Minggu, 30 Oktober 2016

Slime - Chapter 14 - Masalah

(TL Note : Penggantian nama skill.
Supreme Sense of Smell = Super Olfaction,
Telepathic Communication = Thought Transmission,
Coercion = Intimidation

yay... sorry ya lama banget baru ngepost chap 14 nya. hahaha... well... karena ane gak mau disalahin jadi ane mau langsung ngilang aja... wush...)

Chapter 14 - Masalah



Negara militer Dwargon.
Itu adalah Kerajaan para Dwarf.
1,000 tahun telah berlalu sejak generasi pertama pahlawan dwarf, Raja Guran Dwargo, membangun negara ini.
Sampai hari ini, negara ini sudah terlindungi, sebagai mana perkembangannya, adalah sejarah, budaya, dan teknologi.

Raja Gazelle Dwargo sekarang ini merupakan bagian dari generasi ketiga dwarf, tapi memiliki aura yang mirip dengan kakeknya di hari mudanya.
Dia diketahui sebagai pahlawan hebat dan dirayakan sebagai raja bijak untuk kekuasaannya yang adil.
Datarannya di kelola oleh para dwarf.
Sebagai kota dagang yang bebas, ini adalah pusat pertukaran antara segala jenis ras. Terlebih lagi, kotanya memiliki kebijaksanaan netral yang absolut.
Didalam kota ini, si raja bijak tidak akan mentoleransi kekerasan.

Bahkan Kekaisaran di timur menghindari serangan terbuka dengan negara militer Dwargon!
Tidak perlu dibilang, ini adalah topik terfavorit diantara pembicaraan para petualang.
Para dwarf dikenal sebagai musuh yang ganas, bahkan ada yang mengatakan, "berani lawan dwarf sekali, maka tidak akan ada yang kedua kali!".
Reputasi mereka sebagai negara militer tidak hanya pajangan.
Dalam pertarungan, tembok dari prajurit kelas berat akan melindungi Kesatuan Pasukan Sihir.
Musuh yang dilawan akan hancur total dengan serangan sihir yang kuat bahkan sebelum bisa menjebol melewati tembok prajurit.

Selama 1,000 tahun yang lewat ini, kekuatan dari pasukan dwarf yang dihebohkan dengan tak terkalahkan selalu terkenal.
Dan hal yang sudah mendukung itu...
Itu adalah tidak lain dari peralatan yang mereka hasilkan menggunakan kekuatan teknologi mereka.
Senjata dan jirah yang mereka buat menggunakan teknik sudut-tajam (cutting-edge) mereka, jauh melampaui kualitas barang biasa.
Karena itulah!
Daripada bertengkar dengan ras dwarf, orang-orang memilih untuk membuat tali pertemanan.
Untuk alasan ini, bahkan jika ada yang bertemu dengan iblis di wilayah dwarf, jarang ada orang yang akan dengan bodohnya menyebabkan konflik.

Ibu kota mereka adalah tempat dimana manusia dan iblis bergabung.
Itu benar-benar merupakan salah satu dari tempat aneh di dunia.
Tidak lupa juga, selagi ibu kota yang pasti dipenuhi dengan alat-alat perang, ini masih menjadi negara yang bisa menikmati kedamaian.
Mengetahui bahwa negara penjual senjata adalah negara yang paling jauh soal menyebabkan keributan, entah mengapa... ironis.


Di depan pintu masuk, terdapat garis panjang dari orang yang ingin masuk.
Disana, gerbang besar dibangun dengan cukup tinggi untuk benar-benar melindungi gua besar alaminya.
Saat dimana gerbang itu dibuka hanyalah ketika pasukan militer perlu datang dan pergi, dan hanya sebulan sekali lah itu.
Sayangnya, hari ini itu ditutup.
Dibawah gerbang besar, sebuah pintu kecil dibangun untuk tujuan mendadak dari membiarkan orang masuk dan keluar.

Barisan orang ini dibentuk di bagian sisi kiri jalan. Sepertinya yang berada di bagian sisi kanan jalan merupakan area untuk bangsawan dan orang penting lewat.
Itulah yang aku simpulkan selagi aku mengamati sekelilingku ketika berbaris di sisi kiri.
Ketika menunggu, aku melihat kalau disana ada berbagai macam perlakuan orang, seperti ada yang menerima bebas masuk, ketika yang lain akan dibawa ke ruangan lain untuk diperiksa.
Cocok dengan negara militer, penjaga mengambil sikap bertahan yang tegak.
Walaupun kelihatannya bahwa kau bisa bergerak lumayan bebas ketika kau berada di dalam...
Tapi, antrian ini benar-benar sangat panjang. Ini bisa jadi kami akan menghabiskan lebih banyak waktu di sini dari pada ketika di perjalanan...!
Tapi di saat aku memikirkan itu,

「Oi oi! Ada iblis di tempat seperti ini! Kita masih belum di dalam, jadi tidak apa kan untuk membunuh mereka di sini?」

「Hei, apa yang kau lakukan berbaris disana? Kalian benar-benar sombong. Jika kau tidak ingin mati, berikan aku tempat itu!
Juga, tinggalkan semua yang kau miliki di sini. Dan setelah itu aku akan membiarkan kalian pergi kali ini!!!」

Itu benar-benar pernyataan yang cukup meragukan...
Sebenarnya, aku pikir kalau suara yang penuh niat buruk itu ditujukan ke kami.
Di sebelah sini, tidak ada siapa pun selain aku dan Gobuta-kun.
Pokoknya, membawa sebuah kelompok yang hanya menggunakan cawat benar-benar membuatmu mencolok di arah yang buruk.
Riguru juga ingin ikut, tapi aku menolak.
Kelompok lain sedang menginap di jalan masuk di hutan, menunggu kami untuk kembali.
Dan itulah kenapa sekarang hanya kami berdua, tapi aku ingin tahu apa kami benar-benar terlihat seperti mangsa yang empuk?
Kelihatannya bahwa sepasang petualang yang tidak ingin berbaris itu sudah memantau kami.

「Oi oi, Gobuta-kun, apa kau mendengar sesuatu?」

「Iya, aku bisa mendengarnya juga...」

「Apa kau terlibat sesuatu seperti ini juga ketika kau datang?」

「Tentu saja! Aku sampai habis babak belur, lalu aku di bawa oleh kelompok pedagang dari kobold!
Jika mereka tidak menemukanku, aku rasa aku mungkin sudah mati waktu itu~」

「... Jadi kau juga terlibat ya. Baiklah, apa tidak bisa melakukan apapun tentang ini?」

「Ini seperti sudah menjadi takdir monster yang lemah...」

Ini kelihatan seperti kami sedang dalam masalah. Terlebih lagi, ini termasuk kejadian biasa disini...
Aku harap aku tahu ini lebih awal.
Kelihatannya seperti dia sudah menyadari apa yang kupikirkan, Gobuta-kun menggantungkan kepalanya.
Aku akhirnya bisa membuatnya berbicara normal denganku, tapi akankah kesalahan kali ini akan membuatnya kembali ke dirinya yang gugup sebelumnya?
Aku sedikit khawatir.

「Oi! Meskipun kau ini bukan apa-apa selain sampah. Jangan beraninya kau abaikan aku!」

「Dari pada itu, bukankah slime yang berbicara langka? Tidakkah kau pikir itu akan menjadi populer jika dipamerkan?」

Mereka berdua terus membuat percakapan menyebalkan mereka.
Terkadang aku merasa seperti aku ini dianggap bahwa aku memiliki perasaan yang dalam seperti Budha... tapi ini sudah membuatku marah.

「Gobuta-kun... Apa kau mengingat peraturan yang aku katakan sebelumnya?」

「Iya! Tentu saja!」

「Jadi begitu. Baiklah, untuk sebentar saja, aku mau kau untuk menutup mata dan telingamu! Kau tidak boleh menoleh ke arah sini!」

「...? Aku tidak begitu mengerti, tapi aku mengerti!」

Baiklah mari kita lihat. Aku adalah yang membuat peraturannya, tetapi malah aku yang akan melanggarnya duluan...
Jika kelompokku mengetahui hal ini, ini akan menjadi buruk dari sudut pandang pendidikan.
Setelah aku meyakinkan Gobuta-kun, yang sedang berada di jalan, menutup matanya... mari kita mulai membersihkan sampah ini!

Di saat itu, pria di kananku mengalihkan pandangan matanya.
Selanjutnya kuperiksa sekelilingku... Aku melihat kelompok tiga orang yang sedang tersenyum ketika mereka mengamati situasi dari jauh.
Dua orang di depanku ada seorang swordsman dan pria lainnya menggunakan peralatan kelas ringan. Kemungkinan besar, dia berada di posisi pencuri.
Di kelompok tiga orang, disana ada dua yang menggunakan jubah seperti penyihir atau pendeta, dan seorang prajurit yang besar.

Aku membuat prediksi. Mereka semua berada di party yang sama, dan dua orang di depanku ini bermaksud untuk mengusir kami, sesuai dengan rencana mereka.
Setelah itu, yang tiga lainnya akan mengikuti dan membunuh kami ketika kami melarikan diri, dan lalu begitu saja bergabung lagi dengan yang dua ini.
Aku berani bilang kalau ini adalah skenario yang mereka buat.
Dengan begini, mereka pasti sudah membunuh iblis lemah dan mencuri barang mereka.
Itu baik dipikirkan.
Tetapi... kali ini, mereka memilih lawan yang salah!

「Oi oi! Kau harus sabar menunggu untuk giliranmu! Aku ini orangnya sangat penyabar, jadi ini masih belum terlambat untuk meminta ampun. Cepatlah dan antri dari belakang!」

Aku mulai memprovokasi mereka.
Pada saat itu, dua orang di depanku kebingungan, dan wajah mereka dengan cepat berubah merah.
Nih orang pada cepat emosi ya.

「Jangan sok berani ketika kau ini bukan apa-apa selain iblis sampah sialan... jangan sombong!」

「Oi oi, kau akan mati sekarang! Aku bahkan mempertimbangkan hidupmu jika kau menyerahkan barang-barangmu!」

Mereka mengatakan kata-kata yang cocok untuk seorang bawahan.
Heh. Balik ketika aku masih kontraktor umum, jika kau tidak bisa membuat paman berwajah garang menari mengikuti nadamu, kau tidak cocok untuk pekerjaan itu.
Diantara paman-paman itu, bahkan ada beberapa yang memiliki coretan sesuatu (tato) di tubuh mereka.
Ancaman lemah dari anak bawang, bukanlah apa-apa selain angin yang lewat.

「Iblis sampah sialan? Apa kalian membicarakan aku?」

「Tentu saja itu tentang kau! Slime seperti mu hanyalah sampah diantara sampah!」

「Cepatlah dan kesini kau. Sepertinya kau bisa berbicara dengan lancar, jadi aku akan mengubahmu menjadi budak iblis tanpa harus membunuhmu!」

Budak iblis? Rupanya ada sesuatu seperti itu?
Tinggalkan itu untuk saat ini.
Pedagang yang didekatku dan petualang mulai menyadari keributan yang kami buat.
Aku harus mengumpulkan lebih banyak perhatian.
Meskipun aku tidak tahu jika sesuatu seperti pertahanan diri akan bekerja disini... akan menjadi sangat bagus jika ada beberapa orang saja yang bisa menjadi saksi untukku.
Tetapi, apa tidak ada manusia baik yang akan teriak, 'aku akan menyelamatkanmu!', dan langsung lari kesini?
Jika aku adalah wanita cantik, mungkin bakalan ada seseorang yang seperti itu, tapi aku rasa itu tidak mungkin bisa diharapkan untuk seorang slime.

「Menyebutku sampah lagi dan lagi, kau benar-benar bicara sombong! Dan lagi... aku, slime?」

「Bagaimanapun aku melihatnya, kau itu benar-benar slime!」

「Sialan kau, main-main denganku...! Aku tidak bisa memaafkan sudah dibodohi oleh yang lemah sepertimu! Sudah kuduga aku akan membunuhmu!」

Setelah mengatakan itu, mereka berdua menyiapkan senjata mereka.
Ah! Setidaknya mereka ingin menyerangku.
Oh nak. Manusia pertama yang berbicara denganku seperti ini... Sungguh keberuntungan yang buruk. Tidak kukira bahwa iblis akan lebih ramah.

Orang-orang sekitar sudah mulai menjauh untuk melihat dalam lingkaran di sekeliling kami dari jauh.
Mungkin para penjaga juga sudaj menyadari keributan ini, yang mungkin menjadi sebab kenapa mereka menjauhkan diri cepat-cepat.
Baiklah.
Dengan tenang aku maju kedepan dan berkata,

「Kukuku. Kau bilang aku lemah? Seorang slime? ... Sejak kapan aku menjadi slime! Atau hanya kau saja yang sedang bingung?」

Aku sengaja berbicara seolah-olah menyatakan sesuatu yang lain.
Itu memang benar, bahwa bagaimanapun kau melihatnya, aku benar-benar seorang slime. Itu sudah pasti dari kali pertama aku dilihat sebagai slime.
Tapi ini adalah, akting! ... mungkin.

「Apa yang kau katakan? Jangan sok hebat dengan menggertak!」

「Hmph! Jika kau bukan slime kalau begitu tunjukkan wujud aslimu! Setelah kau mati, kau tidak akan bisa membuat alasan!」

Kelihatannya mereka akan menungguku untuk berubah.
Seperti rencana! (TLN : Keikaku dori)
Bahkan sebagai slime, aku percaya kalau aku bisa menang melawan mereka.
Tetapi! Menahan diri akan sangat sulit, jadi aku mungkin tidak sengaja akan membelah mereka menjadi dua.
Itu sulit untuk menyesuaikan kekuatanku di tingkat dimana aku hanya membuat mereka pingsan.

「Baiklah kalau begitu. Aku akan membiarkan kalian melihat, wujud asli dari diriku ini!」
*Ini bahkan bukan wujud terakhirku!

Ketika aku teriak, aku juga mengeluarkan aura jahat untuk mengisyaratkan kekuatanku.
Tentu saja, hanya sedikit saja.
Aku memeriksa sekelilingku untuk melihat apa ada orang yang merasakan aura kecil ini.
Diantara orang yang melihat kami dari jauh, hanya beberapa yang menyadarinya.
Dua orang idiot di depanku dan anggotanya tidak menunjukkan tanda-tanda menyadari hal ini.
Nih orang... kelihatannya cuman menggonggong tapi tidak menggigit.
Aku sudah selesai dengan mengamati situasi sekarang. Baiklah, harus berubah jadi apa aku...

Dari tubuhku keluar kabut tebal.
Ini benar-benar menyelimuti diriku... dan setelah beberapa saat ketika kebutnya hilang untuk menunjukkan iblis yang berbeda.
Serigala hitam.
Oh? Aku ingat terakhir kali menggunakan Pemangsa dan berubah setelah itu, aku sudah mengambil wujud dari Fang Wolf...
Sekarang, aku punya bulu hitam yang identik kepada evolusi Ranga dan kawanannya.
Tapi tidak hanya itu, fisikku bahkah melebihi Ranga, dan sekarang bahkan ada sepasang tanduk di keningku.

Peniruan: Tempest Star Wolf (Serigala Badai Bintang).

... Kelihatannya, jika keturunan dari iblis yang sudah mangsa berevolusi, itu juga akan mempengaruhi peniruanku.
*Kemungkinan besar berhubungan dengan Rimuru menamai mereka, yang membuat mereka menjadi "keluarga" dan berbuhungan.
Ini pasti merupakan bentuk evolusi diatas Ranga. Aku bisa merasakan kekuatan yang melimpah.
Aku yakin kalau pasangan idiot itu akan melarikan diri setelah melihat penampilan ini.
Tapi justru kebalikan dari harapanku,

「Ha! Bahkan jika kau kelihatan lebih kuat dari luar, itu tidak mengubah bahwa kau adalah slime!」

「Oi oi, apa kau pikir kami akan ketakutan dan melarikan diri hanya dari itu!?」

... Mereka tidak menyadari apapun!
Oi oi, kau harusnya bisa tahu tingkat bahayanya hanya dengan melihat!
Dan yang paling penting, jika ada slime berubah, bahkan jika kau tidak bisa mengetahui apa itu adalah ilusi atau sesuatu yang lain, bersikap siaga itu wajib.
Dan masih saja, nih orang tidak perduli sedikit pun.
Mungkin mereka merasa aman dengan keberadaan ketiga teman mereka yang bersembunyi...

Jumlah skill yang bisa aku gunakan juga meningkat.
[Super Olfaction, Thought Transmission, Intimidation, Shadow Movement, Black Lighting].
Shadow Movement (Gerakan Bayangan) adalah skill yang Ranga dan lainnya sedang dalam latihan.
Tujuan mereka adalah untuk bisa menggunakan skill agar untuk masuk kedalam bayangan rekan mereka dan langsung muncul ketika dipanggil.
Sekarang ini, mereka hanya berlatih masuk ke bayangan, jadi sepertinya masih lama lagi.
Dan yang lain, Black Lighting (Kilat Hitam)... aku bisa membayangkan kekuatannya tanpa harus mencobanya. Jika aku mencobanya, orang-orang menyedihkan di depanku ini akan berubah menjadi arang.
Tapi dikarenakan prediksiku agak buruk, kondisi mereka bisa saja menjadi lebih parah. Karena hal ini, tidak ada skill yang bisa kugunakan.
Jika saja [Intimidation] (Intimidasi) akan bekerja kepada si bodoh ini! Di satu sisi, bukankah orang idiot tak terkalahkan?
Pokoknya, hasil akhir adalah aku hanya bisa bisa menakuti beberapa penonton sebagai gantinya.

「Hadehh... Aku tidak perduli lagi. Ini terlalu melelahkan, jadi serang saja aku!」

Aku biarkan mereka menyerangku duluan.
Jika aku menerima serangan ketika meniru, apa yang terjadi?
Di suatu kesempatan, aku sudah bereksperimen tentang itu ketika dalam bentuk kadal.
Aku menemukannya ketika terus-menerus menerima serangan, bahwa ketika menerima kerusakan yang lumayan, peniruannya akan luntur.
Setelah itu, tidak ada kerusakan sedikit pun yang diterima tubuh slimeku.
Kemungkinan besar, ini dikarenakan skill Peniruan yang memanfaatkan energi sihir untuk menciptakan tubuh baru, yang menjadi sebab kenapa tubuh utama tidak menerima kerusakan.

Terdapat dua larangan di skill ini. Setelah Peniruannya lepas, aku tidak akan bisa berubah untuk 3 menit selanjutnya, dan yang lain adalah jika ingin meniru iblis memerlukan sejumlah energi sihir.
Banyaknya energi sihir yang dibutuhkan relatif sedikit, karena itulah ini bukan menjadi masalah, dan tidak ada batas waktu untuk menggunakan skill.
Singkatnya, tidak akan ada masalah kalau aku membiarkan mereka menyerangku sebanyak yang mereka mau.
Dan kalau musuhnya terlampau kuat, aku bisa kembali kewujud slime-ku dan langsung melarikan diri.

Dan pertarungannya dimulai dengan mereka yang menyerang pertama.

「Heh, mati kau!」

「Raaaagh!!! [Wind Slash] !!!!!!」(Tebasan Angin)

Si pencuri melempar banyak pisau ke arahku.
Dan apa si swordsman itu menggunakan serangan skill? Pedangnya bersinar hijau ketika dia mengayunkannya ke arahku.

Claaaang!
Cetar!!!

Secara bersamaan melemparkan tiga pisau cukup mengesankan, tapi tidak cukup daya serang mereka untuk menembus buluku.
Kalau untuk si swordsman, sayangnya... pedang kesayangannya sudah hancur dengan suara cetar.

「Barusan tadi, apa kau melakukan sesuatu?」

Berpura-pura berperan menjadi penjahat dengan pengalaman ringan, aku dengan antusias menanyakan mereka dengan gaya meremehkan.
Tapi jujur saja, kekuatan serangan mereka sangat lemah sampai-sampai pertanyaanku menjadi agak masuk akal.
Apa skill itu tadi cuman untuk pamer?

「Ti-tidak mungkin! Sungguh bulu yang keras...」

「Mustahil... se-sesuatu seperti ini, ini mustahil!!! Pedangku dibuat dari perak! Dia memiliki efek lebih besar terhadap iblis!!!」

... Yaa tentu saja, bukankah perak rapuh? Apa yang dia katakan... orang ini.

「Oi! Kalian bantu kami juga!!!」

Seakan sudah tidak perduli lagi dengan penampilan, dia memanggil temannya. Seperti yang kuduga, tiga orang yang bersembunyi tadi adalah bagian dari kelompok mereka.

「Heh! Ini adalah akhir bagi kau sekarang!」

「Ara ara... dasar, aku tidak mengira kami akan mendapat giliran!」

「Sihir perubahan slime? Menarik. Aku akan pastikan untuk membedahnya setelah membunuhnya!」

「Dari tadi sampai sekarang, dia masih belum bergerak sama sekali. Bergerak mungkin akan menghancurkan mantranya. Bagaimana itu? Apa aku tepat sasaran!?」

Mereka membuat suara berisik sambil mengatakan apa yang mereka suka.
Mereka berlima lalu berpencar dalam lingkaran di sekitarku, dan mulai menyerang di waktu yang sama.

Si pencuri menebasku dengan pedang pendek.
Kali ini, si swordsman merapalkan serangan sihir, [Wind Sickles]. (Dia cukup mengejutkan berbakat.) (Sabit Angin)
Si prajurit kelas berat berteriak 「[Heavy Slash]!!!」 sammbil mengayunkan kapak besarnya. (Tebasan Berat)
Si penyihir juga menggunakan serangan sihir, [Fireball]. (Bola Api)
Si priest sedang membuat perisai sihir untuk jaga-jaga dari seranganku.
Sebagai party, ini adalah formasi yang cukup seimbang.
Walau sayangnya bagi mereka, tidak ada satupun serangan mereka mempengaruhiku...

Aku mengintip sekilas ke arah mereka.
Rupanya, mereka terlalu terkejut untuk membuat suara.
Jika ini sekarang, [Intimidation] mungkin akan berefek.

Aruuuuuuuu~~~!!! (Lolongan serigala)

Aku menggunakan [Intimidation] pada lolonganku.

Tapi, ini ternyata berubah menjadi kegagalan besar...
Bahkan para penontonnya pada pingsan di sini, dan membasahi celana mereka di sana.
Untuk singkatnya, situasinya adalah bencana besar.
Waduh... apa yang harus kulakukan? Ini pasti tidak akan berakhir dengan baik.

Eh? Bagaimana dengan kelompok lima orang tadi?
Mereka telah mendapatkan serangan penuh dari [Intimidation] pada jarak dekat.
Yaa, tentu saja...
Benar-benar tidak perlu dikatakan dengan keras.

Dan tiba-tiba, aku mendeteksi sejumlah penjaga dwarf yang berlari ke arah sini dengan [Magic Perception].

Adapun keadaan pikiranku saat ini...
Aku menatap adegan orang mengotori celana mereka dengan berbagai macam zat, dan aku dengan tak peduli berpikir sendiri sambil melarikan diri dari kenyataan,

「Bersih-bersih setelah kekacauan akan benar-benar merepotkan ya~」


Status
Nama: Rimuru Tempest
Spesies: Slime
Julukan: Crest of Storm

Sihir:
Tidak ada

Kemampuan:
Skill Unik [Great Sage]
Skill Unik [Predator]
Skill Khusus Slime [Dissolution, Absorption, Self-Regeneration]
Skill Ekstra [Water Manipulation]
Skill Ekstra [Magic Perception]

Skill yang Didapat:
Ular Hitam [Heat Perception, Poison Mist Breath]
Kelabang [Paralysis Breath]
Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread]
Kelelawar [Ultrasonic Waves]
Kadal [Body Armor]
Serigala Hitam [Super Olfaction, Thought Transmission, Intimidation, Shadow Movement, Black Lighting]

Daya Tahan:
Heat Fluctuation Resistance EX
Physical Attack Resistance
Pain Immunity
Electrical Resistance
Paralysis Resistance


Jumat, 07 Oktober 2016

Slime - Chapter 13 - Menuju ke Kerajaan Dwarf

(TL Note : Ane kembali lagi semuanya... ha ha ha... masih sepi aja...
tapi sudahlah... maaf kelamaan untuk ch 13 nya ya...
besok ch 14 bakalan cepet keluarnya... yay... tapi agak ada pergantian nama skillnya...)



Chapter 13 - Menuju ke Kerajaan Dwarf



Seperti yang telah Rigurdo laporkan, persiapannya selesai di tengah hari.
Pemilihan anggota ekspedisinya juga tidak begitu sulit.
Anak Rigurdo, Riguru, ada dalam kandidat lima besar. Tentu saja, Ranga juga ikut.
Oh, oh! Haruskah kubuat Rigurdo menjadi komandannya saja?
Aku sedikit khawatir tentang itu, tapi dianya sendiri sejutu.
Rigurdo juga kelihatannya sudah mendapat jiwa mudanya kembali, jadi mungkin aku yang terlalu khawatir.

Dan begitulah, setelah aku mengambil barang bawaan kami, Ranga membuatku menaiki punggungnya.
*Boyoyooon!* Aku terkubur di bulunya.
Dan selagi bulunya mengelilingiku di satu tempat, aku masih merasa harus menggunakan [Sticky Thread].
Di waktu seperti inilah yang membuatku agak menyesal tidak punya tangan atau kaki, tapi aku rasa aku bisa mengatasinya dengan kemampuanku.
Kau tahu, aku diam-diam berlatih mengendalikan benangnya.
Untuk mengalahkan musuh dengan jaring! Bukankah itu impian para pria?
Apakah aku akan bisa menggunakan jurus itu, aku tidak tahu; tapi aku putuskan untuk terus berlatih!
Kesampingkan itu, barang bawaan kami adalah uang dan bekal.
Makanan yang cukup untuk tiga hari.
Jika perjalanannya lebih lama, rencananya adalah untuk berburu selama dijalan.
Kami bisa membawa lebih, tapi aku lebih ingin menghindari untuk membawa segerobak makanan.
Toh, aku bisa membawa hampir tidak terbatas barang didalam diriku...
Tapi membuang-buang mereka adalah ide yang buruk.
Karena aku tidak perlu makan, itulah keputusanku.
Untuk uang, kami membawa 7 koin perak dan 24 koin perunggu.
Yang, tentu saja, merupakan jumlah yang sangat kecil.
Aku tidak mengharap banyak.
Jika itu tidak cukup... kami pikirkan saja itu nanti.
Baiklah, sekarang adalah waktunya pergi!

Kalau dalam kecepatan goblin, perjalanan menuju kerajaan dwarf membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan.
"Melewati hutan yang membentang sepanjang Sungai Ameld.
Di balik itu, sebuah gunung luas menampakkan dirinya.
Dan di gunung itulah nantinya kau akan menemukan Kerajaan Dwarf." Kata mereka.

Selain dengan Kekaisaran yang ada di timur, hutan Jura dikelilingi banyak negara.
Namun tidak di perbatasan manapun, berdiri jejeran Gunung Canaat.
Disitu, hanya ada tiga rute perdagangan yang menuju ke mereka.
Yang satu melalui hutan Jura.
Lainnya, yang tersulit, melewati gunung.
Terakhir adalah rute laut.
Saat ini, rute hutan Jura adalah yang paling pendek dan paling aman, tapi, entah mengapa, dia selalu dihindari.
Dan begitulah, rute tersulit yaitu dari gunung sudah menjadi yang biasa.
Kalau untuk rute laut, biaya dan monster laut yang kuat mengusir para pelaut; karena itulah, itu menjadi rute yang paling jarang.
Untuk saat itu, kami tidak memiliki urusan dengan Kekaisaran.
Karena itulah, dari pada pergi ke timur, kami pergi ke utara menuju ke gunung.
Ataupun kami perlu mendaki gunung untuk ke puncaknya.
Kerajaan Dwarf terbentang sepanjang jalan sampai ke sungai Ameld.
Ibu kota mereka adalah kota indah yang terletak di dalam gua alami yang besar.
Seperti itulah Kerajaan Dwarf.

Jadi seperti rencana, kami lanjut pergi ke utara mengikuti sungai Ameld.
Karena mengikuti sungai bisa menghindari kami dari tersesat. Walau hanya untuk jaga-jaga, aku sudah membuka peta di kepalaku.
Dan untuk pemandu kami -- dia sudah dikirim sebagai pengirim pesan ke kerajaan sebelumnya, jadi kami menyerahkan itu kepadanya.
Tapi yang bener aja... para serigala storm fang ini benar-benar cepat! Dan tidak ada tanda-tanda lelah.
Sejak kami memulai perjalanan tiga jam lalu, mereka belum ada istirahat. Dan tidak lupa juga dengan kecepatan mereka yang 80 kph (50 mph).
Mereka bahkan tidak perduli dengan tanah yang tidak rata, dan sambil berlari dengan tujuan seperti untuk menghindari mabuk!
Ini entah mengapa terasa nyaman, kira-kira seperti itulah.
Pada kecepatan ini, ini mungkin bahkan tidak butuh sampai seminggu.
Toh, gak perlu juga buru-buru. Yang pasti aku ingin memikirkan tentang masalah pakaian dan tempat tinggal secepatnya, tapi ini juga gak apa untuk santai sedikit.

「Ooooi! Kalian tidak perlu memaksakan diri sampai segini!」

Adalah apa yang aku teriakkan.
Tapi entah mengapa, kecepatannya bertambah.
Pada awalnya aku benar-benar menikmati angin yang dihasilkan dari serigala yang lebih cepat dari motor ini, tapi tidak lama itu menjadi membosankan.
Dan lagi mengingat bahwa akan sulit untuk kata-katamu didengar pada kecepatan ini, tapi aku punya [Telepathic Communication]!
Mungkin ada baiknya melanjutkan perjalanan sambil berbincang.
Jadi aku menyambung ke jaringan pikiran mereka.
Apa yang akan ku dengar...?

「Riguru-kun. Aku selalu ingin tahu, siapa yang menamai saudaramu?」

「Ay! Walau untuk orang seperti aku, tidak perlu pakai '-kun'! Kalau untuk nama saudaraku, dia bilang seorang pengembara dari ras iblis menamainya.」

「Oh? Iblis menamai goblin?」

「Ya, walau ini terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu. Aku masih kecil saat itu... tapi mereka bilang dia tinggal beberapa hari dan merasa puas dengan saudaraku.」

「Heh... Pasti dia saudara yang baik ya.」

「Iya! Aku sangat bangga terhadapnya. Sampai ingin mengatakan "Suatu hari aku ingin melayani Gelmudo-sama, juga!"」

「Si Iblis tidak membawa saudaramu dengannya?」

「Iya. Dia masih muda, tapi dia pergi dengan janji untuk kembali ketika aku menjadi lebih kuat.」

「Begitunya. Akankah dia akan terkejut jika dia melihat desanya sekarang!」

「Pasti! Tetapi, aku sekarang melayani Rimuru-sama. Mau seberapa hebat pasukan Raja Iblis itu, aku tidak bisa lagi bergabung Gelmudo-sama.」

「Pasukan Raja Iblis...? Kurasa aku pernah mendengar mereka. Tapi lupakan itu, bagaimana kau mempercayainya?」

「Seperti yang kau katakan. Tapi apakah itu kepercayaan atau pendirian, aku tidak tahu. Walau saudaraku menerima nama dari si iblis, dia tidak berevolusi sampai seperti ini.
Jelasnya, tingkat evolusinya berbeda. Tidak pernah kukira untuk mendengar "Suara Dunia" seumur hidupku!」

Hobgoblin lainnya hanya akan bergabung dengan kalimat seperti "Itu benar!".
Apa ini memang seperti yang dikatakannya?
Ketika kau menerima nama, kau berevolusi. Dan, evolusinya tergantung dari kekuatan pemberi...
Jika aku memiliki kesempatan untuk meneliti, aku akan mencobanya.
Lebih penting lagi: pasukan Raja Iblis.
Ini benar-benar ada di dunia ini!
Akankah Raja Iblis datang untuk merekrut kami? ... sisi mana yang harus kami dukung???
Pikiran itu kutinggalkan dulu sampai nanti dia datang.
Pokoknya, seorang "Hero" juga ada, dan jika seseorang harus melawan raja iblis, itu pas dia.
Walaupun apakah dia masih hidup setelah 300 tahun adalah sebuah pertanyaan... Dia mungkin sudah reinkarnasi beberapa kali sampai sekarang, dan sekarang sedang berlatih dalam damai.
Mari buat cacatan mental mengenai ini.

Kalau begitu, percakapan selanjutnya adalah...

「Ranga! Bukannya aku musuh dari ayahmu? Apa kau tidak apa dengan berada di sampingku?」

Adalah bagaimana aku menanyai si serigala hitam.

「Sejujurnya, pikiran itu tidak pernah melintasi kepalaku.
Tetapi, biasanya takdir para monster itu berada pada hasil dari pertarungan.
Jadi mengenai perangnya tadi, pemenang menyatakan keadilannya.
Yang kalah kehilangan semuanya...
Dan begitulah... Aku, yang sudah mulai dimaafkan oleh Anda, tuanku, dan bahkan sampai dianugrahkan sebuah nama! Aku tidak merasakan apapun selain terima kasih terhadap Anda!」

「Begitukah.... yaa, jika ada saatnya kau ingin balas dendam, datanglah padaku kapanpun.」

「Fufufu. Sejak berevolusi, aku bisa berpikir lebih jernih. Dan tidak seperti saat pertarungan, sekarang aku tahu. Jika Anda menghadapi kami dengan serius, kami pasti sudah habis dibantai!
Dan keinginan kami, untuk berevolusi, pasti sudah hancur seperti rumah pasir.
Kesetian abadi kami tidak untuk siapa pun!!!」

Dasar, orang ini...
Ya, kalau saja aku meniru si ular hitam, aku bisa saja menghabisi semua yang hidup, tapi aku tidak ingin melakukan itu.
Ranga terlalu menganggap diriku ini terlalu tinggi.
Toh, bukan berarti kesalah pahamannya bakalan ngelukain aku sih.

「Jadi kau mengerti... Kau sudah dewasa ya.」

「Aku ini tidak pantas untuk pujian seperti itu!」

Jadi begitulah pembicaraan kami berakhir dengan sebuah anggukan.
Akan tetapi, aku sudah membunuh orang tuanya. Tidak mungkin aku akan percaya kalau dia tidak memiliki rasa dendam.
Jika Ranga benar-benar datang untuk balas dendam, aku akan dengan senang hati akan menghadapinya.
Sampai saat itu, dia hanya perlu untuk bertambah kuat.
Sekarang ini, bagaimana pun aku melihat dirinya, dia setidaknya sekuat si ular hitam.

Dan itulah bagaimana kami melanjutkan petualangan kami.
Jadi, tanpa ada diserang oleh monster atau kecelakaan lainnya, dengan nyaman kami melanjutkan perjalanan.
Setiap tiga jam, kami beristirahat selama tiga puluh menit. Setelah empat belas jam, kami tidur selama tujuh jam.
Aku sudah mengatakan, "bukankah kita terlalu terburu-buru?", tapi...

「Kami baik-baik saja! Dikarenakan evolusi, yang seperti ini tidak membuat kami lelah!」

Begitulah jawab Riguru,

「Kumohon jangan khawatir dengan kami! Tidak seperti Anda, tuan kami, kami membutuhkan tidur, tapi tidak begitu lama!
Terlebih lagi, kami tidak perlu makan berkali-kali, dan tidak akan melemah walau tanpanya!」

Dan begitulah tambah Ranga.
Melihat kepada yang lain, kata-kata mereka sepertinya terbukti benar.
Kalau begini, orang yang tidak melakukan apapun -- diriku, kelihatannya yang paling cerewet.
Toh, jika semuanya baik-baik saja dengan itu, aku rasa kita bisa lanjut dengan kecepatan ini.
Kita akan berlari selama dua belas jam sehari... bukannya nih orang kuat bener.

Dan di sore pada hari ke dua, ketika sedang makan malam,

「Ngomong-ngomong, Gobuta. Seberapa jauh lagi?」

Memperkenalkan Goblin Gobuta!

「Aku senang kau mau bertanya yang tidak pantas ini!!! Mohon maaf aku kalau aku salah, tapi kita harusnya akan sampai esok hari! Gunungnya sudah dekat!」

Kelihatannya bisa ditanya oleh diriku membuatnya menjadi gugup dan senang bersamaan.
"Dia gak menggigit lidahnya, kan?" Itulah bagaimana gugupnya dia.
Tapi tidak salah lagi, sebagian besar gunungnya sekarang mulai terlihat.
Dibandingkan dengan tidak melihatnya sama sekali kemarin -- sungguh kecepatan yang mengerikan kami jalannya!
Mengenai itu...

「Ngomong-ngomong, dan aku tahu ini pertanyaan mendadak, tapi kenapa kalian pergi ke Kerajaan Dwarf? Bukannya pedagang mereka singgah sesekali?」

Aku bertanya pertanyaan itu.
Ketika aku menanyai Rigurdo tentang "negara" goblin, dia juga mendiskusikan sesuatu tentang pedagang Kobold.
Jadi hal apa yang sudah membuat mereka untuk melakukan perjalanan dua bulan ini?

「Iya! Ini adalah tentang senjata sihir dan jirah. Dwarf mau membayar mereka dengan harga tinggi! Kami menerima pembayaran dengan peralatan... jadi kami membantu penjual membawanya kembali!
Dan lagi, tidak satupun dari kami bisa menggunakan peralatan itu...」

Jadi begitu.
Jadi mereka terkadang menjual peralatan yang di bawa oleh petualang.
Dan dengan begitu, mereka pergi tanpa peralatan layak.
Kalaupun mereka menjualnya ke Kobold yang bahkan tidak bisa menilainya.
Di tempat pertama, goblin bisa membunuh pemula yang tersesat, sepertinya.
Tidak mengira mereka untuk mendapatkan sesuatu yang bagus di tangan mereka...
Tapi siapa mengira si dwarf akan membuatkan mereka jirah... mereka mungkin saja merupakan ras yang baik.
Kuharap, kami bisa memiliki hubungan pertemanan.
Sebenarnya, mari bentuk hubungan rekan kerja saja.

Dengan itu,
Sejak kami memulai perjalanan, tiga hari telah berlalu.
Kota indah terukir didalam deretan gunung.
Dibuat oleh alam, benteng alami.
Negara Pejuang Dwargon (The Warrior Country Dwargon).

Kami sudah sampai di Kerajaan Dwarf.


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlindungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: One who Commands Monsters
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Khusus Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], Skill Ekstra [Water Manipulation], Skill Ekstra [Magic Perception], Skill yang Diturunkan : Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor], Serigala [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance


Senin, 03 Oktober 2016

Slime - Chapter 12 - Mempersiapkan Lingkungan Kami

(TL Note : ane balik lagi semuanya... weiiii... ane semalem baru aja dari kolam berenang...
tapi ini rahasia ya... ane enggak pande renang... hiks* hiks*... iri bener ngeliat yang bisa berenang.)



Chapter 12 - Mempersiapkan Lingkungan Kami



Hmmm.
Para monster benar-benar berkembang dengan cepat sekana tiga hari ini.
Betapa mengejutkan...
Ini apa yang sebut... evolusi, ya...
Apa mendapatkan nama menyebabkan evolusi?

Kalau dipikir-pikir, Veldora ada menyinggung sesuatu tentang nama...
Sesuatu tengan "tak bernama" dan "monster bernama".
Jadi begitu! Bagi monster untuk mendapatkan nama adalah bagi mereka 'tuk menjadi monster bernama!
Jadi status mereka meningkat, dan hasilnya -- evolusi!
Jadi begitu... itulah kenapa mereka kegirangan.
Itu juga menjelaskan kenapa aku menggunakan begitu banyak tenaga.

Evolusi monster sangat konyol.
Dari pada bertumbuh besar, mungkin lebih baik untuk mengatakan kalau mereka menjadi sesuatu yang berbeda.
Mata para goblin bersinar kegirangan, memancarkan kebijaksanaan mereka, dan bagi para wanitanya...
Apaan tuh! Mereka benar-benar terlihat feminim!
Aku sangat terkejut sampai-sampai tidak bisa teriak!
Eh? ... EHH???
Aku tidak bisa mempercayai mataku.
Walau tadinya mereka monster kecil, menyerupai monyet...
Para pria menjadi Hobgoblin.
Yang wanita menjadi Goblina.
Dengan begitu mereka berevolusi.
Menurut apa yang dikatakan Rigurdo, mereka mendengar "Suara Dunia".
"Ini adalah evolusi agung dan langka yang pernah aku dengar dari legenda!" Adalah bagaimana senangnya dia ketika mengatakannya padaku tentang itu.
Para goblin wanita tadinya tertutupi dari kepala sampai kaki tapi dikarenakan evolusi beberapa bagian yang menggairahkan terlihat.
"Bahkan tembok cemburu dengan dirimu!"~ adalah candaan yang tidak bisa aku katakan lagi. (TLN : Pfftt...)
Para pria tentu saja senang.
Dan mereka juga tidak berpakaian banyak...
Aku memikirkan tiga faktor penting dalam hidup, kami harus memikirkan masalah pakaian terlebih dahulu.

.

Dan setelah itu ada masalah tentang "Ranga".
Dia menjadi sangat bahagia dengan kesembuhanku, sampai dia tidak meninggalkanku sendiri sedetikpun.
Dan selagi aku tidak bisa bilang aku tidak suka bulu yang lembut... aku orangnya lebih ke kucing.
Jangan salah sangka dulu: Aku tidak membencinya.

「Jadi, Ranga, aku hanya memberikan dirimu nama, terus kenapa semua dari kawanan berevolusi?」

Itu benar. Tepat ketika aku memberikan Ranga nama, kejadian tidak nyaman itu terjadi...

「Tuanku tercinta! Kami dari fang wolf adalah "semua sebagai satu". Nama yang anugrahkan sudah menjadi nama spesies kami!」

Jadi gitu, jadi gitu.
Nama yang dibagi, jadi semuanya berevolusi.
Menurutnya, alpha yang sebelumnya tidak menyukai prinsip ini.
Jika dia melakukannya, pertarungan itu mungkin akan berjalan sedikit berbeda.
Oh dan dengan hal mengenai itu, Ranga kelihatannya telah mengamankan kepemimpinannya di kumpulan.
Dan berkat hal itu, spesiesnya berubah dari fang wolf menjadi storm fang wolf. (TLN : Serigala Taring Badai)
Jadi untuk singkatnya, mereka sudah menjadi lebih kuat! Adalah yang ingin aku katakan.
Kelihatannya seperti dia ingin dipuji, jadi...

