Sabtu, 03 September 2016

Slime - Chapter 04 - Teman Pertama

(TL Note : Maaf atas keterlambatannya... hahaha kayaknya ane putuskan kalau hari jumat bakalan jadi hari off ane... Tee-Hee... yaudah langsung aja chapter empatnya... yay.)



Chapter 04 - Teman Pertama



Untuk yang terakhir kali, aku terkejut.
Benar-benar maaf karena sudah memanggilmu lembut.
Tidak diragukan lagi - dia berbahaya.
Aku akan menyalahkan sikap lancangku karena tidak bisa melihat... bukan berarti akan mendapatkan apapun sih.

(Oi. Apa kau ingat janji kita? ... dan lagian, setelah semua keluhanmu tadi, kau mempelajarinya dengan mudah kan.) 'Veldora'

(Tentu saja~! Aku cuma bercanda. Aku bisa melihat sekelilingku, dan aku juga bisa mendengar suara. Terima kasih!) 'Si Lendir'

(Ay. Harusnya sih, butuh waktu lebih lagi untuk belajar...) 'Veldora'

Toh, Aku juga pasti gak apa-apa.
Takut sedikit, tapi juga gak bisa ngabaikan fakta bahwa naga ini sudah baik kepadaku.
Terlebih lagi, dia benar-benar, hanyalah kesepian.
Hanya dari melihat saja, dia kelihatan sudah kehilangan banyak. Terlihat seperti "orge merah menangis".
(TL Note : coba googling aja ya, 'crying red ogre')

(Jadi... apa yang akan kau lakukan sekarang?) 'Veldora'

(Hmm... aku rasa aku akan keliling mencari sesama penjelajah dunia, walau gak masalah sih kalau memang gak ketemu.) 'Si Lendir'

Bertemu sih memang bagus, tapi hanya jika bisa akrab.
Dan lagian, karena sekarang aku juga udah bisa melihat dunia lagi.
Dunia terlihat lebih besar sekarang.
Tidak perlu mengunyah rumput untuk buang waktu lagi.

Tapi... nih naga.
Gak kelihatan kalau dia bisa bergerak sedikit pun.
Dan kau bilang tadi kalau dia sudah kayak gini selama 300 tahun?

(Ngomong-ngomong, Veldora-san bilang tadi kalau udah di... segel?) 'Si Lendir'

(Mu? Ah, iya. Aku sudah ceroboh karena sudah meremehkan gangguan kecil... kalau saja aku serius, aku pasti tidak akan dikalahkan!) 'Veldora'

Kayaknya, cara dia menyatakan 'kalah'-nya itu terdengar bangga dari pada yang lain.
Yang bener aja, gak kelihatan seperti pedang ataupun tombak, dan bahkan sihir, bisa melukai nih orang (naga), tapi...

(Apa dia memang sekuat itu?) 'Si Lendir'

Monster macam apa yang bisa lebih kuat darinya?
Dunia luar lebih menakutkan dari yang aku kira! ... mungkin.

(Begitulah. Memang kuat. Berjubahkan perlindungan suci, yang dibanggakan umat manusia "pahlawan".) 'Veldora'

Pahlawan.
Aku lebih akrab dengan kata itu dari game.
Belakangan ini, cerita seperti "tersandung menjadi posisi pahlawan" sudah sangat populer, tapi aku tidak ingat kalau mereka kuat seperti ini.
Di dunia ini, kelihatannya mereka sangat kuat.

(Kalau diingat-ingat, pahlawan sering dikaitkan dengan mereka yang "Terpanggil". Mungkin pahlawan ini berasal dari duniamu?) 'Veldora'
(TL Note : Terpanggil = Summoned.)

(Eh? Enggak enggak! Tidak ada orang sekuat itu di duniaku!) 'Si Lendir'

(Nay, penjelajah dunia di dunia ini sering dianugrahi semacam kekuatan spesial. Itulah kekuatan yang tertanam di dalam jiwa mereka di dunia ini.
Yang "Terpanggil" biasanya sering memegang kekuatan spesial. Lebih seperti, memegang satu yang seperti - skill unik.
Berbeda dari mereka yang terhalang oleh kesempatan, jiwa yang terpanggil biasanya kuat.
Tingkat keberhasilannya kurang dari 0.03%, tapi dalam kejadian pahlawan itu berhasil.) 'Veldora'

(Ketika kau mengatakan pemanggilan, apa kau maksud memanggil sesuatu dengan sihir?) 'Si Lendir'

(Seperti yang kau katakan. Tiga hari ritual dengan melibatkan tiga puluh orang. Tingkat keberhasilan rendah, tapi berhasil biasanya bisa bertemu dengan senjata yang kuat.) 'Veldora'

(Hah? Senjata?) 'Si Lendir'

(Ay. Yang terpanggil diberikan semacam kutukan di jiwa mereka untuk mencegah pemberontakan.) 'Veldora'

(Apa-apaan itu?! Apa orang yang terpanggil tidak di akui sebagai manusia?!) 'Si Lendir'

(Manusia? ... penjelajah dunia terkadang mengeluh tentang itu. Sesuatu yang seperti itu hanyalah ilusi di dunia ini. Yang kuatlah yang menang, itulah kebenaran di dunia ini.) 'Veldora'

Jadi begitu...
Sangat sulit untuk menerima pemanggilan di dunia ini dengan cerita yang berasal dari duniaku.

(Kalau begitu, apakah "Penjelajah Dunia" juga diperlakukan seperti budak?) 'Si Lendir'

(Kalau itu tergantung orangnya sendiri. Mereka yang tidak menerima "Jimat Hadiah Monster" - mereka hanya akan hidup tenang atau menjadi petualang, atau sesuatu seperti itulah.
Sebenarnya, beberapa dari musuh yang aku kalahkan, hanya sedikit yang berasal dari dunia lain! Fuhahaha!!!) 'Veldora'

(Dengan kata lain, kerja paksa hanyalah terbatas bagi yang "Terpanggil" saja, ya?) 'Si Lendir'

(Aku tidak tahu apakah itu layak untuk dibilang "kerja" ... tapi begitulah.
Aku tahu banyak tentang manusia, tapi tidak semuanya.) 'Veldora'

(Kalau itu ya sudah pasti... maaf.) 'Si Lendir'

Dan lagi, untuk seekor naga dia kelihatan sangat berpengetahuan.
Dan lagi, hanya berbicara dengannya saja sudah membuatnya kelihatan sangat bahagia, dan dia menjawab pertanyaan apapun.
Jadi untuk sekarang, si naga dan aku, akan lanjut berbicara.

Tentang bagaimana dia bertarung melawan pahlawan.
Tentang bagaimana kuatnya sang pahlawan tersebut.

Kulit putih.
Merah pekat, bibir kecil.
Hitam legam, rambut panjang.
Tidak terlalu tinggi, kecil dan bertubuh langsing.
Dan walaupun matanya tertutup oleh topeng, kecantikan pahlawan tersebut terlihat jelas.
Seorang wanita.

.

Jadi... apa penampilannya yang sudah mengalahkannya? Ketika aku menanyakannya, "Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak!" - jawabnya dengan marah.

.

Dia membawa pedang khusus yang agak lekung - disebut "katana" - dan bertarung tanpa menggunakan tameng.
Skill Unik [Certain Secerance]
Skill Unik [Endless Prison]
Dengan skill ini, dan segala bentuk sihir, dia mengalahkanku! - dan dengan bahagia Veldora mengatakannya.
(TL Note : Certain Severance = Pemotongan Khusus?, Endless Prison = Penjara Tiada Akhir)

Aku mengerti tentang ceritanya tapi, nih naga, dia cuma cinta manusia, ya.
Dia memanggil mereka cecunguk dan sampah, tapi sepertinya dia tidak pernah membunuh satupun.
Setidaknya mereka yang tidak membuat dirinya murka.

Hanya saat itulah,
300 tahun yang lalu, setelah sebuah kecelakaan, dia membuat sebuah kota menjadi abu.
Dan karena kecelakaan itu, pahlawan dikerahkan, dan Veldora disegel.
Dengan skill milik pahlawan [Endless Prison].

Aku ragu untuk bisa mengerti perasaan naga.
Lebih dari hanyalah sebuah perasaan seseorang, pada akhirnya, imajinasi sulit untuk menjadi rasa simpati.
Tapi, setidaknya aku bisa mengatakan kalau dia ini bukanlah naga yang buruk.
Dan hei, aku menyukainya.
Jadi tentu saja aku tidak lagi takut dengannya.
Dan lagi,

(Oke! Jadi, denganku... enggak, bisakah kita menjadi teman?) 'Si Lendir'

Aduh... itu masih saja memalukan.
Aku pasti sudah merah padam sekarang.

(Ap, Apa yang kau katakan? Untuk diriku yang ditakuti Storm Dragon Veldora menjadi te-te-teman dengan seseorang yang berstatus s-s-slime?!) 'Veldora'

(Ah... yaa, kalau kau sangat membencinya sih...) 'Si Lendir'

(Bodoh! Kau! Tidak ada yang bilang tentang membencinya!) 'Veldora'

(Eh, kalau begitu? Umm... apa yang akan kau lakukan?) 'Si Lendir'

(... begini... yaa, kalau kau memaksih sih... aku bisa mempertimbangkannya...) 'Veldora'

Kayaknya, dia lagi curi-curi pandang kesini.
Kalau saja ini dilakukan oleh gadis imut, aku sih sangat senang... tapi ketika ini dilakukan oleh naga berpenampilan jahat...
Toh, ini lumayan menarik.
(TL Note : ane bayanginnya ketawa sendiri... LoL)

(Aku memaksa! Diputuskan! Jika kau tidak suka, kesepakatan putus. Tidak ada kesempatan kedua!!!) 'Si Lendir'

(Tung...! Kalau begitu aku tidak ada pilihan lain! Aku akan menjadi temanmu! Dimana terima kasihmu!) 'Veldora'

Hadeh.
Nih naga bener-bener enggak jinak.
Aku juga sih, jadi kami memang cocok.

(Kalau begitu, mohon bantuannya!) 'Si Lendir'

(Ay!... oh, dan biarkan aku memberimu sebuah nama. Kau juga memberikanku nanti!) 'Veldora'

(Hah? Kenapa? Tiba-tiba begini?) 'Si Lendir'

(Untuk menanamkan di jiwa kita bahwa kita itu sepadan. Kalau bagi manusia, itu semacam nama keluarga.
Yang akan aku berikan kepadamu akan mendapatkan "Perlindungan Suci". Kau masih tidak punya nama, jadi kau akan menjadi monster bernama mulai sekarang!) 'Veldora'

Mu mu.
Jadi, aku harus memikirkan sebuah Nama Keluarga, ya?
Aku tidak terlalu ahli dalam hal beginian...

(Karena kau dipanggil Storm Dragon, bagaimana kalau "Tempest"?) 'Si Lendir'
(TL Note : Storm = Badai, Tempest = Badai. Artinya dan maksudnya sama sih, mungkin itu kayak 'aku dan saya', punya arti dan maksud yang sama, hanya penyebutannya aja yang beda)

Itu enggak bagus, kan?
Karena itu kedengaran bagus, aku cuma mengambil Storm dan menggantinya menjadi Tempest...

(Itu diputuskan! Sungguh nama yang menakjubkan!) 'Veldora'

Dia suka?!

(Mulai sekarang, aku adalah Veldora Tempest. Dan dirimu...
Akan dipanggil "Rimuru", Rimuru Tempest akan menjadi nama engkau!!!) 'Veldora'

Dan nama itu tertanam dalam jiwaku.
Dari apa yang aku lihat dan rasakan, aku tidak merasakan perbedaan.
Tapi di suatu tempat dalam jiwaku, aku merasakan perubahan.
Itu pasti yang dimaksudkan oleh Veldora, ya kan?
Dan begitulah, aku sudah menjadi teman dengan Veldora.

(Oh, dan sebelum aku pergi, aku ingin bertanya. Apa tidak ada yang bisa kau lakukan dengan segel itu?) 'Rimuru'

(Tidak dengan kekuatanku. Jika saja ada skill unik seperti punya pahlawan itu, maka itu mungkin saja...) 'Veldora'

(Kau tidak memiliki satu pun skill unik?) 'Rimuru'

(Aku punya. Tapi dari saat segel ini diletak, aku tidak bisa menggunakan satu pun. Bahkan aku berusaha untuk melanjutkan telepati ini...) 'Veldora'

Pada saat itu, skill unik milik pahlawan [Endless Prison] menyegel target dalam waktu tanpa batas dan ruang imaginasi; skill yang tidak nyaman yang tidak bisa diganggu dari sini.
Walaupun itu terdengar aneh bahwa hal yang bisa dilakukannya hanyalah komunikasi telepati...
Bukan berarti skill ini akan lemah pada waktunya.
Untuk bahkan bisa menyadari saat ini dan berubah dengan segala jenis makhluk hidup semua terlihat seperti contoh dari gangguan. Apa yang tidak biasa adalah Veldora itu sendiri...
Tentu saja, kami berdua menyadari ini.

(Baiklah. Ada sesuatu yang ingin aku coba...)

Sambil mengatakannya, aku menyentuh Veldora.
Dan,

<<Mencoba untuk memangsa skill unik [Endless Prison] melalui skill unik [Predator]... gagal>>

Seperti yang kuduga, segel milik pahlawan tidak akan semudah ini.
Tapi untuk sesaat, campur tangan dengan skill pahlawan mengeluarkan kedipan cahaya, tapi setelah itu kembali seperti biasa.
Seperti terlihat untuk sesaat saja, sebuah celah terbuka di penjara tanpa batas ini. Tapi itu langsung kembali ke semula.
Dan kayaknya, sesuatu seperti "Karena ini juga skill unik, sesuatu akan terjadi" akan berujung masalah.
Apa tidak ada yang bisa aku lakukan?
Apa yang harus...

<<Solusi. Skill unik [Endless Prison] sudah sebagian di analisa. Aku akan memperlihatkan metode jalan keluarnya.

Tidak dimungkinkan bagi fisik untuk lepas. Memberitahukan Kerusakan Fisik, kesempatan menghancurkan penjara 0%.

Berkenaan dengan metode lolos dari ruang imajinasi - analisa membuktikan ketidak mungkinan.
Analisa dalam situasi yang sama - yang terpenjara didalam [Endless Prison] diperlukan untuk di analisa. Karena itu, saat ini masih tidak mungkin.

Kesempatan untuk melepaskan tubuh spiritual (roh) adalah 1%.
Diharuskan untuk menyiapkan sebuah wadah untuk roh tersebut terlebih dahulu, dan memindahkannya kesana, tingkat keberhasilan meningkat menjadi 3%.
Pada saat itu, proses ini hampir sama dengan reinkarnasi. Jika saja kecocokan dengan yang terlibat buruk, ingatan dan skill akan semua di reset.

Akhir dari laporan mengenai metode jalan keluarnya>>

...Fumu.
Kesempatannya terlalu rendah.
Terlihat seperti tidak lebih dari sebuah tipisnya kertas film, skill [Endless Prison] ini.
Tapi untuk tidak mempan terhadap serangan fisik...
Pasti ada sebuah kelemahan terhadap pertahanan absolut ini.

(Apakah pahlawan menerima kerusakan? Sebuah luka atau sesuatu?) 'Rimuru'

(Pertanyaan bagus! Serangan kami seimbang, dan aku mendaratkan beberapa serangan langsung! Tapi, tidak ada efeknya.
"Death Calling Winds", "Black Lighting", dan bahkan "Storm of Destruction". Semua skill itu tidak bisa dihindari, dan tetap saja tidak berefek! Aku menyerah! Itu sangat menggelikan!) 'Veldora'
(TL Note = Death Calling Winds = Angin pemanggil kematian, Black lighting = Kilat/Petir Hitam, Storm of Destruction = Badai Kehancuran.)

Dan semua hal yang serupa bahkan berakhir dengan tertawaan Veldora.
Skill unik [Endless Prison] pasti dipakai untuk melindungi tubuhnya, jika semua serangan dari luar di negatifkan, maka tameng tidak dibutuhkan.
Sungguh skill yang berguna!
Skill unik [Certain Severance]
Skill unik [Endless Prison]
Jika kau menggabungkan keduanya, tidakkah itu menjadi tidak terkalahkan?
Benar-benar tidak ingin bertemu dengannya...
Dia pasti sudah meninggal sekarang, jadi pasti baik-baik saja.
Tapi dipertanyakan lagi, dia berada di golongan terkuat.

※Kenyatannya, Veldora juga termasuk dalam kelas terkuat tapi Rimuru yang sekarang masih belum mengetahuinya.

Yang penting.
Metode untuk meloloskan tuan rumahnya, ya?

Untuk lolos, wadah untuk mengirim jiwa kedalamnya kelihatannya dibutuhkan. Itu juga dimungkinkan untuk lolos dalam bentuh tubuh spiritual (roh), tapi kesempatan suksesnya sangat rendah.

Tidak perlu untuk mencari alasan tentang persentasenya.
Jika keinginan Veldora untuk lolos menguranginya maka bisa ada kesempatan...

(Mu? Sepetinya ada metode untuk lolos! Sebenarnya, setelah 100 tahun lebih energi sihirku mulai masuk zona kosong!
Mungkin dikarenakan aku tidak menghentikan mengalirnya energi sihir...) 'Veldora'

(Jadi begitu... itu memang menjelaskan kenapa energi sihir disekitar sini sangat tinggi.) 'Rimuru'

(Ay. Monster yang benar-benar kuat juga menghindari tempat ini. Rumput juga sulit untuk tumbuh di bawah tanah. Hanya tanaman langkalah yang menempati gua ini!) 'Veldora'

Ah.
Aku ingat tentang rumput Hipokter.
Dalam kasus ini, itu obat yang sangat berharga...

(Yaa... karena itulah masalahnya, apa kau mau mencoba untuk lolos? Jika kau punya tempat untuk pindah, kesempatannya akan lebih tinggi... dan juga, apa yang kira-kira jadi wadah yang cocok?) 'Rimuru'

(... Sayang sekali, bahkan jika aku bisa melepaskan roh milikku, untuk mengumpulkan energi sihir dalam satu inti itu lebih sulit...
Dengan membuka celah dalam segel, itu adalah bagaimana ini akan berhasil.
Dan wadah, ya. Itu adalah, menyediakan inti baru dan pindah kesana... reinkarnasi!) 'Veldora'

Orang (naga) ini!
Aku pikir kalau dia mungkin tipe yang lambat mikir, tapi dia mengerti semua tentang itu.
Sungguh menakjubkan... dia mendapatkan kesimpulan yang sama dengan [Great Sage].

(Begitulah. Jadi, jika ada sesuatu yang bisa aku siapkan, haruskah aku carikan untuk itu?) 'Rimuru'

(Hmm. Sebenarnya sih, aku tidak butuh sebuah inti... oh, dan rahasiakan ini ya? Aku adalah "Sosok yang sempurna". Sangat tahan apapun.
Aku adalah kehidupan dalam bentuk roh, dan karena itu tidak memiliki ikatan apapun pada tubuh ini. Aku hanyalah membalas keinginan dari sebuah sekte dan sebagainya ketika terbentuk.) 'Veldora'

Lagi dengan hal yang tidak kumengerti.
Dan jadi kami berbicara sampai aku mengerti.
Hasilnya.

Mengumpulkan energi sihir dengan satu pikiran, dan setelah itu terbentuklah dagingnya.
Pada saat itu, daging terbentuk diluar nalar, tetapi pikiran juga tidak terpengaruh dengan energi sihir sekitar.
Itulah situasinya.

Jadi aku bertanya kalau da bisa keluar sebagai roh.

(Itu mustahil. Aku membutuhkan sebuah persembahan.) 'Veldora'

Katanya.
Jika dia mencoba keluar dengan cara ini, dia akan pecah menjadi pecahan energi sihir dan menghilang.
Dan, di suatu tempat, "Storm Dragon" lainnya akan terlahir.
Itu adalah salah satu jalan untuk lolos, tapi jika berhasil keluar sebagai orang lain maka tidak ada artinya.

Aku kehabisan akal.
Apakah jika memakan Veldora dengan [Predator] bisa menjadi alternatif yang lebih baik?
Menempatkannya di dalam perut [Predator], menganalisa ke dalam efek [Endless Prison] dan menghilangkan bagian itu saja... bisakah ini bekerja?

<<Solusi. Targer: Veldora bisa dihisap dengan skill unik [Predator]>>

Tertanya bisa, ya...
Jika aku menjelaskan ini, apa dia mau?
Jika seperti ini terus, setelah seratus tahun terisolasi, hanya menghilanglah yang akan menjadi takdirnya.
Dan juga, aku menjelaskan ke Veldora kemampuan [Predator] dan bagaimana aku menggunakannya.
Ini bisa saja mustahil, akan tetapi, tanpa kemampuan analisa [Great Sage].

(Kuahahahaha! Menarik!!! Tentu saja aku akan mencobanya. Kepadamu, aku percayakan segalanya!) 'Veldora'

(Apa kau mempercayaiku semudah itu?) 'Rimuru'

(Tentu saja! Dari pada menunggu dirimu untuk kembali kesini, menghancurkan [Endless Prison] dan keluar bersama dalam dirimu kedengaran lebih menyenangkan!) 'Veldora'

Jadi begitu.
Tidak sendiri. Bersama.
Bukankah itu bagus?
Dengan [Great Sage] dan [Predator], aku akan terus menganalisa dan mencari jalan untuk Veldora bebas dari penjara ini.
Dan dalam perut ini tidak perlu takut untuk terpecah dan menghilang.
Aku rasa kita bisa melakukan ini.

(Baiklah. Aku akan memakanmu sekarang, cobalah untuk keluar dari [Endless Prison], oke?) 'Rimuru'

(Kukuku! Serahkan padaku! Jangan menunggu, aku akan menjedakannya untukmu!!!) 'Veldora'

Oke!
Aku membulatkan keputusanku.
Aku menyentuh Veldora, dan mulai memangsa.
Kehilangannya yang tiba-tiba... membuatku kesepian.

Skill ini tergantung dari perlawanan target untuk dihisap, tapi untuk Veldora sendiri - tidak ada perlawanan sama sekali.
Harus kukatakan, aku terkejut untuk bisa menghisap tubuh sebesar itu.
Kelihatannya pada waktu itu, perutku sudah 25% terisi...
Seberapa besar sebenarnya ruang yang aku miliki di sana?
Dan...

<<Akankah kau memulai menganalisa skill unik [Endless Prison]? [YES]/[NO]?>>

Aku mohon padamu!
Seperti sedang berdoa, aku menerimanya.

.

.

Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest (Lambang Dari Badai?)
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill [Hydraulic Propulsion], skill ekstra [Magic Perception].
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance




0 komentar:

Posting Komentar