Kamis, 29 September 2016

Slime - Chapter 10 - Pertarungan di Desa Goblin

(TL Note : Yay... ane... ane gak tau mau bilang apa lagi... hahhhh...
yaudah langsung aja nih ch 10 nya...)


Chapter 10 - Pertarungan di Desa Goblin






Keluarga Fang Wolf. (TLN : rasanya klo pake yang ini lebih keren aja.)
Penguasa dari dataran timur.
Penyebab dari banyaknya sakit kepala diantara pedagang dari Kekaisaran Timur (Eastern Empire) dan negara lain di perbatasan Hutan Jura.
Setiap dari mereka adalah monster tingkat C, dan bisa dengan mudah memangsa petualang yang lalai.
Akan tetapi, mereka kebanyakan ditakuti sebagai kelompok.
Ketika berkumpul, mereka bergerak sebagai satu kesatuan, berkemampuan menyerang secara terorganizir.
Dan, sebagai kelompok... mereka sering dinilai sebagai peringkat B.

Dataran timur adalah lokasi yang berdekatan dengan ladang gandum Kekaisaran.
Sebagai makanan pokok dari Kekaisaran, yang terkenal dengan pertahanan tidak tertembus.
Karena itulah, walaupun Fang Wolf itu terkenal cerdik dan memiliki kemampuan yang unggul, menembus pertahanannya akan sangat sulit.
Terlebih lagi, bahkan jika mereka berhasil menjebolnya, mereka hanya akan mendapatkan kemurkaan dari Kekaisaran, dan mungkin akan diburu sampai punah.
Pemimpin kelompok sangat mengerti itu.
Beberapa dekade dihabiskan untuk bertempur dan belajar dari kekaisaran yang terus berkembang menanamkan firasat tidak menyenangkan kepada mereka.
Selama mereka hanya memangsa pedagang-pedagang kecil, kekaisaran tidak akan menganggapnya serius.
Tetapi, jika mereka bahkan sekali saja memutuskan untuk mengganggu ladang gandumnya, maka kekaisaran akan menunjukkan taringnya.
Sebagai hasilnya, dia sudah menghindari banyak kecelakaan dari awal kejadiaan sebenarnya.
Itulah yang memenuhi pikiran dari ketua kelompok tersebut.
Tetapi, bukankah ini akan menghentikan evolusi spesies mereka? Begitulah instingnya berteriak.

Saat ini, kelompok tersebut tidak kekurangan wilayah.
Jika orang yang diserang dan dimakan, mereka tidak lebih hanyalah cemilan.
Itu karena manusia tidak terlahir dengan banyak energi sihir.
Bagi para Fang Wolf, makanan pokok adalah sesuatu yang tidak lebih dari menghisap energi sihir.
Bertarung melawan monster kuat atau membantai banyak manusia, dan berevolusi menjadi monster kelas bencana.
Tapi untuk sekarang ini, tidak ada metode yang terdengar masuk akal.
Kekaisaran itu hanyalah terlalu kuat.
Tetapi, haruskah mereka terus menerus menyerang pedagang, tujuan mereka hanyalah akan menjadi sebuah mimpi di dalam mimpi.
Tapi mereka pernah mendengar surga yang dipenuhi monster-monster kuat -- hutan dengan tanah yang diberkahi di jauh selatan.
Tetapi, untuk sampai ke tanah itu, mereka harus melintasi Hutan Jura.
Penghuninya bukanlah sesuatu yang spesial.
Beberapa kali mereka memburu mereka yang berkelana ke tanah mereka membuktikan hal ini.
Kalau begitu, kenapa sampai sekarang mereka belum menyerang hutan itu?

"Storm Dragon Veldora" (Naga Badai Veldora)

Keberadaan dari naga itu adalah alasannya.
Bahkan ketika dia disegel, energi menyebalkan yang dikeluarkannya saja cukup untuk menakuti mereka sampai pasrah.
Mereka yakin bahwa penghuni hutan itu menerima perlindungan Veldora.
Dan itulah kenapa mereka bisa hidup di dalam aura ganas itu.
Kalau saja mereka percaya sebaliknya, mereka pasti sudah menjadi gila.
Sampai sekarang, mereka hidup dengan pikiran memalukan itu, dan menahan keinginan mereka untuk menginvasi... Iya! Sampai sekarang!

