah mereka sangat suka berlebihan.

Temboknya selesai di sore hari setelah hari aku sampai. (TLN : besoknya.)
Aku memberikan sedikit sentuhan akhir.
Benar, aku meningkatkan daya tahannya dengan benang laba-labaku.
Dan ngomong-ngomong, aku juga tidak lupa untuk menaruh perangkap menggunakan [Steel Thread].
Bukannya akan bagus jika mereka membabi-buta ke temboknya? Mereka akan terpotong-potong.
Setelah pertarungan ini, tidak boleh lupa untuk pergi mengambil... "bahan baku". (TLN :maksudnya, loot setelah pertarungan.)
Dan di depan, kami meninggalkan sebuah celah.
Disini, aku akan meletakkan beberapa [Sticky Thread] dan itu akan membuat persiapannya selesai.
Sekarang, yang perlu aku lakukan adalah menunggu hasil dari pengintai.
Sekitar waktu itu juga, para goblin yang aku rawat mulai bangun.
Setelah membuat mereka menyentuh tubuhku, aku memastikan kondisi mereka.
Kelihatannya pil penyembuhnya adalah barang yang sangat serius.
Aku pikir mereka perlu dirawat beberapa kali, tapi...
Kelihatannya ini super efektif. Sungguh kejutan yang nyaman.

Lalu, kami mengumpulkan sisa kayu di tengah-tengah desa, dan membuat api.
Rasanya seperti camping, kecuali tanpa wajah ceria.
Kami harus tetap terjaga sepanjang malam.
Karena aku tidak butuh tidur jadi aku menawarkan untuk tetap mengawasi, tapi...

「Hal seperti tidak mungkin ada!!! Kami tidak bisa membiarkan Rimuru-sama untuk memaksakan dirinya.」

「Seperti yang dia bilang! Kami akan mengawasi. Mohon beristirahatlah, Rimuru-sama!」

Itu benar! Seperti yang mereka katakan!!! Datanglah respon begitu.
Dan aku menghargai perasaan mereka, hanya saja orang-orang ini mungkin lebih lelah dari pada aku...
Tidak ada yang bisa aku lakukan, aku rasa. Jadi kami memutuskan untuk mengawasi secara bergantian.

Di tengah malam yang sunyi, si pengintai akhirnya kembali.
Para serigala sudah mulai bergerak -- begitulah lapornya.
Mereka semua mendapat luka, tapi semua kembali hidup-hidup.
Tadinya aku berpikir mereka adalah monster yang kotor dan jelek.
Tapi aku mulai bersimpati kepada mereka selama dua hari ini.
Dalam doa, masing-masing dan setiap dari mereka berharap untuk pertarungan ini berakhir.
Itulah yang ada dipikiranku selagi aku memasang [Sticky Thread] dan berdiri di depan gerbang.

Pertarungan dimulai dengan serangan dari fang wolf.
Aku khawatir apakah gerbangnya bisa bertahan, tapi para serigala tidak bisa meluncurkan satu serangan pun yang akan menembusnya.
Sepertinya perangkapnya bekerja dengan baik.
Setidaknya berjalan dengan lancar.
Untuk sekarang,

「Okeee! Berhenti di situ. Jika kau mundur sekarang, aku tidak akan mengejar. Bubar sekarang juga!」

yang aku teriakkan.
Dan aku benar-benar dicuekin.
Para serigala mulai bergerak lagi, dan mulai menyerang gerbang dari segala arah.
Toh, mau gimana lagi. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana.
Setelah memprediksi sampai disini, aku meninggalkan sedikit celah di pagar.
Celah untuk memanah.
Bahkan goblin yang kikuk sekali pun bisa menembak melalui lubang itu.
Beberapa serigala terkena oleh anak panah, dan jatuh merintih.
Ada juga serigala yang mencoba untuk lewat melalui celah itu, tapi...

*Zasu!*

Setiap kali, mereka terkena serangan dari kedua sisi dengan kapak batu dan lenyap.
Walaupun goblin baru latihan kurang dari dua jam, mereka benar-benar putus asa.
Putus asa untuk mengerti arahanku dan menggunkannya.
Dan hasilnya adalah situasi saat ini.
Tanpa ditanya, fang wolf memang kuat. Sebagai binatang tunggal, mereka mampu menghadapi banyak goblin sekaligus.
Sebagai kelompok, mereka mungkin benar-benar hebat.
Tapi, itulah kuncinya. Pukul saja mereka beberapa kali, dalam satu waktu. Pisahkan dan taklukkan.
Singatknya, otak akan selalu mengalahkan otot.
Binatang terkuat di dunia adalah mereka yang diberkahi dengan kecerdesan tertinggi -- manusia!
... sungguh malang... sambil memikirkan hal ini, aku merasakan tatapan dingin si pemimpin kelompok.
Dia bukan apa-apa selain binatang, dan dia pikir bisa mengalahkanku... betapa songonnya!

.

Si pemimpin kelompok langsung kebingungan dengan keadaan yang terbalik ini.
Anak buahnya mulai kepanikan.
Ini bisa menjadi buruk.
Fang wolf dikenal kuat sebagai kesatuan.
Ketidakpercayaan pemimpin terhadap anak buahnya selalu berujung pada satu hal, kehancuran.
Dia sangat mengerti semua itu. Dan tetap saja, ini adalah dimana dia melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal.
Dia marah karena temboknya tidak runtuh juga; tapi, dia juga takut akan kemarahan anak buahnya yang diarahkan padanya.
"Sang pemimpin harus menunjukkan kekuatannya!" atau "Dia yang terkuat di dalam kawanan, dia harusnya bisa melakukan semuanya seorang diri!" Pikir mereka mungkin.
Dan pada saat itu, semua diputuskan.

.

Tidak ada yang mengalihkan pandangannya dari gerakan pemimpinnya.
Tetapi, bagi para goblin, itu terlihat seperti dia telah menghilang.
Bagiku, dia bergerak layaknya dalam gerakan lamban.
Semua berjalan sesuai rencana.
Aku sudah memikirkan beberapa skenario, dan pertarungannya berlangsung sesuai salah satu dari mereka.
Seperti yang kau harapkan dari binatang buas. Mereka tidak pernah mengalahkan manusia.
Si pemimpin terperangkap dalam [Sticky Thread] yang ku tebar di pintu masuk.
Dengan kekuatannya, mungkin dia bisa memotong itu.
Aku tidak punya cara untuk memastikannya sampai kesitu... bukan juga itu menjadi masalah.
Tujuan dari [Sticky Thread] adalah untuk menahan si pemimpin walaupun hanya untuk sesaat.
Tanpa jeda gerakan "pedang air" mungkin meleset, dan itu akan terlihat tidak keren. (TLN : maksudnya, kalau si pemimpin gak tahan, kan dia bisa ngindar, dan kalau dia ngindar, si rimuru bakan awkward.)
Supaya tidak menjumpai situasi terburuk yaitu : mengenai teman ketika pertempuran. Toh, kecelakaan yang seperti itu memang terjadi di medan perang.
Aku punya persiapan perangkap untuk menghindari itu, tapi sepertinya menyiapkan hanya menjadi usaha yang sia-sia.
Orang ini tidak pernah menyediakan rencana yang lebih baik dari pada menghancurkan tembok.
Aku sudah mempertimbangkan untuk menebar perangkap [Sticky Thread] di pintu masuknya juga, tapi mempertimbangkan situasi dimana mareka menghindarinya, aku memutuskan untuk tidak melakukannya.
Sekarang, aku harus memainkan peran sebagai monster yang sangat luar biasa kuat.
Untuk alasan itulah, aku menaruh perangkap.
Dan tanpa keraguan sedikit pun, aku memenggal kepala si pemimpin serigala.
Itulah bagaimana mudahnya dia mati.

「Dengar aku, Fang Wolf! Pemimpin kalian sudah aku jatuhkan!!! Aku beri kalian pilihan. Perbudakan atau mati?」

Jadi, bagaimana mereka akan merespon?
Setelah merencanakan pemakaman si pemimpin, aku lebih memilih untuk tidak memperpanjang daftarnya untuk sekelompok serigala gila yang mencari tempat untuk mati...


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill ekstra[Water Manipulation], skill ekstra [Magic Perception], skill yang diturunkan - Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



Rabu, 28 September 2016

Slime - Chapter 09 - Negosiasi dengan si Goblin

(TL Note : ane pernah melakukan suatu kesalahan, tapi kesalahan yang ane lakukan itu bisa memperbaiki kesalahan orang lain, dan itu membuat ane seperti "Feel like a thug" jeng jeng...
langsung aja ini dia ch 9 yang udah lama ditunggu...)



Chapter 09 - Negosiasi dengan si Goblin



Aku menatap si goblin.
Si Goblin itu, dari apa yang aku lihat, sangat putus asa. Mereka sedang siaga, senjata di tangan; dan dengan sopannya memanggilku.
Sayangnya, kelihatannya sudah banyak yang lari duluan.
Tapi itulah dia namanya pemimpin.
Dia melihatku tepat di mata... etto, tepat di aku.
Baiklah.
Aku merasakan sedikit kecerdasan dari yang satu ini. Mungkin bisa diajak berbicara.

Akankah suaraku sampai...?
Aku mencoba menyambungkan pikiranku dengan suara yang akan kukatakan dan kukirim mereka ke goblin.

「Haruskah aku katakan, senang bertemu denganmu? Aku adalah si Slime, Rimuru.」

Si Goblin mulai bisik-bisik diantara mereka.
Apa mereka terkejut kalau slime bisa ngomong? Atau begitulah pikirku, tapi...
Diantara mereka, beberapa yang memakai pakaian sekedarnya membuang senjata mereka.
Aku benar-benar tidak mengerti.

「Guga, Wahai kau yang kuat! Kami sangat mengerti kekuatan hebatmu! Kami mohon, pelankanlah suaramu!!!」

Mm? Apa sambungannya terlalu kuat ya?
Jadi aku kira telepati itu tidak baik. Mereka hanya menjadi lebih ketakutan.

「Maaf ya. Aku masih belum bisa mengendalikannya dengan baik.」

Aku rasa aku akan minta maaf.

「Kami tidak pantas. Tidak perlu meminta maaf kepada kami!」

Kelihatannya kata-kataku sampai ke mereka.
Ini bisa jadi latihan yang lumayan.
Oh dan ngomong-ngomong, aku berbicara dalam bahasa Jepang, tapi tetap saja, mereka bisa mengerti.

「Jadi, apa yang kau butuhkan dariku? Aku juga tidak punya alasan penting untuk pergi kearah sini.」

Karena mereka sudah dengan sopan bertanya, aku rasa aku akan menjawab dengan sopan.
Dan mungkin itu juga masih berlebihan, tapi supaya membuat mereka tetap takut kepadaku, aku mengatakannya agak memaksa.

「Jadi seperti itu ya. Di depan sana, ada desa kami. Kami merasa ada monster kuat, jadi datang untuk mencegahnya.」

「Hawa dari monster kuat? Yang tidak bisa aku deteksi..?」

「Guga, gugaga, kau bercanda! Bahkan ditutupi wujud itu sekalipun, kami tidak akan tertipu!」

Sepertinya mereka benar-benar sudah salah sangka. (Peringatan! Yang udah salah sangka disini adalah Rimuru.)
Mereka benar-benar yakin kalau ada monster kuat yang berwujud slime.
Seperti yang diharapkan dari goblin, yang terkenal sebagai monster tingkat rendah.

Setelah sesaat berbicara kepada si goblin, kelihatannya aku akan mengganggu desa mereka.
Maksudku, kelihatannya aku bakalan menginap.
Walau mereka kelihatan gembel, sepertinya mereka memiliki hati yang besar.
Dan walaupun aku tidak butuh tidur, beristirahat sepertinya ide yang bagus.
Dengan pikiran itu, aku memutuskan untuk menerima tawaran mereka dan pergi ke desa mereka.

.

Kami mendiskusikan banyak hal.
Bahwa, dewa yang mereka sembah belakangan ini sudah menghilang.
Bahwa, bersamaan dengan kehilangannya, macam-macam monster mulai bergerak.
Bahwa, jumlah dari petualang yang kuat mulai meningkat.
Dan begitulah seterusnya.
Dan, selama pembicaraan, aku akhirnya bisa dengan jelas mendengar kata-kata mereka.
Bahwa aku mungkin memiliki sifat untuk sudah terbiasa mendengar dengan [Magic Perception].
Itu mungkin merupakan hal yang bagus aku sudah berlatih dengan goblin sebelum berbicara dengan orang.
Pembicaraan seperti itulah yang aku bicarakan dengan goblin.

Desanya itu... dimana? Itulah yang ingin aku katakan, mempertimbangkan betapa kotornya itu.
Karena, aku sama sekali tidak mengira goblin menggali sarang mereka.
Akan tetapi, mereka memanduku menuju ke tempat yang bisa dibilang bangunan terbaik.
Atapnya dibuat dari jerami yang kering, dan juga penuh dengan lubang; temboknya juga hanya sekedar tripleks.
Dengan standar duniaku, bahkan rumah gelandangan masih lebih layak! Seburuk itulah disini.

「Kami minta maaf karena membuatmu menunggu, tamu terhormat.」

Seorang goblin mengatakannya ketika masuk ke sini.
Si pemimpin goblin yang sudah menunjukkan sekitar kepadaku sampai sekarang kemudian pindah untuk menghadiri tempat ini.

「Ah... jangan pikirkan. Aku juga belum menunggu selama itu.」

Aku mencoba membalas dengan senyum-bisnis terbaik yang aku miliki.
Tentu saja, dengan senyum-slime terbaik.
Mereka mengatakan kalau seorang slime bisa memutar negosiasi sesukanya. Harus kukatakan, bahkan aku rentan terhadap kemampuan itu.
Bukannya aku tahu apa yang sedang kami negosiasikan...

「Kami benar-benar minta maaf karena tidak bisa menyediakan tempat singgah yang lebih baik. Aku adalah orang yang saat ini menjabat sebagai kepala desa disini.」

Setelah mengatakan itu, si goblin meletakkan di depanku sebuah minuman yang seperti teh.
Yang harus aku akui, ini sangat mengejutkan.
Aku minum sedikit tehnya. (Untuk yang membayangkan, ini mungkin terlihat seperti aku menggulingkan cangkirnya.) (TLN : Pftt...)
Ini tidak ada rasanya. Yang tentu saja, mempertimbangkan aku yang tidak memiliki indra perasa (lidah).
Apakah ini adalah sesuatu yang enak atau tidak -- aku tidak tahu... setelah mengecek bahan-bahannya, aku memastikan kalau ini tidak beracun.
Terlebih lagi, aku bisa merasakan ketulusan mereka untuk melayaniku dari cangkir ini.

「Jadi, untuk alasan apa yang sudah membuatmu keluar jauh-jauh hanya untuk mengundangku ke sini?」

Aku langsung ke intinya.
"Mari menjadi teman dengan sesama monster!" ... mungkin bukanlah alasan yang berteman yang seperti itu.
Walaupun si kepala desa tegang dan mulai gemetar, dia kelihatan sudah membulatkan tekadnya dan mencoba untuk bertanya.
Dan ini adalah yang dia katakan,

「Jika aku boleh, kau tahu akan meningkatnya aktivitas dikalangan monster, benarkan?」

Itulah yang aku dengar ketika jalan kesini.

「Kami sudah hidup disini sampai dengan damai sampai sekarang semua berkat perlindungan dari dewa kami; akan tetapi, Dia kelihatannya sudah menyembunyikan keberadaan dirinya sebulan yang lalu...
Dikarenakan kehilangannya, monster sekitar sudah mulai menginvasi tanah ini...
Kami, diri kami, tidak menyambut kedatangan mereka, dan membalasnya dengan kekerasan; tapi, pasukan kami...」

Hmmmm.
Apakah dewanya itu... Veldora? Waktunya benar-benar cocok...
Yang terpenting, kelihatannya si goblin ini ingin bantuan dariku.

「Aku mengerti permintaanmu. Tetapi, dari seorang slime, aku ragu aku bisa memenuhi harapan kalian.」

「Hahaha, sungguh rendah hati! Seorang slime tidak akan pernah memancarkan aura jahat sekuat itu!
Kami tidak begitu lancang untuk sampai beranggapan kenapa engkau mengambil wujud seperti itu, tapi kami mengetahuinya -- kau adalah Monster Bernama, iya kan?」

Aura jahat... dia bilang?
Apa itu? Aku tidak ingat memancarkan sesuatu seperti itu...
Jadi, aku mencoba mengamati diriku sendiri dengan [Magic Perception].
Disana terdapat semacam aura yang menyebalkan melayang di diriku.
Ugh... Aku harusnya menyadari ini ketika meniru monster atau mencoba [Body Armor]...
Sungguh memalukan...
Ini serasa seperti berjalan di jalan raya dengan resletingmu terbuka lebar.
Gua itu memiliki tekanan energi sihir yang tinggi yang mungkin membuat pikiranku bingung.
Tapi, ini tidak baik! Benar-benar tidak baik!
Sekarang, aku akhirnya mengerti kenapa monster-monster takut kepadaku...
Apa yang monster inginkan kalau sampai menjadi musuh dari orang berbahaya seperti ini?
"Tidak ada orang bodoh yang akan terbodohi oleh penampilan disini!" mungkin sesuatu seperti itu.
Jadi...

「Fufufu. Seperti yang diharapkan dari kepada desa, engkau mengerti?」

「Itu tentu saja, yang mulia! Penampilan mengagumkan dirimu tidak bisa disembunyikan!」

「Jadi begitu, aku ketahuan ya. Engkau kelihatan seperti kumpulan orang yang menjanjikan.」

Aku malah kebawa arus, kan.
Mari kita ikutan dengan kesalah pahaman mereka dan memanfaatkannya sedikit.
Di waktu yang sama, mari coba menghilangkan aura menyebalkan ini.
Seperti menghisap auranya, aku mencoba mengarahkan energi yang berada diluar untuk kedalam.

「Ohh! Kau sedang mencoba menguji kami! Dan biarkan kami berterima kasih. Ada banyak yang takut dengan aura agungmu.」

Kelihatannya seperti auranya berhasil membuat takut.
Dari apa yang aku lihat, aku sekarang kelihatan seperti slime biasa.
Tapi.
Kalau saja aku berkeliaran sebagai slime biasa...
Aku mungkin akan sangat terganggu dengan semua pertarungan sekarang...
Jadi bukankah aura ini hal yang bagus?

「Jadi begitu! Setelah berhasil menahan auraku dan belum lagi berhasil berbicara di depan diriku ini, kerja bagus!」
(TLN : Nih orang... slime, lagi gaya ngomong kayak veldora, pura-pura sombong...)

Apanya yang bagus tentang itu...? Apa aku lagi cari masalah? Toh, aku akan menahannya untuk sekarang.
Layaknya seorang aktor,

「Ay! Kebaikanmu sangat berlebihan bagi kami. Jika Kau mengijinkan, kami tidak akan menanyakan apa-apa tentang wujud Anda. Tanpa menggugah amarah Anda, kami mohon disini agar kau mau mendengarkan permintaan dari kami. Bolehkah kami berharap untuk hal seperti itu?」

Yaa, mungkin.

「Jangan hindari maksudnya. Biarkan aku mendengarkannya!」

Selagi menjaga etika sok meninggiku, aku menekankan kepala desa untuk keterangannya.

Ceritanya berjalan seperti ini.
Datang dari wilayah timur, monster-monster baru mengancam keseimbangan wilayah ini.
Dan lagi, kelihatannya kalau ada terdapat beberapa desa goblin di sekitar sini.
Desa ini merupakan salah satu dari mereka, tapi mereka sudah menjalani banyak pertarungan dengan pendatang dan kelihangan banyak prajurit hebat.
Tapi masalah sebenarnya adalah monster bernama.
Dia berkerja sebagai pelindung di desa ini; dan, ketika dia hilang, desa ini bertemu dengan situasi penuh bahaya.
Komunitas goblin lainnya sudah mengabaikan mereka.
"Selagi para pendatang membinasakan desa itu, kita akan memikirkan langkah selanjutnya!" Jadi begitulah desa lain berpikir.
Dan mau seberapa banyak si Kepala Desa dan si Pemimpin memohon pada mereka, mereka dengan dinginnya menolak.
Cerita pahit seperti itulah yang disampaikan oleh si goblin.

「Jadi begitu... berapa banyak yang hidup di desa ini? Diantaranya, berapa yang bisa bertarung?」

「Iya, ada seratus penghuninya. Jika kita memasukkan wanita, enam puluh yang bisa bertarung.」

Kedengaran agak tidak bisa diandalkan.
Tetapi, untuk bisa memahami dasar matematika... si goblin ini kelihatan cukup cerdas.

「Hmph. Bagaimana dengan musuhnya? Berapa banyak dan dari ras apa?」

「Ah, iya. Dari spesies serigala, keluarga dari Serigala Bertaring (Fang Wolf). Saat ini, bahkan sepuluh dari kami sulit untuk menghadapi satu dari mereka...
Dan ada seratus dari mereka...」

Ha...? Siapa yang sudah membuat ini menjadi permainan tingkat Mustahil. (TLN : layaknya game, ada easy, normal, dll... dan disini tingkat kesulitannya Impossible (Mustahil).)
Aku menatap si kepala desa di mata.
Tidak, dia tidak bohong. Matanya sungguh-sungguh.
Ada beberapa hal yang aneh, tapi aku mungkin bisa percaya kata-katanya di cerita tadi.

「Tentang para prajurit goblin tadi. Mereka tahu mereka tidak bisa menang dan masih saja membuang nyawa mereka sia-sia?」

「... Tidak, ini semua adalah hasil dari mereka semua yang membuang nyawanya.」

Kata-katanya yang selanjutnya membuatku menyesali pertanyaanku.
Goblin bernama adalah anak dari Kepala Desa, dan abang dari Pemimpin Goblin.

Setelah mendengar situasinya, aku berhenti untuk berpikir.
Tanpa sepatah kata, si Kepala Desa menunggu keputusanku.
Apa aku barusan melihat air mata di matanya? ... mungkin hanya imajinasi saja.
Air mata tidak cocok buat monster.
Kesombongan baru. Itulah penampilan yang cocok bagi monster yang ditakuti.

「Kepala Desa, ada satu hal yang aku ingin pastikan terlebih dahulu. Jika aku menyelamatkan desa ini, apa yang menjadi imbalanku? Apa yang akan engkau lakukan untukku?」

Bukannya aku tidak akan melakukan ini tanpa imbalan.
Tapi, kita sedang bicara tentang seratus musuh sekuat sepuluh goblin.
Ini tidak akan menjadi jalan di taman lagi.
Jika aku meniru si ular hitam aku mungkin bisa mengatasinya, tapi...
Ini bukanlah kesepakatan yang bisa aku terima dengan mudah.

「Kami mempersembahkan kesetiaan kami! Tolong lindungi kami. Jika Kau melakukannya, kami akan melayaniMu selamanya!!!」

Jujur saja, aku baik-baik saja tanpa kesetiaan mereka. (TLN : mungkin maksudnya disini, dia kan mau nyari temen setanah air, jadi dia gak butuh kesetiaan atau semacamnya gitu.)
Tapi, setelah menahan diri selama 90 hari ini, aku benar-benar menikmati berbicara dengan si goblin.
Kalau saja aku menjadi manusia, aku pasti sudah menolak karena kotornya mereka.
Tapi, aku yang sekarang adalah monster. Aku tidak takut akan penyakit apapun.
Terlebih lagi, di mata kepala desa, akulah satu-satunya harapan mereka, mereka bilang.
Hanya seperti di dunia sebelumnya, aku lemah terhadap tipe yang mengandalkan.
Sambil mengomel terhadap diri sendiri, mendengarkan keluhan dari kouhai-ku, dan memenuhi permintaan pelanggan dan senpai...
(TLN : kouhai = junior / orang yang masuk kesuatu organisasi setelah orang yang disebut masuk, senpai = senior / sebaliknya dari kouhai. mungkin udah pada tahu ya...)

「Baiklah! Aku akan menerima permintaan itu!」

Aku menerima sambil menunduk berlebihan.

Dan begitulah, aku menjadi tuan dari para goblin, dan pelindung mereka.


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill ekstra[Water Manipulation], skill ekstra [Magic Perception], skill yang diturunkan - Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance
(TLN : Masih belum ada yang berubah.)



Kamis, 22 September 2016

Slime - Chapter 08 - Kekuatan di Tanganku

(TL Note : Yay... ane jadi teringat sama masa kecil ane... yang ngagumi pahlawan super... andai ane menjadi salah satu...)



Chapter 08 - Kekuatan di Tanganku



Sudah cukup lama sejak terakhir aku berjalan di bawah sinar matahari.
Bukannya berarti aku ini vampire yang meleleh atau terluka karena berada dibawahnya, sih.
Sekarang ini, menggunakan insting monsterku, aku bisa merasakan beberapa hal yang berbahaya.
Akan tetapi, aku akan juga tetap melakukannya walau aku tahu kalau itu berbahaya.
Tidak ada yang lucu sih.
Kurasa aku benar-benar harus tahu diri.

Gua ini kelihatannya berada di tengah hutan.
Pintu masuknya terletak di tempat yang bisa kau sebut juga dengan gunung kecil atau bukit besar.
Terlihat menonjol di antara pohon-pohon yang tinggi, bukitnya bisa terlihat dari jauh.
Tanpa harus menjelaskannya lagi, ini adalah satu-satunya tempat dimana kau bisa melihat matahari. Hutannya terlihat sangat gelap.
Harusnya lingkaran sihir itu merasakan ini.
"Orang yang bijak selalu menjauhi bahaya", begitulah katanya.
Dan begitulah, aku langsung pergi dari tempat itu.

Sejak saat aku meninggalkan gua, beberapa waktu telah berlalu.
Matahari sudah mulai terbenam di ujung sana.
Sepertinya aku meninggalkan gua tepat di siang hari.
Kau akan terkejut dengan seberapa inginnya aku meluruskan jam diriku dengan matahari.
Ketika aku memikirkan itu, dia secara alami berubah.
Apa memang semudah itu...?
Sekarang adalah jam 4 tepat di sore hari.
Waktunya untuk makan malam, tapi sayangnya aku tidak butuh makanan.
Aku bisa makan, tapi karena aku tidak bisa merasakan apapun, itu jadi sia-sia.
Sambil memikirkan makanan, aku teringat.
Monster yang aku makan di dalam gua.
Walaupun aku baru saja mendapatkan kekuatan baru, aku masih belum ada kesempatan menggunakannya.

Ular hitam [Heat Detection, Noxious Breath]
Monster kelabang [Paralysis Breath]
Laba-laba besar [Sticky Thread, Steel Thread]
Kelelawar vampire [Vampirism, Ultrasound Waves]
Kadal cangkang kura-kura [Body Armor]

[Noxious Breath] milik si ular sebagai contohnya, aku tidak bisa menggunakannya sama sekali.
Sebenarnya, ketika si kadal muncul, aku sempat menggunakannya.
Dan hasilnya...
Layaknya itu bukan pelindung sama sekali!
Si kadal meleleh di depan mataku.
Pemandangan yang benar-benar mengerikan. Bahkan mengingatnya saja membuatku ingin muntah.
Dan itulah kenapa aku menghidarinya.
Jika, begini, ada petualang yang kebetulan berjumpa dengan ular ini, mereka mungkin akan dibantai bahkan sebelum mereka bisa merapal mantra.
Hmm? Jika aku terkena serangannya?
Aku belum pernah memikirkannya, ataupun melakukannya.
Mari begini saja, syukurlah aku yang menyerang duluan!
Untuk terkena serangan dari nafas berbahaya itu... bakalan buruk.
Tapi tunggu, itu bukanlah sesuatu yang ingin aku ingat.
Karena melihat organ dalam yang berceceran dan si kadal yang berlumuran darah sangat tidak nyaman - setidaknya bagiku, aku memutuskan untuk melupakan [Noxious Breath]. Untuk yang terjadi ketika aku menggunakannya sebagai slime?
Radius serangannya berkurang setidaknya setengah.
Jika serangannya ketika berubah menyebar kira-kira sekitar 7~10 meter, tanpa perubahan maka akan dikurangi menjadi hanya satu meter.
Pokoknya, apa kau mau melihat lawanmu meleleh di depan dirimu? Karena itulah, skill ini aku segel.
Di sisi lain, [Heat Detection] itu sangat menakjubkan.
Makhluk hidup menghasilkan panas.
Jika digabungkan dengan [Magic Perception], tidak ada serangan yang tidak diketahui. Tetapi, karena manusia dan monster kelas atas mungkin memiliki beberapa skill atau sihir, tidak ada alasan untuk tidak lengah.

Selanjutnya, tentang si kelabang.
Tidak akan kutiru yang satu ini - karena penampilannya.
Nafas pelumpuhnya berfungsi sama seperti si ular punya. Jaraknya juga tidak begitu berbeda.
Dan seperti yang kukira, jaraknya berkurang menjadi satu meter ketika digunakan sebagai slime. Tapi, ini mungkin skill yang bagus digunakan ketika melakukan serangan diam-diam.
Atau begitulah yang ingin kukatakan, tapi jika aku harus bertarung dengan musuk sedekat itu, aku lebih baik memilih berubah atau lari. Hal yang lain hanya akan berujung kekalahan.

Si kadal.
Dia kuhisap setelah benar-benar meleleh oleh nafas beracunku. Dan lagi, memperbaiki tubuhnya tidak dimungkinkan.
Yang lebih penting lagi, dengan memiliki daya tahan terhadap serangan fisik rasanya membuat berubah menjadi tidak berguna.
Jadi aku mencoba menggunakan [Body Armor] ketika menjadi slime.
Wajahku mengeras.
Seperti yang bisa kau temukan di banyak MMO (Game), aku menjadi slime besi.
Warna biru terangku sebelumnya berubah menjadi warna biru silver metalik.
Tetapi, karena aku tidak mencoba menerima serangan, aku tidak tahu seberapa efektif hasilnya.
Walaupun aku jadi mendapatkan tambahan warna cantik, sih.
Mungkin aku akan menggunakannya untuk mengejutkan beberapa musuh.

Itu adalah rincian kekuatan dari ketiga spesies tersebut.
Masalahnya terletak di dua sisanya.
Mereka memiliki kemampuan yang sangat menarik.
Kau ingin tahu apa yang menarik dari mereka?

Pertama, si laba-laba.
Benar, kalian semua tahu tentang pahlawan yang memiliki kekuatan laba-laba, kan? *TL Note : Favorit ane tuh!*
*Hyui!* Dia menembakkan benang dari pergelangannya, lompat dari gedung ke gedung.
Orang yang terkenal itu.
[Sticky Thread] itu ditujukan untuk membuat musuhmu terperangkap dan mencegah mereka untuk bergerak.
Tetapi, jika aku yang menggunakannya, bisakah aku melakukan gerakan seperti "orang itu"?
Langsung saja, aku segera mencobanya.
Bidik di pohon besar itu...

*Hyui! ... Buraaaaan...,

Umm, mari aku jelaskan tentang [Steel Thread].
[Sticky Thread]? Apa itu? Tidak tahu apa-apa tentang skill yang membuatmu bergatung di pohon.
Dan jadi, tentang [Steel Thread].
Ini bisa digunakan untuk bertahan dari serangan musuh.
Atau ketika membuat sarang, ini bisa digunakan untuk menambah keuntunganmu (membuat labirin).
Tapi apa yang aku coba adalah membuat sebuah benang yang tipis dan menyambukannya ke pohon.

*Pyun! Buchin.*

Dengan mudahnya terpotong.
Dan, ada juga itu.
Ketika aku bisa melihatnya dengan mudah dengan [Magic Perception]-ku, sebenarnya ini sangat sulit untuk dilihat dengan mata telanjang.
Dengan berlatih, ini mungkin akan menjadi senjata yang bisa diandalkan.
Aku akan berlatih dengannya nanti.

Dan yang terakhir - si kelelawar.
Aku sangat berharap banyak dari skillnya.
Skill [Vampirism]? Dengan menghisap darah target aku bisa menggunakan kekuatannya sementara.
Bukan skill yang perlu dikhawatirkan.
Maksudku, [Predator]-kan lebih bagus. Apa akan terlihat berlebihan jika aku anggap [Vampirism] itu versi rendahnya?
Dan aku juga tidak ingin menghisap darah.
Jadi setelah mempelajari semuanya, aku membuang [Vampirism].
Lagi, skill yang sudah membuatku tertarik adalah [Ultrasound Waves].
Dari pada membuatnya musuh bingung atau membuatnya pingsan, skill ini juga bisa untuk menunjukkan suatu tempat.
Di duniaku sebelumnya, kelelawar juga memiliki kemampuan yang sama.
Tapi jangan lewatkan yang paling penting. Yang paling utama adalah tali suara.
Bagi dirinya, mungkin ini bukanlah hal yang hebat.
Jadi langkahku selanjutnya adalah membuat organ yang dibutuhkan untuk menggunakan gelombang suara ini.
Beruntungnya, aku tidak harus membuatnya dari sekedar imajinasiku dan bisa langsung menghasilkannya berdasarkan dari kelelawar yang aku hisap.
Dengan ini, aku mungkin akan bisa berbicara.
Lelah dan capek, aku terus berkerja melewati malam tanpa tidur sedikitpun!
... Bukannya aku juga butuh sih...

Tiga hari tiga malam terus kuteliti, dan mendapatkan hasil!!!

「bAwa akU Ke PemImpiNmU!」

Berhasil!
Untuk bagaimana suaranya - pernahkan kau berbicara tepat di depan kipas angin, suara robot itu? Iya, tepat seperti itu.
Sisanya bisa diperbaiki dengan penyetelan sedikit.
Sampil menenangkan kesenanganku, aku berhati-hati mulai penyetelannya.

Akan tetapi, aku kelihatannya tidak bisa menggunakan [Ultrasound Waves].
Padahal aku yakin kalau aku bisa menembakkan gelombang suara...
Aku akan menyebutnya sebagai Sonic Blaster atau Sonic Buster...
Bisakah aku menggunakannya?

<<Solusi. Dari skill [Ultrasound Waves], skill [Supreme Vibrations] bisa diturunkan. Akan tetapi, sekarang masih belum bisa didapatkan.>>

Diturunkan, ya? Mungkin harus membuat skillnya evolusi terlebih dahulu.
Jadi aku kekurangan informasi untuk mendapatkan skill selanjutnya.
Sayang banget... akan menjadi sangat bagus kalau memiliki skill yang ketika ditembakkan akan beresonansi dengan target dan menghancurkannya.
Jujur saja, jika aku tidak mendapatkannya sendiri, bagaimana aku bisa berharap untuk menggunakannya?
Kelihatannya aku ini adalah slime yang sangat tamak.
Memiliki banyak kemampuan, tanpa ditanya, hal yang bagus. Tapi, aku rasa tidak perlu terburu-buru.
Aku harusnya sudah puas karena akhirnya bisa mengembalikan suaraku.

Dan begitulah, sambil mencoba bermacam hal, aku lanjut menuruni jalan ini.
Tanpa ada arah di pikiran.
Tapi tujuanku, aku rasa, adalah hal yang baik.
Di suatu tempat di balik hutan ini, disana ada kota dimana ada orang baik yang bisa aku ajak berbicara...
Yang paling penting, hari ini sudah cukup damai.
Di dalam gua, aku berkali-kali diserang oleh monster, tapi sejak datang ke sini, aku tidak pernah melawan satupun.
Hanya sekali itu saja: ketika aku sedang berlatih berbicara, aku diserang oleh segerombol serigala.

「A"?」

Aku terlihat seperti sudah mengancam mereka dengan suaraku saja.

「Kyaiiiiiiiin!!!」

Dan mereka lari dengan tangisan menyedihkannya.
Lebih besar dari pada anjing peranak terbesar, dengan panjang tubuh lebih dari dua meter, dan segerombol dari mereka...
Mau bilang apa? Takut karena seekor slime rendahan... sungguh menyedihkan.
Bagi diriku, aku tidak ada keinginan bertarung.
Meskipun aku bisa saja mendapatkan kemampuan untuk mencium bau sebagai hasilnya...

Pikiran itu sedikit menggangguku, jadi aku terus waspada, tapi tidak ada satupun serigala terlihat.
Sebenarnya, disana tidak ada monster dalam jarak seratus meter dariku.
Hmm? Entah mengapa, ini seperti mereka takut kepadaku...?
Kenapa?
Yup, jelas sekali, aku bisa merasakan ketakutan mereka.

Setelah memastikan itu, aku merasakan sekelompok monster mendekat.
Di depan mataku, sekelompok dari 30 monster berbentuk manusia-hijau tersandung di depanku.
Bertubuh kecil.
Perlengkapan sederhana.
Tertutupi oleh kotornya tanah, ekspresi mereka terlihat kekurangan intelek.
Tapi, tidak sepenuhnya brutal. Beberapa dari mereka ada juga yang menggunakan pedang, tombak, kapak batu, dan panah.
Sel-sel otakku langsung mengetahui identitas sebenarnya mereka!
Monster terkenal yang akan menyerang petualang! Iya, Goblins!!!
Mainstream bener.
Dan yang akan mereka serang adalah monster lemah... jadi diriku?
Tapi hei, untuk datang dengan 30 orang melawan seekor slime... itu terlalu berlebihan!
Akan tetap, entah mengapa aku tidak merasa takut sedikitpun.
Instingku menolak untuk takut kepada mereka.
Banyak pedang mereka yang sudah berkarat, dan jirah yang tipis. Beberapa ada yang ditempel dengan potongan kain.
Dibandingkan: dengan si kadal yang ditutupi ribuan sisik yang keras; si laba-laba dengan kaki setajam pedang.
Diriku yang sudah bertahan dari pertarungan itu, tidak bisa membayangkan kalah di tangan goblin-goblin ini.
Dan jika situasi memburuk, aku hanya tinggal berubah menjadi si ular dan mengalahkan mereka.

Ketika aku memikirkan hal-hal ini, satu dari mereka maju kedepan - mungkin dia ketuanya - membuka mulutnya.

「Guga. Wahai kau yang kuat... Apakah Engkau, punya urusan, didepan sana?」

Hah, goblin bisa bicara.
Aku ingin tahu apa mereka bisa menggunakan [Magic Perception]...
... dan apa mereka baru saja memanggilku "yang kuat"?
Pertama mengepungku dengan pasukan bersenjata, dan lalu dengan sopan bertanya... apa nih orang.
Aku tertarik.
Dan lagi, tidak terlihat kalau mereka akan segera menyerang.
Akankah kata-kataku sampai ke mereka? Aku rasa aku hanya harus mencoba.

Dan begitulah, aku mencoba berbicara dengan para goblin.


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill ekstra[Water Manipulation], skill ekstra [Magic Perception], skill yang diturunkan - Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



Rabu, 21 September 2016

Slime - Chapter 07 - Pertarungan Pertama

(TL Note : Rilis kedua untuk hari ini... saatnya untuk pertarungan pertama... yay...
ada beberapa bagian yang sedikit tidak menyenangkan untuk dibaca di chapter ini, bagi yang memiliki imajinasi yang kuat, diharapkan untuk tidak membaca sambil makan. Terima kasih.)



 Chapter 07 - Pertarungan Pertama



Sebuah jalan keluar yang berasal dari danau bawah tanah.
Itu adalah sebuah terowongan.
Dengan *boyo boyo*, aku melewati jalan itu.
Terus bergerak sebenarnya lebih nyaman dari yang kau kira.
Bahkan tempat dimana cahaya gagal meneranginya terlihat jelas dengan [Magic Perception].
Aku terus bergerak secara perlahan - memeriksa setiap langkah - ketika aku buta; dan, dari awal juga slime tidak secepat itu.
Sekarang, aku bergerak dengan kecepatan berjalan, tapi juga bisa lari. Bahkan juga tidak lelah.
Tapi, karena aku tidak punya alasan untuk buru-buru, aku bergerak dengan kecepatan biasa.
Sumpah, ini bukan karena trauma dari saat pertama kali aku berlari dan jatuh ke danau, ya.

Setelah beberapa saat, sebuah gerbang besar telah terlihat di depan mataku.
Sebuah ciptaan manusia berada dalam gua.
Bukan berarti itu aneh. Tapi, itu karena perkembangan ini sudah biasa dalam RPG. *Role Playing Game*
Hal yang biasa adanya pintu di depan ruangan bos.
Jadi... bagaimana aku harus membukanya?
Haruskah ku potong dengan [Water Blade]?
Ketika aku memikirkan itu,

Gigigiiiiiii!!!

Dengan suara kiat kiut, pintu terbuka.
Sedikit panik, aku bersembunyi di pinggir jalan, dan mengamati situasi.

「Akhirnya terbuka, ya. Kuncinya sudah rusak dan pintunya berkarat...」 ???

「Hei, kalau itu ya sudah pasti. Bukannya mereka bilang kalau tidak ada satu pun yang masuk kesini selama 300 tahun?」 ???

「Tidak dalam catatan, setidaknya. Tapi yang lebih penting lagi, apa kita bakal baik-baik saja? Kita tidak akan diserang tiba-tiba, kan?」 ???

「Gahahaha! Jangan khawatir. Dia mungkin memang tidak tertandingi 300 tahun yang lalu, tapi jaman telah berubah. Maksudku, bukankah dia hanya kadal yang besar! Aku menaklukkan Basilisk seorang diri. Serahkah saja padaku!!!」 ???

「Tentang itu, aku agak heran belakangan ini, tapi itu bohong, kan? Basilisk peringkat B+, kan? Penaklukan solo itu tidak mungkin untuk Cabal-san, ya kan?」 ???

「Bodoh! Aku sendiri adalah peringkat B! Mereka hanyalah kadal yang besar; bukan masalah sama sekali!」 'Cabal'

「Iya, iya, aku mengerti, jadi bisakah kau tidak membiarkan pertahanmu lengah? Toh, kalau memang terpaksa, aku hanya akan kabur menggunakan "Forced Withdrawal"...」 ??? *Mundur Paksa*

「Kalian, aku sudah mengerti tentang pertemanan kalian, jadi bisakah kau diam? Kalian akan mengacaukan "Camouflage Skill"-ku.」 ??? *Skill kamuflase*

Entah bagaimana, trio berisik masuk.
Aku heran kenapa...
Sebenarnya... kenapa aku mengerti kata-kata mereka?

<<Solusi. Dalam hal dimana keinginan disuarakan, [Magic Perception] mengubah mereka menjadi kata-kata yang tepat dan mengirim mereka ke otak.>>

Jadi begitu.
Aku tidak bisa berbicara dengan mereka, tapi setidaknya aku bisa mengerti mereka.
Syukurlah. Aku selalu saja buruk dalam bahasa Inggris.
Aku pikir bahwa kalau kau hidup di Jepang maka kau tidak perlu lagi belajar bahasa asing.
Mereka yang berencana keluar negeri silahkan berjuanglah sendiri.
Tapi alasan itu tidak berlaku disini. Aku mungkin akan harus mempelajarinya suatu hari.

Toh, hal itu bisa dikesampingkan sekarang.
Apa yang harus aku lakukan?
Dilema ini sangat buruk dari yang sebelumnya - bagaimana cara membuka pintu.
Aku tidak tahu apa yang ingin mereka lakukan... tapi mereka kelihatan seperti petualang.
Apa mereka datang untuk mencari harta karun atau semacamnya?
Mereka adalah manusia pertama yang aku temui di dunia ini. Rasanya ingin pergi dan menyapa mereka.
Tapi... jika monster yang bisu (Alias ane) pergi keluar sana...
Aku pasti bakalan dibunuh.
Mari menunggu untuk sekarang.
Menemui manusia harus menunggu dulu sampai aku bisa bicara.

Untuk sekarang, aku mengamati situasi ini dalam persembunyianku.
Setelah pria kurus itu melakukan sesuatu, penampilan mereka bertiga terlihat memburam. Tapi, aku masih bisa melihat mereka.
Apa dia menyebutnya... kamuflase?
Mungkin itu semacam skill.
Apa dia hanya mencoba untuk mengintip? Sungguh pria yang kasar... Apa dia bahkan tahu kenapa mereka datang kemari?
Mungkin aku harus mengetahuinya lain waktu.

Ketika mereka bertiga akhirnya pergi, aku mulai bergerak lagi.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Bukannya seperti aku tidak akan berjumpa dengan orang lagi.
Aku akan bergerak sambil memeriksa setiap langkah. Seperti yang dibilang oleh orang-orang "pelan asal selamat".
Kesampingkan masalah ini untuk nanti, aku segera pergi melewati gerbang sebelum mereka kembali.

.

Beberapa saat setelah melewati gerbang jalannya bercabang dan menjadi lebih rumit.
Kira-kira jalan mana yang menuju ke permukaan?
Meskipun aku memikirkannya, tidak mungkin untuk aku bisa tahu.
Aku memilih jalan yang mana dan melaluinya.

*Chiro Chirori!*

Mata kami bertemu.
Hanya sedikit lebih tinggi dari tanah... di depan mataku, di sana ada ular raksasa (TL Note : Serpent. Googling aja klo g tau).
Persis seperti ular di dunia sebelumnya, kau bisa menyebutnya imut. Hanya lebih keras, ditutupi oleh sisik, dan berwarna hitam gelap.
Seperti kodok yang berada di depan ular? Tidak, aku adalah slime, bukan kodok.
Mari berpura-pura aku tidak ada. Itu yang terbaik, toh, kalau dia tidak menyadariku.
Toh, mari kita merayap pergi saja.

*Kisha-!!!*

Aku diancam.
Tidak baik. Aku tidak akan membiarkanmu pergi! Atau kira-kira begitulah katanya kalau aku bisa mendengarnya.
Pertarungan, ya...!
Aku punya jurus rahasia yang aku dapatkan dari latihan seminggu penuh!
Tapi tetap saja... kau harus memiliki ketetapan hati untuk mati jika kau ingin melawan binatang buas ini.
Singkatnya saja, aku benar-benar sangat ketakutan!
Jangan panik. Jika aku berpikir cukup keras, aku bisa membayangkan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Iya, Veldora. Mari bandingkan dia dengan naga itu.
Oh? Tidak kelihatan seseram itu sekarang.
Bisakah aku melakukan ini?
Setelah menenangkan diriku, aku diam-diam mulai mengamati si ular.
Si ular kelihatannya sudah lengah terhadap aku, berpikir kalau aku sangat ketakutan sampai tidak bisa bergerak.
Mungkin berencana bagaimana dia akan memasakku.
Ya.
Kalau begitu, mari untuk tidak menahan diri lagi...

*Bishun!*

Tanpa ragu-ragu aku menembakkan "pedang air" di leher si ular.

*Zuban!!! Hyuuuun, dosu. Gorogoro... zun.*

Itu hanyalah sesaat.
Aku tidak bisa mempercayai apa yang aku lihat.
Tanpa ada perlawanan sedikit pun "pedang air" memenggal kepala si ular.
Aku hanya bisa menelan ludah; sampai sesaat yang lalu, disana ada ular yang menyebalkan.
Ini... bahkan lebih kuat dari yang aku kira.
Kalau saja aku dipaksa menggunakan ini terhadap petualang, maka akan berakhir gore (adegan yang banyak darah bertumpahan). Untung saja musuh pertamaku adalah monster.
Oh dan ngomong-ngomong, perutku sekarang 30% sudah diisi: Veldora 15%, Air 10%, Obat-obatan dan yang lainnya 2%, Besi dan bahan lainnya 3%.
"Water Bullet" menggunakan tidak lebih dari secangkir air (dan aku bisa mengatur ukurannya - dengan maksud meningkatkannya, tentu saja).
Jadi bahkan kalau aku menembakkan seribu kali, aku tidak perlu khawatir dengan sisanya.
Ini mungkin saja lebih hebat dari sihir.
Jika monster muncul, mari pertemukan mereka dengan "pedang air". (Water Blade)

.

Sekarang, tentang nih ular.
Jika aku memakan dan menganalisanya, apa aku bisa mencuri kekuatannya?
Baiklah, mari kita coba.
Hasilnya...

Diturunkan skill [Heat Detection]... kemampuan untuk melihat sumber panas. Terlebih lagi, kemampuan kamuflase dihapuskan.
Diturunkan skill [Noxious Mist Breath]... kemampuan untuk mengeluarkan nafas racun yang kuat (yang bisa menghancurkan). Dikeluarkan di 120 derajat dengan jarak 7 meter.
*TL Note : Pendeteksi panas, Nafas kabut berbisa?*


Bersama dengan kedua skill ini, aku juga bisa meniru si ular.
Efek utama racunnya kelihatannya adalah serangan penghancurnya (menyerang peralatan maupun daging). Akan sangat efektif melawan petualang biasa, kan?
Walaupun dengan sihir dunia ini, ini mungkin akan menjadi kemenangan yang mudah.
Dan begitulah aku menghabiskan waktu menganalisa kemampuan si ular.
Lebih baik untuk menambahkan kemampuanku selagi aku bisa.

Hal yang aku temukan:
1. Aku mendapatkan kemampuan untuk berubah menjadi si ular.
2. Aku bisa menggunakan skill yang aku dapatkan tanpa harus berubah. Tapi, kekuatannya berkurang.

Kedua hal ini.
Jika aku harus menjelaskannya,

1. ... Aku bisa menyimpan tubuh monster yang aku makan dan analisa.
Tubuhku sudah memperbaiki area yang sebelumnya terluka, tapi ini seperti memiliki rasa dijahir... dibuat oleh sel.

2. ... Skill yang diturunkan adalah skill khusus milik ras monster itu sendiri. Mirip seperti [Dissolve, Absorb, dan Regenerate] milikku.
Mengenai skillnya, jika aku tidak berubah menjadi monster yang ditujukan, aku tidak bisa 100% menggunakannya secara efektif.
Akan tetapi, ada juga skill seperti [Heat Detection], yang bisa aku jadikan milikku.

Singkatnya, seperti ini.
Aku benar-benar menyukai [Predator].
Itu adalah skill lainnya yang sangat berguna.

3 hari telah berlalu sejak aku melawan si ular.
Aku masih didalam gua.
Aku tidak merasakan dingin, tapi di sini mungkin sangat dingin.
Cahaya matahari tidak sampai kesini sama sekali.

Dan lagi, aku terus khawatir akan satu ketakutan.
Aku tahu, aku tahu... tidak mungkin itu benar.
Tapi bagaimanapun, aku hanya tidak bisa mengeluarkannya dari kepalaku.
Ya... gimana kalau...

Aku ini tersesat?

Enggak, enggak, itu gak mungkin.
Maksudku... kan? Siapa yang pernah dengar seseorang tersesat di gua untuk pemula?
Bukankah ini seharusnya bagian termudah?
Lagian, bahkan ketiga petualang itu pergi sejauh ini tanpa tersesat.
Aku pasti baik-baik saja. Ini mungkin hanya jalan yang panjang.

Tapi, ini mungkin adalah hal yang baik aku terlahir sebagai slime.
Jika aku kesini sebagai "Penjelajah Dunia" biasa, aku pasti sudah tumbang karena kelaparan sekarang.
Siapa yang sangka kalau aku sangat bersyukur bisa menjadi slime.
Tetapi, tidak tahu arah sangat merepotkan.
Apakah tidak ada sesuatu seperti peta untuk tempat ini?

<<Solusi. Haruskah saya tampilkan lokasi saat ini? [YES]/[NO]?>>

Ulangi kata-kata barusan...?
Cuma gak bisa aja kalau gak komen.
Tapi yang bener aja, apa-apaan ini! Kasih tahu aku lebih cepat kalau aku punya kemampuan yang berguna!!!
Tentu saja [YES]!
Terkutuk kau auto-mapping!
Aku juga pernah berpikir seperti itu.
Balik ke permainan lama, kau duduk dengan pensil dan selembar kertas, dan mencatat setiap langkah untuk sampai ke tujuan.
Sungguh sangat menyenangkan untuk merencanakan setiap langkah.
Tapi, banyak orang mulai bergantung kepada panduan permainan, dan padahal membuat peta adalah dasar dari permainan.
Tidak ada lagi kesenangan dalam berburu...
Terlebih lagi, ketika kau terbiasa menggunakannya, kau tidak akan pernah bisa kembali.
Toh, benar juga kalau tanpa fitur ini, kau akan terjebak dalam permainan masa kini.

Pokoknya, mari kita gunakan skill berguna ini.
Aku melihat peta yang ditampilkan dalam kepalaku.
Ini pasti semacam kesalahan... aku dari tadi berjalan keliling.
Bagi diriku, yang sudah menyusun panduan permainan sebelumnya, untuk tersesat?! Mustahil!

............

.......

...

Tentu saja dimungkinkan.
Menurut peta, aku sebelumnya telah memasuki area yang belum di jelajahi.
Jadi, aku menghabiskan tiga hari melihat dunia yang belum orang lain lihat.
Fufufu.
Untuk bisa menyesatkanku... dungeon ini lawan yang layak!
Mari kita puji dungeon ini.
Dan bahkan tidak terpikirkan kalau aku ini sebenarnya buta arah!

Apa pintu keluarnya sudah dekat?
Disana terdapat beberapa batu berlumut dan rumput tumbuh sekitar sini.
Cahaya masuk dari suatu tempat, memandikan rumput dengan cahaya dan warna.
Jadi ini pasti siang hari.

Aku telah bertarung banyak pertarungan untuk sampai sejauh ini.
Seekor monster kelabang (Evil Centipede: rank B+)
Laba-laba hitam, besar (Black Spider: rank B)
Kelelawar Vampire (Giant Bat: Rank C+)
Kadal Bercangkang kura-kura (Ammosaurus: rank B-)

Itu adalah keempat spesies yang aku temui.
Tentu saja tidak termasuk si ular, tapi aku belum menemukannya lagi.
Mereka semua adalah musuh yang kuat.
Yang kalah dengan satu "pedang air"...
Toh, si kelelawar menghindarinya beberapa kali, dan sudut serangannya sangat buruk untuk si kelabang.
Masih belum boleh santai dulu.
Sebagai contohnya, si kelabang menghilangkan hawa keberadaanya dan menyerang dari belakang.
Beruntungnya, serangan seperti itu tidak mempan terhadap seseorang dengan [Magic Perception] dan [Heat Detection].
Jadi aku menembakkan beberapa pedang air dari punggungku.
Si laba-laba besar itu sangat berbahaya.
Dan yang paling utama, aku agak sedikit takut dengan laba-laba.
Itu adalah mahluk psikologi. Hanya dengan tatapannya membuat seseorang gemetar ketakutan.
Tapi, mungkin karena hatiku menjadi lebih kuat melalui reinkarnasi, aku berhasil mengalahkannya tanpa harus kabur.
Salahku, tapi aku mengeluarkan kekuatan penuh! Dengan pikiran itu, aku memotongnya dengan lima pedang air.
Itu bukanlah musuh yang aku lihat, kau tahu.

Dan tentu saja, aku memakan mereka semua.
Karena di dunia ini yang kuatlah yang menang. Jika kau kalah, kau akan dimakan.
Dan toh, aku juga ragu untuk memakan si kelabang dan si laba-laba.
Tapi aku berjuang keras.
Tapi, jika monster kecoak itu ada, aku pasti akan melarikan diri tanpa memakannya. *TL Note : ane juga begitu bro...*
Terdapat kata-kata menakjubkan di dunia ini: dia yang bertarung dan lari akan hidup untuk melihat hari esok.

Dan ini skill yang aku dapatkan,

Si kelabang [Paralysis Breath]
Si laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread]
Si kelelawar [Vampirism, Ultrasound Waves]
Si kadal [Body Armor]
*TL Note : Nafas Kelumpuhan?, Benang lengket, Benang Besi, Penghisap darah, Gelombang suara, Tubuh baja*

Dan begitulah, dengan diriku mendapatkan kekuatan baru, aku berhasil meninggalkan gua.
Untuk pertama kalinya sejak aku dilahirkan, aku bermandikan oleh cahaya dari matahari.


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill ekstra[Water Manipulation], skill ekstra [Magic Perception], skill yang diturunkan - Kelabang [Heat Detection, Noxious Breath], dan sebagainya.
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



Slime - Chapter 06 - Memperoleh Skill

(TL Note : Yay... sorry karena kelamaan absen ya... soalnya baru balik dari luar kota... ane ada niat buat nambah cerita lain disini... *satu aja lama kelarnya*... haaahhhhhh...
saatnya bereksperimen...)



Chapter 06 - Memperoleh Skill



30 hari telah berlalu sejak aku memakan Veldora.

.

Apa yang aku lakukan sampai saat ini?
Apa kau ini bodoh!
Coba kau pikirkan saja!
Aku menjadi slime!
Apa yang kau pikir akan terjadi kalau aku diserang?
Dan hei, hanya mencoba lari seperti ini!!!
Jadi, aku terus berpikir tentang bagaimana untuk bertarung.
Di waktu yang sama, aku mengunyah beberapa rumput dan batu bersinar yang aneh.
Kau tahu - yang bisa ditemukan di tempat sihir berlimpah yang dikatakan Veldora.
Rumput yang sudah aku kumpulkan kebanyakan semacam rumput Hipokte.
Tentu saja.
Dengan ini, stok obat penyembuhku sudah meningkat.
Dan, batu bersinar itu sepertinya disebut "Demon Ore". (Batu Iblis)
Lebih keras dari besi, tetapi fleksibel, mereka adalah material tingkat tinggi.
Aku berharap kalau ini adalah semacam besi yang super langka... tapi, yaa, ini bukannya aku tahu apakah Orichalcum, Hihiirokane, atau batu legenda lainnya ada di dunia ini.
Mungkin ini cukup langka, Mungkin aku saja yang menjadi terlalu tamak.

Itulah yang aku pikirkan sambil mengunyah rumput dan batu yang lezat.

Karena aku bisa mengeluarkan air, tidak bisakah aku menggunakan itu sebagai meriam air atau semacamnya?

Ya, kau tidak perlu mengatakannya.
Kau berpikir aku akan gagal, kan?
Tidakkah aku sudah cukup gila?
Maksudku, pada saat yang dibutuhkan aku bisa melakukan dibutuhkan.
Bahkan kartu laporanku dibaca "Jika dia mencoba dia bisa melakukannya."
Dan jadi - Aku bisa melakukan ini!

Dengan pikiran itu, aku dengan cepat menuju ke danau.
Seperti yang aku bayangkan ketika dikelilingi kegelapan, danau bawah tanah ini bener-bener besar,
Tapi melebihi imajinasiku, danau ini memiliki suasana yang misterius dan tenang.
Kurangnya tanda-tanda kehidupan, ini benar-benar tenang.
Meskipun energi sihir mencampuri airnya, aku berani bilang kalau tidak ada makhluk hidup yang berani menempatinya.
Sebagai contoh dari alam yang tidak rusak!
Sungguh pemandangan yang indah!

Selain itu...
Karena sebelumnya aku tidak berlatih, aku masih buruk dalam menembak air dengan kekuatan penuh.
Ketika "mulut"-nya sebesar ini, kekuatan pendorong jetnya akan menjadi terlalu tinggi.
Kali ini, sambil membayangkan pistol air, aku mencoba mengeluarkannya hanya sedikit.
Seperti layaknya kupenuhi mulutku dengan air dan meludahinya hanya sedikit.
Tapi tidak ada yang keluar.
Apa barusan itu terlalu kecil?
Setelah meningkatkannya sedikit lagi, airnya keluar. Dan dengan tekanan yang bagus.
Aku mencoba membasahi batu di sekitar.
Baiklah, bagus.
Selanjutnya, mari perluas penggunaannya untuk bertarung.







Dengan batu tadi sebagai targetku, aku mulai berlatih sambil meningkatkan pengeluarannya.
Oke. Aku mulai terbiasa dengan ini.
Tapi, walaupun jika ini mengenai seseorang akan sakit, aku masih belum bisa menyebutnya serangan pengakhir.
Apa yang harus...?

Sambil mengkhawatirkan pertanyaan ini, aku memasuki danau.
Ini, rasanya, seperti berendam untuk menghilangkan capek.
Tidak... aku tidak hanya bermain air, tahu!
Aku mengamati tubuhku mengapung dan tenggelam dengan [Magic Perception].
Layaknya seperti ubur-ubur...
Hmm... jika aku membuat "wajah"-ku berputar, bisakah aku menciptakan arus air?
Setelah aku menaruh energi sihir di wajahku, aku mencoba membuatnya berputar.
Dengan *pyoon pyoon... pyooooooon*, aku merasa cipratan kecil mulai terbentuk. Dan, aku mulai bergerak di dalam air. Sukses besar!!!
Kagumlah, aku bermain di dalam air.
Sungguh perubahan suasana yang lumayan.

<<Skill [Water Current Control] telah didapatkan>>
*TL Note : Pengendali arus air.*

Sesaat tadi aku berpikir kalau itu [Great Sage], tapi kelihatannya itu tadi "Suara Dunia"...
Untuk mendapatkan skill ketika bermain.
Pada akhirnya aku bisa mengendalikan kedalaman, arah, dan kecepatan.
Dan jika aku mau, aku bisa mempercepatnya dengan [Hydraulic Propulsion].
Jika kau mengingat kalau aku tidak perlu bernafas, itu mungkin akan menjadi sangat mudah untuk bertarung di dalam air.
Tanpa harus melarikan diri.
Itulah yang aku pikirkan ketika aku keluar dari danau.
Istirahatnya berakhir.

Maksud dari menyerang adalah masalahnya.
Dan setelah beristirahat, aku mendapatkan ide baru yang ingin aku coba.
Aku perlu meningkatkan penekanan airnya dalam pistol air.
Kali ini, aku membayangkan mengisi sedikit air kedalam silinder dan menembakannya.
Dengan mencocokkan lubang dan tekanannya, aku bisa menyesuaikan tenaga tembaknya - prinsip yang sama dengan [Water Current Control].

*Bishuu!!!*

Terbang dengan tajamnya, airnya mengenai batu target.
Dia meninggalkan jejak kecil.
Berhasil... kan?
Agar tidak melupakan perasaan yang tadi, aku memutuskan untuk terus berlatih.
Tentu saja, sambil mengatur lubang dan tekanannya.
Lalu, aku mencoba membayangkan bayangan airnya berputar.
Dan dari pada membesarkan lubangnya, aku mencoba untuk menipiskan bentuk airnya.
Iya! Ini adalah ide "Air pemotong!" *TL Note : Bisa juga pedang air*

*Bishun!*

Pedang air ini memotong batu itu!!!
Jujur saja, bahkan aku sendiri terkejut dengan kekuatannya.
Seminggu berlatih disini, akhirnya membuahkan hasil!

<<Skill [Water Blade] telah didapatkan>> *TL Note : Pedang Air*
<<Skill [Hydraulic Propulsion], [Water Current Control, dan [Water Blade] telah berevolusi menjadi Skill Extra [Water Manipulation]>> *TL Note : Pengendali Air*

Apa yang kau tahu!
Ini benar-benar membuahkan hasil.
Di sana terdapat perbedaan kemampuan dan kekuatan antara skill extra dan yang biasa.
Karena itu, aku menemukan cara untuk bertarung.
Dan dengan ini, aku siap untuk memulai pertualanganku.

Pada akhirnya.
Setelah aku mengetahui diriku direinkarnasi di danau bawah tanah ini, 120 hari telah berlalu.
Akhirnya, pertualangan meninggalkan rumahku dimulai.
Aku gelisah. Walau itu bukan sesuatu yang aku akan katakan.

Karena aku tidak memiliki tali suara, aku mencoba apakah aku bisa menghasilkannya dengan tubuhku. Tapi, sejauh ini aku masih belum berhasil.
Aku berpikir untuk tinggal disini untuk berlatih, tapi aku tetap saja tidak bisa membayangkannya.
Kurasa aku hanya akan bergantung kepada pengiriman pikiranku via "telepati".
Situasi terburuknya aku akan dikasihani oleh musuhku, jadi sampai aku belajar berbicara hidupku akan sangat sulit... bukan berarti aku bisa melakukan sesuatu.
Tidak peduli berapa jam yang aku habiskan disini, tidak ada yang akan berubah.
Tapi sekarang, aku benar-benar ingin melihat dunia luar, dan melihat apakah aku bisa menemukan sesama "Penjelajah Dunia".
Dan mempelajari sihir sepertinya menyenangkan.
Dengan pikiran itu, aku benar-benar harus segera memulai pertualangan ini.
Seperti yang mereka katakan, tidak ada waktu seperti sekarang.

Masih tidak ada reaksi dari Veldora.
Dia terlihat seperti sudah hilang, tapi aku tahu kalau itu semua tidak benar.
Kami sudah berjanji, lagian.
Bahwa ketika selanjutnya kami bertemu, aku akan menyiapkan banyak hal yang lucu dan aneh untuk kukatakan kepadanya.
Dan lagi, dari ruangan luas yang sangat kukenal, aku berjalan menuju satu-satunya jalan ke permukaan.
Dunia yang masih belum terlihat, kemungkinan yang mendunia, aku mendambakan untuk bergabung kedalamnya...


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest (Lambang Dari Badai?)
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill ekstra[Water Manipulation], skill ekstra [Magic Perception].
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance


*POV : Veldora*


Di bagian yang bawah dari dasar, dasar hati kegelapan...
Dimana tidak ada yang bisa mengunjunginya, di tengah-tengah keputus asaan.

Veldora menghabiskan harinya mengenang dalam kesendirian lagi.

Kelas bencana Storm Dragon Veldora.
Monster Kelas Spesial S.
Monster dan petualang memiliki ranking A~F - semua dalam 6 kategori tersebut.
Mereka yang terkenal kuat akan mendapat "+", mereka yang lemah mendapat "-".
Ini adalah bimbingan dari Penjelajah Dunia, kepala Perkumpulan Bebas, Grand Master Kagurasaka Yuuki. Dia menerapkan sistem ranking ini.
Sebelumnya, mereka disebut Novice (Kadet) -> Beginner (Pemula) -> Intermediate (Menengah) -> Advanced (Tertinggi); sebuah sistem empat langkah yang mudah dimengerti.
Dan ngomong-ngomong, Tertinggi adalah peringkat C ke atas, Menengah adalah D, Pemula aladah E, dan Kadet adalah F.
Karena itu, jumlah kematian ketika melawan monster yang lebih kuat menurun drastis.
Mereka yang berada di peringkat yang sama bisa bertarung satu lawan satu.
Karena itu, bertarung dalam party menjadi lebih aman.
Diatas peringkat A adalah khusus yang ditunjuk sebagai Raja Iblis peringkat S, dan bahkan diatasnya lagi adalah monster dengan kekuatan bencana - Peringkat Spesial S.
Yang melebihi dari sistem peringkat, sebuah keberadaan yang abnormal.
Dan sekarang, sebuah monster kelas A saja dapat membahayakan keberadaan sebuah negara.
Sebuah kekuatan yang menimbulkan keputus asaan.
Dan yang lebih penting lagi, apa yang berada di sekitar Veldora itu bukan urusannya.

Tetap saja hari ini dia berpikir.
Bahwa hidup itu membosankan.
Sudah lebih 300 tahun sejak dia kalah oleh pahlawan.
Dia mengingat pertarungan itu berkali-kali.
Dia itu dingin, tapi anehnya dia tidak memendam rasa dendam.
Bertarung semaunya. Hidup semaunya.
Mereka yang melintasi jalannya sedikit jumlahnya.
Baginya, itu bukan kekalahan pertama.
Tapi, untuk kalah satu lawan satu dengan situasi yang seimbang... itu adalah yang pertama.

Kulit pucat.
Bibir kecil, merah menyala.
Rambut panjang, hitam legam.
Tidak terlalu tinggi, fisik yang mungil dan kecil.
Walaupun wajahnya ditutupi oleh topeng, perlawanannya menunjukkan kefeminimannya. Seorang wanita yang cantik.

Karena matanya tidak melihat, dia tidak bisa mengintip emosinya.
Apakah itu mengapa? Tanpa rasa takut ataupun benci, dia hanya tanpa perasaan terus mengayunkan pedangnya... sangat disayangkan.

Jika dia bisa keluar dari penjara ini?
Dia terkadang berpikir tentang itu.
Apakah dia akan balas dendam kepadanya? Meskipun dia tidak membencinya?
Jika dia punya kesempatan, dia ingin bertarung lagi.
Itulah perasaannya yang sebenarnya.
Tapi itu tidak harus menjadi pertarungan melawan mesin, tapi pertarungan dimana mereka saling memberi tahu identitas mereka!
Untuk membuat gadis itu, sang Pahlawan, mengakuinya dan mengerahkan segalanya.
Itu sudah menjadi satu keinginan Veldora.
Jangka hidup manusia itu pendek.
Itu adalah keinginannya yang tidak akan pernah terwujud Veldora sangat tahu itu.
Tapi tetap saja... pikirannya terus berputar memikirkan hal yang sama...

Berapa tahun sudah terlewat?

Suatu hari,

*Gorogoro, zudon!!!*

Sebuah tubuh berwarna biru terang menubruknya.
Disekitar sini, dikarenakan energi sihir yang dikeluarnya, tidak ada kehidupan normal yang bisa berlangsung.
Terlebih lagi, menyentuh kumpulan energi yang mana itu Veldora, akan sangat sulit bahkan bagi monster kelas atas.
Terhibur, Veldora mengamati makhluk itu.

Dan itu pun menjadi pertemuan mereka.

Sebelum dia mengetahuinya, baginya yang sudah meninggalkan keinginannya untuk hidup, keberadaan yang ganjil itu menjadi satu-satunya harapannya.
Pertemuan itu pasti memiliki suatu tujuan.
Veldora memiliki sebuah firasat.
Sebuah firasat yang tidak pernah dirasakannya sampai sekarang.

(Bisa kau mendengarku? Makhluk kecil)

Berpegang pada keyakinan itu, Veldora memanggilnya.

.

.

Author Note : Untuk sekarang, kisah Veldora berakhir disini. Sedikit demi sedikit "nama"-nya akan mulai keluar...