Rabu, 28 September 2016

Slime - Chapter 09 - Negosiasi dengan si Goblin

(TL Note : ane pernah melakukan suatu kesalahan, tapi kesalahan yang ane lakukan itu bisa memperbaiki kesalahan orang lain, dan itu membuat ane seperti "Feel like a thug" jeng jeng...
langsung aja ini dia ch 9 yang udah lama ditunggu...)



Chapter 09 - Negosiasi dengan si Goblin



Aku menatap si goblin.
Si Goblin itu, dari apa yang aku lihat, sangat putus asa. Mereka sedang siaga, senjata di tangan; dan dengan sopannya memanggilku.
Sayangnya, kelihatannya sudah banyak yang lari duluan.
Tapi itulah dia namanya pemimpin.
Dia melihatku tepat di mata... etto, tepat di aku.
Baiklah.
Aku merasakan sedikit kecerdasan dari yang satu ini. Mungkin bisa diajak berbicara.

Akankah suaraku sampai...?
Aku mencoba menyambungkan pikiranku dengan suara yang akan kukatakan dan kukirim mereka ke goblin.

「Haruskah aku katakan, senang bertemu denganmu? Aku adalah si Slime, Rimuru.」

Si Goblin mulai bisik-bisik diantara mereka.
Apa mereka terkejut kalau slime bisa ngomong? Atau begitulah pikirku, tapi...
Diantara mereka, beberapa yang memakai pakaian sekedarnya membuang senjata mereka.
Aku benar-benar tidak mengerti.

「Guga, Wahai kau yang kuat! Kami sangat mengerti kekuatan hebatmu! Kami mohon, pelankanlah suaramu!!!」

Mm? Apa sambungannya terlalu kuat ya?
Jadi aku kira telepati itu tidak baik. Mereka hanya menjadi lebih ketakutan.

「Maaf ya. Aku masih belum bisa mengendalikannya dengan baik.」

Aku rasa aku akan minta maaf.

「Kami tidak pantas. Tidak perlu meminta maaf kepada kami!」

Kelihatannya kata-kataku sampai ke mereka.
Ini bisa jadi latihan yang lumayan.
Oh dan ngomong-ngomong, aku berbicara dalam bahasa Jepang, tapi tetap saja, mereka bisa mengerti.

「Jadi, apa yang kau butuhkan dariku? Aku juga tidak punya alasan penting untuk pergi kearah sini.」

Karena mereka sudah dengan sopan bertanya, aku rasa aku akan menjawab dengan sopan.
Dan mungkin itu juga masih berlebihan, tapi supaya membuat mereka tetap takut kepadaku, aku mengatakannya agak memaksa.

「Jadi seperti itu ya. Di depan sana, ada desa kami. Kami merasa ada monster kuat, jadi datang untuk mencegahnya.」

「Hawa dari monster kuat? Yang tidak bisa aku deteksi..?」

「Guga, gugaga, kau bercanda! Bahkan ditutupi wujud itu sekalipun, kami tidak akan tertipu!」

Sepertinya mereka benar-benar sudah salah sangka. (Peringatan! Yang udah salah sangka disini adalah Rimuru.)
Mereka benar-benar yakin kalau ada monster kuat yang berwujud slime.
Seperti yang diharapkan dari goblin, yang terkenal sebagai monster tingkat rendah.

Setelah sesaat berbicara kepada si goblin, kelihatannya aku akan mengganggu desa mereka.
Maksudku, kelihatannya aku bakalan menginap.
Walau mereka kelihatan gembel, sepertinya mereka memiliki hati yang besar.
Dan walaupun aku tidak butuh tidur, beristirahat sepertinya ide yang bagus.
Dengan pikiran itu, aku memutuskan untuk menerima tawaran mereka dan pergi ke desa mereka.

.

Kami mendiskusikan banyak hal.
Bahwa, dewa yang mereka sembah belakangan ini sudah menghilang.
Bahwa, bersamaan dengan kehilangannya, macam-macam monster mulai bergerak.
Bahwa, jumlah dari petualang yang kuat mulai meningkat.
Dan begitulah seterusnya.
Dan, selama pembicaraan, aku akhirnya bisa dengan jelas mendengar kata-kata mereka.
Bahwa aku mungkin memiliki sifat untuk sudah terbiasa mendengar dengan [Magic Perception].
Itu mungkin merupakan hal yang bagus aku sudah berlatih dengan goblin sebelum berbicara dengan orang.
Pembicaraan seperti itulah yang aku bicarakan dengan goblin.

Desanya itu... dimana? Itulah yang ingin aku katakan, mempertimbangkan betapa kotornya itu.
Karena, aku sama sekali tidak mengira goblin menggali sarang mereka.
Akan tetapi, mereka memanduku menuju ke tempat yang bisa dibilang bangunan terbaik.
Atapnya dibuat dari jerami yang kering, dan juga penuh dengan lubang; temboknya juga hanya sekedar tripleks.
Dengan standar duniaku, bahkan rumah gelandangan masih lebih layak! Seburuk itulah disini.

「Kami minta maaf karena membuatmu menunggu, tamu terhormat.」

Seorang goblin mengatakannya ketika masuk ke sini.
Si pemimpin goblin yang sudah menunjukkan sekitar kepadaku sampai sekarang kemudian pindah untuk menghadiri tempat ini.

「Ah... jangan pikirkan. Aku juga belum menunggu selama itu.」

Aku mencoba membalas dengan senyum-bisnis terbaik yang aku miliki.
Tentu saja, dengan senyum-slime terbaik.
Mereka mengatakan kalau seorang slime bisa memutar negosiasi sesukanya. Harus kukatakan, bahkan aku rentan terhadap kemampuan itu.
Bukannya aku tahu apa yang sedang kami negosiasikan...

「Kami benar-benar minta maaf karena tidak bisa menyediakan tempat singgah yang lebih baik. Aku adalah orang yang saat ini menjabat sebagai kepala desa disini.」

Setelah mengatakan itu, si goblin meletakkan di depanku sebuah minuman yang seperti teh.
Yang harus aku akui, ini sangat mengejutkan.
Aku minum sedikit tehnya. (Untuk yang membayangkan, ini mungkin terlihat seperti aku menggulingkan cangkirnya.) (TLN : Pftt...)
Ini tidak ada rasanya. Yang tentu saja, mempertimbangkan aku yang tidak memiliki indra perasa (lidah).
Apakah ini adalah sesuatu yang enak atau tidak -- aku tidak tahu... setelah mengecek bahan-bahannya, aku memastikan kalau ini tidak beracun.
Terlebih lagi, aku bisa merasakan ketulusan mereka untuk melayaniku dari cangkir ini.

「Jadi, untuk alasan apa yang sudah membuatmu keluar jauh-jauh hanya untuk mengundangku ke sini?」

Aku langsung ke intinya.
"Mari menjadi teman dengan sesama monster!" ... mungkin bukanlah alasan yang berteman yang seperti itu.
Walaupun si kepala desa tegang dan mulai gemetar, dia kelihatan sudah membulatkan tekadnya dan mencoba untuk bertanya.
Dan ini adalah yang dia katakan,

「Jika aku boleh, kau tahu akan meningkatnya aktivitas dikalangan monster, benarkan?」

Itulah yang aku dengar ketika jalan kesini.

「Kami sudah hidup disini sampai dengan damai sampai sekarang semua berkat perlindungan dari dewa kami; akan tetapi, Dia kelihatannya sudah menyembunyikan keberadaan dirinya sebulan yang lalu...
Dikarenakan kehilangannya, monster sekitar sudah mulai menginvasi tanah ini...
Kami, diri kami, tidak menyambut kedatangan mereka, dan membalasnya dengan kekerasan; tapi, pasukan kami...」

Hmmmm.
Apakah dewanya itu... Veldora? Waktunya benar-benar cocok...
Yang terpenting, kelihatannya si goblin ini ingin bantuan dariku.

「Aku mengerti permintaanmu. Tetapi, dari seorang slime, aku ragu aku bisa memenuhi harapan kalian.」

「Hahaha, sungguh rendah hati! Seorang slime tidak akan pernah memancarkan aura jahat sekuat itu!
Kami tidak begitu lancang untuk sampai beranggapan kenapa engkau mengambil wujud seperti itu, tapi kami mengetahuinya -- kau adalah Monster Bernama, iya kan?」

Aura jahat... dia bilang?
Apa itu? Aku tidak ingat memancarkan sesuatu seperti itu...
Jadi, aku mencoba mengamati diriku sendiri dengan [Magic Perception].
Disana terdapat semacam aura yang menyebalkan melayang di diriku.
Ugh... Aku harusnya menyadari ini ketika meniru monster atau mencoba [Body Armor]...
Sungguh memalukan...
Ini serasa seperti berjalan di jalan raya dengan resletingmu terbuka lebar.
Gua itu memiliki tekanan energi sihir yang tinggi yang mungkin membuat pikiranku bingung.
Tapi, ini tidak baik! Benar-benar tidak baik!
Sekarang, aku akhirnya mengerti kenapa monster-monster takut kepadaku...
Apa yang monster inginkan kalau sampai menjadi musuh dari orang berbahaya seperti ini?
"Tidak ada orang bodoh yang akan terbodohi oleh penampilan disini!" mungkin sesuatu seperti itu.
Jadi...

「Fufufu. Seperti yang diharapkan dari kepada desa, engkau mengerti?」

「Itu tentu saja, yang mulia! Penampilan mengagumkan dirimu tidak bisa disembunyikan!」

「Jadi begitu, aku ketahuan ya. Engkau kelihatan seperti kumpulan orang yang menjanjikan.」

Aku malah kebawa arus, kan.
Mari kita ikutan dengan kesalah pahaman mereka dan memanfaatkannya sedikit.
Di waktu yang sama, mari coba menghilangkan aura menyebalkan ini.
Seperti menghisap auranya, aku mencoba mengarahkan energi yang berada diluar untuk kedalam.

「Ohh! Kau sedang mencoba menguji kami! Dan biarkan kami berterima kasih. Ada banyak yang takut dengan aura agungmu.」

Kelihatannya seperti auranya berhasil membuat takut.
Dari apa yang aku lihat, aku sekarang kelihatan seperti slime biasa.
Tapi.
Kalau saja aku berkeliaran sebagai slime biasa...
Aku mungkin akan sangat terganggu dengan semua pertarungan sekarang...
Jadi bukankah aura ini hal yang bagus?

「Jadi begitu! Setelah berhasil menahan auraku dan belum lagi berhasil berbicara di depan diriku ini, kerja bagus!」
(TLN : Nih orang... slime, lagi gaya ngomong kayak veldora, pura-pura sombong...)

Apanya yang bagus tentang itu...? Apa aku lagi cari masalah? Toh, aku akan menahannya untuk sekarang.
Layaknya seorang aktor,

「Ay! Kebaikanmu sangat berlebihan bagi kami. Jika Kau mengijinkan, kami tidak akan menanyakan apa-apa tentang wujud Anda. Tanpa menggugah amarah Anda, kami mohon disini agar kau mau mendengarkan permintaan dari kami. Bolehkah kami berharap untuk hal seperti itu?」

Yaa, mungkin.

「Jangan hindari maksudnya. Biarkan aku mendengarkannya!」

Selagi menjaga etika sok meninggiku, aku menekankan kepala desa untuk keterangannya.

Ceritanya berjalan seperti ini.
Datang dari wilayah timur, monster-monster baru mengancam keseimbangan wilayah ini.
Dan lagi, kelihatannya kalau ada terdapat beberapa desa goblin di sekitar sini.
Desa ini merupakan salah satu dari mereka, tapi mereka sudah menjalani banyak pertarungan dengan pendatang dan kelihangan banyak prajurit hebat.
Tapi masalah sebenarnya adalah monster bernama.
Dia berkerja sebagai pelindung di desa ini; dan, ketika dia hilang, desa ini bertemu dengan situasi penuh bahaya.
Komunitas goblin lainnya sudah mengabaikan mereka.
"Selagi para pendatang membinasakan desa itu, kita akan memikirkan langkah selanjutnya!" Jadi begitulah desa lain berpikir.
Dan mau seberapa banyak si Kepala Desa dan si Pemimpin memohon pada mereka, mereka dengan dinginnya menolak.
Cerita pahit seperti itulah yang disampaikan oleh si goblin.

「Jadi begitu... berapa banyak yang hidup di desa ini? Diantaranya, berapa yang bisa bertarung?」

「Iya, ada seratus penghuninya. Jika kita memasukkan wanita, enam puluh yang bisa bertarung.」

Kedengaran agak tidak bisa diandalkan.
Tetapi, untuk bisa memahami dasar matematika... si goblin ini kelihatan cukup cerdas.

「Hmph. Bagaimana dengan musuhnya? Berapa banyak dan dari ras apa?」

「Ah, iya. Dari spesies serigala, keluarga dari Serigala Bertaring (Fang Wolf). Saat ini, bahkan sepuluh dari kami sulit untuk menghadapi satu dari mereka...
Dan ada seratus dari mereka...」

Ha...? Siapa yang sudah membuat ini menjadi permainan tingkat Mustahil. (TLN : layaknya game, ada easy, normal, dll... dan disini tingkat kesulitannya Impossible (Mustahil).)
Aku menatap si kepala desa di mata.
Tidak, dia tidak bohong. Matanya sungguh-sungguh.
Ada beberapa hal yang aneh, tapi aku mungkin bisa percaya kata-katanya di cerita tadi.

「Tentang para prajurit goblin tadi. Mereka tahu mereka tidak bisa menang dan masih saja membuang nyawa mereka sia-sia?」

「... Tidak, ini semua adalah hasil dari mereka semua yang membuang nyawanya.」

Kata-katanya yang selanjutnya membuatku menyesali pertanyaanku.
Goblin bernama adalah anak dari Kepala Desa, dan abang dari Pemimpin Goblin.

Setelah mendengar situasinya, aku berhenti untuk berpikir.
Tanpa sepatah kata, si Kepala Desa menunggu keputusanku.
Apa aku barusan melihat air mata di matanya? ... mungkin hanya imajinasi saja.
Air mata tidak cocok buat monster.
Kesombongan baru. Itulah penampilan yang cocok bagi monster yang ditakuti.

「Kepala Desa, ada satu hal yang aku ingin pastikan terlebih dahulu. Jika aku menyelamatkan desa ini, apa yang menjadi imbalanku? Apa yang akan engkau lakukan untukku?」

Bukannya aku tidak akan melakukan ini tanpa imbalan.
Tapi, kita sedang bicara tentang seratus musuh sekuat sepuluh goblin.
Ini tidak akan menjadi jalan di taman lagi.
Jika aku meniru si ular hitam aku mungkin bisa mengatasinya, tapi...
Ini bukanlah kesepakatan yang bisa aku terima dengan mudah.

「Kami mempersembahkan kesetiaan kami! Tolong lindungi kami. Jika Kau melakukannya, kami akan melayaniMu selamanya!!!」

Jujur saja, aku baik-baik saja tanpa kesetiaan mereka. (TLN : mungkin maksudnya disini, dia kan mau nyari temen setanah air, jadi dia gak butuh kesetiaan atau semacamnya gitu.)
Tapi, setelah menahan diri selama 90 hari ini, aku benar-benar menikmati berbicara dengan si goblin.
Kalau saja aku menjadi manusia, aku pasti sudah menolak karena kotornya mereka.
Tapi, aku yang sekarang adalah monster. Aku tidak takut akan penyakit apapun.
Terlebih lagi, di mata kepala desa, akulah satu-satunya harapan mereka, mereka bilang.
Hanya seperti di dunia sebelumnya, aku lemah terhadap tipe yang mengandalkan.
Sambil mengomel terhadap diri sendiri, mendengarkan keluhan dari kouhai-ku, dan memenuhi permintaan pelanggan dan senpai...
(TLN : kouhai = junior / orang yang masuk kesuatu organisasi setelah orang yang disebut masuk, senpai = senior / sebaliknya dari kouhai. mungkin udah pada tahu ya...)

「Baiklah! Aku akan menerima permintaan itu!」

Aku menerima sambil menunduk berlebihan.

Dan begitulah, aku menjadi tuan dari para goblin, dan pelindung mereka.


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill ekstra[Water Manipulation], skill ekstra [Magic Perception], skill yang diturunkan - Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance
(TLN : Masih belum ada yang berubah.)



0 komentar:

Posting Komentar