Pemimpin kelompok melihat hutan itu dengan mata tajamnya yang berwarna merah darah.
Penghinaan itu, hawa keberadaan naga jahat itu sudah menghilang.
Sekarang, mereka bisa bebas menyerang hutan itu, dan menjadi penguasa tertingginya! Oh, pemikirannya itu merangsang nafsu makannya.
Dan begitulah, dia melolong dengan perintah untuk menyerang!

.

Setelah menjadi pelingdung, aku memikirkan langkah selanjutnya.
Secara pribadi, bahkan dengan julukan itu, aku pikir perlakuan mereka terhadapku sudah sangat berlebihan.
Dengan begitu, aku mengumpulkan dan mempelajari goblin petarung.
... Mereka ini jujur saja sangat lemah.
Tidak kelihatan seperti aku bisa mengandalkan mereka ketika bertarung.
Juga, goblin sisanya, anak-anak dan orang tua, datang untuk mengamati persiapan kami.
Juga tidak ada bantuan dari suku lainnya.
Sekarang ini, sebuah keajaiban kecil bahwa kepala desa masih belum kehilangan akalnya.
Karena walaupun mereka melarikan diri, mereka hanya akan mati dari rasa lapar dan haus...
Dan, para goblin yang aku kumpulkan menatapku layaknya seorang dewa...
Sungguh beban yang berat yang sudah aku tanggung.
Merasa seperti itu karena aku hanya ingin menjalani hidup bebas tanpa tanggung jawab.

「Apa kalian semua mengerti situasinya?」

Bukanlah sebuah suasana untuk bercanda, dan aku tidak satupun kata-kata mutiara sebagai penyemangat, jadi aku langsung menuju intinya.

「Iya! Ini akan menjadi pertarungan yang menentukan kami akan hidup atau mati! Kami semua sudah menyampaikan doa kami!」

Pemimpin Goblin yang pertama kali menjawab.
Sisanya mengangguk setuju.
Dan ketika masih ada beberapa dengan kaki yang gemetaran, itu hanyalah sesuatu yang diharapkan. Tekad mungkin kuat, tapi daging tetap saja lunak -- sesuatu seperti itulah.

「Jangan terlalu tegang -- santai. Bahkan mereka yang kuat akan bertemu kekalahan. Fokus saja dan lakukanlah yang terbaik!」

Mencoba untuk mengatakan sesuatu yang keren.
Aku, setidaknya, merasa lebih baik, jadi mungkin ini akan sedikit berefek.
Kalau begitu, haruskah kita mulai?
Kegagalan dengan pasti akan menghasilkan kematian bagi para goblin.
Tapi tetap saja, aku memilih untuk "Going My Way" tentang ini. (TLN : referensi dari film 1944? kurang ngerti sih. googling aja klo penasaran.)
Didepan, dengan arogan! Itulah pilihanku.

Baiklah! "Mari lakukan dengan semangat!" Itulah perintah pertama yang aku berikan pada mereka.
Dan dari sekarang sampai kedepan, lebih banyak perintah yang akan menyusul.
Kata-kata itu mengumumkan bahwa saatnya telah tiba!

.

Dan matahari sudah terbenam.
Ketua dari kelompok Fang Wolves bangun.
Malam itu adalah bulan purnama. Saksi yang sempura untuk pertarungan mereka.
Dia perlahan meregangkan dagingnya, dan melihat ke kekuasaannya.
Para kelompok, melihat pemimpin mereka seperti itu, menahan nafas mereka.
Betapa tegannya mereka menunggu.
Begitulah pikir si pemimpin.
Malam ini, mereka akan menghancurkan desa goblin itu, dan mengambil langkah pertama menuju Hutan Jura.
Setelah itu, memburu monster sekitar, untuk membuktikan diri mereka sebagai penguasa hutan.
Dan suatu hari kelak, lanjut ke selatan dalam mencari kekuatan yang lebih hebat.
Kami memiliki kekuatan untuk menggapai ini, pikir mereka.
Cakar kita mengoyak daging dari semua binatang buas, dan taring kita menembus semua jirah.

*Uooooooooooon!!!*

Pemimpin kelompok melolong!
Waktu untuk menghancurkan musuh mereka telah tiba.
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganggunya.
Beberapa hari yang lalu, saudara yang dikirimnya untuk mengintai kembali membawa informasi yang membingungkan.
Seekor monster kecil mengeluarkan aura monster ganas.
Aura jahat monster itu jauh melampaui pemimpinnya.
Tidak mungkin ada hal seperti itu. Begitulah si pemimpin menyimpulkan.
Dia tidak pernah merasakan ancaman seperti itu, dan semua monster yang mereka temui itu lemah.
Tidak ada yang bisa disebut sebagai daya tahan atau semacamnya. (?)
Hanya waktu itu sajalah, sekitar sepuluh goblin telah membunuh beberapa saudara mereka, tapi tidak akan pernah lagi.
Kesempatannya, pengintai hanyalah terlalu tegang untuk melihat dengan normal.
Berpikir begitu, sang bos hanya melihat ke depan.

Dan di depannya, terbentang desa.
Itulah yang pengintai laporkan.
Menggunakan goblin yang terluka, mereka sudah menandai desa ini. Jadi sekarang, mereka akan sulit untuk melakukan perlawanan.
Si pemimpin adalah serigala yang licik. Dia tidak akan membiarkan dirinya lengah.
Akan tetapi, desa ini tidak seperti yang diharapkan.
Layaknya itu milik manusia... memiliki pagar.
Mereka sudah membongkar semua rumah dan mendirikan sebuah tembok.
Dan, di tengah-tengah pintu masuknya, berdiri seekor slime.
Sungguh ide yang cemerlang!
Dan si pemimpin tertawa.
Mereka meninggalkan sebuah celah untuk bertahan melawan jumlah kami! Itulah pikirnya.
Karena tetap saja, mereka berakal pendek, sampah dari monster.
Tembok itu akan segera roboh dengan cakar dan taring kami!
Kami akan menunjukkan kepada mereka kekuatan kami! Dengan pikiran itu, dia memberi perintah untuk menyerang.
Dan sebagai satu, sepuluh fang wolf menyerang temboknya.
Mereka benar-benar layaknya satu kesatuan.
Itulah kemampuan asli mereka -- kesatuan dalam menyerang.
Pergerakan dimungkinkan melalui komunikasi telepati. Sebuah bentuk komunikasi yang lebih cepat dari pada kata-kata.
Serangan pertama mereka pasti akan menghacurkan tembok itu.
Pasti, dibayangkan si pemimpin, para goblin akan segera menyadari ketidak bergunaan rencana mereka dan panik. Malah sebaliknya, si pemimpinlah yang mengeluarkan suara terkejut.
Pasukan penyerangnya dikalahkan! Dan, ada beberapa yang berguling di tanah sambil memuncratkan darah di antara mereka.
Apa yang terjadi?
Tanpa tanda-tanda panik, dia mencari jawaban.
Si slime tidak bergerak.
Apa dia melakukan sesuatu?
Dan setelah itu, anak buah yang paling dekat dengannya,

(Dia adalah yang dari hari itu! Dialah yang memiliki aura yang lebih kuat dari tuan kita!)

Begitu lapornya.
Sungguh konyol! Pikirnya ketika melihat kearah slime itu.
Mereka terkadang memang terlahir di daratan.
Kau berlebihan jika kau menyebut mereka monster; sebuah kehidupan menyedihkan.
Untuk melebihiku dalam aura jahat... mustahil!
Tapi setelah itu,

「Okeee! Berhenti di situ. Jika kau mundur sekarang, aku tidak akan mengejar. Bubar sekarang juga!」

Adalah yang dinyatakan si slime.

Pemimpin Fang Wolf adalah monster yang cerdik dan licik.
Setelah hidup bertahun-tahun dan mengalami banyak hal, dia tidak pernah ceroboh dalam membuat rencana.
Dia berkepala dingin dan memiliki keberanian melalui banyak pertempuran.
Pengalaman yang banyak, dan informasi yang dia kumpulkan, semuanya menolak keberadaan monster yang lebih kuat darinya di kalangan para goblin.
Tapi si pemimpin, pada saat itu, membuat kesalahan fatal.
Dan kesalahan itu telah menentukan takdir mereka.

*Uuuru!! Garuuuuuuuuu!!!*
(Makhluk yang menyedihkan!!! Aku akan menghancur leburkan dirimu!!!)

Dia memberi perintah menyerang.

.

Wow, itu mengejutkan.
Tidak kupikir mereka menyerang begitu tiba-tiba.
Aku pikir kita mulai dengan percakapan... sekarang semua kata-kataku jadi sia-sia.
Semua latihan itu tidak berguna!
Aku bahkan berlatih ketika istirahat...

Perintah pertama yang kuberikan adalah untuk memandu yang terluka.
Toh, bahkan jika aku menambahkan yang sepuluh menjadi enam puluh, keadaanya tidak berubah begitu banyak.
Tetapi, dikagumi dan semacamnya jadi membuatku ingin melakukan semua yang aku bisa.
Mereka ditempatkan di dalam bangunan yang agak besar tapi sangat amburadul.
Jadi tentang yang terluka.
Mereka kelihatannya sudah menerima pertolongan pertama, tapi akan segera mati jika seperti ini.
Sungguh luka yang dalam. Terkoyak oleh cakar dan taring, dan luka mereka sudah membusuk.
Harus sekuat tenaga nih.
Dan begitulah, aku menghisap yang terdekat. Dan, setelah merawat lukanya, kuludahkan dia.
Si kepala desa sepertinya ingin mencoba untuk mengatakan sesuatu -- tergagap-gagap sebenarnya -- untuk saat ini, aku abaikan dia. Dan, melakukannya ke semua pasien, aku mengulangi prosesnya.
Setelah beberapa pasien, aku akhirnya melihat kembali kepada hasil karyaku.
Entah mengapa, para goblin itu semuanya bersujud didepanku.
Apa-apaan yang mereka lakukan?
Kelihatannya, mereka sudah berpikir kalau aku sudah menyembuhkan mereka dengan semacam kekuatan penyembuh.
Karena reaksi itu sangat menyebalkan, untuk mereka yang masih terluka aku meludahkan obatnya dan merawat mereka disana.
Dan begitulah, beberapa waktu dihabiskan untuk penyembuhan.

Setelah selesai perawatan kesehatan, aku memberikan perintah selanjutnya.
Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat tembok.
Memotong pohon untuk membuatnya kedengaran bagus, tapi kami tidak memiliki cukup waktu.
Harus dilakukan dengan apa yang dipunya.
Jadi tanpa keraguan sedikit pun, kami menghancurkan rumah-rumah dan membuatnya menjadi tembok.
Tembok yang akan melingkari seluruh desa.
Dan selagi kami membangun, aku mengirim goblin tercerah (tersehat), disenjatai dengan busur, untuk mengintai.
Musuh mereka adalah serigala, jadi mereka memiliki indra penciuman yang hebat, jadi aku mengatakan kepada pengintai untuk menghindari tindakan gegabah.
Tekad mereka sangat mengesankan... "Walau harus kubayar dengan nyawaku!" aura seperti itulah yang mereka pancarkan.
Bukankah mereka sangat suka berlebihan.

Temboknya selesai di sore hari setelah hari aku sampai. (TLN : besoknya.)
Aku memberikan sedikit sentuhan akhir.
Benar, aku meningkatkan daya tahannya dengan benang laba-labaku.
Dan ngomong-ngomong, aku juga tidak lupa untuk menaruh perangkap menggunakan [Steel Thread].
Bukannya akan bagus jika mereka membabi-buta ke temboknya? Mereka akan terpotong-potong.
Setelah pertarungan ini, tidak boleh lupa untuk pergi mengambil... "bahan baku". (TLN :maksudnya, loot setelah pertarungan.)
Dan di depan, kami meninggalkan sebuah celah.
Disini, aku akan meletakkan beberapa [Sticky Thread] dan itu akan membuat persiapannya selesai.
Sekarang, yang perlu aku lakukan adalah menunggu hasil dari pengintai.
Sekitar waktu itu juga, para goblin yang aku rawat mulai bangun.
Setelah membuat mereka menyentuh tubuhku, aku memastikan kondisi mereka.
Kelihatannya pil penyembuhnya adalah barang yang sangat serius.
Aku pikir mereka perlu dirawat beberapa kali, tapi...
Kelihatannya ini super efektif. Sungguh kejutan yang nyaman.

Lalu, kami mengumpulkan sisa kayu di tengah-tengah desa, dan membuat api.
Rasanya seperti camping, kecuali tanpa wajah ceria.
Kami harus tetap terjaga sepanjang malam.
Karena aku tidak butuh tidur jadi aku menawarkan untuk tetap mengawasi, tapi...

「Hal seperti tidak mungkin ada!!! Kami tidak bisa membiarkan Rimuru-sama untuk memaksakan dirinya.」

「Seperti yang dia bilang! Kami akan mengawasi. Mohon beristirahatlah, Rimuru-sama!」

Itu benar! Seperti yang mereka katakan!!! Datanglah respon begitu.
Dan aku menghargai perasaan mereka, hanya saja orang-orang ini mungkin lebih lelah dari pada aku...
Tidak ada yang bisa aku lakukan, aku rasa. Jadi kami memutuskan untuk mengawasi secara bergantian.

Di tengah malam yang sunyi, si pengintai akhirnya kembali.
Para serigala sudah mulai bergerak -- begitulah lapornya.
Mereka semua mendapat luka, tapi semua kembali hidup-hidup.
Tadinya aku berpikir mereka adalah monster yang kotor dan jelek.
Tapi aku mulai bersimpati kepada mereka selama dua hari ini.
Dalam doa, masing-masing dan setiap dari mereka berharap untuk pertarungan ini berakhir.
Itulah yang ada dipikiranku selagi aku memasang [Sticky Thread] dan berdiri di depan gerbang.

Pertarungan dimulai dengan serangan dari fang wolf.
Aku khawatir apakah gerbangnya bisa bertahan, tapi para serigala tidak bisa meluncurkan satu serangan pun yang akan menembusnya.
Sepertinya perangkapnya bekerja dengan baik.
Setidaknya berjalan dengan lancar.
Untuk sekarang,

「Okeee! Berhenti di situ. Jika kau mundur sekarang, aku tidak akan mengejar. Bubar sekarang juga!」

yang aku teriakkan.
Dan aku benar-benar dicuekin.
Para serigala mulai bergerak lagi, dan mulai menyerang gerbang dari segala arah.
Toh, mau gimana lagi. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana.
Setelah memprediksi sampai disini, aku meninggalkan sedikit celah di pagar.
Celah untuk memanah.
Bahkan goblin yang kikuk sekali pun bisa menembak melalui lubang itu.
Beberapa serigala terkena oleh anak panah, dan jatuh merintih.
Ada juga serigala yang mencoba untuk lewat melalui celah itu, tapi...

*Zasu!*

Setiap kali, mereka terkena serangan dari kedua sisi dengan kapak batu dan lenyap.
Walaupun goblin baru latihan kurang dari dua jam, mereka benar-benar putus asa.
Putus asa untuk mengerti arahanku dan menggunkannya.
Dan hasilnya adalah situasi saat ini.
Tanpa ditanya, fang wolf memang kuat. Sebagai binatang tunggal, mereka mampu menghadapi banyak goblin sekaligus.
Sebagai kelompok, mereka mungkin benar-benar hebat.
Tapi, itulah kuncinya. Pukul saja mereka beberapa kali, dalam satu waktu. Pisahkan dan taklukkan.
Singatknya, otak akan selalu mengalahkan otot.
Binatang terkuat di dunia adalah mereka yang diberkahi dengan kecerdesan tertinggi -- manusia!
... sungguh malang... sambil memikirkan hal ini, aku merasakan tatapan dingin si pemimpin kelompok.
Dia bukan apa-apa selain binatang, dan dia pikir bisa mengalahkanku... betapa songonnya!

.

Si pemimpin kelompok langsung kebingungan dengan keadaan yang terbalik ini.
Anak buahnya mulai kepanikan.
Ini bisa menjadi buruk.
Fang wolf dikenal kuat sebagai kesatuan.
Ketidakpercayaan pemimpin terhadap anak buahnya selalu berujung pada satu hal, kehancuran.
Dia sangat mengerti semua itu. Dan tetap saja, ini adalah dimana dia melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal.
Dia marah karena temboknya tidak runtuh juga; tapi, dia juga takut akan kemarahan anak buahnya yang diarahkan padanya.
"Sang pemimpin harus menunjukkan kekuatannya!" atau "Dia yang terkuat di dalam kawanan, dia harusnya bisa melakukan semuanya seorang diri!" Pikir mereka mungkin.
Dan pada saat itu, semua diputuskan.

.

Tidak ada yang mengalihkan pandangannya dari gerakan pemimpinnya.
Tetapi, bagi para goblin, itu terlihat seperti dia telah menghilang.
Bagiku, dia bergerak layaknya dalam gerakan lamban.
Semua berjalan sesuai rencana.
Aku sudah memikirkan beberapa skenario, dan pertarungannya berlangsung sesuai salah satu dari mereka.
Seperti yang kau harapkan dari binatang buas. Mereka tidak pernah mengalahkan manusia.
Si pemimpin terperangkap dalam [Sticky Thread] yang ku tebar di pintu masuk.
Dengan kekuatannya, mungkin dia bisa memotong itu.
Aku tidak punya cara untuk memastikannya sampai kesitu... bukan juga itu menjadi masalah.
Tujuan dari [Sticky Thread] adalah untuk menahan si pemimpin walaupun hanya untuk sesaat.
Tanpa jeda gerakan "pedang air" mungkin meleset, dan itu akan terlihat tidak keren. (TLN : maksudnya, kalau si pemimpin gak tahan, kan dia bisa ngindar, dan kalau dia ngindar, si rimuru bakan awkward.)
Supaya tidak menjumpai situasi terburuk yaitu : mengenai teman ketika pertempuran. Toh, kecelakaan yang seperti itu memang terjadi di medan perang.
Aku punya persiapan perangkap untuk menghindari itu, tapi sepertinya menyiapkan hanya menjadi usaha yang sia-sia.
Orang ini tidak pernah menyediakan rencana yang lebih baik dari pada menghancurkan tembok.
Aku sudah mempertimbangkan untuk menebar perangkap [Sticky Thread] di pintu masuknya juga, tapi mempertimbangkan situasi dimana mareka menghindarinya, aku memutuskan untuk tidak melakukannya.
Sekarang, aku harus memainkan peran sebagai monster yang sangat luar biasa kuat.
Untuk alasan itulah, aku menaruh perangkap.
Dan tanpa keraguan sedikit pun, aku memenggal kepala si pemimpin serigala.
Itulah bagaimana mudahnya dia mati.

「Dengar aku, Fang Wolf! Pemimpin kalian sudah aku jatuhkan!!! Aku beri kalian pilihan. Perbudakan atau mati?」

Jadi, bagaimana mereka akan merespon?
Setelah merencanakan pemakaman si pemimpin, aku lebih memilih untuk tidak memperpanjang daftarnya untuk sekelompok serigala gila yang mencari tempat untuk mati...


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill ekstra[Water Manipulation], skill ekstra [Magic Perception], skill yang diturunkan - Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



0 komentar:

Posting Komentar