Selasa, 01 November 2016

Slime - Chapter 15 - Kesepakatan dengan si Penjaga Keamanan

(TL Note : setelah dua hari berlalu... ane meluncurkan chapter 15... berbahagialah...)



Chapter 15 - Kesepakatan dengan si Penjaga Keamanan



「Aku meminta maaf sedalam-dalamnya~~~!!!」

Aku menundukkan kepalaku sedalam mungkin (setidaknya dalam hatiku!).
Kami sedang ditahan di pos keamanan dari penjaga gerbang bangsa dwarf.

.

Setelah menyebabkan keributan sampai seperti tu, entang mengapa sangat jelas bahwa aku tidak akan dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan di tempat.
Para penjaga bangsa dwarf telah dengan cepat datang dan langsung mengepung kami yang terlibat.
Walaupun... 5 orang musuhku sebelumnya telah kalah telak, jadi aku merasa kalau aku hanya sedang terjebak dalam lingkaran itu.
Itu dia! Aku harusnya diam-diam berubah kembali menjadi slime dan... Melarikan diri.
Aku berpikir pada diriku sendiri, 'Eureka!'.
Tapi sekembalinya aku menjadi bentuk slime-ku dan berusaha untuk kabur...

Tangkap!

Badanku ditangkap dengan paksa, dan lalu perasaan seperti dikantungi datang padaku.
Aku dengan mudahnya ditangkap...
Prajurit-san yang menangkapku tersenyum dengan wajah yang berkata, 'Kau pikir mau pergi kemana dirimu?'
Tapi aku bisa mengetahui dari urat yang mengumpul di keningnya, bahwa dia tidak bahagia sedikit pun.

「Tung-, aku belum melakukan apapun kau tahu! Aku juga korban dari masalah ini!」

Aku mencoba memohon bagaimana Gobuta-kun akan melakukannya, tetapi...

「Ah hah. Apa itu benar! Semuanya sama, aku akan mendengarkan ceritamu di pos keamanan! Kau sebaiknya tidak berpikir untuk melarikan diri!」

Dia masih memasang senyum indah itu, bahkan ketika sedang memperingatiku.
Itu mungkin ide yang baik untuk menyerah saja...
Tiba-tiba aku berpikir pada diriku, 'Apa yang Gobuta-kun lakukan sekarang?', dan ketika aku melihat sekitar...
Aku melihat itu bahkan sampai sekarang, matanya masih tertutup dan telinganya masih ditutupinya.
...Si idiot itu! Apa yang dipikirkannya?
Tidak tunggu... dia mungkin tidak berpikir sama sekali. Lagian dia itu kan bodoh.
Ketika entah mengapa aku merasa terkejut, aku memanggil Gobuta-kun kemari.
Dan inilah bagaimana kami diseret ke pos keamanan.

.

Urutan bagaimana kejadiannya berlangsung waktu itu.

Pertama, aku dipaksa untuk bertarung!
Kedua, aku berubah menjadi serigala!
Ketiga, Aku mengeluarkan lolongan di volume yang agak kuat.

Bagaimana itu? Aku tidak ada salah kan?
Dengan itu di pikiranku, aku curi-curi pandang dengan si prajurit-san.
Seperti biasa, dia masih memasang senyum indahnya itu.
Janggutnya yang sangat cocok dengan penampilannya yang seperti orang baik dan lemah lembut.
Walau sangat disayangkan sih~, jika saja urat di keningnya itu agak tenang...

「Umm~, kenapa aku ikut dibawa bersamamu?」

「Dasar i-di-ot! Apa yang kau katakan? Karena kau ikut terlibat dalam kekacauan itulah, kita yang jadi disalahkan!」

「Eh?! Jadi itu yang terjadi! Aku benar-benar minta maaf... Aku menyebabkan banyak masalah lagi...」

「Yaa, kali ini itu tidak terelakkan, tapi pastikan untuk lebih hati-hati lain waktu oke?」

Haahh. Kurasa aku berhasil menipunya. Apa yang aku gunakan barusan tadi adalah serangan penghabisan, "ini semua salahmu"! (TLN : Original text = 人のせい / Omae no sei. Jurus yang paling sering ane pake nih.)
Ini merupakan teknik sosial tingkat lanjut yang bisa kau kuasai hanya setelah bertahun-tahun pengalaman. Triknya adalah agar pihak sebelah tidak mencurigai dirimu.
Ini termasuk sulit untuk digunakan!

Lanjut saja.
Sebenarnya, ketika aku pura-pura mengingat bagaimana kejadian itu terjadi, sebagian besar memang benar.
Menggunakan informasi yang mereka dapat dari saksi, para penjaga juga sudah sampai di kesimpulan yang sama dengan yang bagaimana kusampaikan.
Aku merasa bahwa sikap mereka terhadapku menjadi sedikit lebih lembut.

「Oke, Tentang monster serigala itu. Apa itu?」

Yang sedang bertanya adalah si prajurit-san yang bertugas dalam investigasi.
Apa yang dia maksud apa itu?
Nama dari spesiesnya?

「Begini, nama dari spesies serigala itu adalah-...」

「Bukan itu. Aku tidak perlu tahu nama spesiesnya, atau sesuatu seperti itu. Kenapa monster seperti itu bisa muncul di tempat itu? Sejak awal, dari mana dia itu datang dan kemana dia pergi? Katakan semua yang kau ketahui!」

Mm?
Walaupun aku katakan pada mereka kalau aku berubah menjadi serigala itu, kelihatannya mereka tidak mempercayaiku?
Sebagai peraturan, pahlawan menyembunyikan fakta bahwa mereka bisa berubah, tapi aku bukan pahlawan.
Itulah kenapa aku mengatakan semuanya dengan terbuka, dan tetap saja...

「Tidak... sekarang lihat kesini, aku bilang padamu kalau itu adalah aku yang berubah menjadi serigala itu!」

「Haa~. Dasar, aku mendapati bahwa itu adalah hal yang langka untuk slime bisa berbicara, tapi berubah?」

「Tunggu tunggu, lalu haruskah aku tunjukkan padamu kalau aku bisa melakukannya?」

「Hmph. Sudahlah terserah. Tetapi, mari kita anggap saja kalau si serigala itu adalah dirimu. Kenapa kau bisa berubah? Bukannya kau slime?」

Eh?
Dihadapkan dengan pertanyaan seperti itu, bagaimana aku harus menjawab?
Menjawab dengan jujur, 'Itu adalah skill unik', akan menjadi tindakan bodoh. Jika aku melakukannya, itu akan menempatkanku di level yang sama dengan Gobuta-kun.
Berpikir!
Mendapat sebuah penjelasan yang bagus di momen ini, diriku!!!

「Sebenarnya itu... seorang penyihir meletak kutukan kepadaku. Kupikir itu dilakukannya karena iri akan bakatku... Waktu itu, aku adalah pengguna sihir ilusi.」

「Uh huh. Dikutuk oleh penyihir... kau bilang. Terus?」

「Yaa itu, oh iya. Aku telah belajar banyak mantra ilusi dan berfokus untuk belajar, tapi seorang penyihir jahat mengubahku menjadi slime...
Sekarang, aku sedang dalam perjalanan menemukan metode untuk menghancurkan kutukan ini padaku... dan seperti itulah kejadiannya!」

「Bagaimana kau bisa bertemu dengan si penyihir jahat ini? Kenapa kau tidak dibunuh tapi malah dikutuk?」

Ughh... padalah akan sangat bagus kalau dia menerima semuanya begitu saja... Ketekunannya hampir menjengkelkan.
Yaa, ini cukup masuk akal aku rasa. Jika dia percaya padaku hanya seperti itu, aku akan menganggapnya tidak lebih baik dari pada goblin.
Dan dimulai sekarang, ini kelihatan menjadi 2 jam yang tidak pernah berakhir berlalu.
Itu adalah waktu dimana serangan dan pertahanan tiada akhir (tanya jawab) antara diriku dan prajurit-san.
.
.
.

-Pertukaran kata-kata yang penuh gairah antara dua orang, telah perlahan membentuk menjadi sebuah cerita yang tidak pernah didengar sebelumnya.

Ceritanya tentang seorang wanita cantik jelita, yang dikutuk oleh penyihir jahat dan diubah menjadi slime.-



Aku tidak bermaksud untuk mengubahnya sampai kesitu, tapi pada saat aku menjawab pertanyaan tepat prajurit-san di depan semuanya, aku malah melahirkan sebuah cerita aneh yang sangat aneh.
Pada akhirnya, aku adalah si gadis muda yang jenius dalam berubah dan sihir ilusi. Dia dikutuk oleh penyihir (witch) dan sedang dalam perjalanan untuk menghancurkan mantra itu, atau begitulah jadinya...
Kau mau bertanya, bagaimana bisa jadi seperti ini?
Kapanpun aku mengatakan sesuatu yang aneh, prajurit-san akan dengan kejamnya menjatuhkanku dalam nama investigasi.
Dan dalam proses memperbaiki ceritaku agar cukup untuk membuatnya mengatakan, 'Jadi seperti itu rupanya!', itu sudah sangat terlambat...
Diriku dan prajurit-san. Pada akhir semua itu, kami telah bertukar pandangan yang penuh akan perasaan pencapaian... walau aku tidak punya mata sih!
Tidak ada kata terucap, tapi perasaan kami telah bersilang satu sama lain.

「Baiklah! Bukti yang tertulis (walau isinya gak masuk akal...) telah selesai! Terima kasih atas kerja samamu! Ngomong-ngomong, apa yang akan kalian berdua-...」

Jedar!

「In- ini buruk! Dibawah tempat tambangan, seekor Armorsaurus muncul! Mereka bilang kalau beberapa penambang yang sedang mencari ore telah terluka!」(TLN : ore = bijih besi)

「Apa?! Jadi, apa Armosaurus ini masih belum dikalahkan?」

「Tidak ada masalah tentang itu! Barusan, pasukan penindas telah dikerahkan. Tapi mereka yang terluka sedang dalam kondisi buruk. Aku tidak tahu apakah itu karena persiapan atau hal yang lain, tapi semua yang berhubungan dengan obat telah habis terjual, dan kelihatannya mereka tidak akan mengeluarkan stok darurat dari kastil...」

「Apa tidak ada healer disana?」 (TLN : Healer = Penyembuh)

「Itu sih... kau tahu kalau untuk menambang "magic ore" kau perlu untuk masuk jauh kedalam gua, kan? Saat ini, semua healer yang bisa dipakai telah dibawa untuk mengawal para penambang, dan yang hanya bisa dipakai saat ini hanyalah para tanduk hijau!!!」 (TLN : magic ore = bijih besi sihir)(tanjuk hijau = Greenhorn, atau bisa dibilang sih orang yang suka cari muka gitu.)

「Apa kau bilang...!?」

Ini sepertinya merupakan situasi yang serius... dan mereka telah benar-benar melupakan aku disini.
Aku berpikir sendiri, 'Kalau disana adalah stok darurat di dalam kastil, keluarkan mereka!'...
Obat penyembuh ya. Walaupun aku punya mereka... apa yang harus kulakukan?

「Oi, tuan! Tuan!!!」

Aku memutuskan untuk memberikan mereka beberapa.
Untuk kenapa aku melakukan ini, ini bukan karena aku berpikir mungkin membangun imej bagus diriku mungkin akan membuktikan bahwa aku tidak bersalah di kecelakaan barusan... ini benar-benar tidak seperti itu!
Menyelamatkan hidup adalah hal yang alami untuk dilakukan!
Walau aku mengakuinya, aku terdengar mencurigakan...
Tapi mereka bilang kalau rasa kasihan itu bukan untuk keuntungan orang lain. Dalam kata lain, sesuatu yang bagus akan terjadi kepadaku!

「Ada apa? Aku sibuk sekarang! Investigasinya telah selesai sekarang, tapi aku masih belum bisa mengeluarkan dirimu. Untuk saat ini, kau akan menunggu di tempat ini!」

「Tidak tidak, bukan itu. Ini tentang ini, kau lihat?」

Aku mengeluarkan obat dari kantungku. (Atau kalau dari sudut pandang mereka, aku hanya sedang meludah.)

「...? Ah, apa ini?」

「Ini adalah obat penyembuh. Ini berkualitas unggul! Bagus untuk diminum! Bagus untuk diberi ke luka!」

「Ha? Kenapa malah slime sepertimu memiliki sesuatu seperti obat-obatan?」

Hei hei... Kemana karakterku yang sebelumnya (cerita tentang si gadis muda) pergi.
Barusan aku benar-benar diperlakukan seperti slime! Seperti yang kuduga, dia ternyata juga mengikuti arus pada waktu itu.
Yaa kesampingkan itu dulu...

「Itu tidak terlalu penting kan? Coba saja gunakan ini. Berapa banyak yang kau butuhkan?」

「Enam orang yang terluka tapi... apa kau punya cukup?」

Si prajurit-san muda, yang telah datang melaporkan situasi, sedang menatapku dengan curiga.
Monster memberikanmu obat... jika itu aku, aku tidak akan menerimanya.

「Tsk! Bagaimana pun, jangan tinggalkan ruangan! Kita pergi sekarang!」

「Eh? Tapi, kapten... itu adalah monster kau tau?」

「Diamlah! Kita pergi! Cepatlah tunjukkan jalannya!!!」

Sambil mengatakan itu, si prajurit-san yang berjanggut yang dipanggil sebagai kapten mengambil 6 obat yang kukeluarkan dan langsung berlari.
Walaupun kami tidak pernah berbicara dengan baik satu sama lain, aku pikir dia memutuskan untuk percaya denganku.
Dia kelihatannya orang yang baik, tepat seperti penampilannya. Walau itu mengejutkan bahwa dia merupakan seorang kapten.

「Apa sudah berakhir sekarang?」

Itu adalah Gobuta-kun yang bertanya. Dia telah diam saja dari dimulainya interogasi, hanya terkadang mengangguk setuju pada kata-kataku.

「Ini masih belum berakhir, tapi yaa... mari kita lihat bagaimana jadinya.」

「Baiklah!」

Dan setelah itu, kami menunggu dalam keadaan pikiran yang benar-benar kosong.
Terkadang, diantara para prajurit yang datang dan keluar dari pos keamanan, beberapa akan menatap kearah kami kebingungan, memiringkan kepala mereka...



Kami telah menghabiskan 1 jam menunggu.
Aku tengah berlatih mengendalikan benang laba-labaku untuk menghabiskan waktu, ketika aku merasakan langkah kaki kembalinya kapten dan anak buahnya.
Berhenti melakukan yang barusan, aku kembali ke ruang tunggu.
Gobuta-kun sedang tidur disana. Nih orang... tanpa disangka, dia mungkin benar-benar merupakan orang yang luar biasa!

「Kau telah menyelamatkan kami! Terima kasih.」

Masuk ke dalam ruangan, si kapten mengucapkan terima kasih sambil menundukkan kepalanya.
Juga dengannya, adalah kelompok penambang yang mengikuti dari belakang.

「Kudengar kaulah yang telah memberikan obatnya! Terima kasih!!!」

「Sejujurnya, aku sedang diambang kehilangan lengan, dan tidak bisa bekerja lagi... benar-benar, terima kasih!!!」

「....」

Semua para penambang mengutarakan rasa terima kasih mereka bergantian.
Oh masih ada satu orang lagi... kenapa dia tidak mengatakan apapun!
Tapi yaa, aku telah menerima perasaan terima kasih mereka.



Sesaat berlalu, dan para penambang telah semua menyelesaikan apa yang mereka ingin ucapkan dan telah pergi.
Sebelum aku menyadarinya, matahari telah terbenam dan diluar telah menjadi gelap.
Setelah itu, si kapten dan aku berbagi cerita lainnya. Kali ini, aku tidak menyembunyikan apapun darinya.

Si lima orang, dari kecelakaan yang sebelumnya terjadi, ternyata adalah petualang yang merupakan bagian dari Freedom Association (Persatuan Kebebasan / Guild).
Kelihatannya, mareka adalah orang-orang berbakat, tapi cukup terkenal sebagai pembuat masalah.
Tanpa menahan apapun lagi, si kapten berkata sambil tertawa, 'Kejadian itu telah memberi mereka pelajaran!'.
Dia juga memberi tahuku, bahwa kalau sudah dipastikan kalau kami tidak melakukan kesalahan apapun, tapi untuk mempertimbangkan perasaan dari penonton yang terlibat dalam kejadian itu, tidak ada pilihan lain selain menahan kami.
Aku menemukan kalau laporan kerusakan tidak pernah dibuat.
Tapi yang benar aja, itu sih masuk akal. Membuat sebuah keluhan yang mengatakan, 'Aku ingin kompensasi atas dalemanku yang ternodai!', akan benar-benar sangat memalukan.

Sebagai balasan, aku juga mengatakan padanya keadaan kami.
Demi menghidupkan kembali desa goblin, kami membutuhkan pakaian, senjata dan jirah. Jika dimungkinkan, aku juga ingin mempekerjakan pengawas untuk desa, dan seterusnya.
Si kapten telah mendengar semua hal yang kukatakan dengan ketertarikan yang tajam.
Ketika para penjaga lainnya mengetahui tentang situasi kami, mereka mulai berbicara kepadaku tentang berbagai macam hal. Bahkan Gobuta-kun di kepung dengan pertanyaan dari segala sisi, kedapatan menjawab konstan dengan ekspresi bingung.
Dan seperti itu, malam pun berlalu...



Hari selanjutnya.
Kami masih berada di pos keamanan.
Gobuta-kun meminjam ruang istirahat. Dia pasti masih tertidur.
Karena aku tidak butuh tidur, aku sudah bedara di luar di halaman belakang, menatap pemandangan dari latihan para penjaga. Beberapa berlatih mengayunkan pedang kayu mereka (atau lebih seperti batang bohon), lainnya sedang bertukar serangan ringan, ketika yang lainnya sedang kerja keras dengan berlari.
Aku sedang santainya melihat dari sisi jalan.
Memperhatikan situasi di depanku, aku simulasikan dalam pikiranku, pertarungan antara berbagai macam monster yang sudah aku mangsa, dan para penjaga yang berlatih.
Ini benar-benar terasa seperti game.
Masih saja, aku ingin tahu jika menggunakan [Great Sage] seperti ini tidak apa-apa? Cara aku menggunakannya, itu bisa di deskripsikan seperti sebuah mutiara di depan babi...
Walaupun seperti itu, mau bagaimana lagi karena ini memang menarik. Tidak ada masalah sama sekali.
Hasil dari simulasinya: kemenangan telak bagi para monster.

Bahkan ketika para penjaga diberikan handikap (bantuan), hanya beberapa yang berhasil mengalahkan kelelawar dan kadal.
Dalam situasi 1 vs 1, kondisinya terlalu menguntungkan bagi para monster.
Tetapi, kelihatannya kalau dalam pertarungan kelompok, dengan 5~6 orang yang membuat satu party, kelihatannya ada beberapa party gabungan yang berhasil mengalahkan laba-labaku.
Dan disisi lain, bahkan dengan semua 20 orang penjaga, mereka tetap tidak bisa mengalahkan kelabangku.
Pokoknya, aku tahu kalau orang-orang ini bukanlah petarung terkuat di negeri ini, jadi mungkin ini adalah level kekuatan standar.

Ketika aku melakukan itu, Gobuta-kun juga telah bagun.
Si kapten juga disini, lapor untuk bertugas.

「Kau sudah bebas sekarang. Aku merasa tidak enak untuk menahanmu sampai sekarang.     Walau kami punya reputasi untuk ditegakkan, pada akhirnya kami malah menyita harimu. Maaf!」

「Tidak tidak, sudah hemat biaya penginapan sangat membantu!」

「Mendengar itu benar-benar membuatku senang. Sebagai permintaan maaf, mari aku kenalkan kau kepada ahli blacksmith! (pandai besi)」

「Itu akan sangat bagus! Terima kasih banyak!」

Hal baik sedang terjadi pada kami.
Mengenai inspeksi imigrasi, kami telah diberikan perlakuan istimewa dan itu terjadi tanpa rintangan, sambil di sisi lain kami menghemat uang untuk biaya penginapan.
Aku juga mengira bahwa akan sulit untuk mencari blacksmith yang handal, tapi rekomendasi prajurit-san menyelesaikan semuanya!
Kalau di lihat secara optimis, tidak ada selain hal baik yang terjadi pada kami!

「Tapi sebagai balasan untuk itu...」

Mm? Apa ada maksud tersembunyi dari semua ini?
Ketika itu mengenai hal-hal yang tersembunyi dari permukaan, semua video yang aku suka...
(TLN : IYKWIM)

「Jika kau masih punya sisa dari obat-obatan itu, aku ingin membelinya!」

Jadi begitu rupanya.
Aku telah mendengar tentang itu kemarin, kalau sepertinya stok obat-obatan sedang sedikit.
Mempertimbangkan aku punya banyak persediaan obat-obatan, tidak masalah untuk menjualnya... tapi aku tidak mengetahui harga pasarnya.
Gimana nih?
Yaa, terserah sih.
Obat-obatan ini juga tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk diproduksi. Jika dia bilang dia membutuhkannya, kalau begitu aku akan memberikan beberapa.

「Aku bisa setuju dengan itu. Walaupun aku bilang begitu, aku juga membutuhkannya, jadi itu tergantung seberapa banyak yang kau butuhkan.」

「Aku tidak masalah walau hanya mengambil sisanya. Bahkan walau itu hanya sisa satu, aku akan mengambilnya!」

Hn? Bukannya itu aneh?
Bukannya dia mencoba untuk memperoleh stok obat-obatan?
Kalau hanya satu, tidak akan menyelesaikan apapun pada saat dibutuhkan...
Aku rasa kebutuhan untuk obat-obatan memang sehebat itu.

「Mm... kalau begitu, bagaimana kalau 5?」

「5! Itu sangat membantu!」

「Aah, dan juga, apa kau tahu kalau itu mungkin akan masih memiliki efek bagus ketika dicampurkan dengan air? Ketika mengobati cedera biasa, hanya 1/10 dari obat itu pasti baik-baik saja!」

Ketika aku menjelaskan bagaimana itu bekerja, si kapten mengangguk dengan wajah yang berteriak, 'Aku ingin lebih!'.
Setelah membuat dia mengerti, aku menyerahkan 5 buah obat dan sebagai kembalinya, aku menerima kantung kecil.
Kubuka kantung itu, aku melihat beberapa koin emas di dalam.

「Walaupun ini mungkin tidak banyak, ini adalah semua yang bisa kami keluarkan. Aku harap kau mau memberikan semuanya dengan 5 koin persatunya.」

Kelihatannya kalau 5 buah obat berharga 25 koin emas.
Tapi untuk saat ini, aku tidak bisa mengetahui untung dan rugi, jadi aku pikir untuk menggunakan kesempatan ini untuk bertanya tentang tingkat mata uang.

「Uhmm, permisi...」

「Apa itu tidak cukup? Tapi ini adalah yang terbaik yang bisa aku tawarkan...」

「Tidak, walau aku tidak masalah dengan jumlah yang kau berikan, ada sesuatu yang aku ingin kau ajarkan padaku!」

「Eh? Kau tidak masalah dengan harga segini? Ka-... kalau begitu apa yang ingin kau tanyakan?」

Hm? Hmm?
Dilihat dari reaksi itu... aku seperti diperas! Mungkin akan lebih baik lagi jika aku menekan harganya sedikit lebih tinggi.
Yaa tidak masalah sih.
Aku merasa kalau kapten-san ini adalah orang baik, jadi aku ragu dia mengambil keuntungan dariku sampai segitunya.

「Sekarang ini, aku hanya memiliki sedikit uang, tapi tidak hanya itu, aku tidak tahu menahu tentang tingkat dan harga uang...
Kalau dimungkinkan, tolong ajari aku mengenai hal ini! Karena kan, menjadi seorang slime, aku bodoh dalam hal seperti ini!」

Cara bicaraku yang sekarang benar-benar berkebalikan dari karakter semalam (cerita tentang gadis muda).
Bagaimana pun, kami berdua juga dari awal tidak pernah percaya dengan cerita itu, jadi tidak ada masalah! (TLN : Bagaimana bisa yang cerita tidak percaya dengan ceritanya sendiri?!)
Dan jadi seperti ini, kami berbicara sebelum keberangkatan yang berlangsung sangat lama, itu sih tidak sampai setelah habis makan siang lalu aku siap berkata, 'Baiklah ayo kita berangkat!'.

Aku tidak bisa merasakan apapun, tapi siapa peduli, itu makanan yang enak.



Status
Nama: Rimuru Tempest
Spesies: Slime
Perlindungan Suci: Crest of Storm
Julukan: "One Who Controls Demons" (Dia yang mengendalikan monster)

Sihir:
Tidak ada

Kemampuan:
Skill Unik [Great Sage]
Skill Unik [Predator]
Skill Khusus Slime [Dissolution, Absorption, Self-Regeneration]
Skill Ekstra [Water Manipulation]
Skill Ekstra [Magic Perception]

Skill yang Didapat:
Ular Hitam [Heat Perception, Poison Mist Breath]
Kelabang [Paralysis Breath]
Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread]
Kelelawar [Ultrasonic Waves]
Kadal [Body Armor]
Serigala Hitam [Super Olfaction, Thought Transmission, Intimidation, Shadow Movement, Black Lighting]

Daya Tahan:
Heat Fluctuation Resistance EX
Physical Attack Resistance
Pain Immunity
Electrical Resistance
Paralysis Resistance



Sebelumnya | List Chapter | Selanjutnya

Minggu, 30 Oktober 2016

Slime - Chapter 14 - Masalah

(TL Note : Penggantian nama skill.
Supreme Sense of Smell = Super Olfaction,
Telepathic Communication = Thought Transmission,
Coercion = Intimidation

yay... sorry ya lama banget baru ngepost chap 14 nya. hahaha... well... karena ane gak mau disalahin jadi ane mau langsung ngilang aja... wush...)

Chapter 14 - Masalah



Negara militer Dwargon.
Itu adalah Kerajaan para Dwarf.
1,000 tahun telah berlalu sejak generasi pertama pahlawan dwarf, Raja Guran Dwargo, membangun negara ini.
Sampai hari ini, negara ini sudah terlindungi, sebagai mana perkembangannya, adalah sejarah, budaya, dan teknologi.

Raja Gazelle Dwargo sekarang ini merupakan bagian dari generasi ketiga dwarf, tapi memiliki aura yang mirip dengan kakeknya di hari mudanya.
Dia diketahui sebagai pahlawan hebat dan dirayakan sebagai raja bijak untuk kekuasaannya yang adil.
Datarannya di kelola oleh para dwarf.
Sebagai kota dagang yang bebas, ini adalah pusat pertukaran antara segala jenis ras. Terlebih lagi, kotanya memiliki kebijaksanaan netral yang absolut.
Didalam kota ini, si raja bijak tidak akan mentoleransi kekerasan.

Bahkan Kekaisaran di timur menghindari serangan terbuka dengan negara militer Dwargon!
Tidak perlu dibilang, ini adalah topik terfavorit diantara pembicaraan para petualang.
Para dwarf dikenal sebagai musuh yang ganas, bahkan ada yang mengatakan, "berani lawan dwarf sekali, maka tidak akan ada yang kedua kali!".
Reputasi mereka sebagai negara militer tidak hanya pajangan.
Dalam pertarungan, tembok dari prajurit kelas berat akan melindungi Kesatuan Pasukan Sihir.
Musuh yang dilawan akan hancur total dengan serangan sihir yang kuat bahkan sebelum bisa menjebol melewati tembok prajurit.

Selama 1,000 tahun yang lewat ini, kekuatan dari pasukan dwarf yang dihebohkan dengan tak terkalahkan selalu terkenal.
Dan hal yang sudah mendukung itu...
Itu adalah tidak lain dari peralatan yang mereka hasilkan menggunakan kekuatan teknologi mereka.
Senjata dan jirah yang mereka buat menggunakan teknik sudut-tajam (cutting-edge) mereka, jauh melampaui kualitas barang biasa.
Karena itulah!
Daripada bertengkar dengan ras dwarf, orang-orang memilih untuk membuat tali pertemanan.
Untuk alasan ini, bahkan jika ada yang bertemu dengan iblis di wilayah dwarf, jarang ada orang yang akan dengan bodohnya menyebabkan konflik.

Ibu kota mereka adalah tempat dimana manusia dan iblis bergabung.
Itu benar-benar merupakan salah satu dari tempat aneh di dunia.
Tidak lupa juga, selagi ibu kota yang pasti dipenuhi dengan alat-alat perang, ini masih menjadi negara yang bisa menikmati kedamaian.
Mengetahui bahwa negara penjual senjata adalah negara yang paling jauh soal menyebabkan keributan, entah mengapa... ironis.


Di depan pintu masuk, terdapat garis panjang dari orang yang ingin masuk.
Disana, gerbang besar dibangun dengan cukup tinggi untuk benar-benar melindungi gua besar alaminya.
Saat dimana gerbang itu dibuka hanyalah ketika pasukan militer perlu datang dan pergi, dan hanya sebulan sekali lah itu.
Sayangnya, hari ini itu ditutup.
Dibawah gerbang besar, sebuah pintu kecil dibangun untuk tujuan mendadak dari membiarkan orang masuk dan keluar.

Barisan orang ini dibentuk di bagian sisi kiri jalan. Sepertinya yang berada di bagian sisi kanan jalan merupakan area untuk bangsawan dan orang penting lewat.
Itulah yang aku simpulkan selagi aku mengamati sekelilingku ketika berbaris di sisi kiri.
Ketika menunggu, aku melihat kalau disana ada berbagai macam perlakuan orang, seperti ada yang menerima bebas masuk, ketika yang lain akan dibawa ke ruangan lain untuk diperiksa.
Cocok dengan negara militer, penjaga mengambil sikap bertahan yang tegak.
Walaupun kelihatannya bahwa kau bisa bergerak lumayan bebas ketika kau berada di dalam...
Tapi, antrian ini benar-benar sangat panjang. Ini bisa jadi kami akan menghabiskan lebih banyak waktu di sini dari pada ketika di perjalanan...!
Tapi di saat aku memikirkan itu,

「Oi oi! Ada iblis di tempat seperti ini! Kita masih belum di dalam, jadi tidak apa kan untuk membunuh mereka di sini?」

「Hei, apa yang kau lakukan berbaris disana? Kalian benar-benar sombong. Jika kau tidak ingin mati, berikan aku tempat itu!
Juga, tinggalkan semua yang kau miliki di sini. Dan setelah itu aku akan membiarkan kalian pergi kali ini!!!」

Itu benar-benar pernyataan yang cukup meragukan...
Sebenarnya, aku pikir kalau suara yang penuh niat buruk itu ditujukan ke kami.
Di sebelah sini, tidak ada siapa pun selain aku dan Gobuta-kun.
Pokoknya, membawa sebuah kelompok yang hanya menggunakan cawat benar-benar membuatmu mencolok di arah yang buruk.
Riguru juga ingin ikut, tapi aku menolak.
Kelompok lain sedang menginap di jalan masuk di hutan, menunggu kami untuk kembali.
Dan itulah kenapa sekarang hanya kami berdua, tapi aku ingin tahu apa kami benar-benar terlihat seperti mangsa yang empuk?
Kelihatannya bahwa sepasang petualang yang tidak ingin berbaris itu sudah memantau kami.

「Oi oi, Gobuta-kun, apa kau mendengar sesuatu?」

「Iya, aku bisa mendengarnya juga...」

「Apa kau terlibat sesuatu seperti ini juga ketika kau datang?」

「Tentu saja! Aku sampai habis babak belur, lalu aku di bawa oleh kelompok pedagang dari kobold!
Jika mereka tidak menemukanku, aku rasa aku mungkin sudah mati waktu itu~」

「... Jadi kau juga terlibat ya. Baiklah, apa tidak bisa melakukan apapun tentang ini?」

「Ini seperti sudah menjadi takdir monster yang lemah...」

Ini kelihatan seperti kami sedang dalam masalah. Terlebih lagi, ini termasuk kejadian biasa disini...
Aku harap aku tahu ini lebih awal.
Kelihatannya seperti dia sudah menyadari apa yang kupikirkan, Gobuta-kun menggantungkan kepalanya.
Aku akhirnya bisa membuatnya berbicara normal denganku, tapi akankah kesalahan kali ini akan membuatnya kembali ke dirinya yang gugup sebelumnya?
Aku sedikit khawatir.

「Oi! Meskipun kau ini bukan apa-apa selain sampah. Jangan beraninya kau abaikan aku!」

「Dari pada itu, bukankah slime yang berbicara langka? Tidakkah kau pikir itu akan menjadi populer jika dipamerkan?」

Mereka berdua terus membuat percakapan menyebalkan mereka.
Terkadang aku merasa seperti aku ini dianggap bahwa aku memiliki perasaan yang dalam seperti Budha... tapi ini sudah membuatku marah.

「Gobuta-kun... Apa kau mengingat peraturan yang aku katakan sebelumnya?」

「Iya! Tentu saja!」

「Jadi begitu. Baiklah, untuk sebentar saja, aku mau kau untuk menutup mata dan telingamu! Kau tidak boleh menoleh ke arah sini!」

「...? Aku tidak begitu mengerti, tapi aku mengerti!」

Baiklah mari kita lihat. Aku adalah yang membuat peraturannya, tetapi malah aku yang akan melanggarnya duluan...
Jika kelompokku mengetahui hal ini, ini akan menjadi buruk dari sudut pandang pendidikan.
Setelah aku meyakinkan Gobuta-kun, yang sedang berada di jalan, menutup matanya... mari kita mulai membersihkan sampah ini!

Di saat itu, pria di kananku mengalihkan pandangan matanya.
Selanjutnya kuperiksa sekelilingku... Aku melihat kelompok tiga orang yang sedang tersenyum ketika mereka mengamati situasi dari jauh.
Dua orang di depanku ada seorang swordsman dan pria lainnya menggunakan peralatan kelas ringan. Kemungkinan besar, dia berada di posisi pencuri.
Di kelompok tiga orang, disana ada dua yang menggunakan jubah seperti penyihir atau pendeta, dan seorang prajurit yang besar.

Aku membuat prediksi. Mereka semua berada di party yang sama, dan dua orang di depanku ini bermaksud untuk mengusir kami, sesuai dengan rencana mereka.
Setelah itu, yang tiga lainnya akan mengikuti dan membunuh kami ketika kami melarikan diri, dan lalu begitu saja bergabung lagi dengan yang dua ini.
Aku berani bilang kalau ini adalah skenario yang mereka buat.
Dengan begini, mereka pasti sudah membunuh iblis lemah dan mencuri barang mereka.
Itu baik dipikirkan.
Tetapi... kali ini, mereka memilih lawan yang salah!

「Oi oi! Kau harus sabar menunggu untuk giliranmu! Aku ini orangnya sangat penyabar, jadi ini masih belum terlambat untuk meminta ampun. Cepatlah dan antri dari belakang!」

Aku mulai memprovokasi mereka.
Pada saat itu, dua orang di depanku kebingungan, dan wajah mereka dengan cepat berubah merah.
Nih orang pada cepat emosi ya.

「Jangan sok berani ketika kau ini bukan apa-apa selain iblis sampah sialan... jangan sombong!」

「Oi oi, kau akan mati sekarang! Aku bahkan mempertimbangkan hidupmu jika kau menyerahkan barang-barangmu!」

Mereka mengatakan kata-kata yang cocok untuk seorang bawahan.
Heh. Balik ketika aku masih kontraktor umum, jika kau tidak bisa membuat paman berwajah garang menari mengikuti nadamu, kau tidak cocok untuk pekerjaan itu.
Diantara paman-paman itu, bahkan ada beberapa yang memiliki coretan sesuatu (tato) di tubuh mereka.
Ancaman lemah dari anak bawang, bukanlah apa-apa selain angin yang lewat.

「Iblis sampah sialan? Apa kalian membicarakan aku?」

「Tentu saja itu tentang kau! Slime seperti mu hanyalah sampah diantara sampah!」

「Cepatlah dan kesini kau. Sepertinya kau bisa berbicara dengan lancar, jadi aku akan mengubahmu menjadi budak iblis tanpa harus membunuhmu!」

Budak iblis? Rupanya ada sesuatu seperti itu?
Tinggalkan itu untuk saat ini.
Pedagang yang didekatku dan petualang mulai menyadari keributan yang kami buat.
Aku harus mengumpulkan lebih banyak perhatian.
Meskipun aku tidak tahu jika sesuatu seperti pertahanan diri akan bekerja disini... akan menjadi sangat bagus jika ada beberapa orang saja yang bisa menjadi saksi untukku.
Tetapi, apa tidak ada manusia baik yang akan teriak, 'aku akan menyelamatkanmu!', dan langsung lari kesini?
Jika aku adalah wanita cantik, mungkin bakalan ada seseorang yang seperti itu, tapi aku rasa itu tidak mungkin bisa diharapkan untuk seorang slime.

「Menyebutku sampah lagi dan lagi, kau benar-benar bicara sombong! Dan lagi... aku, slime?」

「Bagaimanapun aku melihatnya, kau itu benar-benar slime!」

「Sialan kau, main-main denganku...! Aku tidak bisa memaafkan sudah dibodohi oleh yang lemah sepertimu! Sudah kuduga aku akan membunuhmu!」

Setelah mengatakan itu, mereka berdua menyiapkan senjata mereka.
Ah! Setidaknya mereka ingin menyerangku.
Oh nak. Manusia pertama yang berbicara denganku seperti ini... Sungguh keberuntungan yang buruk. Tidak kukira bahwa iblis akan lebih ramah.

Orang-orang sekitar sudah mulai menjauh untuk melihat dalam lingkaran di sekeliling kami dari jauh.
Mungkin para penjaga juga sudaj menyadari keributan ini, yang mungkin menjadi sebab kenapa mereka menjauhkan diri cepat-cepat.
Baiklah.
Dengan tenang aku maju kedepan dan berkata,

「Kukuku. Kau bilang aku lemah? Seorang slime? ... Sejak kapan aku menjadi slime! Atau hanya kau saja yang sedang bingung?」

Aku sengaja berbicara seolah-olah menyatakan sesuatu yang lain.
Itu memang benar, bahwa bagaimanapun kau melihatnya, aku benar-benar seorang slime. Itu sudah pasti dari kali pertama aku dilihat sebagai slime.
Tapi ini adalah, akting! ... mungkin.

「Apa yang kau katakan? Jangan sok hebat dengan menggertak!」

「Hmph! Jika kau bukan slime kalau begitu tunjukkan wujud aslimu! Setelah kau mati, kau tidak akan bisa membuat alasan!」

Kelihatannya mereka akan menungguku untuk berubah.
Seperti rencana! (TLN : Keikaku dori)
Bahkan sebagai slime, aku percaya kalau aku bisa menang melawan mereka.
Tetapi! Menahan diri akan sangat sulit, jadi aku mungkin tidak sengaja akan membelah mereka menjadi dua.
Itu sulit untuk menyesuaikan kekuatanku di tingkat dimana aku hanya membuat mereka pingsan.

「Baiklah kalau begitu. Aku akan membiarkan kalian melihat, wujud asli dari diriku ini!」
*Ini bahkan bukan wujud terakhirku!

Ketika aku teriak, aku juga mengeluarkan aura jahat untuk mengisyaratkan kekuatanku.
Tentu saja, hanya sedikit saja.
Aku memeriksa sekelilingku untuk melihat apa ada orang yang merasakan aura kecil ini.
Diantara orang yang melihat kami dari jauh, hanya beberapa yang menyadarinya.
Dua orang idiot di depanku dan anggotanya tidak menunjukkan tanda-tanda menyadari hal ini.
Nih orang... kelihatannya cuman menggonggong tapi tidak menggigit.
Aku sudah selesai dengan mengamati situasi sekarang. Baiklah, harus berubah jadi apa aku...

Dari tubuhku keluar kabut tebal.
Ini benar-benar menyelimuti diriku... dan setelah beberapa saat ketika kebutnya hilang untuk menunjukkan iblis yang berbeda.
Serigala hitam.
Oh? Aku ingat terakhir kali menggunakan Pemangsa dan berubah setelah itu, aku sudah mengambil wujud dari Fang Wolf...
Sekarang, aku punya bulu hitam yang identik kepada evolusi Ranga dan kawanannya.
Tapi tidak hanya itu, fisikku bahkah melebihi Ranga, dan sekarang bahkan ada sepasang tanduk di keningku.

Peniruan: Tempest Star Wolf (Serigala Badai Bintang).

... Kelihatannya, jika keturunan dari iblis yang sudah mangsa berevolusi, itu juga akan mempengaruhi peniruanku.
*Kemungkinan besar berhubungan dengan Rimuru menamai mereka, yang membuat mereka menjadi "keluarga" dan berbuhungan.
Ini pasti merupakan bentuk evolusi diatas Ranga. Aku bisa merasakan kekuatan yang melimpah.
Aku yakin kalau pasangan idiot itu akan melarikan diri setelah melihat penampilan ini.
Tapi justru kebalikan dari harapanku,

「Ha! Bahkan jika kau kelihatan lebih kuat dari luar, itu tidak mengubah bahwa kau adalah slime!」

「Oi oi, apa kau pikir kami akan ketakutan dan melarikan diri hanya dari itu!?」

... Mereka tidak menyadari apapun!
Oi oi, kau harusnya bisa tahu tingkat bahayanya hanya dengan melihat!
Dan yang paling penting, jika ada slime berubah, bahkan jika kau tidak bisa mengetahui apa itu adalah ilusi atau sesuatu yang lain, bersikap siaga itu wajib.
Dan masih saja, nih orang tidak perduli sedikit pun.
Mungkin mereka merasa aman dengan keberadaan ketiga teman mereka yang bersembunyi...

Jumlah skill yang bisa aku gunakan juga meningkat.
[Super Olfaction, Thought Transmission, Intimidation, Shadow Movement, Black Lighting].
Shadow Movement (Gerakan Bayangan) adalah skill yang Ranga dan lainnya sedang dalam latihan.
Tujuan mereka adalah untuk bisa menggunakan skill agar untuk masuk kedalam bayangan rekan mereka dan langsung muncul ketika dipanggil.
Sekarang ini, mereka hanya berlatih masuk ke bayangan, jadi sepertinya masih lama lagi.
Dan yang lain, Black Lighting (Kilat Hitam)... aku bisa membayangkan kekuatannya tanpa harus mencobanya. Jika aku mencobanya, orang-orang menyedihkan di depanku ini akan berubah menjadi arang.
Tapi dikarenakan prediksiku agak buruk, kondisi mereka bisa saja menjadi lebih parah. Karena hal ini, tidak ada skill yang bisa kugunakan.
Jika saja [Intimidation] (Intimidasi) akan bekerja kepada si bodoh ini! Di satu sisi, bukankah orang idiot tak terkalahkan?
Pokoknya, hasil akhir adalah aku hanya bisa bisa menakuti beberapa penonton sebagai gantinya.

「Hadehh... Aku tidak perduli lagi. Ini terlalu melelahkan, jadi serang saja aku!」

Aku biarkan mereka menyerangku duluan.
Jika aku menerima serangan ketika meniru, apa yang terjadi?
Di suatu kesempatan, aku sudah bereksperimen tentang itu ketika dalam bentuk kadal.
Aku menemukannya ketika terus-menerus menerima serangan, bahwa ketika menerima kerusakan yang lumayan, peniruannya akan luntur.
Setelah itu, tidak ada kerusakan sedikit pun yang diterima tubuh slimeku.
Kemungkinan besar, ini dikarenakan skill Peniruan yang memanfaatkan energi sihir untuk menciptakan tubuh baru, yang menjadi sebab kenapa tubuh utama tidak menerima kerusakan.

Terdapat dua larangan di skill ini. Setelah Peniruannya lepas, aku tidak akan bisa berubah untuk 3 menit selanjutnya, dan yang lain adalah jika ingin meniru iblis memerlukan sejumlah energi sihir.
Banyaknya energi sihir yang dibutuhkan relatif sedikit, karena itulah ini bukan menjadi masalah, dan tidak ada batas waktu untuk menggunakan skill.
Singkatnya, tidak akan ada masalah kalau aku membiarkan mereka menyerangku sebanyak yang mereka mau.
Dan kalau musuhnya terlampau kuat, aku bisa kembali kewujud slime-ku dan langsung melarikan diri.

Dan pertarungannya dimulai dengan mereka yang menyerang pertama.

「Heh, mati kau!」

「Raaaagh!!! [Wind Slash] !!!!!!」(Tebasan Angin)

Si pencuri melempar banyak pisau ke arahku.
Dan apa si swordsman itu menggunakan serangan skill? Pedangnya bersinar hijau ketika dia mengayunkannya ke arahku.

Claaaang!
Cetar!!!

Secara bersamaan melemparkan tiga pisau cukup mengesankan, tapi tidak cukup daya serang mereka untuk menembus buluku.
Kalau untuk si swordsman, sayangnya... pedang kesayangannya sudah hancur dengan suara cetar.

「Barusan tadi, apa kau melakukan sesuatu?」

Berpura-pura berperan menjadi penjahat dengan pengalaman ringan, aku dengan antusias menanyakan mereka dengan gaya meremehkan.
Tapi jujur saja, kekuatan serangan mereka sangat lemah sampai-sampai pertanyaanku menjadi agak masuk akal.
Apa skill itu tadi cuman untuk pamer?

「Ti-tidak mungkin! Sungguh bulu yang keras...」

「Mustahil... se-sesuatu seperti ini, ini mustahil!!! Pedangku dibuat dari perak! Dia memiliki efek lebih besar terhadap iblis!!!」

... Yaa tentu saja, bukankah perak rapuh? Apa yang dia katakan... orang ini.

「Oi! Kalian bantu kami juga!!!」

Seakan sudah tidak perduli lagi dengan penampilan, dia memanggil temannya. Seperti yang kuduga, tiga orang yang bersembunyi tadi adalah bagian dari kelompok mereka.

「Heh! Ini adalah akhir bagi kau sekarang!」

「Ara ara... dasar, aku tidak mengira kami akan mendapat giliran!」

「Sihir perubahan slime? Menarik. Aku akan pastikan untuk membedahnya setelah membunuhnya!」

「Dari tadi sampai sekarang, dia masih belum bergerak sama sekali. Bergerak mungkin akan menghancurkan mantranya. Bagaimana itu? Apa aku tepat sasaran!?」

Mereka membuat suara berisik sambil mengatakan apa yang mereka suka.
Mereka berlima lalu berpencar dalam lingkaran di sekitarku, dan mulai menyerang di waktu yang sama.

Si pencuri menebasku dengan pedang pendek.
Kali ini, si swordsman merapalkan serangan sihir, [Wind Sickles]. (Dia cukup mengejutkan berbakat.) (Sabit Angin)
Si prajurit kelas berat berteriak 「[Heavy Slash]!!!」 sammbil mengayunkan kapak besarnya. (Tebasan Berat)
Si penyihir juga menggunakan serangan sihir, [Fireball]. (Bola Api)
Si priest sedang membuat perisai sihir untuk jaga-jaga dari seranganku.
Sebagai party, ini adalah formasi yang cukup seimbang.
Walau sayangnya bagi mereka, tidak ada satupun serangan mereka mempengaruhiku...

Aku mengintip sekilas ke arah mereka.
Rupanya, mereka terlalu terkejut untuk membuat suara.
Jika ini sekarang, [Intimidation] mungkin akan berefek.

Aruuuuuuuu~~~!!! (Lolongan serigala)

Aku menggunakan [Intimidation] pada lolonganku.

Tapi, ini ternyata berubah menjadi kegagalan besar...
Bahkan para penontonnya pada pingsan di sini, dan membasahi celana mereka di sana.
Untuk singkatnya, situasinya adalah bencana besar.
Waduh... apa yang harus kulakukan? Ini pasti tidak akan berakhir dengan baik.

Eh? Bagaimana dengan kelompok lima orang tadi?
Mereka telah mendapatkan serangan penuh dari [Intimidation] pada jarak dekat.
Yaa, tentu saja...
Benar-benar tidak perlu dikatakan dengan keras.

Dan tiba-tiba, aku mendeteksi sejumlah penjaga dwarf yang berlari ke arah sini dengan [Magic Perception].

Adapun keadaan pikiranku saat ini...
Aku menatap adegan orang mengotori celana mereka dengan berbagai macam zat, dan aku dengan tak peduli berpikir sendiri sambil melarikan diri dari kenyataan,

「Bersih-bersih setelah kekacauan akan benar-benar merepotkan ya~」


Status
Nama: Rimuru Tempest
Spesies: Slime
Julukan: Crest of Storm

Sihir:
Tidak ada

Kemampuan:
Skill Unik [Great Sage]
Skill Unik [Predator]
Skill Khusus Slime [Dissolution, Absorption, Self-Regeneration]
Skill Ekstra [Water Manipulation]
Skill Ekstra [Magic Perception]

Skill yang Didapat:
Ular Hitam [Heat Perception, Poison Mist Breath]
Kelabang [Paralysis Breath]
Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread]
Kelelawar [Ultrasonic Waves]
Kadal [Body Armor]
Serigala Hitam [Super Olfaction, Thought Transmission, Intimidation, Shadow Movement, Black Lighting]

Daya Tahan:
Heat Fluctuation Resistance EX
Physical Attack Resistance
Pain Immunity
Electrical Resistance
Paralysis Resistance


Jumat, 07 Oktober 2016

Slime - Chapter 13 - Menuju ke Kerajaan Dwarf

(TL Note : Ane kembali lagi semuanya... ha ha ha... masih sepi aja...
tapi sudahlah... maaf kelamaan untuk ch 13 nya ya...
besok ch 14 bakalan cepet keluarnya... yay... tapi agak ada pergantian nama skillnya...)



Chapter 13 - Menuju ke Kerajaan Dwarf



Seperti yang telah Rigurdo laporkan, persiapannya selesai di tengah hari.
Pemilihan anggota ekspedisinya juga tidak begitu sulit.
Anak Rigurdo, Riguru, ada dalam kandidat lima besar. Tentu saja, Ranga juga ikut.
Oh, oh! Haruskah kubuat Rigurdo menjadi komandannya saja?
Aku sedikit khawatir tentang itu, tapi dianya sendiri sejutu.
Rigurdo juga kelihatannya sudah mendapat jiwa mudanya kembali, jadi mungkin aku yang terlalu khawatir.

Dan begitulah, setelah aku mengambil barang bawaan kami, Ranga membuatku menaiki punggungnya.
*Boyoyooon!* Aku terkubur di bulunya.
Dan selagi bulunya mengelilingiku di satu tempat, aku masih merasa harus menggunakan [Sticky Thread].
Di waktu seperti inilah yang membuatku agak menyesal tidak punya tangan atau kaki, tapi aku rasa aku bisa mengatasinya dengan kemampuanku.
Kau tahu, aku diam-diam berlatih mengendalikan benangnya.
Untuk mengalahkan musuh dengan jaring! Bukankah itu impian para pria?
Apakah aku akan bisa menggunakan jurus itu, aku tidak tahu; tapi aku putuskan untuk terus berlatih!
Kesampingkan itu, barang bawaan kami adalah uang dan bekal.
Makanan yang cukup untuk tiga hari.
Jika perjalanannya lebih lama, rencananya adalah untuk berburu selama dijalan.
Kami bisa membawa lebih, tapi aku lebih ingin menghindari untuk membawa segerobak makanan.
Toh, aku bisa membawa hampir tidak terbatas barang didalam diriku...
Tapi membuang-buang mereka adalah ide yang buruk.
Karena aku tidak perlu makan, itulah keputusanku.
Untuk uang, kami membawa 7 koin perak dan 24 koin perunggu.
Yang, tentu saja, merupakan jumlah yang sangat kecil.
Aku tidak mengharap banyak.
Jika itu tidak cukup... kami pikirkan saja itu nanti.
Baiklah, sekarang adalah waktunya pergi!

Kalau dalam kecepatan goblin, perjalanan menuju kerajaan dwarf membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan.
"Melewati hutan yang membentang sepanjang Sungai Ameld.
Di balik itu, sebuah gunung luas menampakkan dirinya.
Dan di gunung itulah nantinya kau akan menemukan Kerajaan Dwarf." Kata mereka.

Selain dengan Kekaisaran yang ada di timur, hutan Jura dikelilingi banyak negara.
Namun tidak di perbatasan manapun, berdiri jejeran Gunung Canaat.
Disitu, hanya ada tiga rute perdagangan yang menuju ke mereka.
Yang satu melalui hutan Jura.
Lainnya, yang tersulit, melewati gunung.
Terakhir adalah rute laut.
Saat ini, rute hutan Jura adalah yang paling pendek dan paling aman, tapi, entah mengapa, dia selalu dihindari.
Dan begitulah, rute tersulit yaitu dari gunung sudah menjadi yang biasa.
Kalau untuk rute laut, biaya dan monster laut yang kuat mengusir para pelaut; karena itulah, itu menjadi rute yang paling jarang.
Untuk saat itu, kami tidak memiliki urusan dengan Kekaisaran.
Karena itulah, dari pada pergi ke timur, kami pergi ke utara menuju ke gunung.
Ataupun kami perlu mendaki gunung untuk ke puncaknya.
Kerajaan Dwarf terbentang sepanjang jalan sampai ke sungai Ameld.
Ibu kota mereka adalah kota indah yang terletak di dalam gua alami yang besar.
Seperti itulah Kerajaan Dwarf.

Jadi seperti rencana, kami lanjut pergi ke utara mengikuti sungai Ameld.
Karena mengikuti sungai bisa menghindari kami dari tersesat. Walau hanya untuk jaga-jaga, aku sudah membuka peta di kepalaku.
Dan untuk pemandu kami -- dia sudah dikirim sebagai pengirim pesan ke kerajaan sebelumnya, jadi kami menyerahkan itu kepadanya.
Tapi yang bener aja... para serigala storm fang ini benar-benar cepat! Dan tidak ada tanda-tanda lelah.
Sejak kami memulai perjalanan tiga jam lalu, mereka belum ada istirahat. Dan tidak lupa juga dengan kecepatan mereka yang 80 kph (50 mph).
Mereka bahkan tidak perduli dengan tanah yang tidak rata, dan sambil berlari dengan tujuan seperti untuk menghindari mabuk!
Ini entah mengapa terasa nyaman, kira-kira seperti itulah.
Pada kecepatan ini, ini mungkin bahkan tidak butuh sampai seminggu.
Toh, gak perlu juga buru-buru. Yang pasti aku ingin memikirkan tentang masalah pakaian dan tempat tinggal secepatnya, tapi ini juga gak apa untuk santai sedikit.

「Ooooi! Kalian tidak perlu memaksakan diri sampai segini!」

Adalah apa yang aku teriakkan.
Tapi entah mengapa, kecepatannya bertambah.
Pada awalnya aku benar-benar menikmati angin yang dihasilkan dari serigala yang lebih cepat dari motor ini, tapi tidak lama itu menjadi membosankan.
Dan lagi mengingat bahwa akan sulit untuk kata-katamu didengar pada kecepatan ini, tapi aku punya [Telepathic Communication]!
Mungkin ada baiknya melanjutkan perjalanan sambil berbincang.
Jadi aku menyambung ke jaringan pikiran mereka.
Apa yang akan ku dengar...?

「Riguru-kun. Aku selalu ingin tahu, siapa yang menamai saudaramu?」

「Ay! Walau untuk orang seperti aku, tidak perlu pakai '-kun'! Kalau untuk nama saudaraku, dia bilang seorang pengembara dari ras iblis menamainya.」

「Oh? Iblis menamai goblin?」

「Ya, walau ini terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu. Aku masih kecil saat itu... tapi mereka bilang dia tinggal beberapa hari dan merasa puas dengan saudaraku.」

「Heh... Pasti dia saudara yang baik ya.」

「Iya! Aku sangat bangga terhadapnya. Sampai ingin mengatakan "Suatu hari aku ingin melayani Gelmudo-sama, juga!"」

「Si Iblis tidak membawa saudaramu dengannya?」

「Iya. Dia masih muda, tapi dia pergi dengan janji untuk kembali ketika aku menjadi lebih kuat.」

「Begitunya. Akankah dia akan terkejut jika dia melihat desanya sekarang!」

「Pasti! Tetapi, aku sekarang melayani Rimuru-sama. Mau seberapa hebat pasukan Raja Iblis itu, aku tidak bisa lagi bergabung Gelmudo-sama.」

「Pasukan Raja Iblis...? Kurasa aku pernah mendengar mereka. Tapi lupakan itu, bagaimana kau mempercayainya?」

「Seperti yang kau katakan. Tapi apakah itu kepercayaan atau pendirian, aku tidak tahu. Walau saudaraku menerima nama dari si iblis, dia tidak berevolusi sampai seperti ini.
Jelasnya, tingkat evolusinya berbeda. Tidak pernah kukira untuk mendengar "Suara Dunia" seumur hidupku!」

Hobgoblin lainnya hanya akan bergabung dengan kalimat seperti "Itu benar!".
Apa ini memang seperti yang dikatakannya?
Ketika kau menerima nama, kau berevolusi. Dan, evolusinya tergantung dari kekuatan pemberi...
Jika aku memiliki kesempatan untuk meneliti, aku akan mencobanya.
Lebih penting lagi: pasukan Raja Iblis.
Ini benar-benar ada di dunia ini!
Akankah Raja Iblis datang untuk merekrut kami? ... sisi mana yang harus kami dukung???
Pikiran itu kutinggalkan dulu sampai nanti dia datang.
Pokoknya, seorang "Hero" juga ada, dan jika seseorang harus melawan raja iblis, itu pas dia.
Walaupun apakah dia masih hidup setelah 300 tahun adalah sebuah pertanyaan... Dia mungkin sudah reinkarnasi beberapa kali sampai sekarang, dan sekarang sedang berlatih dalam damai.
Mari buat cacatan mental mengenai ini.

Kalau begitu, percakapan selanjutnya adalah...

「Ranga! Bukannya aku musuh dari ayahmu? Apa kau tidak apa dengan berada di sampingku?」

Adalah bagaimana aku menanyai si serigala hitam.

「Sejujurnya, pikiran itu tidak pernah melintasi kepalaku.
Tetapi, biasanya takdir para monster itu berada pada hasil dari pertarungan.
Jadi mengenai perangnya tadi, pemenang menyatakan keadilannya.
Yang kalah kehilangan semuanya...
Dan begitulah... Aku, yang sudah mulai dimaafkan oleh Anda, tuanku, dan bahkan sampai dianugrahkan sebuah nama! Aku tidak merasakan apapun selain terima kasih terhadap Anda!」

「Begitukah.... yaa, jika ada saatnya kau ingin balas dendam, datanglah padaku kapanpun.」

「Fufufu. Sejak berevolusi, aku bisa berpikir lebih jernih. Dan tidak seperti saat pertarungan, sekarang aku tahu. Jika Anda menghadapi kami dengan serius, kami pasti sudah habis dibantai!
Dan keinginan kami, untuk berevolusi, pasti sudah hancur seperti rumah pasir.
Kesetian abadi kami tidak untuk siapa pun!!!」

Dasar, orang ini...
Ya, kalau saja aku meniru si ular hitam, aku bisa saja menghabisi semua yang hidup, tapi aku tidak ingin melakukan itu.
Ranga terlalu menganggap diriku ini terlalu tinggi.
Toh, bukan berarti kesalah pahamannya bakalan ngelukain aku sih.

「Jadi kau mengerti... Kau sudah dewasa ya.」

「Aku ini tidak pantas untuk pujian seperti itu!」

Jadi begitulah pembicaraan kami berakhir dengan sebuah anggukan.
Akan tetapi, aku sudah membunuh orang tuanya. Tidak mungkin aku akan percaya kalau dia tidak memiliki rasa dendam.
Jika Ranga benar-benar datang untuk balas dendam, aku akan dengan senang hati akan menghadapinya.
Sampai saat itu, dia hanya perlu untuk bertambah kuat.
Sekarang ini, bagaimana pun aku melihat dirinya, dia setidaknya sekuat si ular hitam.

Dan itulah bagaimana kami melanjutkan petualangan kami.
Jadi, tanpa ada diserang oleh monster atau kecelakaan lainnya, dengan nyaman kami melanjutkan perjalanan.
Setiap tiga jam, kami beristirahat selama tiga puluh menit. Setelah empat belas jam, kami tidur selama tujuh jam.
Aku sudah mengatakan, "bukankah kita terlalu terburu-buru?", tapi...

「Kami baik-baik saja! Dikarenakan evolusi, yang seperti ini tidak membuat kami lelah!」

Begitulah jawab Riguru,

「Kumohon jangan khawatir dengan kami! Tidak seperti Anda, tuan kami, kami membutuhkan tidur, tapi tidak begitu lama!
Terlebih lagi, kami tidak perlu makan berkali-kali, dan tidak akan melemah walau tanpanya!」

Dan begitulah tambah Ranga.
Melihat kepada yang lain, kata-kata mereka sepertinya terbukti benar.
Kalau begini, orang yang tidak melakukan apapun -- diriku, kelihatannya yang paling cerewet.
Toh, jika semuanya baik-baik saja dengan itu, aku rasa kita bisa lanjut dengan kecepatan ini.
Kita akan berlari selama dua belas jam sehari... bukannya nih orang kuat bener.

Dan di sore pada hari ke dua, ketika sedang makan malam,

「Ngomong-ngomong, Gobuta. Seberapa jauh lagi?」

Memperkenalkan Goblin Gobuta!

「Aku senang kau mau bertanya yang tidak pantas ini!!! Mohon maaf aku kalau aku salah, tapi kita harusnya akan sampai esok hari! Gunungnya sudah dekat!」

Kelihatannya bisa ditanya oleh diriku membuatnya menjadi gugup dan senang bersamaan.
"Dia gak menggigit lidahnya, kan?" Itulah bagaimana gugupnya dia.
Tapi tidak salah lagi, sebagian besar gunungnya sekarang mulai terlihat.
Dibandingkan dengan tidak melihatnya sama sekali kemarin -- sungguh kecepatan yang mengerikan kami jalannya!
Mengenai itu...

「Ngomong-ngomong, dan aku tahu ini pertanyaan mendadak, tapi kenapa kalian pergi ke Kerajaan Dwarf? Bukannya pedagang mereka singgah sesekali?」

Aku bertanya pertanyaan itu.
Ketika aku menanyai Rigurdo tentang "negara" goblin, dia juga mendiskusikan sesuatu tentang pedagang Kobold.
Jadi hal apa yang sudah membuat mereka untuk melakukan perjalanan dua bulan ini?

「Iya! Ini adalah tentang senjata sihir dan jirah. Dwarf mau membayar mereka dengan harga tinggi! Kami menerima pembayaran dengan peralatan... jadi kami membantu penjual membawanya kembali!
Dan lagi, tidak satupun dari kami bisa menggunakan peralatan itu...」

Jadi begitu.
Jadi mereka terkadang menjual peralatan yang di bawa oleh petualang.
Dan dengan begitu, mereka pergi tanpa peralatan layak.
Kalaupun mereka menjualnya ke Kobold yang bahkan tidak bisa menilainya.
Di tempat pertama, goblin bisa membunuh pemula yang tersesat, sepertinya.
Tidak mengira mereka untuk mendapatkan sesuatu yang bagus di tangan mereka...
Tapi siapa mengira si dwarf akan membuatkan mereka jirah... mereka mungkin saja merupakan ras yang baik.
Kuharap, kami bisa memiliki hubungan pertemanan.
Sebenarnya, mari bentuk hubungan rekan kerja saja.

Dengan itu,
Sejak kami memulai perjalanan, tiga hari telah berlalu.
Kota indah terukir didalam deretan gunung.
Dibuat oleh alam, benteng alami.
Negara Pejuang Dwargon (The Warrior Country Dwargon).

Kami sudah sampai di Kerajaan Dwarf.


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlindungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: One who Commands Monsters
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Khusus Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], Skill Ekstra [Water Manipulation], Skill Ekstra [Magic Perception], Skill yang Diturunkan : Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor], Serigala [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance


Senin, 03 Oktober 2016

Slime - Chapter 12 - Mempersiapkan Lingkungan Kami

(TL Note : ane balik lagi semuanya... weiiii... ane semalem baru aja dari kolam berenang...
tapi ini rahasia ya... ane enggak pande renang... hiks* hiks*... iri bener ngeliat yang bisa berenang.)



Chapter 12 - Mempersiapkan Lingkungan Kami



Hmmm.
Para monster benar-benar berkembang dengan cepat sekana tiga hari ini.
Betapa mengejutkan...
Ini apa yang sebut... evolusi, ya...
Apa mendapatkan nama menyebabkan evolusi?

Kalau dipikir-pikir, Veldora ada menyinggung sesuatu tentang nama...
Sesuatu tengan "tak bernama" dan "monster bernama".
Jadi begitu! Bagi monster untuk mendapatkan nama adalah bagi mereka 'tuk menjadi monster bernama!
Jadi status mereka meningkat, dan hasilnya -- evolusi!
Jadi begitu... itulah kenapa mereka kegirangan.
Itu juga menjelaskan kenapa aku menggunakan begitu banyak tenaga.

Evolusi monster sangat konyol.
Dari pada bertumbuh besar, mungkin lebih baik untuk mengatakan kalau mereka menjadi sesuatu yang berbeda.
Mata para goblin bersinar kegirangan, memancarkan kebijaksanaan mereka, dan bagi para wanitanya...
Apaan tuh! Mereka benar-benar terlihat feminim!
Aku sangat terkejut sampai-sampai tidak bisa teriak!
Eh? ... EHH???
Aku tidak bisa mempercayai mataku.
Walau tadinya mereka monster kecil, menyerupai monyet...
Para pria menjadi Hobgoblin.
Yang wanita menjadi Goblina.
Dengan begitu mereka berevolusi.
Menurut apa yang dikatakan Rigurdo, mereka mendengar "Suara Dunia".
"Ini adalah evolusi agung dan langka yang pernah aku dengar dari legenda!" Adalah bagaimana senangnya dia ketika mengatakannya padaku tentang itu.
Para goblin wanita tadinya tertutupi dari kepala sampai kaki tapi dikarenakan evolusi beberapa bagian yang menggairahkan terlihat.
"Bahkan tembok cemburu dengan dirimu!"~ adalah candaan yang tidak bisa aku katakan lagi. (TLN : Pfftt...)
Para pria tentu saja senang.
Dan mereka juga tidak berpakaian banyak...
Aku memikirkan tiga faktor penting dalam hidup, kami harus memikirkan masalah pakaian terlebih dahulu.

.

Dan setelah itu ada masalah tentang "Ranga".
Dia menjadi sangat bahagia dengan kesembuhanku, sampai dia tidak meninggalkanku sendiri sedetikpun.
Dan selagi aku tidak bisa bilang aku tidak suka bulu yang lembut... aku orangnya lebih ke kucing.
Jangan salah sangka dulu: Aku tidak membencinya.

「Jadi, Ranga, aku hanya memberikan dirimu nama, terus kenapa semua dari kawanan berevolusi?」

Itu benar. Tepat ketika aku memberikan Ranga nama, kejadian tidak nyaman itu terjadi...

「Tuanku tercinta! Kami dari fang wolf adalah "semua sebagai satu". Nama yang anugrahkan sudah menjadi nama spesies kami!」

Jadi gitu, jadi gitu.
Nama yang dibagi, jadi semuanya berevolusi.
Menurutnya, alpha yang sebelumnya tidak menyukai prinsip ini.
Jika dia melakukannya, pertarungan itu mungkin akan berjalan sedikit berbeda.
Oh dan dengan hal mengenai itu, Ranga kelihatannya telah mengamankan kepemimpinannya di kumpulan.
Dan berkat hal itu, spesiesnya berubah dari fang wolf menjadi storm fang wolf. (TLN : Serigala Taring Badai)
Jadi untuk singkatnya, mereka sudah menjadi lebih kuat! Adalah yang ingin aku katakan.
Kelihatannya seperti dia ingin dipuji, jadi...

「Kerja bagus!」

Dan bahagianya dia mengibaskan ekornya.
Seperti yang kau bayangkan, jika seekor monster lima meter mulai mengibaskan ekornya, kau akan terhempas.
Dan lucunya, dipelototi saja sudah cukup membuatnya patah hati.

Masalahnya, bagaimanapun, adalah dalam perawatan serigalanya.
Karena sudah menjadi pasangan, para segirala dan goblin hidup bersama...
Atau lebih tepatnya, dikarenakan tidak ada rumah, goblin menggunakan serigala sebagai guling.
Pertama masalah pakaian, dan sekarang tempat tinggal.
Jadi... bagaimana ini...?

.

Ada segunung makanan di depanku sekarang.
Jadi dengan hal untuk perawatan, itu menjawab semua masalah.
Kelihatannya bersamaan dengan waktu aku kehabisan energi, mereka mulai berevolusi.
Dan, setelah itu selesai sehari kemudian, mereka memutuskan untuk merayakannya bersama.
Tetapi, dikarenakan aku sedang dalam proses penyembuhan, mereka hanya terus mengumpulkan makanan.

Jadi selama penyembuhan, walaupun aku bisa merasakan sedang dirawat, aku tidak merasakan evolusi ataupun persiapan untuk pesta.
Kondisi hemat energi membuatku benar-benar tidak berdaya. Harus lebih hati-hati.
Tetapi, untuk menunggu perintahku bahkan dalam situasi ini -- itu adalah hal yang patut dipuji.
Kelihatannya kecerdasan mereka meningkat selama evolusi.
Mungkin roh itu berpengaruh lebih besar dari pada tubuh.
Pada awalnya, para goblin akan berburu dan mengumpulkan makanan, dan terus bertahan hidup.
Sekarang, dengan bantuan serigala, wilayah mereka sudah jauh meningkat.
Yang lebih mengejutkan lagi, bagaimanapun, adalah tentang pasangan goblin-serigala bisa menggunakan komunikasi telepati.
Mereka telah menjadi goblin pengendara serigala.
Dengan itu, para serigala tidak lagi hanya menjadi tambahan untuk daya tempur kami.
Goblin -- seekor monster yang tidak pernah menang sebelumnya sekarang telah menjadi pemburu handal.
Dan jumlah makanan yang mereka kumpulkan dalam dua hari ini adalah buktinya.
Tetapi, ada satu masalah.
Hidup dengan mengandalkan hasil dari hutan agak tidak pasti.
Aku harus mengajarkan mereka cara berladang secepatnya nanti.
Aku rasa aku perlu memulai dengan mencari bibit tanaman... mungkin padi.
Aku akan mengingatnya.
Untuk sekarang, mari kita nikmati saja partinya tanpa memikirkan yang lain!
Dan jadi hari itu, dalam perayaan untuk evolusi mereka, berakhirnya pertarungan, kesembuhanku, pestanya berlanjut sepanjang malam.

.

Dan matahari terbit lagi.
Semuanya telah berkumpul.
Ada banyak hal untuk dilakukan hari ini, tapi aku harus pertama-tama menyampaikan persoalan yang paling penting.
Itu adalah, peraturan di desa ini.
Itu adalah yang harus diputuskan di paling awal.
Komunitas manapun membutuhkan peraturan. Gagasan dasar untuk orang Jepang.

"Peraturan adalah sesuatu yang melindungi, bukan sesuatu yang dilindungi."

Orang dewasa (termasuk aku) sering bercanda seperti itu, tapi itu tidak penting sekarang.
Aku harus memikirkan tiga peraturan utama.
Setidaknya, aku ingin menjaga ketiganya.
Peraturan lainnya bisa mereka buat dan jalankan sendiri.

「Apa semua sudah berkumpul? Kalau begitu, aku akan mengumumkan peraturannya! Inilah ketiganya, dan aku ingin kalian semua untuk berjanji dengan sungguh-sungguh untuk menepatinya.」

Setelah berkata begitu, aku mengumumkan peraturannya.

1. Jangan menyerang manusia.
2. Jangan bertengkar sesama teman.
3. Jangan memandang rendah ras lainnya.

Jadi itulah ketiga peraturannya.
Dengan banyak pikiran banyak peraturan lainnya harus ditambahkan, tapi mereka akan sulit untuk menepatinya.
Untuk diriku pribadi, aku mendirikan yang terpenting dulu.
Jadi sekarang, bagaimana mereka menanggapinya?

「Apa ini tidak apa? Untuk alasan apa kita harus menghindari bertarung dengan manusia?」

Begitulah Rigur bertanya.
Sebagai balasan, Rigurdo melototi anaknya dengan ekpresi marah. Apa dia mengerti tujuanku?
Mereka benar-benar harus santai sekali-kali.

「Mudah. Aku menyukai manusia. Akhir cerita.」

「Jadi begitu! Mengerti!」

Eh? Dia... mengerti?
Tunggu sebentar, semudah itu?
Tapi dari apa yang kulihat, semuanya setuju dengan penjelasanku.
Aku kira bakalan ada yang tidak nyaman dengan peraturan itu. Aku rasa bersalah sekali-sekali adalah hal yang baik.

「Ah, yaa. Manusia hidup berkelompok, kau tahu. Jika kau mendekati mereka, mereka mungkin akan menjawab dengan kekerasan.
Akan menjadi sangat sulit untuk bertahan hidup jika mereka menyerang dengan serius.
Dan begitulah, ikut campur dengan urusan mereka itu sangat dilarang.
Dan lagian, akan menjadi lebih baik jika kita bisa akrab dengan mereka...」

Aku tidak punya rencana lainnya, jadi aku juga memutuskan untuk mengatakan alasan utamanya.
Tentu saja, "Aku cinta manusia" adalah yang asli. Aku juga kan bekas manusia.
Mendengar penjelasanku, Ranga menunduk dengan dalam.
Yang pentinga, aku mendapat yang kuinginkan.
Dia pasti punya alasannya sendiri untuk menghindari manusia.
Apalagi, ekspresi para hobgoblin juga seperti: "Kami mendengar dan mematuhi!"

「Ada lagi?」

「Untuk tidak memandang rendah ras lainnya... apa itu maksudnya?」

「Oh, yaa, kalian semua sudah berevolusi dan bertambah kuat, kan? Jadi bertingkah sombong dan meninggi dan sok kuat di depan ras yang lebih lemah! Itulah yang menjadi maksudnya.
Bahkan jika kau sudah mendapatkan kekuatan, jangan salah sangka itu dengan kekuatan absolut.
Bukannya akan jadi sangat konyol jika yang sudah kau kalahkan menjadi lebih kuat dan membalas dendan kepadamu?」

Semuanya mendengar dengan antusias.
Sepertinya semua akan baik-baik saja.
Dan di masa depan, bahkan dengan peringatan ini, beberapa akan melewati batas.
Tetap saja, aku sangat senang jika ini bisa mencegah bahkan hanya beberapa kecelakaan.

「Dan begitulah kira-kira. Lakukan yang terbaik untuk mengikuti peraturan ini!」

Dan itulah bagaimana aku memutuskan peraturan baru desa ini.

Akan tetapi, sebuah tragedi nantinya akan terlahir dari salah satu peraturan ini.
Tentu saja, aku tidak mengetahui akan hal itu pada waktunya.
Aku bukanlah mahamengetahui ataupun memiliki kemampuan melihat masa depan...

Semuanya mengangguk mengakuinya.
Dengan ini, kisah baru dimulai untuk komunitas kami.

.

Jadi sekarang, setelah peraturan, kami mendiskusikan pembagian tugas.
Mereka yang bertugas mengawasi.
Mereka yang mencari makanan.
Sebuah tim untuk mengumpulkan bahan-bahan produksi mentah.
Dan sebuah grup untuk pemeliharaan gedung dan peralatan.

Aku menyerahkan tugas mengawasi kepada storm fang wolf -- dikarenakan oleh "Komunikasi Telepati" mereka.
Terdapat tujuh serigala tanpa pasangan... yaa, mempertimbangkan Ranga yang menempel padaku sekuat tenaganya, ada enam kurasa. Aku menyerahkan pengawasan kepada mereka.
Aku akan menyerahkan keterangannya kepada kepala desa Ridurdo.

「Ridurgo! Aku ingin kau menjadi Pemimpin Goblin! Urus desa ini dengan rasa bangga!」

Terus terang, aku hanya memberinya semua tanggung jawab.
Itu, khususnya, adalah sesuatu yang paling ingin aku hindari.
Akan tetapi, aku juga ingin dia berpikir tentang itu.
Aku biasa berkerja sebagai pemborong pekerjaan. Mengurus-urus bukan untukku.
Dan lagi, aku lebih memilih untuk tidak terhenti di desa ini dan kehilangan kesempatan untuk mengunjungi manusia.
Aku tidak boleh menyerah tentang ini, bahkan jika aku harus memaksanya.
Tetapi,

「Ay!!! Yang tidak pantas ini akan dengan bahagia menerima kehormatan ini!!!」

Dengan bercucuran air mata, dia bersedia menerima.
Bagus. Aku lebih suka menjadi pemimpin dengan nama saja.
"Yang berkuasa memerintah, tapi tidak mengatur" (TLN : maksudnya dia ngasih perintah, sisanya up to you)
Saran yang bagus, menurut pendapatku. Jika diperlukan, aku akan menyuarakan pikiranku.
Tapi yang benar... Ridurdo. Goblin tua yang tidak kokoh dan keriput ini dengan satu kakinya yang mati telah menjadi hobgoblin yang tegap dan berotot.
Dihari baiknya, apa mungkin dia akan menjadi lebih kuat dibandingkan anaknya, Riduru, kira-kira ya?
Dasar... monster benar-benar terus saja mengejutkanku.

「Yup. Aku serahkan kepadamu! Oh dan ngomong-ngomong, aku pernah melihat caramu membangun rumah... kau buruk.」

Terus terang, aku bahkan tidak bisa menyebut itu "rumah".

「Sungguh topik memalukan yang Anda bawa-bawa... kalau boleh jujur kepadaMu, kami tidak pernah perlu untuk membangun bangunan besar sebelumnya...」

「Tuh kan. Yaa, Kalian sudah bertambah jumlahnya. Oh, dan tentang pakaian... ada banyak kali lubang -- ada yang bisa kau lakukan tentang itu?」

「Ah! Kami sudah pernah bertransaksi dengan beberapa kelompok mengenai itu. Tentunya anggota mereka sangat ahli dalam pembuatan pakaian!
Terlebih lagi, seseorang yang seahli mereka, pasti mereka tahu cara membangun rumah!」

Jadi begitu.
Sebagai orang dari jasa kontraktor umum aku sendiri punya pengalaman, tapi aku ini orangnya kerjaan-sendiri-sana.
Aku bukanlah orang pembajak-semua-hal dan ada batas untuk kemampuanku.
Jika kita bertemu dengan mereka, mungkin kita bisa mempekerjakan beberapa...
Bukannya kita akan kehilangan sesuatu dengan bertanya.

「Baiklah. Ini mungkin bermanfaat untuk pergi dan menanyakan mereka. Jadi, apa yang kalian gunakan untuk membuat kesepakatan? Emas?」

「Tidak, kami menukarkan beberapa barang dan kepunyaan kami yang "didapat" dari petualang, tapi itu bukanlah pilihan.
Dari pada uang, kami bertukar barang, melakukan kerja serabutan, dan lalu perlahan mengumpulkan cukup uang untuk membeli sesuatu.
Semua perlengkapan yang kami punya kami dapat dari mereka.」

「Oh? Jadi, ras apa mereka itu?」

「Dwarf!」

Dwarf!
Si ahli pandai besi, ras terkenal!
Kami harus pergi!
Dan lagi, ketika para pakaian goblin benar-benar perlu diganti, jirah mereka juga sama hancurnya.
Dan walaupun jirah itu bertahan lebih lama dari pada pakaian rusak, ukurannya tetap tidak cocok.
Jadi itulah hal lain yang perlu ditingkatkan.
Akan tetapi... kami tidak memiliki perlengkapan yang "dijatuhkan" oleh petualang, dan tidak punya uang.
Apa yang harus ditawarkan untuk pertukaran...? Tidak ada terpikirkanku sekarang.

「Aku akan bertemu mereka. Rigurdo, bisa aku serahkan persiapannya padamu?」

「!!! Serahkan padaku! Aku akan segera menyiapkan semuanya pada siang hari!!!」

Rigurdo yang semangat.
Aku serahkan ini padanya. Dia mungkin akan membongkar reruntuhan sekitar untuk mengumpulan sisa uang juga.
Mata uang dunia ini, ya... Aku akan tertawa jika itu kertas.
Kalau dipikir-pikir, aku, diriku, tidak tahu apa-apa tentang ini.
Jika aku berencana untuk mengunjungi kota manusia, aku setidaknya harus tahu tentang pertukaran mata uang mereka.
Yaa, mari tanya si dwarf saja tentang ini.
Jadi, ketika para goblin sibuk dengan pembangunan, haruskah kita pelan-pelan saja mengunjungi si dwarf?
Dan suatu hari aku akan mengunjungi kota manusia.
Dari apa yang kudengar, para dwarf hidup di kota yang sangat besar -- maksudnya untuk seorang setengah-manusia.
Mereka kelihatannya juga memiliki seorang raja mahkota, bukanlah yang goblin bisa temui.
Dan lagi, bisa masuk ke dalam kota saja adalah hal yang mengagumkan.
Diskriminasi terhadap goblin... Kira-kira apa ini berjalan dengan baik.
Aku, sendiri ini, tidak lain adalah slime; kuharap mereka tidak akan terlalu terkejut.
Ketika aku sedang khawatir, aku juga mengharap banyak dari kunjungan ini.

Sudah sangat lama sejak aku setegang ini.


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlindungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: One who Commands Monsters
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Khusus Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], Skill Ekstra [Water Manipulation], Skill Ekstra [Magic Perception], Skill yang Diturunkan : Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor], Serigala [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



Kamis, 29 September 2016

Slime - Chapter 11 - Monster yang Berevolusi

(TL Note : Yay... ane seneng bisa selesai cepat hari ini... waii... waii..
di chap ini episode evolusi... kayak pokemon aja yee... hahaha
 yaudah langsung aja... pika-... maksud ane... chap 11 nya.)


Chapter 11 - Monster yang Berevolusi



Para serigala tidak menunjukkan keinginan untuk bergerak.
Ini bisa buruk...
Apa mereka berencana menyerbu diriku dengan lolongan seperti "Mati lebih baik dari pada perbudakan!"?
Kalau begitu malah akan menjadi perang habis-habisan.
Mereka tidak punya kesempatan untuk menang, tapi kami juga tidak bisa keluar tanpa tergores.
Berhasil sejauh ini tanpa terluka... kami pasti menang, tapi aku lebih memilih untuk menghindari pertarungan lebih lanjut.

Dibandingkan suara yang tadi, suasana diam yang ngeri memenuhi medan tempur.
Para fang wolf memfokuskan semua pandangannya kepadaku.
Aku perlahan mulai bergerak.
Aku tidak tahu bagaimana mereka merespon kepada apa yang akan kulakukan, tapi setidaknya ini dibutuhkan bagi mereka untuk mengakui kematian pemimpin mereka.
Aku mendekati mayat si pemimpin. Tidak ada yang mencoba menghentikanku.
Serigala terdekat mengambil langkah mundur.
Lalu, aku memangsa si pemimpin menggunakan [Predator].
Sejauh itu adalah hak bagi pemenang.

<<Analisa telah diselesaikan.
Kemampuan untuk meniru Fang Wolf telah didapatkan.
Skill khusus-spesies [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion] telah didapatkan>>
(TLN : [Indra Penciuman Tertinggi, Komunikasi Telepati, Paksaan?], satu lagi. Mungkin kedepan nanti beberapa nama skill akan berubah, jadi biasakan diri aja ya.)

[Great Sage] melaporkannya dalam pikiranku.
Oke.
Mereka ini... padahal mereka baru saja melihat pemimpinnya dimakan, tapi mereka tidak bergerak sedikit pun.
Hmmm.
Kupikir mereka akan melarikan diri karena panik atau bersujud ketakutan jika aku bertindak sejauh ini...
Oh, iya! Aku tadi bilang Perbudakan atau Mati...
Sialan... adrenalin menyerbu kepalaku, dan inilah hasilnya.
Toh, hanya satu hal yang harus dilakukan. Kurasa aku akan memberi mereka jalan keluar.
Dengan pikiran itu, aku meniru Fang Wolf.
Dan,

*Guru, Uoooooooooon!!!*

Sambil mengaktifkan [Coercion], aku melolong.
(TLN : Paksaan, klo lupa sama artinya.)

「Kukuku! Dengarkan aku! Aku akan membiarkan kalian pergi untuk kali ini. Mereka yang tidak patuh, pergi sekarang!!!」

Begitulah aku nyatakan kepada para serigala.
Dengan ini, bahkan anjing-anjing ini pasti punya keberanian untuk lari.
Atau begitulah aku pikit,

(Kami sebagai kesatuan, akan mengikutiMu!!!)

Mereka merespon dan berlutut di depanku.
Walau jujur saja, mereka benar-benar terlihat seperti kumpulan anjing yang mengantuk dan capek.
Yang terpenting, mereka sepertinya memilih untuk perbudakan.
Jadi... ketika mereka diam-diam aja dari tadi -- mereka lagi sibuk membicarakan ini?
Dan dengan itu, pertarungan di Desa Goblin telah berakhir.

.

Atau itulah yang ingin aku katakan, tapi ini masih belum berakhir!
Apa yang menunggu -- perdamaian dan perbaikan -- adalah yang lebih sulit dari bertarung itu sendiri.
"Siapa yang sudah menyuruh untuk menghancurkan rumah ini!" dan sebagainya...
Apa selanjutnya? Dan, apa yang harus digunakan untuk tempat tidur para goblin?
Dan, siapa yang bakal bawa anjing ini jalan-jalan...
Walau banyak dari mereka yang telah mati, masih ada sekitar delapan puluhan yang tersisa.
Tentang itu... yaa, mari kita bilang aja hari ini udah kelar! Tinggalkan semuanya untuk dipikirkan besok.
Jadi untuk sekarang, aku memerintahkan para anjing untuk berjaga, dan pergi istirahat di api unggun para goblin.

Dan pagi pun tiba.
Aku berpikir sepanjang malam, dan akhirnya mendapatkan ide:
Rencana "Buat goblinnya ngerawat para fang wolfnya!".
Pasukan bertarung goblin berjumlah tujuh puluh empat anggota. Tidak ada korban dari pertarungan.
Ada beberapa yang terluka, tapi itu masih dihitung sebagai luka ringan.
Sisi anjingnya, delapan puluh satu tersisa.
Ada banyak yang terluka, tapi dengan pengobatan yang segera, mereka sudah mulai sembuh.
Bahkan tanpa harus kucampuri, mereka akan segera sembuh. Itulah hebatnya kemambuah penyembuhan mereka.
Setelah bangun, aku membuat para goblin berbaris.
Anak-anak dan orang tua ingin coba mengintip, tapi dengan tidak adanya rumah di sekitar, mereka benar-benar terlihat jelas.
Si kepala desa sedang menunggu di sisiku.
Dia kelihatan bertujuan untuk merawatku, yang mana itu adalah hal yang baik... tapi mana mungkin aku bisa bahagia mendapatkan perhatian dari seorang goblin tua.
Itu semua berdasarkan dari insting estetisku.
Itulah dia, mau berapa kali pun aku bereinkarnasi sebagai monster, seleraku tidak akan pernah pudar!
Dan, dikarenakan sesuatu yang imut tidak ada di desa ini, jadi aku hanya akan menyerah untuk sekarang.
Lalu, aku membariskan pada serigala di depan para goblin.
Baiklah, sekarang...

「Jadi.... kalian. Mulai dari sekarang, aku mau kalian menjadi pasangan dan terus bersama.」

Aku menunggu reaksi mereka.
Akan tetapi, tidak menunjukkan keinginan untuk membuat suara, mereka hanya menunggu untuk instruksi selanjutnya.
Tidak ada yang terlihat tidak setuju dengan keputusanku.
Sejauh ini, semua berjalan lancar.

「Kalian mengerti yang aku katakan, kan? Buatlah kelompok: satu goblin dan satu serigala.」

Ketika aku mengatakan itu,
Para goblin dan serigala duduk bersebelahan dan bertukar pandangan.
Dan,

「Guga!」(Senang bertemu denganmu!)

「Gau!」(Sama-sama!)

Itulah bagaimana cepatnya mereka menjadi akrab.
Inilah yang namanya "Musuh kemarin adalah teman sekarang", aku rasa.
Dan itulah saat aku mendapat pikiran itu.
"Mereka tidak bernama, bukan."
Memanggil mereka akan benar-benar tidak nyaman.
Dan sambil menatap ke pasangan goblin-serigala,

「Kepala desa, benar-benar tidak nyaman untukku memanggilmu. Jadi, aku berpikir untuk memberikanmu nama. Apa itu tidak apa?」

Semua kepala mengarah padaku, dan semua mata tertuju padaku, ketika aku mengatakan kalimat itu.
Semuanya sama untuk warga sipil.

「Ap... apa kau benar-benar ingin menganugerahkan kehormatan itu kepada kami?」

Si kepala desa bertanya, terkagum-kagum.
Hmm? Ada apa dengan kesenangan ini?

「Ah, iya. Jika kau tidak masalah dengan itu, aku berencana untuk memberikanmu nama.」

Di saat aku menyelesaikan kalimatku, layak seperti mereka semua sudah menahan nafas mereka, para goblin berteriak kesenangan.
Ada apa dengan mereka?
Situasi sekarang ini kira-kira: SANGAT KE-SE-NA-NGAN!!!
Jika mereka sangat menginginkan nama, mereka harusnya tinggal memberikannya saja.
Itulah betapa bebasnya diriku pada saat itu.

Mari mulai dengan si kepala desa.
Pertama, aku menanyai nama anaknya. Namanya adalah "Rigur".
Dan jadi, aku menamai si Kepala Desa "Rigur-do", Rigurdo.
Bukan berarti namanya punya arti spesial, aku hanya berpikir itu kedengaran keren.
"Jika anakmu ada disini, aku akan memanggilnya "Rigur!" dan si kepala desa akan menjawab "Do!"..." Ketika aku bercanda seperti itu, dia tiba-tiba menjadi sangat gugup.
Terlebih lagi,

「Untuk bisa dianugerahi dengan nama dari anakku, tolong izinkanlah air mata ini sebagai tanda terima kasih!」

Berlebihan banget dia ini!
Untuk memberikannya nama langsung seperti itu rasanya membuatku merasa bersalah...
Tapi, yaudah lah! Dan perasaan itu langsung pergi.
Mari lanjut, si Pemimpin Goblin akan mewarisi nama abangnya.
Aku bisa saja menambahkan "yang Ke-2", tapi itu jadi terdengar merepotkan. Jadi, sekarang dia "Rigur".
Dan ketika aku memanggilnya begitu, dia langsung bersujud layaknya berdoa kepadaku.
Dasar, nih orang pada menganggap semuanya terlalu serius... gak ayak, gak anak, kurasa.
Dan selagi udah sampai sini, mungkin lebih baik dengan kelompok orang tua-anaknya dulu.
Lalu, aku menamai masing-masing goblin dan juga yang anak yatim.
Aku ingin tau apa mereka akan terus menggunakan nama ini dimasa depan nanti.
Dengan kelahiran cucunya, si kepala desa mungkin akan dipanggil "Rigurdodo". (TLN : Si kepala desa dapet satu "Do" di setiap satu generasi dibawahnya.)
Dan dengan anak dari cucunya, oroknya bakalan dipanggil "Rigur" dan si kepala desa "Rigurdododo".
"Yang bener?" mungkin yang cocok untuk dikatakan, lalu... tapi, yaudah lah!
Dan seperti itu, aku memberi mereka nama.
Lalu, mereka bilang padaku,

「Rimuru-sama, kami tidak punya kata-kata lagi untuk berterima kasih... tapi apa kau yakin kalau ini akan baik-baik saja?」

Si Kepala Desa... Rigurdo menanyakan dengan suara yang sedikit membingungkan.

「Apa itu?」

「Oh, tidak, kami tahu bahwa Rimuru-sama memiliki energi sihir yang hebat... tapi, tetap saja, untuk memberikan nama sebanyak ini secara langsung...」

Apa yang dibicarakannya? Aku hanya memberikan mereka nama...

「Oh? Yaa, gak masalah sih, aku rasa...」

Dan begitulah, aku lanjut memberikan nama.
Sepertinya Rigurdo ingin mengatakan sesuatu, tapi aku tidak perhatikan.

Setelah selesai menamai para goblin, aku lanjut ke serigala.

Pemimpin selanjutnya mereka adalah anak dari pemimpin sebelumnya.
Dia terlihat seperti ayahnya dengan tubuh yang tegap itu, dan memiliki aura yang sama di sekitarnya.
Melihat ke arah mata merah-darahnya, aku memikirkan sebuah nama.
Itu benar! Mari kita beri dengan kanji dari badai taring -- "Ranga"! (TLN : 嵐 (Badai) dibaca ran, dan 牙 (taring) dibaca ga.)
Aku tahu, namaku tidak keren.
Aku hanya mengambil nama keluargaku dan mencampurkannya dengan spesies mereka.
Toh, "Hal yang bagus untuk memberi nama yang layak"... kata-kata itu tidak akan aku dengarkan.

Pada saat itu!

Aku merasa energi sihir dihisap keluar dari tubuhku.
Dan, aku diserang oleh lesu yang luar biasa!
Apa...an nih?
Aku tidak pernah merasa selelah ini sejak dilahirkan kembali.

<<Penjelasan. Anda telah menggunakan energi sihir melampai batas diri anda! Berganti ke mode hemat energi.
Pengembalian total diprediksi dalam tiga hari>>

Aku sadar.
Karena aku tidak butuh tidur.
Aku juga bisa mendengar penjelasan [Great Sage]. Setelah itu, aku akhirnya mengerti dengan situasinya.
Aku menggunakan terlalu banyak energi sihir? Jadi, aku kehabisan MP, ya?
Tetapi, apa penyebab itu terjadi? Apa mungkin semua skill yang aku gunakan sampai sekarang baru terasa sekarang?
Tapi aku merasa sepertinya bukan itu masalahnya.
Tidak bisa menggerakkan tubuhku.
Jadi mode hemat energi itu seperti hibernasi... tanpa tidur.
Sambil kepanikan, Rigurdo merawat tubuhku.
Lagian pun, tidak banyak yang mereka bisa lakukan; jadi, mereka hanya duduk disampingku di api unggun.
Kesadaranku masih belum kembali.

Jadi, aku berpikir tentang fenomena itu.
Energi sihirku berkurang ketika aku memberikan nama.
Memberi nama menggunakan energi sihirku, ya...
Kalau dipikir-pikir, banyak energi sihir yang digunakan ketika memberikan pemimpin fang wolf nama.
Jadi memberi monster nama membutuhkan energi sihir.
Kesimpulan itu membuatku harus istirahat selama dua hari.
Ini mungkin adalah alasan kekhawatiran Rigurdo, ya kan.
Tunggu sebentar... apakah itu hal biasa di dunia ini?
Kasih tau woi!!! Gimana aku bisa tau kalau kau gak kasih tau...
Jika aku bisa protes, aku pasti udah teriak sampai tenggorokanku kering.
Toh, jika aku bisa menggerakkan tubuhku, aku akan komplain.
Teriak sampai tenggorokan kering? Siapa yang bilang begitu?
Tapi yang penting, ketika aku berhenti bergerak para goblin, tentu saja, menjadi khawatir...
Dan, pertarungan pun pecah untuk siapa yang akan duluan merawatku.
Apa-apaan yang mereka lakukan... berhenti bercanda. Aku baik-baik saja tanpa harem goblin.
... Pada dasarnya aku diperlakukan seperti benda pusaka yang akan mendapatkan berkah jika disentuh.

Dan begitulah, tiga hari berlalu.

SEM-BUH TO-TAL!

Setelah kehabisan energi sihir, pengumpulan jumlah energi sihir dan kekuatan sihir kelihatannya sudah meningkat.
Kekuatan sihir mengizinkan kita untuk beroperasi.
Energi sihir adalah apa yang kita pergunakan.
Entah bagaimana, aku merasa sudah merengerti itu. Kurasa.
Jadi singkatnya gini, "Apa yang tidak membunuhmu membuatmu lebih kuat" kira-kira seperti itu.
Haruskah aku bereksperimen? Adalah apa yang aku pikirkan, tapi aku memutuskan untuk tidak melakukannya.
Aku tidak melihat adanya alasan penting untuk melakukan itu, dan mati ketika bereksperimen akan sangat menyedihkan.
Supaya kau tahu, aku sudah pernah melewati garis itu.
"Jika kau tidak waspada, kau mati!" apa yang aku pelajari.
Jadi, sekarang...
Setelah menyadari kalau aku telah bangun, para goblin langsung berkumpul.
Para fang wolf, juga, masuk ke desa.
Itu sih hal yang bagus... tapi, apa-apaan dengan ini...?

「Kalian semua... kalian besar!」

Iya.
Goblin yang biasanya 150 cm. Tetapi, mereka setidaknya 180 cm sekarang.
Pria yang ada di depanku tinggi 2 meter lebih.
Para fang wolf, juga; bulu coklat oliv mereka sudah menjadi hitam pekat, memberikan pesona bersinar.
Terlebih lagi, mereka yang sekarang memiliki panjang tiga meter. Terakhir aku melihat mereka, mereka paling panjang, dua meter.
Dan, dengan diam berjalan ke arah sini, memberikan aura yang aneh, adalah serigala panjang lima meter.
Sialan, itu menakutkan.
Dan,

「Tuanku! Kesembuhanmu membuat diriku sangat bahagia!」

Dengan fasihnya dikatakannya.

... itu gak mungkin... "Ranga", kan?

Apa yang sebenarnya terjadi disini tiga hari ini...
Ketika aku sedang kehilangan kata-kata, para monster memenuhi hutan dengan teriakan gembira!


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlindungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: One who Commands Monsters
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Khusus Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], Skill Ekstra [Water Manipulation], Skill Ekstra [Magic Perception], Skill yang Diturunkan : Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor], Serigala [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance



About

About Me (Tentang Saya) (TL Note : Kayak puisi aja...)



Name : Arcabuz Cruz (Arc)
Species : The Lazy-Human
Title : The One Who Never Leave Bed, The One Who Violates Bed, The One Who Download 'H' 'til the END
Magic : Sweet-Dream, Refuse-Sleep
Skill : Unique Skill [Melek], skill [Coffee Maker], skill [Exorcist (Crab-Style)]
Resistance : Wind Resistance EX, Sleepy Resistance, Hunger Resistance
Weakness : NTR, Sad Story (Sad Mood), G (IYKWIM)


Arc : Tes... tes... satu dua... (pake english atau indo ya...?)

*Setelah memikirkannya sampai tidak makan dan minum selama satu menit, dia memutuskan.*

Arc : OK, good morning, afternoon, evening, night, bye, just what you want everyone...!!!
Arc : My name is Arc.
... : I know it, man. Just continue... (owh, it's getting bored).
Arc : haha... sorry... It's just... I don't know what to say... haha...
Arc : Well, I'll tell to you story about when I'm still in kindgarden...

*After a very long time...*

... : Uwahhhh...

 (I really don't know what to say...)

...

Arc : Well, I'm translate Tensei Shittara Slime Datta Ken alone, without editor. So, if you find any mistype or any word that you don't understand. Just let me know...
Arc : I'm very thankful for your concern to waste your time here just to read some useless page. Bye~ (I think I just saw some couples kiss there... Maybe it's just my imaginations... You know, a wiseman is a man that if he see something that make him mad, he'll say "It's must be just my Imaginations.")

Arc : Yay, ane nerjemahin Tensei Shittara Slime Datta Ken sendirian, tanpa editor. Jadi, kalau ada nemuin typo atau kata-kata yang tidak di mengerti (maklum aja ya). Maksud ane, kasih tau aja ane melalui komentar... (mudah-mudahan dibaca)

Slime - Chapter 10 - Pertarungan di Desa Goblin

(TL Note : Yay... ane... ane gak tau mau bilang apa lagi... hahhhh...
yaudah langsung aja nih ch 10 nya...)


Chapter 10 - Pertarungan di Desa Goblin






Keluarga Fang Wolf. (TLN : rasanya klo pake yang ini lebih keren aja.)
Penguasa dari dataran timur.
Penyebab dari banyaknya sakit kepala diantara pedagang dari Kekaisaran Timur (Eastern Empire) dan negara lain di perbatasan Hutan Jura.
Setiap dari mereka adalah monster tingkat C, dan bisa dengan mudah memangsa petualang yang lalai.
Akan tetapi, mereka kebanyakan ditakuti sebagai kelompok.
Ketika berkumpul, mereka bergerak sebagai satu kesatuan, berkemampuan menyerang secara terorganizir.
Dan, sebagai kelompok... mereka sering dinilai sebagai peringkat B.

Dataran timur adalah lokasi yang berdekatan dengan ladang gandum Kekaisaran.
Sebagai makanan pokok dari Kekaisaran, yang terkenal dengan pertahanan tidak tertembus.
Karena itulah, walaupun Fang Wolf itu terkenal cerdik dan memiliki kemampuan yang unggul, menembus pertahanannya akan sangat sulit.
Terlebih lagi, bahkan jika mereka berhasil menjebolnya, mereka hanya akan mendapatkan kemurkaan dari Kekaisaran, dan mungkin akan diburu sampai punah.
Pemimpin kelompok sangat mengerti itu.
Beberapa dekade dihabiskan untuk bertempur dan belajar dari kekaisaran yang terus berkembang menanamkan firasat tidak menyenangkan kepada mereka.
Selama mereka hanya memangsa pedagang-pedagang kecil, kekaisaran tidak akan menganggapnya serius.
Tetapi, jika mereka bahkan sekali saja memutuskan untuk mengganggu ladang gandumnya, maka kekaisaran akan menunjukkan taringnya.
Sebagai hasilnya, dia sudah menghindari banyak kecelakaan dari awal kejadiaan sebenarnya.
Itulah yang memenuhi pikiran dari ketua kelompok tersebut.
Tetapi, bukankah ini akan menghentikan evolusi spesies mereka? Begitulah instingnya berteriak.

Saat ini, kelompok tersebut tidak kekurangan wilayah.
Jika orang yang diserang dan dimakan, mereka tidak lebih hanyalah cemilan.
Itu karena manusia tidak terlahir dengan banyak energi sihir.
Bagi para Fang Wolf, makanan pokok adalah sesuatu yang tidak lebih dari menghisap energi sihir.
Bertarung melawan monster kuat atau membantai banyak manusia, dan berevolusi menjadi monster kelas bencana.
Tapi untuk sekarang ini, tidak ada metode yang terdengar masuk akal.
Kekaisaran itu hanyalah terlalu kuat.
Tetapi, haruskah mereka terus menerus menyerang pedagang, tujuan mereka hanyalah akan menjadi sebuah mimpi di dalam mimpi.
Tapi mereka pernah mendengar surga yang dipenuhi monster-monster kuat -- hutan dengan tanah yang diberkahi di jauh selatan.
Tetapi, untuk sampai ke tanah itu, mereka harus melintasi Hutan Jura.
Penghuninya bukanlah sesuatu yang spesial.
Beberapa kali mereka memburu mereka yang berkelana ke tanah mereka membuktikan hal ini.
Kalau begitu, kenapa sampai sekarang mereka belum menyerang hutan itu?

"Storm Dragon Veldora" (Naga Badai Veldora)

Keberadaan dari naga itu adalah alasannya.
Bahkan ketika dia disegel, energi menyebalkan yang dikeluarkannya saja cukup untuk menakuti mereka sampai pasrah.
Mereka yakin bahwa penghuni hutan itu menerima perlindungan Veldora.
Dan itulah kenapa mereka bisa hidup di dalam aura ganas itu.
Kalau saja mereka percaya sebaliknya, mereka pasti sudah menjadi gila.
Sampai sekarang, mereka hidup dengan pikiran memalukan itu, dan menahan keinginan mereka untuk menginvasi... Iya! Sampai sekarang!

Pemimpin kelompok melihat hutan itu dengan mata tajamnya yang berwarna merah darah.
Penghinaan itu, hawa keberadaan naga jahat itu sudah menghilang.
Sekarang, mereka bisa bebas menyerang hutan itu, dan menjadi penguasa tertingginya! Oh, pemikirannya itu merangsang nafsu makannya.
Dan begitulah, dia melolong dengan perintah untuk menyerang!

.

Setelah menjadi pelingdung, aku memikirkan langkah selanjutnya.
Secara pribadi, bahkan dengan julukan itu, aku pikir perlakuan mereka terhadapku sudah sangat berlebihan.
Dengan begitu, aku mengumpulkan dan mempelajari goblin petarung.
... Mereka ini jujur saja sangat lemah.
Tidak kelihatan seperti aku bisa mengandalkan mereka ketika bertarung.
Juga, goblin sisanya, anak-anak dan orang tua, datang untuk mengamati persiapan kami.
Juga tidak ada bantuan dari suku lainnya.
Sekarang ini, sebuah keajaiban kecil bahwa kepala desa masih belum kehilangan akalnya.
Karena walaupun mereka melarikan diri, mereka hanya akan mati dari rasa lapar dan haus...
Dan, para goblin yang aku kumpulkan menatapku layaknya seorang dewa...
Sungguh beban yang berat yang sudah aku tanggung.
Merasa seperti itu karena aku hanya ingin menjalani hidup bebas tanpa tanggung jawab.

「Apa kalian semua mengerti situasinya?」

Bukanlah sebuah suasana untuk bercanda, dan aku tidak satupun kata-kata mutiara sebagai penyemangat, jadi aku langsung menuju intinya.

「Iya! Ini akan menjadi pertarungan yang menentukan kami akan hidup atau mati! Kami semua sudah menyampaikan doa kami!」

Pemimpin Goblin yang pertama kali menjawab.
Sisanya mengangguk setuju.
Dan ketika masih ada beberapa dengan kaki yang gemetaran, itu hanyalah sesuatu yang diharapkan. Tekad mungkin kuat, tapi daging tetap saja lunak -- sesuatu seperti itulah.

「Jangan terlalu tegang -- santai. Bahkan mereka yang kuat akan bertemu kekalahan. Fokus saja dan lakukanlah yang terbaik!」

Mencoba untuk mengatakan sesuatu yang keren.
Aku, setidaknya, merasa lebih baik, jadi mungkin ini akan sedikit berefek.
Kalau begitu, haruskah kita mulai?
Kegagalan dengan pasti akan menghasilkan kematian bagi para goblin.
Tapi tetap saja, aku memilih untuk "Going My Way" tentang ini. (TLN : referensi dari film 1944? kurang ngerti sih. googling aja klo penasaran.)
Didepan, dengan arogan! Itulah pilihanku.

Baiklah! "Mari lakukan dengan semangat!" Itulah perintah pertama yang aku berikan pada mereka.
Dan dari sekarang sampai kedepan, lebih banyak perintah yang akan menyusul.
Kata-kata itu mengumumkan bahwa saatnya telah tiba!

.

Dan matahari sudah terbenam.
Ketua dari kelompok Fang Wolves bangun.
Malam itu adalah bulan purnama. Saksi yang sempura untuk pertarungan mereka.
Dia perlahan meregangkan dagingnya, dan melihat ke kekuasaannya.
Para kelompok, melihat pemimpin mereka seperti itu, menahan nafas mereka.
Betapa tegannya mereka menunggu.
Begitulah pikir si pemimpin.
Malam ini, mereka akan menghancurkan desa goblin itu, dan mengambil langkah pertama menuju Hutan Jura.
Setelah itu, memburu monster sekitar, untuk membuktikan diri mereka sebagai penguasa hutan.
Dan suatu hari kelak, lanjut ke selatan dalam mencari kekuatan yang lebih hebat.
Kami memiliki kekuatan untuk menggapai ini, pikir mereka.
Cakar kita mengoyak daging dari semua binatang buas, dan taring kita menembus semua jirah.

*Uooooooooooon!!!*

Pemimpin kelompok melolong!
Waktu untuk menghancurkan musuh mereka telah tiba.
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganggunya.
Beberapa hari yang lalu, saudara yang dikirimnya untuk mengintai kembali membawa informasi yang membingungkan.
Seekor monster kecil mengeluarkan aura monster ganas.
Aura jahat monster itu jauh melampaui pemimpinnya.
Tidak mungkin ada hal seperti itu. Begitulah si pemimpin menyimpulkan.
Dia tidak pernah merasakan ancaman seperti itu, dan semua monster yang mereka temui itu lemah.
Tidak ada yang bisa disebut sebagai daya tahan atau semacamnya. (?)
Hanya waktu itu sajalah, sekitar sepuluh goblin telah membunuh beberapa saudara mereka, tapi tidak akan pernah lagi.
Kesempatannya, pengintai hanyalah terlalu tegang untuk melihat dengan normal.
Berpikir begitu, sang bos hanya melihat ke depan.

Dan di depannya, terbentang desa.
Itulah yang pengintai laporkan.
Menggunakan goblin yang terluka, mereka sudah menandai desa ini. Jadi sekarang, mereka akan sulit untuk melakukan perlawanan.
Si pemimpin adalah serigala yang licik. Dia tidak akan membiarkan dirinya lengah.
Akan tetapi, desa ini tidak seperti yang diharapkan.
Layaknya itu milik manusia... memiliki pagar.
Mereka sudah membongkar semua rumah dan mendirikan sebuah tembok.
Dan, di tengah-tengah pintu masuknya, berdiri seekor slime.
Sungguh ide yang cemerlang!
Dan si pemimpin tertawa.
Mereka meninggalkan sebuah celah untuk bertahan melawan jumlah kami! Itulah pikirnya.
Karena tetap saja, mereka berakal pendek, sampah dari monster.
Tembok itu akan segera roboh dengan cakar dan taring kami!
Kami akan menunjukkan kepada mereka kekuatan kami! Dengan pikiran itu, dia memberi perintah untuk menyerang.
Dan sebagai satu, sepuluh fang wolf menyerang temboknya.
Mereka benar-benar layaknya satu kesatuan.
Itulah kemampuan asli mereka -- kesatuan dalam menyerang.
Pergerakan dimungkinkan melalui komunikasi telepati. Sebuah bentuk komunikasi yang lebih cepat dari pada kata-kata.
Serangan pertama mereka pasti akan menghacurkan tembok itu.
Pasti, dibayangkan si pemimpin, para goblin akan segera menyadari ketidak bergunaan rencana mereka dan panik. Malah sebaliknya, si pemimpinlah yang mengeluarkan suara terkejut.
Pasukan penyerangnya dikalahkan! Dan, ada beberapa yang berguling di tanah sambil memuncratkan darah di antara mereka.
Apa yang terjadi?
Tanpa tanda-tanda panik, dia mencari jawaban.
Si slime tidak bergerak.
Apa dia melakukan sesuatu?
Dan setelah itu, anak buah yang paling dekat dengannya,

(Dia adalah yang dari hari itu! Dialah yang memiliki aura yang lebih kuat dari tuan kita!)

Begitu lapornya.
Sungguh konyol! Pikirnya ketika melihat kearah slime itu.
Mereka terkadang memang terlahir di daratan.
Kau berlebihan jika kau menyebut mereka monster; sebuah kehidupan menyedihkan.
Untuk melebihiku dalam aura jahat... mustahil!
Tapi setelah itu,

「Okeee! Berhenti di situ. Jika kau mundur sekarang, aku tidak akan mengejar. Bubar sekarang juga!」

Adalah yang dinyatakan si slime.

Pemimpin Fang Wolf adalah monster yang cerdik dan licik.
Setelah hidup bertahun-tahun dan mengalami banyak hal, dia tidak pernah ceroboh dalam membuat rencana.
Dia berkepala dingin dan memiliki keberanian melalui banyak pertempuran.
Pengalaman yang banyak, dan informasi yang dia kumpulkan, semuanya menolak keberadaan monster yang lebih kuat darinya di kalangan para goblin.
Tapi si pemimpin, pada saat itu, membuat kesalahan fatal.
Dan kesalahan itu telah menentukan takdir mereka.

*Uuuru!! Garuuuuuuuuu!!!*
(Makhluk yang menyedihkan!!! Aku akan menghancur leburkan dirimu!!!)

Dia memberi perintah menyerang.

.

Wow, itu mengejutkan.
Tidak kupikir mereka menyerang begitu tiba-tiba.
Aku pikir kita mulai dengan percakapan... sekarang semua kata-kataku jadi sia-sia.
Semua latihan itu tidak berguna!
Aku bahkan berlatih ketika istirahat...

Perintah pertama yang kuberikan adalah untuk memandu yang terluka.
Toh, bahkan jika aku menambahkan yang sepuluh menjadi enam puluh, keadaanya tidak berubah begitu banyak.
Tetapi, dikagumi dan semacamnya jadi membuatku ingin melakukan semua yang aku bisa.
Mereka ditempatkan di dalam bangunan yang agak besar tapi sangat amburadul.
Jadi tentang yang terluka.
Mereka kelihatannya sudah menerima pertolongan pertama, tapi akan segera mati jika seperti ini.
Sungguh luka yang dalam. Terkoyak oleh cakar dan taring, dan luka mereka sudah membusuk.
Harus sekuat tenaga nih.
Dan begitulah, aku menghisap yang terdekat. Dan, setelah merawat lukanya, kuludahkan dia.
Si kepala desa sepertinya ingin mencoba untuk mengatakan sesuatu -- tergagap-gagap sebenarnya -- untuk saat ini, aku abaikan dia. Dan, melakukannya ke semua pasien, aku mengulangi prosesnya.
Setelah beberapa pasien, aku akhirnya melihat kembali kepada hasil karyaku.
Entah mengapa, para goblin itu semuanya bersujud didepanku.
Apa-apaan yang mereka lakukan?
Kelihatannya, mereka sudah berpikir kalau aku sudah menyembuhkan mereka dengan semacam kekuatan penyembuh.
Karena reaksi itu sangat menyebalkan, untuk mereka yang masih terluka aku meludahkan obatnya dan merawat mereka disana.
Dan begitulah, beberapa waktu dihabiskan untuk penyembuhan.

Setelah selesai perawatan kesehatan, aku memberikan perintah selanjutnya.
Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat tembok.
Memotong pohon untuk membuatnya kedengaran bagus, tapi kami tidak memiliki cukup waktu.
Harus dilakukan dengan apa yang dipunya.
Jadi tanpa keraguan sedikit pun, kami menghancurkan rumah-rumah dan membuatnya menjadi tembok.
Tembok yang akan melingkari seluruh desa.
Dan selagi kami membangun, aku mengirim goblin tercerah (tersehat), disenjatai dengan busur, untuk mengintai.
Musuh mereka adalah serigala, jadi mereka memiliki indra penciuman yang hebat, jadi aku mengatakan kepada pengintai untuk menghindari tindakan gegabah.
Tekad mereka sangat mengesankan... "Walau harus kubayar dengan nyawaku!" aura seperti itulah yang mereka pancarkan.
Bukankah mereka sangat suka berlebihan.

Temboknya selesai di sore hari setelah hari aku sampai. (TLN : besoknya.)
Aku memberikan sedikit sentuhan akhir.
Benar, aku meningkatkan daya tahannya dengan benang laba-labaku.
Dan ngomong-ngomong, aku juga tidak lupa untuk menaruh perangkap menggunakan [Steel Thread].
Bukannya akan bagus jika mereka membabi-buta ke temboknya? Mereka akan terpotong-potong.
Setelah pertarungan ini, tidak boleh lupa untuk pergi mengambil... "bahan baku". (TLN :maksudnya, loot setelah pertarungan.)
Dan di depan, kami meninggalkan sebuah celah.
Disini, aku akan meletakkan beberapa [Sticky Thread] dan itu akan membuat persiapannya selesai.
Sekarang, yang perlu aku lakukan adalah menunggu hasil dari pengintai.
Sekitar waktu itu juga, para goblin yang aku rawat mulai bangun.
Setelah membuat mereka menyentuh tubuhku, aku memastikan kondisi mereka.
Kelihatannya pil penyembuhnya adalah barang yang sangat serius.
Aku pikir mereka perlu dirawat beberapa kali, tapi...
Kelihatannya ini super efektif. Sungguh kejutan yang nyaman.

Lalu, kami mengumpulkan sisa kayu di tengah-tengah desa, dan membuat api.
Rasanya seperti camping, kecuali tanpa wajah ceria.
Kami harus tetap terjaga sepanjang malam.
Karena aku tidak butuh tidur jadi aku menawarkan untuk tetap mengawasi, tapi...

「Hal seperti tidak mungkin ada!!! Kami tidak bisa membiarkan Rimuru-sama untuk memaksakan dirinya.」

「Seperti yang dia bilang! Kami akan mengawasi. Mohon beristirahatlah, Rimuru-sama!」

Itu benar! Seperti yang mereka katakan!!! Datanglah respon begitu.
Dan aku menghargai perasaan mereka, hanya saja orang-orang ini mungkin lebih lelah dari pada aku...
Tidak ada yang bisa aku lakukan, aku rasa. Jadi kami memutuskan untuk mengawasi secara bergantian.

Di tengah malam yang sunyi, si pengintai akhirnya kembali.
Para serigala sudah mulai bergerak -- begitulah lapornya.
Mereka semua mendapat luka, tapi semua kembali hidup-hidup.
Tadinya aku berpikir mereka adalah monster yang kotor dan jelek.
Tapi aku mulai bersimpati kepada mereka selama dua hari ini.
Dalam doa, masing-masing dan setiap dari mereka berharap untuk pertarungan ini berakhir.
Itulah yang ada dipikiranku selagi aku memasang [Sticky Thread] dan berdiri di depan gerbang.

Pertarungan dimulai dengan serangan dari fang wolf.
Aku khawatir apakah gerbangnya bisa bertahan, tapi para serigala tidak bisa meluncurkan satu serangan pun yang akan menembusnya.
Sepertinya perangkapnya bekerja dengan baik.
Setidaknya berjalan dengan lancar.
Untuk sekarang,

「Okeee! Berhenti di situ. Jika kau mundur sekarang, aku tidak akan mengejar. Bubar sekarang juga!」

yang aku teriakkan.
Dan aku benar-benar dicuekin.
Para serigala mulai bergerak lagi, dan mulai menyerang gerbang dari segala arah.
Toh, mau gimana lagi. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana.
Setelah memprediksi sampai disini, aku meninggalkan sedikit celah di pagar.
Celah untuk memanah.
Bahkan goblin yang kikuk sekali pun bisa menembak melalui lubang itu.
Beberapa serigala terkena oleh anak panah, dan jatuh merintih.
Ada juga serigala yang mencoba untuk lewat melalui celah itu, tapi...

*Zasu!*

Setiap kali, mereka terkena serangan dari kedua sisi dengan kapak batu dan lenyap.
Walaupun goblin baru latihan kurang dari dua jam, mereka benar-benar putus asa.
Putus asa untuk mengerti arahanku dan menggunkannya.
Dan hasilnya adalah situasi saat ini.
Tanpa ditanya, fang wolf memang kuat. Sebagai binatang tunggal, mereka mampu menghadapi banyak goblin sekaligus.
Sebagai kelompok, mereka mungkin benar-benar hebat.
Tapi, itulah kuncinya. Pukul saja mereka beberapa kali, dalam satu waktu. Pisahkan dan taklukkan.
Singatknya, otak akan selalu mengalahkan otot.
Binatang terkuat di dunia adalah mereka yang diberkahi dengan kecerdesan tertinggi -- manusia!
... sungguh malang... sambil memikirkan hal ini, aku merasakan tatapan dingin si pemimpin kelompok.
Dia bukan apa-apa selain binatang, dan dia pikir bisa mengalahkanku... betapa songonnya!

.

Si pemimpin kelompok langsung kebingungan dengan keadaan yang terbalik ini.
Anak buahnya mulai kepanikan.
Ini bisa menjadi buruk.
Fang wolf dikenal kuat sebagai kesatuan.
Ketidakpercayaan pemimpin terhadap anak buahnya selalu berujung pada satu hal, kehancuran.
Dia sangat mengerti semua itu. Dan tetap saja, ini adalah dimana dia melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal.
Dia marah karena temboknya tidak runtuh juga; tapi, dia juga takut akan kemarahan anak buahnya yang diarahkan padanya.
"Sang pemimpin harus menunjukkan kekuatannya!" atau "Dia yang terkuat di dalam kawanan, dia harusnya bisa melakukan semuanya seorang diri!" Pikir mereka mungkin.
Dan pada saat itu, semua diputuskan.

.

Tidak ada yang mengalihkan pandangannya dari gerakan pemimpinnya.
Tetapi, bagi para goblin, itu terlihat seperti dia telah menghilang.
Bagiku, dia bergerak layaknya dalam gerakan lamban.
Semua berjalan sesuai rencana.
Aku sudah memikirkan beberapa skenario, dan pertarungannya berlangsung sesuai salah satu dari mereka.
Seperti yang kau harapkan dari binatang buas. Mereka tidak pernah mengalahkan manusia.
Si pemimpin terperangkap dalam [Sticky Thread] yang ku tebar di pintu masuk.
Dengan kekuatannya, mungkin dia bisa memotong itu.
Aku tidak punya cara untuk memastikannya sampai kesitu... bukan juga itu menjadi masalah.
Tujuan dari [Sticky Thread] adalah untuk menahan si pemimpin walaupun hanya untuk sesaat.
Tanpa jeda gerakan "pedang air" mungkin meleset, dan itu akan terlihat tidak keren. (TLN : maksudnya, kalau si pemimpin gak tahan, kan dia bisa ngindar, dan kalau dia ngindar, si rimuru bakan awkward.)
Supaya tidak menjumpai situasi terburuk yaitu : mengenai teman ketika pertempuran. Toh, kecelakaan yang seperti itu memang terjadi di medan perang.
Aku punya persiapan perangkap untuk menghindari itu, tapi sepertinya menyiapkan hanya menjadi usaha yang sia-sia.
Orang ini tidak pernah menyediakan rencana yang lebih baik dari pada menghancurkan tembok.
Aku sudah mempertimbangkan untuk menebar perangkap [Sticky Thread] di pintu masuknya juga, tapi mempertimbangkan situasi dimana mareka menghindarinya, aku memutuskan untuk tidak melakukannya.
Sekarang, aku harus memainkan peran sebagai monster yang sangat luar biasa kuat.
Untuk alasan itulah, aku menaruh perangkap.
Dan tanpa keraguan sedikit pun, aku memenggal kepala si pemimpin serigala.
Itulah bagaimana mudahnya dia mati.

「Dengar aku, Fang Wolf! Pemimpin kalian sudah aku jatuhkan!!! Aku beri kalian pilihan. Perbudakan atau mati?」

Jadi, bagaimana mereka akan merespon?
Setelah merencanakan pemakaman si pemimpin, aku lebih memilih untuk tidak memperpanjang daftarnya untuk sekelompok serigala gila yang mencari tempat untuk mati...


Status

    Nama: Rimuru Tempest
    Spesies: Slime
    Perlingdungan Suci: the Storm Crest
    Julukan: Tidak ada
    Sihir: Tidak ada
    Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], skill ekstra[Water Manipulation], skill ekstra [Magic Perception], skill yang diturunkan - Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor]
    Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance