Rabu, 31 Agustus 2016

Slime - Chapter 02 - Pertemuan Pertama

(TL Note : nama-nama jurusnya sengaja ane bikin pake english, klo indo, rasanya kurang keren aja. yaudah nikmati aja Ch 2 dari abang lendir kita....)



Chapter 02 - Pertemuan Pertama


Saat itu, sudah 90 hari terlewati sejak aku bereinkarnasi.

Lebih tepatnya, 90 hari, 7 jam, 34 menit, dan 52 detik.

Bagaimana aku bisa tahu? Itu adalah fungsi dari skill unik [Great Sage].

Iya~ skill ini benar-benar berguna! [Great Sage] Memang Keren! Karena dia menjawab pertanyaan apapun.

Menurut dia, agar skill bisa terbentuk di dalam tubuh ini dibutuhkan 90 hari. Dan itu adalah "terbentuk" dalam pengertian dunia ini.

Maksudku, aku yakin bahwa aku sudah memiliki skill sejak awal, tapi itu sebenarnya hanya mengenia jiwaku.

Sampai sekarang, itu hanya diakses dan dilaksanakan oleh "Suara Dunia", atau begitulah katanya.

Tapi gimana ya, aku benar-benar gak ngerti.

Kelihatannya sih, skill yang bisa menjawab pertanyaan apapun itu tidak ada.

"Suara Dunia" hanya bisa didengar ketika dunia berubah, skill didapatkan, atau sedang dalam [Evolution].
*Evolution = evolusi/berubah*

Untuk menjawab pertanyaanku, skill [Great Sage] memang sudah memiliki fungsi itu.

Aku belum mendengar sesuatu seperti itu di duniaku, tapi sepertinya itu hal yang biasa di sini.

Dan juga, sesuatu seperti mendapatkan skill dan [Evolution] tidak setiap harinya terjadi. Ketika dunia mengalami pertumbuhan yang berarti - dan di kejadian yang langka! - dia akan memberikan skill. [Evolution], dalam kata lain, sudah melebihi akal sehat.

Toh... aku juga masih tidak yakin apa aku mendapatkan salah satunya, tapi tidak ada pilihan lain selain menerimanya.

Meskipun [Great Sage] sekarang menjawab pertanyaan apapun, suaranya masih pasif dan tidak memiliki kepribadian.

Jika aku tidak bertanya, maka dia tidak akan menjawab. Sayang sekali.

Bagaimanapun juga, aku tetap bahagia walaupun hanya bisa berbicara sepihak bersama orang lain.

Karena aku berbicara dengan skill ku sendiri... biasanya aku bakalan disebut berhalusinasi, kan?



Dan lagi, karena tidak ada lagi yang bisa aku lakukan di kegelapan ini, aku terus bertanya.

Hasilnya, aku sudah memastikan siapa aku, yang nyatanya, adalah slime (Makhluk hidup yang Kental = Makhluk hidup tidak langka).

Tidak pernah lapar ataupun butuh tidur juga dijelaskan.

Slime di dunia ini memakan energi sihir, dan karena itulah tidak membutuhkan makanan fisik. Dimana disana terdapat sedikit energi, monster dan binatang kecil ada sebagai gantinya.

Dan juga di dunia ini, tidak kusangka, slime yang berasal dari daerah kekurangan energi itu agresif dan kuat. Bukannya yang kau pikirkan dari wilayah dengan energi yang melimpah itu adalah rumah dari monster yang kuat kan?

Dengan kata lain, tempat aku berada sekarang ini adalah tempat dimana makanan tidak dibutuhkan.

Itulah mengapa, kalau tentang tidur,

<<Solusi. Tubuh slime adalah susunan dari sel-sel yang sama. Setiap sel berfungsi sebagai sel otak, ujung saraf, dan otot disaat yang sama.

Karena itu, proses berpikir dilakukan oleh sel yang berbeda di waktu yang berbeda, tidur tidak dibutuhkan>>

Dan begitulah katanya.

Jadi dimana ingatanku disimpan?

Dan setidaknya, ini tidak kelihatan seperti susunan dari HDD RAID, kan?

Ketika memikirkan itu, aku malah mendapatkan jawaban <<Sepertinya ada di suatu tempat>>.

[Great Sage] ini sepertinya lumayan juga untuk diajak ngobrol.

Dan juga, aku jadi kepikiran apa fungsi sebenarnya dari [Great Sage]...

<<Solusi. Skill unik [Great Sage] memiliki fungsi...

    Pikiran : Meningkatkan kecepatan berpikir seribu kali lipat.

    Analisa dan Keputusan: Kemampuan untuk menganalisa dan membuat keputusan mengenai targer.

    Pengolahan Paralel: Kemampuan untuk membagi pikiran dan menganalisa kejadian.

    Pembatalan Mantra: Ketika menggunakan sihir, mantra tidak lagi dibutuhkan.

    Semua Penciptaan: Kemampuan untuk memahami segala fenomena yang tidak tersembunyi di dunia ini.

Kelima ini adalah kemampuan milikmu>>

Dan begitulah katanya.

Tapi, semua penciptaan? Apa itu maksudnya aku mendapatkan semua pengetahuan di dunia ini tanpa perlu menggerakkan jari?! Atau begitulah aku kira tapi...

Kenyataannya, tergantung dari informasi yang aku mengerti dan hal yang aku ketahui, informasi tambahan juga bisa di tambahkan.

Dengan kata lain, aku harus melihatnnya setidaknya sekali, tapi untuk hal yang sudah pernah aku lihat - aku dapat mengerti melalui kemampuan ini.

Tapi, pembatalan mantra... Jadi setelah memperlajari skill, aku tidak perlu menyebutkan apa-apa? Lebih penting lagi, ternyata ada sihir di dunia ini!!!

Jawabannya adalah [YES].

Dengan ada ini di pikiranku, jadi aku tidak perlu mengingat sihir lagi.

Ketika kucoba apa bisa bekerja dengan [Great Sage], dan tentu saja, tidak. Kenapa aku mencobanya? Karena YOLO (you only live once = kau cuma hidup sekali).

Dan lalu aku mendapatkan ide.

Bisakah aku menyambungkan analisa [Predator] dan pengolahan paralel [Great Sage]?

<<Solusi. Menyambungkan analisa [Predator] dan pengolahan paralel [Great Sage] dimungkinkan. Apa kau ingin menyambungkan kemampuan ini? [YES]/[NO]?>>

Tentu saja, [YES].

Tapi, aku juga kayaknya gak punya bahan untuk dianalisa... tunggu dulu!

Sesuatu yang sudah aku kumpulkan di dalam perutku - rumput yang aku makan untuk buang waktu. Apa ini? Karena aku gak punya kerjaan lain, lebih baik aku analisa saja.

Dan begitulah, langsung mengeksekusi skill!







<<Analisa telah selesai...

 Rumput Hipokte: Digunakan untuk membuat obat salp. Hanya tumbuh di area yang kaya akan energi sihir. Jika getah rumput ini digabungkan dengan energi sihir, sebuah pil pemulih energi bisa dibuat. Jika rumput ini dicabut dan digabungkan dengan energi sihir, sebuah salp untuk menghentikan pendarahan bisa dibuat>>

Siapa yang tahu!

Semua rerumputan yang aku simpan untuk buang waktu selama ini...

Ini sama aja kayak ketika seorang anak kecil bermain pasir dan menemukan berlian.

Jadi aku langsung memulai pembuatan pil pemulih energi dan obat salp. Walau aku bilang "aku mulai" pembuatan, tubuhku melakukannya dengan sendirinya jadi aku tidak begitu merasakannya.

Perlu sedetik untuk menganalisa, dan tiga detik untuk memproduksi... setelah lima menit aku sudah membuat seratus!

Walaupun aku tidak punya bahan yang sudah jadi untuk dibandingkan, kemampuan [Jugment] menilai kalau ini adalah produk berkualitas tinggi.

Bisakah aku puas dengan hasil ini?

Dan bukankah analisanya disusun terlalu cepat?

Maksudku, bukannya biasanya membutuhkan banyak waktu?

Menyambungkan pengolahan paralel ternyata adalah keputusan yang tepat.

Karena penasaran, aku memutuskan hubungannya dan mencoba membuat satu. Itu saja membutuhkan 50 menit.

Waktu pengolahan sudah menjadi benar-benar pendek...

Sepertinya aku baru saja mendapatkan skill yang menakjubkan. Secara tidak sadar, sih...

Banyak rumput yang aku gunakan di dalam tubuhku, dan kebanyakan dari rumput sekitar sini sepertinya adalah Hipokte.

Karena mungkin aku akan membutuhkannya nanti, aku sebaiknya memakan semua rumput yang ada di sekitar sini.

Dan diwaktu yang sama, obat-obatan juga diproduksi.

Mau gimana lagi? Aku masih terjebak dalam kegelapan. Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan (yang bisa 'bisa' aku lakukan) di sini.



Pada waktu itu aku benar-benar sudah lengah.

Walaupun skill ku itu pasif, aku sangat semangat karena memiliki teman bicara.

Dan selama 90 hari ini, aku tidak pernah bertemu dengan makhluk hidup lain, ataupun hidupku pernah terancam.

Apapun alasannya, aku menjadi ceroboh.

*Pochan!* (Peringatan: Orang yang melakukannya tidak bisa mendengar. Jadi nikmati aja sound effectnya. TL note : Pffttt...)

Eh?

Pada waktu itulah aku berpikir bahwa sesuatu sedang terjadi.

Tubuhku tiba-tiba menjadi ringan - atau apa menjadi berat?... situasi yang aneh.

Apakah aku... jatuh ke air?

Selama 90 hari ini, aku tidak pernah mengalami jatuh ke air. Karena, aku berpikir sedang berada dalam gua atau sebuah bangunan yang membuatku menjadi ceroboh.

Sepertinya aku jatuh kedalam sebuah sungai. Karena tidak mungkin ada sebuah sungai dalam sebuah bangunan, atau apa mungkin sekarang ini aku berada di danau bawah tanah atau sesuatu seperti itu?

Sampai sekarang, karena aku tidak bisa melihat apapun, aku selalu berhati-hati dalam melangkah.

Tapi ketika aku sibuk memakan rumput dan mendengarkan penjelasan dari skill ku jadinya aku...

Lupa untuk mengecek pijakanku.

Aku selalu saja seperti itu!

Selalu saja sombong ketika sedang beruntung.

Bahkan di perusahaanku.

「Serahkan saja padaku! Gampang itu kok!」

Karena kata-kata itulah aku pernah melihat neraka beberapa kali.

Aku masih bisa melihat dendam di mata para senpai-ku.

Dan yang bener aja, orang bodoh macam apa yang lari-lari dalam kegelapan?

Sialan... aku jadi ingin memukul diri sendiri.

Jika aku hidup, itulah yang ingin aku lakukan. Atau begitulah, tapi mungkin aku akan menyesal tanpa bisa bertaubat...

Dan yaa, aku sudah diberi waktu.

Sebenarnya, aku tidak punya kaki untuk kukepakkan di air, jadi bukannya aku bisa panik disaat seperti ini.

Aku rasa begitu.

Pendeknya hidup seseorang... bukan, slime.

Bersedia untuk menderita karena kekurangan udara, aku mengucapkan salam perpisahanku.

...

......

.........

Dan rupanya aku tidak merasakan apapun.

Why? Bukannya aku tenggelam?

Disaat seperti ini... [Great Sage] Memang Keren!

Mari kita langsung bertanya kepadanya.

<<Solusi. Tubuh slime bergerak dengan energi sihir. Karena oksigen tidak dibutuhkan, bernafas tidak dilakukan>>

Hah... aku benar-benar gak memperhatikan, tapi aku rasa aku tidak bernafas.

Jadi begitu. Setelah 90 hari, aku menjadi sedikit pintar rupanya.

Dan begitulah, sepertinya aku sedang tenggelam.

Bukan di situasi dimana aku akan mati, tapi tetap saja ini tidak nyaman.

Gimana ini ya...

Aku bahkan tidak tahu apakah aku sedang mengapung atau tenggelam.

Karena aku tidak punya tangan atau kaki, aku tidak yakin kalau aku bisa berenang.

Jika aku tenggelam sampai ke dasar, bisakah aku merangkak sampai ke permukaan?

Dan jika aku mengapung, apa aku akan hanyut seperti ini?

Dari pada hanyut, ini malah seperti aku sedang dipeluk. Seperti perlahan aku sedang digoyang dalam pelukan - malah jadi perasaan yang nyaman, tapi...

Aku rasa aku tidak hanyut kemanapun. Dari pada di sungai, ini mungkin sebuah danau. Tidak terasa aku terbawa kemana pun.

Mengapung, tenggelam, tanpa adanya tanda-tanda akan mencapai dasar.

Ini mungkin akan berlangsung selamanya, selama yang aku tahu.

Ini malah menjadi situasi yang buruk.

Gimana ini ya...

Dan disaat itulah,

Sel-sel otakku = tubuh slime-ku mendapatkan sebuah rencana yang mengerikan!

.

Apa yang akan terjadi jika aku menelan banyak air lalu mengeluarkannya seperti jet air?

.

Setelah berpikir begitu, aku langsung mencobanya. Lagian, aku juga gak punya kerjaan lain!

Tapi ternyata keputusan ini akan menuntunku menuju pertemuan yang ditakdirkan, yang dimana aku tidak mengetahuinya...

Aku bersyukur aku memiliki ide ini. Walaupun begitu, kalau saja aku pergi ke arah yang berbeda, pertemuan ini mungkin tidak pernah terjadi.

Tapi, layaknya dituntun oleh takdir, aku menuju ke arah itu.

Dan begitulah, aku menelan cukup banyak air sampai memenuhi 10% dari kapasitas perutku (※Orang yang ngelakuin gak tahu, tapi ketinggian airnya udah bekurang drastis)

Dan dalam satu tarikkan, aku hembuskan.

Aku benar-benar kehilangan arah.

<<Skill [Hydraulic Propulsion] telah didapatkan>>

Tiba-tiba aku mendengar suara di kepalaku.

Itu pertama kalinya aku mendengarnya dalam keadaan sadar. Itu adalah "Suara Dunia"

Karena [Great Sage] tidak pernah memulai pembicaraan aku tidak mungkin salah, tapi tetap saja terdengar sama.

Tapi, aku tidak punya waktu sedikit pun untuk memastikan hipotesisku itu!

.

Dengan sebuah *Zugun!* sebuah perasaan berakselerasi memenuhi tubuhku... apa ini bagaimana rasanya terbang di udara? (Disini, di arah dimana aku ingin bergerah)... aku terbang kesana.

Walau benci mengakuinya, tapi mungkin ini hal yang baik karena aku tidak bisa melihat.

Bahkan dalam kegelapan ini, kecepatan dimana aku rasa aku bergerak sungguh menakutkan.

Kuperbaiki.

Tidak, jika aku bisa melihat aku pasti tetap merasa setidaknya setengah takut... tapi tidak bisa melihat juga menakutkan dalam artinya sendiri.

Jika kau mengendarai roller coaster di taman bermain dengan cahaya yang remang-remang, kau bisa mengerti bagaimana perasaanku... mungkin.

Dalam hidupku? Pernah aku pergi ke taman bermain penuh tikus dan itu adalah pengalaman satu-satunya yang aku punya.

Dan lagi, sekarang ini aku sedang berada dalam situasi tidak ada sabuk pengaman.

Aku benar-benar harus menendang diriku yang mendapatkan ide tenaga dorong jet air ini.

Bertindak lalu berpikir? Idiot! Mengecek keamanannya adalah langkah pertama!

*Apapapapapapa・・・・・・・・・*

Aku bahkan tidak bisa fokus berpikir karena rasa takut.

Aku penerbangan ini akan berlangsung selamanya? Dan yang benar aja, seberapa cepat ku dorong diriku tadi? Ketika aku berpikir begitu.



*Don! Boyon!!! Gororom zudon!!!*



Dan setelah itu rasa sakit yang... ternyata tidak ada.

Hmm? Apa aku tidak menerima cidera... atau mungkin, bahkan kalau aku menerima cidera, apa aku tidak merasa sakit?

<<Solusi. Dikarenakan memiliki Pain Resistance, kau tidak merasa sakit sedikitpun. Dikarenakan Pyshical Attack Resistance kerusakan sudah dikurangi. Saat ini, area yang mengalami kerusakan hanyalah 10%.

Skill khusus Monster Slime [Regeneration] telah diaktifkan. Apa kau ingin membantunya dengan skill unik [Predator]? [YES]/[NO]>>

Walau tidak ada rasa sakit, tetap ada kerusakan. Jadi begitu ya... apakan ini hal yang bagus atau tidak, aku sama sekali tidak tahu, tapi jika aku hati-hati mungkin aku tidak butuh rasa sakit.

Oh dan, membantunya dengan [Predator]? Walau aku tidak mengerti, tapi untuk sekarang [YES].

.

Pada saat itu, aku merasa seperti tubuhku sudah berkurang sedikit. Setelah beberapa waktu, dia kembali seperti biasa.

Sepertinya, aku baru saja memakan bagian yang rusak, menganalisa dan memperbaikinya atau seperti itulah.

Sungguh tubuh yang berguna... sekarang, haruskah aku memastikan seberapa banyak kerusakan yang aku terima sampai metode penyembuhan ini tidak bisa digunakan? Tapi mau berapa persen pun tubuhku berkurang sepertinya itu tidak berpengaruh kepada pergerakkanku... Tetap saja, agar aku tidak jatuh lagi ke dalam situasi yang berbahaya, aku harus bertindak dengan hati-hati.

Yup. Seperti yang kau pikirkan, bahkan aku pun bisa berhati-hati.

Kali ini, walau aku punya pil pemulih, aku tidak perlu menggunakannya.

Bagaimana pun, kau berpikir kalau 10% kerusakan pada tubuh itu adalah luka yang serius, tapi perbaikannya saja bahkan tidak memakan waktu 10 menit.

Kali ini, jika aku mendapatkan kerusakan (tentu saja jika tidak aku akan senang...) aku akan menggunakan obat.

.

Dan jadi... sekarang aku ada dimana?

Setelah memastikan kalau tubuhku sudah kembali seperti semula, aku melanjutkan dengan mengecek sekelilingku.

Mungkin saja disana ada monster berbahaya yang sedang berkeliaran.

.

Dengan hati-hati aku mulai bergerak.

Belakangan ini, aku merasa ketika aku berhati-hati aku jatuh kesituasi yang berbahaya, tapi mungkin itu hanyalah imajinasiku.

Berpikir bahwa itu mungkinnya hanyalah salah sangka.

(Bisa kau mendengarku? Makhluk kecil)

Dan aku mendengar sesuatu.

.

.

.

Status

    Nama: Mikami Satoru
    Spesies: Slime
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill [Hydraulic Propulsion]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



Senin, 29 Agustus 2016

Slime - Chapter 01 - Mari Lihat Apa yang Bisa Aku Lakukan

(TL Note : ... oke oke ... ini dia chapter 1 nya...)


Chapter 01 - Mari lihat apa yang bisa aku lakukan

Gelap.
Kegelapan menyelimuti semuanya, mencegahku untuk melihat apapun.
Dimana aku? Lagian, apa yang terjadi?
Bukannya tadi ada yang mengejekku, memanggilku... pertapa? ... bukan, pertapa agung.
*TL : LoL*


Sambil berpikir itu, aku mulai tersadar.

Namaku adalah Mikami Satoru. 37 tahun, pria yang baik hati.

Ketika menyelamatkan *kouhai-ku dari penebas jalanan, aku malah tertusuk.
*kouhai = junior/adik kelas/bawahan ditempat kerja*
*TL = gak terlalu pandai menjelaskan, maaf*

Baiklah~, aku ingat. Aku rapopo. Gak perlu panik.

Dan lagian, pria keren seperti aku ini panik? Hah. Itu seperti anak sekolah SD yang buang air di celana.

Ketika aku melihat sekitar, aku baru sadar. Aku tidak bisa membuka mataku.

Kesampingkan itu, ketika aku mencoba menyentuh kepalaku... aku menyadari tanganku tidak merespon. Dan anehnya lagi adalah aku sendiri tidak tahu dimana kepalaku.

Oke, saatnya panik.

Oi, oi, tunggu sebentar.

Satu jam aja, biarkan aku tarik nafas. Ada yang bilang kalau kau menghitung bilangan prima disaat seperti ini, gak?

1, 2, 3, Daaaaa!!!

Salah! Itu tidak benar. Satu bukan bilangan prima, kan?

Enggak enggak, siapa yang peduli.

Gak ada waktu untuk bercanda. Maksudku, bukannya sedang dalam masalah?

Are~? Hei, apa yang sebenarnya terjadi?

Mungkin... maksudku bagaimana kalau sudah terlambat bahkan untuk panik sekalipun?
*TL = perlu perbaikan, yang tau angkat tangannya*

Kurenungkan lagi, aku memastikan kalau aku tidak sedang kesakitan.

Tidak ada sakit. Rasanya lumayan enak.

Gak juga panas ataupun dingin. Sebenarnya, benar-benar suasana yang nyaman yang mereka punya disini.

Aku bisa tenang sedikit berkat itu.

Selanjutnya, mari kita cek lenganku. Lupakan saja dengan jari-jari, aku bahkan tidak bisa menggerakkan satu urat pun...

Bagaimana itu bisa terjadi?

'Kan juga bukannya kita bakalan kehilangan lengan atau kaki gara-gara ditusuk... jadi apa yang terjadi?

Dan lagi, aku gak bisa membuka mataku.

Tanpa bisa melihat apapun, aku berada dalam kegelapan.

Ketakutan dan kepanikan mulai merambat menuju hatiku.

Mungkinkah ini... yang mereka sebut dengan 'mati suri'?
*TL : karena TL-or males, jadi googling aja ya*

Kesadaran yang terpisah dari tubuhnya berakhir-*koma... apa mungkin ini?
*TL : di englishnya 'immobile' = tak bergerak, jadi ane asumsikan aja koma, yang tau angkat tangan*

Gak, gak, gak, gak! Tolong jangan sampai itu terjadi!

Baru aja aku berpikir kalau udah selamat... mati suri? Apa lagi yang lebih buruk? Bahkan kehilangan separuh tubuh masih lebih mendingan.

Dan ya, dua-duanya sama-sama buruk. Tapi sendirian berada di kegelapan ini, tanpa bisa merasakan apapun... ini sama aja neraka, kan?

Setelah membayang hal yang paling buruk, panik dengan cepat berubah menjadi putus asa.

Aku mau berpikir ulang lagi.

Mereka bilang kalau orang yang terkurung di kegelapan, mereka bakalan gila. Aku malah berada dalam situasi itu sekarang, dan bahkan tidak bisa membunuh diriku sendiri.

Dari pada berputus asa, satu-satunya yang bisa aku lakukan cuma menjadi gila, hah?

Dan setelah itu,

*Sentuh*

Aku merasakan sentuhan.

Hmm? Apa...

Semua indraku fokus merasakan perasaan itu.

Dengan merasakannya menggunakan perutku, aku merasakan sesuatu seperti rumput.

Memfokuskan semua kesadaranku di area itu, aku perlahan mulai merasakan bentuk tubuhku. Dan ngomong-ngomong, ujung pucuk rumputnya menusuk-nusuk tubuhku.

Entah mengapa aku merasa bahagia.

Maksudku, aku kan masih berada dalam kegelapan. Dan walaupun aku mendapatkan salah satu indra dari kelima indraku, aku akhirnya bisa merasakan sentuhan lagi.

Karena tertarik, aku mencoba bergerak menuju rumput itu.

*Zururi*
*TL : ini sound efeknya.*

Aku merasakan tubuhku bergerak.

Dia... bergerak?!

Waktu itu, aku sangat yakin kalau aku sedang tidak berada di atas tempat tidur rumah sakit.

Terlebih lagi, mataku masih tidak bisa melihat.

Tidak bisa mendengar apapun juga, tapi ini mungkin saja kalau aku sudah menjadi tuli.

Walaupun aku tidak tau kalau aku menghadap kesitu atau tidak - aku tetap saja tidak bisa merasakan kepala - aku bergerak menuju rumput itu. Aku akan mempelajari diriku melalui sentuhan.

Tidak ada bau di udara. Apa mungkin? Aku juga kehilangan indra penciumanku?

Dan yang benar aja, aku tidak bisa mengerti bentuk tubuhku.

Aku benar-benar tidak ingin menerimanya, tapi ini terasa licin, seperti jeli - seperti yang terkenal di RPG terkenal itu - kemunculan monster yang seperti itu.

Aku terus memikirkan kemungkinan itu di dalam kepalaku dari tadi.

Enggak, enggak... itu enggak mungkin. Maksudku, bagaimanapun... itu tetap aja gak mungkin.

Untuk sekarang, mari kita kesampingkan ketakutan itu.

Jadi, aku memutuskan untuk mencoba indra terakhir dari lima indra manusia yang aku abaikan sampai sekarang.

Tapi... aku bahkan tidak tau dimana letak mulutku berada. Apa yang harus kulakukan...?

<<Aktifkan Skill Unik [Predator]? [YES]/[NO]>>

Tiba-tiba, ada suara yang berasal dari dalam kepalaku.

Ap... Apa itu tadi?

Skill unik [Predator]...?

Dan... suara apa itu?

Aku rasa aku pernah mendengar suara itu waktu berbicara dengan Tamura sebelumnya, tapi aku rasa aku gak lagi halusinasi, kan...

Apa ada orang disana? Tapi, rasanya gak cocok aja. Dari pada ada seseorang disini... itu lebih kayak suara itu sendiri muncul di kepalaku.

Suara tanpa emosi; seperti suara yang biasanya keluar dari komputer, menyebutnya *sintesis mungkin lebih akurat.

Untuk sekarang... [NO!] adalah jawabanku.

Aku orang jepang yang bisa bilang enggak, lagian.

Sambil memikirkan kata [NO] dalam kepalaku, aku menunggu untuk jawaban. Tapi tetap aja tidak ada. Aku menunggu sejenak, tapi tidak merasa adanya suara.

Sepertinya aku gak bakalan dapat pertanyaan kedua. Apa aku salah milih ya? Apa ini permainan dimana akan berakhir kalau aku tidak memilih [YES]?

Aku pikir kalau ini akan sama seperti di RPG - pertanyaan yang sama diulangi sampai aku memilih [YES]... aku rasa aku salah.

Siap ngasih pertanyaan, eh malah pergi... dasar orang gak sopan.

Walau aku harus mengakuinya, bisa mendengar suara membuatku sedikit senang.

Aku sedikit menyesali pilihanku.



Toh, mau bagaimana lagi.

Aku rasa aku mendingan mencoba lagi untuk mencicipi sesuatu.

Aku menggerakkan tubuhku menuju sebuah rumput. Sambil memastikan indra sentuhanku, aku sandarkan tubuhku di rumput tersebut.

Aku selubungi benda itu dengan tubuhku untuk memastikannya... dan ternyata aku benar - ini, memang benar-benar, rumput.

Sambil menyentuh rumput itu, bagian yang tersentuh oleh tubuhku meleleh. Dan ketika aku khawatir kalau tubuhku yang meleleh, kelihatannya itu hanya rumputnya saja.

Dan dengan ini, aku mengerti dengan melelehkan rumput tersebut maka dia akan menyatu dengan tubuhku.

Sepertinya, rumput itu meleleh karena masuk dalam tubuhku. Dengan kata lain, dari pada menyelubunginya, kelihatannya aku sudah menelannya.

Dan ngomong-ngomong... itu tidak ada rasanya.



Ini, dengan kata lain, yang seperti itu, kan.

Aku bukan manusia.

Itu sih, sepertinya aku sudah mati dari luka tusukan itu, kan?

Dan itu bukanlah pertanyaan, aku benar-benar yakin dengan ini. Dan lagi, dari pada berada di tempat tidur rumah sakit, aku dengan yakin bisa mengatakan kalau aku sedang berada di area bebatuan dimana rumput tumbuh.

Apa yang terjadi dengan Tamura?

Dan Sawatari-san?

Apa PC-ku sudah benar-benar dimusnahkan?

Beberapa kecurigaan masih tersisa. Tapi, bawel sendiri tentang ini juga gak ada bagusnya. Aku harus memutuskan apa yang kulakukan selanjutnya.

Sebenarnya, tunggu dulu.

Diriku yang sekarang, apa sesuatu terjadi padaku? Dan ngomong-ngomong, sensasi barusan...

Aku sekali lagi memfokuskan kesadaranku pada diriku sendiri.

*Puyon. Puyon*

Tubuhku bergerak dengan irama.

Dan kegelapan yang pekat itu, aku menghabiskan cukup banyak waktu untuk mengetahui penampilanku.

Dan...



Sungguh penemuan hebat!

Aku yang tadinya tampan *pftt*, tapi sekarang aku memiliki tubuh licin dan serba guna ini!

Bah, apa kau ini bodoh! Jangan terima itu~!

Dari semua hal yang aku kumpulkan dari tubuhku, hanya gambaran itulah yang kelihatannya masuk akal.

Enggak, enggak, kau tahu, gambaran 'itu'.

Aku gak membencinya, kan? Ya. Beberapa kadang menyebutnya imut, lagian.

Tapi yaa... Kalau kau ditanya [Apa kau mau menjadi salah satunya?], aku berani bilang 90 persen orang akan menjawab hal yang sama.

Bagaimanapun juga, semua yang bisa aku lakukan adalah menerima keadaan ini.



Sepertinya aku telah bereinkarnasi sebagai slime.



*Moshamosha*

*Moshamoshamosha*

Aku sedang makan rumput.

Kenapa? Bukannya udah jelas?

AKU. GAK. PUNYA. KERJAAN. LAIN!!!

Karena aku sudah menerimanya, walau agak kesel dikit, faktanya tetap aku menjadi slime, hari pun berlalu.

Yang pertama aku pikirkan adalah, tentu saja, makanan.

Pertama-tama aku mencoba untuk melihat apakah tubuh slime ini bisa merasa lapar. Untuk alasan itu, pertama aku mengecek sekelillingku dan menemukan tempat dimana banyak rumput tumbuh.

Dengan itu, aku perlu menandai kalau rumput pertama ada tepat di sebelahku. Ketika diperlukan, aku bisa memakannya, jadi sengaja melemahkan ternyata berguna dengan sendirinya. Terjebak dalam kegelapan ini, aku sangat beruntung untuk mendapatkannya sedekat ini. Bahkan gerakan sepele bisa saja menghasilkan kematian.

Dan jadi, mari kita bereksperimen.

Setelah menghitung lima puluh ribu domba, aku bosan.

Aku mencoba memastikan kalau aku akan tertidur, tapi tidak merasa lelah sedikit pun.

Aku mencoba menghitung bilangan prima, tapi tidak tahu kelanjutannya, jadi aku menyerah.

Shiritori sendirian juga gak ada gunanya... apakan ada cara untuk menghabiskan waktu kalau sendirian?
*TL : Shiritori permainan yang mengambil bunyi terakhir dalam kata dan membuat kata selanjutnya dari situ*

Kalau aja ada Internet, aku bisa buang waktu selamanya; game HP juga boleh sih. Tapi ini... ini penyiksaan.

Bertapa kayak seorang biksu mustahil bagi seorang pemula sepertiku.

Satu hal yang aku masih belum pastikan, dimana binatang yang ada disekitar sini.

Sampai sekarang masih belum ada sedikit pun tanda-tanda dari mereka.

Toh, tidak adanya penglihatan, pendengaran, ataupun penciuman aku gak bisa bilang kalau gak ada yang mendekat sampai sekarang, tapi aku sekali pun belum ada diserang, setidaknya.

Berkat itu juga, tanpa takut akan hidupku, aku hidup dengan tenang.

Itulah kesimpulan yang aku dapatkan setelah dengan hebatnya menderita dari penyiksaan (mental) ini.



Aku tidak merasa lapar. Ataupun perlu untuk tidur.



Yang bener aja, tidak hanya perutku yang tidak meminta makan bahkan aku juga tidak pernah punya keinginan untuk tidur.

Entah berapa hari yang lalu - aku gak bisa menebak dari kegelapan ini.

Juga aku gak pernah dengar suara aneh itu lagi. Kalau aja ada, aku gak masalah bermain bersama sekarang.

Dengan itu, karena aku tidak punya kerjaan lain... aku makan rumput.

Karena aku tidak punya cara lain untuk buang waktu, aku dengan tenangnya mengunyah beberapa rumput.

Sekarang, aku mengumpulkan dan menghancurkan banyak rumput di dalam tubuhku bahkan aku bisa merasakannya.

Jika kau bertanya untuk alasan apa, aku bisa bilang: gak ada.

Aku cuma takut kalau aku tidak melakukan sesuatu, aku bakalan menggila.

Aku mulai terbiasa dengan rutinitas disini. Pertama [Absorb], lalu [Disassemble], berakhir dengan [Store], dan mengulanginya.
*TL : Skillnya sengaja pake english, klo indo rasanya agak aneh aja, trus juga gak keren gimana gitu*
*Absorb = Menghisap*
*Disassemble = Menghancurkan*
*Store = Menyimpan*

Dan itulah dimana aku menemukan titik untuk meneliti.

Kurangnya nafsu membawa pertanyaan lain: bagaimana dengan buang ko*toran? Sudah jelas makanan tidak dibutuhkan untuk tubuh ini, tapi gimana dengan ko*toran?

Jawabannya adalah... itu tidak perlu!

Karena sampai sekarang pun aku belum ada mengeluarkan sedikit pun.

Menjadi slime dan semuanya yang tidak terduga ternyata tidak dibutuhkan, tapi, kalau begitu, apa maksud [Store] ini sih?

Dari apa yang aku ketahui, aku tidak sedikit pun mengalami perubahan dalam bentuk apapun.

Tapi kalau begitu, apa yang terjadi dengan yang aku makan?

<<Solusi. Itu disimpan di dalam perut yang dihubungkan dengan skill unik [Predator]. Sekarang, diisi kurang dari 1%>>

Apa? Ada jawaban---!

Tapi, sejak kapan aku menggunakan skill itu? Aku sudah memilih [NO], kan...

<<Solusi. Skill unik [Predator] belum diaktifkan. Material yang masuk ke dalam tubuh secara otomatis tersimpan. Fungsi ini bisa diubah>>

Hah... Jawabannya menjadi lebih lembut sekarang. Bukan itu yang penting.

Tentang skill, apa yang terjadi jika aku menggunakannya?

<<Solusi. Efek skill unik [Predator] adalah...

    Memangsa: Untuk menghisap tubuh target ke dalam tubuh. Tapi, jika targer memiliki kesadaran, tingkat keberhasilannya menurun drastis.

        Targer efektif adalah bahan organik, bahan anorganik, skills, dan sihir.

    Analisa: Target yang dihisap akan dipelajari dan dianalisa. Bahan yang bisa dibuat bisa langsung diproduksi. Jika banyak bahan yang dikumpulkan, duplikat bisa diproduksi. Dalam keadaan skill yang diturunkan atau analisa sihir, tehnik yang sama bisa didapatkan.

    Perut: Targer bisa disimpan. Item yang diproduksi juga bisa disimpan. Tidak ada batas waktu penyimpanan.

    Mimicry: Meniru penampilan dari target. Skill dan kemampuan yang digunakan oleh target juga bisa digunakan. Tetapi, ini tergantung dari keberhasilan analisa dan informasi yang didapatkan mengenai target.

    Isolasi: Material yang berbahaya atau tidak diperlukan untuk analisa juga bisa disimpan. Mereka akan digunakan untuk mengganti energi sihir.

Ini adalah lima kemampuan dari kekuatan anda>>

Eh...?EH?

Ini sudah sangat lama sejak terakhir kali aku gemetaran karena kesenangan. Entah mengapa, aku seperti baru saja mendengar kekuatan luar biasa... Kekuatan sehebat itu tidak pernah dimiliki slime sebelumnya.

Tunggu, sebelum itu.

Suara yang mendengar pertanyaanku, apa ini? Apa ada orang disana.

<<Solusi. Ini adalah efek dari skill unik [Great Sage]. Agar anda bisa mempelari skill dengan lebih cepat, fungsi menjawab sudah ditambahkan>>

Great Sage(Pertapa agung), hah... Julukan yang aku kira ejekan itu. Ternyata malah terlihat sangat bisa diandalkan sekarang. Untuk sekarang, aku akan mengandalkannya.

Ngomong-ngomong soal itu, ini benar-benar situasi yang sangat bagus.

Ini bisa menjadi akhir dari pengurungan yang aku pikir abadi ini.

Mungkin "Suara" ini hanyalah sebuah halusinasi yang aku sendiri. Toh, itu juga ada gunanya sendiri.

Dan dengan itu, setelah sekian lama, hatiku bisa merasa lega.




Status

    Nama: Mikami Satoru
    Spesies: Slime
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [ Dissolve, Absorb, Regenerate]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Perception Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



List Chapter Slime

Tensei Shitara Slime datta Ken



Alternative Title : In Regards to my Reincarnation as a Slime (転生したらスライムだった件), Regarding Reincarnated to Slime (关于我转生后成为史莱姆的那件事), Mengenai Reinkarnasi sebagai Lendir.

Author : Fuse (伏濑)

Category: Japanese light novel, Fantasy, Seinen

Status: Ongoing

Penerjemah : Arc

English Src : Guro Translation

Deskripsi :
Ini adalah kisah hidup seorang jomblo yang memiliki nasib sial, Mikami Satoru. Setelah 37 tahun hidup seorang diri tanpa ada yang menemani, dia mati karena karena menyelamatkan juniornya di tempat kerja yang hampir tertusuk oleh jambret. Sebagai gantinya, malah dia yang tertusuk. Lalu, dia bereinkarnasi ke dunia lain sebagai... Slime. Disitulah pertualangan barunya dimulai. Di dunia yang memiliki sihir.


List Chapter :

- Prolog - Kematian & Reinkarnasi
- Chapter 1 - Mari Lihat Apa yang Bisa Aku Lakukan
- Chapter 2 - Pertemuan Pertama
- Chapter 3 - Percakapan Pertama
- Chapter 4 - Teman Pertama
- Chapter 5 - Langkah Pertama
- Chapter 6 - Memperoleh Skill
- Chapter 7 - Pertarungan Pertama
- Chapter 8 - Kekuatan di Tanganku
- Chapter 9 - Negosiasi dengan si Goblin
- Chapter 10 - Pertarungan di Desa Goblin
- Chapter 11 - Monster yang Berevolusi
- Chapter 12 - Mempersiapkan Lingkungan Kami
- Chapter 13 - Menuju ke Kerajaan Dwarf
- Chapter 14 - Masalah
- Chapter 15 - Kesepakatan dengan si Penjaga Keamanan
- Chapter 16 - Blacksmith Dwarf

Slime - Prolog

(TL Note : salam semuanya... ini adalah TL-an pertama ane... juga ngerjain sendiri... jadi klo ada salah arti atau typo maklumi aja ya...)


Prolog – Kematian & Reinkarnasi


Kehidupan yang normal sampai tidak bisa bilang apa-apa.
Setelah meninggalkan perguruan tinggi, aku bergabung dengan sebuah perusahaan dan sekarang hidup sendiri di usia 37. Tanpa pacar.
Orang tuaku diurus oleh saudara pria ku, pada dasarnya hidupku itu independen, seorang diri.
Tidak pendek atau tinggi, atau ingin wajah yang tampan. Tidak populer. Aku sudah berusaha untuk mencari pacar – dan sudah menembak 3 kali! – tapi setelah ditolak melulu, hatiku hancur berantakan. Nah, setelah berumur begini, aku bisa bilang kalau hal asmara itu hanyalah sia-sia, tapi merepotkan.
Dan toh kau bisa bilang kalau aku ini sibuk bekerja, bukan berarti aku terganggu karena gak punya. Ini bukannya aku coba mengelak ya…beneran.

[Senpai! Maaf sudah menunggu!]

Dengan senyum ceria pria muda itu mendekatiku. Dan di sisinya – wanita cantik.
Lebih tepatnya, pria muda ini, Tamura, adalah juniorku di tempat kerja; yang ada di sebelahnya adalah yang terkenal di perusahaan kami sebagai wanita idaman, resepsionis Sawatari-san. Yap, aku diundang mereka karena mau minta konsultasi tentang pernikahan mereka nanti. Dan ngomong-ngomong, ini adalah alasan kenapa aku heran dengan ketidak populeranku. Pertemuan kami ini ada di persimpangan, dan disini ada dua orang yang berharap akan perhatian dan dukungan.

[Ya. Jadi, bantuan yang gimana yang mau kalian cari?]

Aku bertanya sambil menyapa Sawatari-san.

[Halo, senang bertemu dengan anda. Nama saya adalah Sawatari Miho. Walau kita sudah pernah jumpa satu sama lain, ini pertama kalinya kita berbicara, kan? Entah kenapa, aku jadi gugup.]

Yang gugup disini aku, sialan! Maksudku, aku sama sekali enggak biasa bicara sama cewe. Jangan macem-macem woi! Dengan kata-kata itu, aku protes dalam hati.

[Halo, aku Mikami Satoru. Gak perlu gugup kayak gitu. Sawatari-san terkenal dikalangan kita-kita, jadi aku udah tahu walau gak perlu perkenalan diri. Kalau tentang Tamura – kami pernah satu universitas, kau tahu, jadi kami sering ngobrol bareng. Setelah itu kita juga kumpul-kumpul dikit kok.]
[Apa maksudnya dengan terkenal? Apa ada isu-isu aneh bertebaran ya?]
[Ya. Seperti punya hubungan gelap dengan ketua-X, atau berkencan dengan Y-kun – yang kayak gitulah.]

Tentu saja, itu semua cuma untuk menggodanya saja. Dan walau aku berniat untuk sekedar bercanda saja, wajah Sawatari-san berubah merah padam dan memandangku dengan mata berair. Benci mengakuinya, tapi dia terlihat imut.
Yaa, bercanda memang agak kelewatan, dan aku sering disuruh tutup mulut... tapi tetap saja aku selalu mengatakannya.
Yap, gagal lagi, ya? Yap, aku cuma gak cocok dengan wanita.
Dan seperti sudah menebak, Tamura, menepuk bahu Sawatari-san.
Sialan, dasar Tamura sialan! Di situasi seperti inilah dimana kalian para *riajuu harus meledak! Aku harus meneriakkan ini, kan?

*TL note : 'orang normal yang punya pacar terus mesra-mesraan gitu'
*Utusan kelas F : RIAJUU MELEDAK AJA!!!!!!!!!!! hiks* hiks*

[Senpai, tolong jangan berlebihan! Dan, Miho, kamu cuma dikerjain aja kok!]

Sambil tertawa Tamura terus menenangkan situasi. Bukannya kau cuma cari perhatian, junior!
Riang, ceria, dan tanpa sindirang sedikit pun. Bukankah dia pria yang romantis...
Tamura baru berumur 28. Dan walaupun usia kami beda jauh, kami punya persamaan. Yaa, tidak ada hubungannya sih dengan memberikan mereka berkahku...

[Maaf. Aku hanya tidak terbiasa dengan wanita. Dan, yaa, lokasinya juga gak banyak membantu, ya kan? Mari kita cari tempat makan dulu lalu bicara disana.]

Itu cuma cemburu, lagian. Dan ketika aku berpikir begitu...

[[[Kyaaaaaaaaaa!]]]

Teriakan. Kepanikan.
Apa? Apa yang terjadi?

[Minggir! atau kubunuh kalian!]

Beralih ke sumber suara, pria mengacungkan pisau dan memegang tas lari kearah kami.
Aku mendengan teriakan. Aku melihat seorang pria. Aku melihat sebuah pisau. Diarahkan kemana? Di....

[Tamuraaa!]

*Don* Aku mendorong Tamura dari posisinya.

*Dosu* Aku merasakan rasa sakit yang membakar di punggungku.

[Tch, ngalangin aja!]

Meneriakkan itu, aku melihat pria itu melarikan diri dan melihat Tamura dan Sawatari-san untuk memastikan mereka aman.
Sambil berteriak yang tidak membentuk sebuah kata, Tamura berlari kearahku.
Sawatari-san terpaku dengan kejadian yang baru saja terjadi, tapi tidak terlihat terluka sedikit pun... syukurlah.
Kesampingkan itu, punggungku serasa terbakar. Bukannya rasa sakit, hanya rasa terbakar.
Apa-apaan ini? Ini terlalu panas... tidak bisakah dingin sedikit?

<<Dikonfirmasi. Membentuk daya tahan panas. Berhasil>>

Apa jangan-jangan... aku ditusuk?
Tidak boleh mati dari luka tusukan ini...

<<Dikonfirmasi. Membentuk daya tahan tusukan. Berhasil. Tambahan, membentuk daya tahan fisik. Berhasil>>

[Senpai... ada darah yang keluar... tidak berhenti... ini tidak...]

Apa-apaan pria brisik ini. Rasanya seperti suaranya terdengar aneh barusan; yaa, itulah yang diharapkan dari Tamura.
Tapi darah? Ya, darahnya dengan jelas mengalir. Aku manusia, lagian. Kalau ditusuk, ya berdarah!
Tapi sakit itu gak nyaman, kan...

<<Dikonfirmasi. Menghilangkan indra perasa sakit. Berhasil>>

Nah... ini buruk, kan? Sakit dan panik mengacaukan indraku.

[Ta... Tamura... kau dasar berisik. Ini... bukan masalah besar, kan? Berhentilah kawatir...]

[Senpai... darahnya... kau...]

Wajahnya biru, diambang air mata, Tamura terus memegangku. Wajah itu menghancurkan ketampanan seorang pria.
Aku mencoba melihat bagaimana keadaan Sawatari-san, tapi penglihatanku terlalu buram. Aku tidak bisa melihat.
Rasa terbakar di punggungku sudah hilang. Malahan, rasa dingin yang ganas menyerangku.
Ini benar-benar buruk... ketika seseorang tidak memiliki cukup darah, mereka mati, kan?

<<Dikonfirmasi. Membentuk tubuh yang tidak memerlukan darah. Berhasil>>

(Hey, kau, Apa-apaan yang dari tadi kau katakan...)
Aku mencoba berbicara, tapi kata-kata tidak keluar. Ini buruk, mungkin aku akan benar-benar mati...
Tapi, hei, aku tidak merasa sakit atau rasa terbakar.
Tapi ini sangat dingin, Sangat dingin, dan tidak ada yang bisa lakukan tentang ini. Apa ini... aku terlalu sibuk untuk orang yang beku dari rasa dingin ini.

<<Dikonfirmasi. Membentuk daya tahan dingin. Berhasil. Tambahan, daya tahan panas telah berhasil berubah menjadi daya tahan fluktuasi termal EX>>

Waktu itu, sel otakku yang mati, dengan sekilas inspirasi, telah mengingat hal yang sangat penting!
Ya! Isi harddisk PC-ku.

[Tamuraa!! Jika dan hanya jika, aku ini, aku mati... tolong urus PC-ku. Aku mohon padamu... rendam didalam air, lalu hidupkan, dan hapus bersih semua datanya...]

Dengan itu aku, yang telah menggunakan segenap sisa tenagaku, telah menyampaikan hal yang paling penting.

<<Dikonfirmasi. Mencoba format penuh semua informasi. Gagal, tidak bisa dilakukan karena kurangnya definisi. Mencoba penafsiran alternatif. Membentuk daya tahan elektrik. Berhasil. Tambahan, daya tahan paralysis telah didapatkan>>

Aku tidak tahu jelas apa yang dikatakan Tamura waktu itu, sambil menatapku dengan tatapan kosong.
Tapi, aku mengerti maksud dari apa yang dia katakan.

[Haha... itu memang Senpai banget...]

Katanya dengan senyum pahit. Siapa juga yang mau lihat wajah pria yang menangis? Senyum itu justru lebih baik.

[Kau tahu, aku... tentang Sawatari, aku cuma ingin pamer kepada senpai...]

Heh, aku sudah tahu itu... dasar sialan.

[Tch... ya ampun. Aku sudah memaafkan semua itu, jadi pacarmu, buatlah dia bahagia, mengerti? Dan tolong urus PC-ku...]

Sisa tenaga terakhirku, hanya cukup untuk mengatakan semua itu.
Dengan ketidakpuasan, Mikami Satoru mati.
Dan di waktu itu juga, jiwa Mikami Satoru dihubungkan dengan monster yang terlahir di dunia lain.
Dalam retakan dimensi yang begitu kecil dimana mata tidak bisa melihat. Jiwanya dihubungkan dengan banyaknya energi jahat.
Semua ini adalah asal-usul dari iblis, dan bagi Mikami Satoru yang sudah dihubungkan, pikiran yang menjadi pusat, energi yang membentuk tubuh.
Apa yang pada dasarnya adalah semuah kemustahilan dengan kesempatan yang sangat kecil sekali terjadinya, Mikami Satoru terlahir kembali sebagai monster di dunia lain.

Kehidupan yang normal sampai tidak bisa bilang apa-apa.
Setelah meninggalkan perguruan tinggi, aku bergabung dengan sebuah perusahaan dan sekarang hidup sendiri di usia 37. Tanpa pacar.
Orang tuaku diurus oleh saudara pria ku, pada dasarnya hidupku itu independen, seorang diri.
Dengan demikian, seorang perjaka.
Tidak dipercaya, meninggalkan dunia tanpa pernah menggunakannya... 'anak'-ku pasti sedang menangis sekarang.
Maaf ya, aku tidak pernah membuatmu menjadi dewasa...
Ketika aku terlahir kembali, kita akan mengubah semuanya. Kita akan menyerang dengan 'bang'. Panggil mereka, dan kita akan menelan semuanya... Tapi itu tidak bagus, ya?

<<Dikonfirmasi. Skill unik [Predator] telah didapatkan>>

Dan nah, di usia hampir 40 tahun, aku yang perjaka selama 30 tahun ini, dalam dunia sihir pasti akan menjadi pertapa... apaan tu, menjadi pertapa agung*  tidak perlu dipertanyakan lagi, ya kan?

<<Dikonfirmasi. Skill tambahan [Sage] telah didapatkan. Tambahan, skill tambahan [Sage] berhasil berevolusi menjadi skill unik [Great Sage]>>

*skill tetap pake english, kalo pake indo rasanya kurang aja*
*Sage = pertapa*
*Great Sage = pertapa agung*
*hayo siapa disini yang udah jadi pertapa???*

.... apa-apaan dari tadi yang kau katakan? Persetan dengan [Great Sage]! Apa kau mengejekku?
Itu bahkan tidak unik sedikit pun!
Aku tidak tertawa disini!
Tidak sopan...

Sambil berpikir itu, aku tertidur.
(Jadi ini yang namanya mati, ya... tidak begitu sepi seperti yang aku pikirkan.)
Dan itulah, untuk Mikami Satoru, kata-kata terakhir yang diucapkannya di dunia ini.