「Kerja bagus!」

Dan bahagianya dia mengibaskan ekornya.
Seperti yang kau bayangkan, jika seekor monster lima meter mulai mengibaskan ekornya, kau akan terhempas.
Dan lucunya, dipelototi saja sudah cukup membuatnya patah hati.

Masalahnya, bagaimanapun, adalah dalam perawatan serigalanya.
Karena sudah menjadi pasangan, para segirala dan goblin hidup bersama...
Atau lebih tepatnya, dikarenakan tidak ada rumah, goblin menggunakan serigala sebagai guling.
Pertama masalah pakaian, dan sekarang tempat tinggal.
Jadi... bagaimana ini...?

.

Ada segunung makanan di depanku sekarang.
Jadi dengan hal untuk perawatan, itu menjawab semua masalah.
Kelihatannya bersamaan dengan waktu aku kehabisan energi, mereka mulai berevolusi.
Dan, setelah itu selesai sehari kemudian, mereka memutuskan untuk merayakannya bersama.
Tetapi, dikarenakan aku sedang dalam proses penyembuhan, mereka hanya terus mengumpulkan makanan.

Jadi selama penyembuhan, walaupun aku bisa merasakan sedang dirawat, aku tidak merasakan evolusi ataupun persiapan untuk pesta.
Kondisi hemat energi membuatku benar-benar tidak berdaya. Harus lebih hati-hati.
Tetapi, untuk menunggu perintahku bahkan dalam situasi ini -- itu adalah hal yang patut dipuji.
Kelihatannya kecerdasan mereka meningkat selama evolusi.
Mungkin roh itu berpengaruh lebih besar dari pada tubuh.
Pada awalnya, para goblin akan berburu dan mengumpulkan makanan, dan terus bertahan hidup.
Sekarang, dengan bantuan serigala, wilayah mereka sudah jauh meningkat.
Yang lebih mengejutkan lagi, bagaimanapun, adalah tentang pasangan goblin-serigala bisa menggunakan komunikasi telepati.
Mereka telah menjadi goblin pengendara serigala.
Dengan itu, para serigala tidak lagi hanya menjadi tambahan untuk daya tempur kami.
Goblin -- seekor monster yang tidak pernah menang sebelumnya sekarang telah menjadi pemburu handal.
Dan jumlah makanan yang mereka kumpulkan dalam dua hari ini adalah buktinya.
Tetapi, ada satu masalah.
Hidup dengan mengandalkan hasil dari hutan agak tidak pasti.
Aku harus mengajarkan mereka cara berladang secepatnya nanti.
Aku rasa aku perlu memulai dengan mencari bibit tanaman... mungkin padi.
Aku akan mengingatnya.
Untuk sekarang, mari kita nikmati saja partinya tanpa memikirkan yang lain!
Dan jadi hari itu, dalam perayaan untuk evolusi mereka, berakhirnya pertarungan, kesembuhanku, pestanya berlanjut sepanjang malam.

.

Dan matahari terbit lagi.
Semuanya telah berkumpul.
Ada banyak hal untuk dilakukan hari ini, tapi aku harus pertama-tama menyampaikan persoalan yang paling penting.
Itu adalah, peraturan di desa ini.
Itu adalah yang harus diputuskan di paling awal.
Komunitas manapun membutuhkan peraturan. Gagasan dasar untuk orang Jepang.

"Peraturan adalah sesuatu yang melindungi, bukan sesuatu yang dilindungi."

Orang dewasa (termasuk aku) sering bercanda seperti itu, tapi itu tidak penting sekarang.
Aku harus memikirkan tiga peraturan utama.
Setidaknya, aku ingin menjaga ketiganya.
Peraturan lainnya bisa mereka buat dan jalankan sendiri.

「Apa semua sudah berkumpul? Kalau begitu, aku akan mengumumkan peraturannya! Inilah ketiganya, dan aku ingin kalian semua untuk berjanji dengan sungguh-sungguh untuk menepatinya.」

Setelah berkata begitu, aku mengumumkan peraturannya.

1. Jangan menyerang manusia.
2. Jangan bertengkar sesama teman.
3. Jangan memandang rendah ras lainnya.

Jadi itulah ketiga peraturannya.
Dengan banyak pikiran banyak peraturan lainnya harus ditambahkan, tapi mereka akan sulit untuk menepatinya.
Untuk diriku pribadi, aku mendirikan yang terpenting dulu.
Jadi sekarang, bagaimana mereka menanggapinya?

「Apa ini tidak apa? Untuk alasan apa kita harus menghindari bertarung dengan manusia?」

Begitulah Rigur bertanya.
Sebagai balasan, Rigurdo melototi anaknya dengan ekpresi marah. Apa dia mengerti tujuanku?
Mereka benar-benar harus santai sekali-kali.

「Mudah. Aku menyukai manusia. Akhir cerita.」

「Jadi begitu! Mengerti!」

Eh? Dia... mengerti?
Tunggu sebentar, semudah itu?
Tapi dari apa yang kulihat, semuanya setuju dengan penjelasanku.
Aku kira bakalan ada yang tidak nyaman dengan peraturan itu. Aku rasa bersalah sekali-sekali adalah hal yang baik.

「Ah, yaa. Manusia hidup berkelompok, kau tahu. Jika kau mendekati mereka, mereka mungkin akan menjawab dengan kekerasan.
Akan menjadi sangat sulit untuk bertahan hidup jika mereka menyerang dengan serius.
Dan begitulah, ikut campur dengan urusan mereka itu sangat dilarang.
Dan lagian, akan menjadi lebih baik jika kita bisa akrab dengan mereka...」

Aku tidak punya rencana lainnya, jadi aku juga memutuskan untuk mengatakan alasan utamanya.
Tentu saja, "Aku cinta manusia" adalah yang asli. Aku juga kan bekas manusia.
Mendengar penjelasanku, Ranga menunduk dengan dalam.
Yang pentinga, aku mendapat yang kuinginkan.
Dia pasti punya alasannya sendiri untuk menghindari manusia.
Apalagi, ekspresi para hobgoblin juga seperti: "Kami mendengar dan mematuhi!"

「Ada lagi?」

「Untuk tidak memandang rendah ras lainnya... apa itu maksudnya?」

「Oh, yaa, kalian semua sudah berevolusi dan bertambah kuat, kan? Jadi bertingkah sombong dan meninggi dan sok kuat di depan ras yang lebih lemah! Itulah yang menjadi maksudnya.
Bahkan jika kau sudah mendapatkan kekuatan, jangan salah sangka itu dengan kekuatan absolut.
Bukannya akan jadi sangat konyol jika yang sudah kau kalahkan menjadi lebih kuat dan membalas dendan kepadamu?」

Semuanya mendengar dengan antusias.
Sepertinya semua akan baik-baik saja.
Dan di masa depan, bahkan dengan peringatan ini, beberapa akan melewati batas.
Tetap saja, aku sangat senang jika ini bisa mencegah bahkan hanya beberapa kecelakaan.

「Dan begitulah kira-kira. Lakukan yang terbaik untuk mengikuti peraturan ini!」

Dan itulah bagaimana aku memutuskan peraturan baru desa ini.

Akan tetapi, sebuah tragedi nantinya akan terlahir dari salah satu peraturan ini.
Tentu saja, aku tidak mengetahui akan hal itu pada waktunya.
Aku bukanlah mahamengetahui ataupun memiliki kemampuan melihat masa depan...

Semuanya mengangguk mengakuinya.
Dengan ini, kisah baru dimulai untuk komunitas kami.

.

Jadi sekarang, setelah peraturan, kami mendiskusikan pembagian tugas.
Mereka yang bertugas mengawasi.
Mereka yang mencari makanan.
Sebuah tim untuk mengumpulkan bahan-bahan produksi mentah.
Dan sebuah grup untuk pemeliharaan gedung dan peralatan.

Aku menyerahkan tugas mengawasi kepada storm fang wolf -- dikarenakan oleh "Komunikasi Telepati" mereka.
Terdapat tujuh serigala tanpa pasangan... yaa, mempertimbangkan Ranga yang menempel padaku sekuat tenaganya, ada enam kurasa. Aku menyerahkan pengawasan kepada mereka.
Aku akan menyerahkan keterangannya kepada kepala desa Ridurdo.

「Ridurgo! Aku ingin kau menjadi Pemimpin Goblin! Urus desa ini dengan rasa bangga!」

Terus terang, aku hanya memberinya semua tanggung jawab.
Itu, khususnya, adalah sesuatu yang paling ingin aku hindari.
Akan tetapi, aku juga ingin dia berpikir tentang itu.
Aku biasa berkerja sebagai pemborong pekerjaan. Mengurus-urus bukan untukku.
Dan lagi, aku lebih memilih untuk tidak terhenti di desa ini dan kehilangan kesempatan untuk mengunjungi manusia.
Aku tidak boleh menyerah tentang ini, bahkan jika aku harus memaksanya.
Tetapi,

「Ay!!! Yang tidak pantas ini akan dengan bahagia menerima kehormatan ini!!!」

Dengan bercucuran air mata, dia bersedia menerima.
Bagus. Aku lebih suka menjadi pemimpin dengan nama saja.
"Yang berkuasa memerintah, tapi tidak mengatur" (TLN : maksudnya dia ngasih perintah, sisanya up to you)
Saran yang bagus, menurut pendapatku. Jika diperlukan, aku akan menyuarakan pikiranku.
Tapi yang benar... Ridurdo. Goblin tua yang tidak kokoh dan keriput ini dengan satu kakinya yang mati telah menjadi hobgoblin yang tegap dan berotot.
Dihari baiknya, apa mungkin dia akan menjadi lebih kuat dibandingkan anaknya, Riduru, kira-kira ya?
Dasar... monster benar-benar terus saja mengejutkanku.

「Yup. Aku serahkan kepadamu! Oh dan ngomong-ngomong, aku pernah melihat caramu membangun rumah... kau buruk.」

Terus terang, aku bahkan tidak bisa menyebut itu "rumah".

「Sungguh topik memalukan yang Anda bawa-bawa... kalau boleh jujur kepadaMu, kami tidak pernah perlu untuk membangun bangunan besar sebelumnya...」

「Tuh kan. Yaa, Kalian sudah bertambah jumlahnya. Oh, dan tentang pakaian... ada banyak kali lubang -- ada yang bisa kau lakukan tentang itu?」

「Ah! Kami sudah pernah bertransaksi dengan beberapa kelompok mengenai itu. Tentunya anggota mereka sangat ahli dalam pembuatan pakaian!
Terlebih lagi, seseorang yang seahli mereka, pasti mereka tahu cara membangun rumah!」

Jadi begitu.
Sebagai orang dari jasa kontraktor umum aku sendiri punya pengalaman, tapi aku ini orangnya kerjaan-sendiri-sana.
Aku bukanlah orang pembajak-semua-hal dan ada batas untuk kemampuanku.
Jika kita bertemu dengan mereka, mungkin kita bisa mempekerjakan beberapa...
Bukannya kita akan kehilangan sesuatu dengan bertanya.

「Baiklah. Ini mungkin bermanfaat untuk pergi dan menanyakan mereka. Jadi, apa yang kalian gunakan untuk membuat kesepakatan? Emas?」

「Tidak, kami menukarkan beberapa barang dan kepunyaan kami yang "didapat" dari petualang, tapi itu bukanlah pilihan.
Dari pada uang, kami bertukar barang, melakukan kerja serabutan, dan lalu perlahan mengumpulkan cukup uang untuk membeli sesuatu.
Semua perlengkapan yang kami punya kami dapat dari mereka.」

「Oh? Jadi, ras apa mereka itu?」

「Dwarf!」

Dwarf!
Si ahli pandai besi, ras terkenal!
Kami harus pergi!
Dan lagi, ketika para pakaian goblin benar-benar perlu diganti, jirah mereka juga sama hancurnya.
Dan walaupun jirah itu bertahan lebih lama dari pada pakaian rusak, ukurannya tetap tidak cocok.
Jadi itulah hal lain yang perlu ditingkatkan.
Akan tetapi... kami tidak memiliki perlengkapan yang "dijatuhkan" oleh petualang, dan tidak punya uang.
Apa yang harus ditawarkan untuk pertukaran...? Tidak ada terpikirkanku sekarang.

「Aku akan bertemu mereka. Rigurdo, bisa aku serahkan persiapannya padamu?」

「!!! Serahkan padaku! Aku akan segera menyiapkan semuanya pada siang hari!!!」

Rigurdo yang semangat.
Aku serahkan ini padanya. Dia mungkin akan membongkar reruntuhan sekitar untuk mengumpulan sisa uang juga.
Mata uang dunia ini, ya... Aku akan tertawa jika itu kertas.
Kalau dipikir-pikir, aku, diriku, tidak tahu apa-apa tentang ini.
Jika aku berencana untuk mengunjungi kota manusia, aku setidaknya harus tahu tentang pertukaran mata uang mereka.
Yaa, mari tanya si dwarf saja tentang ini.
Jadi, ketika para goblin sibuk dengan pembangunan, haruskah kita pelan-pelan saja mengunjungi si dwarf?
Dan suatu hari aku akan mengunjungi kota manusia.
Dari apa yang kudengar, para dwarf hidup di kota yang sangat besar -- maksudnya untuk seorang setengah-manusia.
Mereka kelihatannya juga memiliki seorang raja mahkota, bukanlah yang goblin bisa temui.
Dan lagi, bisa masuk ke dalam kota saja adalah hal yang mengagumkan.
Diskriminasi terhadap goblin... Kira-kira apa ini berjalan dengan baik.
Aku, sendiri ini, tidak lain adalah slime; kuharap mereka tidak akan terlalu terkejut.
Ketika aku sedang khawatir, aku juga mengharap banyak dari kunjungan ini.

Sudah sangat lama sejak aku setegang ini.


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlindungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: One who Commands Monsters
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Khusus Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], Skill Ekstra [Water Manipulation], Skill Ekstra [Magic Perception], Skill yang Diturunkan : Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor], Serigala [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance