tapi sudahlah... maaf kelamaan untuk ch 13 nya ya...
besok ch 14 bakalan cepet keluarnya... yay... tapi agak ada pergantian nama skillnya...)
Chapter 13 - Menuju ke Kerajaan Dwarf
Seperti yang telah Rigurdo laporkan, persiapannya selesai di tengah hari.
Pemilihan anggota ekspedisinya juga tidak begitu sulit.
Anak Rigurdo, Riguru, ada dalam kandidat lima besar. Tentu saja, Ranga juga ikut.
Oh, oh! Haruskah kubuat Rigurdo menjadi komandannya saja?
Aku sedikit khawatir tentang itu, tapi dianya sendiri sejutu.
Rigurdo juga kelihatannya sudah mendapat jiwa mudanya kembali, jadi mungkin aku yang terlalu khawatir.
Dan begitulah, setelah aku mengambil barang bawaan kami, Ranga membuatku menaiki punggungnya.
*Boyoyooon!* Aku terkubur di bulunya.
Dan selagi bulunya mengelilingiku di satu tempat, aku masih merasa harus menggunakan [Sticky Thread].
Di waktu seperti inilah yang membuatku agak menyesal tidak punya tangan atau kaki, tapi aku rasa aku bisa mengatasinya dengan kemampuanku.
Kau tahu, aku diam-diam berlatih mengendalikan benangnya.
Untuk mengalahkan musuh dengan jaring! Bukankah itu impian para pria?
Apakah aku akan bisa menggunakan jurus itu, aku tidak tahu; tapi aku putuskan untuk terus berlatih!
Kesampingkan itu, barang bawaan kami adalah uang dan bekal.
Makanan yang cukup untuk tiga hari.
Jika perjalanannya lebih lama, rencananya adalah untuk berburu selama dijalan.
Kami bisa membawa lebih, tapi aku lebih ingin menghindari untuk membawa segerobak makanan.
Toh, aku bisa membawa hampir tidak terbatas barang didalam diriku...
Tapi membuang-buang mereka adalah ide yang buruk.
Karena aku tidak perlu makan, itulah keputusanku.
Untuk uang, kami membawa 7 koin perak dan 24 koin perunggu.
Yang, tentu saja, merupakan jumlah yang sangat kecil.
Aku tidak mengharap banyak.
Jika itu tidak cukup... kami pikirkan saja itu nanti.
Baiklah, sekarang adalah waktunya pergi!
Kalau dalam kecepatan goblin, perjalanan menuju kerajaan dwarf membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan.
"Melewati hutan yang membentang sepanjang Sungai Ameld.
Di balik itu, sebuah gunung luas menampakkan dirinya.
Dan di gunung itulah nantinya kau akan menemukan Kerajaan Dwarf." Kata mereka.
Selain dengan Kekaisaran yang ada di timur, hutan Jura dikelilingi banyak negara.
Namun tidak di perbatasan manapun, berdiri jejeran Gunung Canaat.
Disitu, hanya ada tiga rute perdagangan yang menuju ke mereka.
Yang satu melalui hutan Jura.
Lainnya, yang tersulit, melewati gunung.
Terakhir adalah rute laut.
Saat ini, rute hutan Jura adalah yang paling pendek dan paling aman, tapi, entah mengapa, dia selalu dihindari.
Dan begitulah, rute tersulit yaitu dari gunung sudah menjadi yang biasa.
Kalau untuk rute laut, biaya dan monster laut yang kuat mengusir para pelaut; karena itulah, itu menjadi rute yang paling jarang.
Untuk saat itu, kami tidak memiliki urusan dengan Kekaisaran.
Karena itulah, dari pada pergi ke timur, kami pergi ke utara menuju ke gunung.
Ataupun kami perlu mendaki gunung untuk ke puncaknya.
Kerajaan Dwarf terbentang sepanjang jalan sampai ke sungai Ameld.
Ibu kota mereka adalah kota indah yang terletak di dalam gua alami yang besar.
Seperti itulah Kerajaan Dwarf.
Jadi seperti rencana, kami lanjut pergi ke utara mengikuti sungai Ameld.
Karena mengikuti sungai bisa menghindari kami dari tersesat. Walau hanya untuk jaga-jaga, aku sudah membuka peta di kepalaku.
Dan untuk pemandu kami -- dia sudah dikirim sebagai pengirim pesan ke kerajaan sebelumnya, jadi kami menyerahkan itu kepadanya.
Tapi yang bener aja... para serigala storm fang ini benar-benar cepat! Dan tidak ada tanda-tanda lelah.
Sejak kami memulai perjalanan tiga jam lalu, mereka belum ada istirahat. Dan tidak lupa juga dengan kecepatan mereka yang 80 kph (50 mph).
Mereka bahkan tidak perduli dengan tanah yang tidak rata, dan sambil berlari dengan tujuan seperti untuk menghindari mabuk!
Ini entah mengapa terasa nyaman, kira-kira seperti itulah.
Pada kecepatan ini, ini mungkin bahkan tidak butuh sampai seminggu.
Toh, gak perlu juga buru-buru. Yang pasti aku ingin memikirkan tentang masalah pakaian dan tempat tinggal secepatnya, tapi ini juga gak apa untuk santai sedikit.
「Ooooi! Kalian tidak perlu memaksakan diri sampai segini!」
Adalah apa yang aku teriakkan.
Tapi entah mengapa, kecepatannya bertambah.
Pada awalnya aku benar-benar menikmati angin yang dihasilkan dari serigala yang lebih cepat dari motor ini, tapi tidak lama itu menjadi membosankan.
Dan lagi mengingat bahwa akan sulit untuk kata-katamu didengar pada kecepatan ini, tapi aku punya [Telepathic Communication]!
Mungkin ada baiknya melanjutkan perjalanan sambil berbincang.
Jadi aku menyambung ke jaringan pikiran mereka.
Apa yang akan ku dengar...?
「Riguru-kun. Aku selalu ingin tahu, siapa yang menamai saudaramu?」
「Ay! Walau untuk orang seperti aku, tidak perlu pakai '-kun'! Kalau untuk nama saudaraku, dia bilang seorang pengembara dari ras iblis menamainya.」
「Oh? Iblis menamai goblin?」
「Ya, walau ini terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu. Aku masih kecil saat itu... tapi mereka bilang dia tinggal beberapa hari dan merasa puas dengan saudaraku.」
「Heh... Pasti dia saudara yang baik ya.」
「Iya! Aku sangat bangga terhadapnya. Sampai ingin mengatakan "Suatu hari aku ingin melayani Gelmudo-sama, juga!"」
「Si Iblis tidak membawa saudaramu dengannya?」
「Iya. Dia masih muda, tapi dia pergi dengan janji untuk kembali ketika aku menjadi lebih kuat.」
「Begitunya. Akankah dia akan terkejut jika dia melihat desanya sekarang!」
「Pasti! Tetapi, aku sekarang melayani Rimuru-sama. Mau seberapa hebat pasukan Raja Iblis itu, aku tidak bisa lagi bergabung Gelmudo-sama.」
「Pasukan Raja Iblis...? Kurasa aku pernah mendengar mereka. Tapi lupakan itu, bagaimana kau mempercayainya?」
「Seperti yang kau katakan. Tapi apakah itu kepercayaan atau pendirian, aku tidak tahu. Walau saudaraku menerima nama dari si iblis, dia tidak berevolusi sampai seperti ini.
Jelasnya, tingkat evolusinya berbeda. Tidak pernah kukira untuk mendengar "Suara Dunia" seumur hidupku!」
Hobgoblin lainnya hanya akan bergabung dengan kalimat seperti "Itu benar!".
Apa ini memang seperti yang dikatakannya?
Ketika kau menerima nama, kau berevolusi. Dan, evolusinya tergantung dari kekuatan pemberi...
Jika aku memiliki kesempatan untuk meneliti, aku akan mencobanya.
Lebih penting lagi: pasukan Raja Iblis.
Ini benar-benar ada di dunia ini!
Akankah Raja Iblis datang untuk merekrut kami? ... sisi mana yang harus kami dukung???
Pikiran itu kutinggalkan dulu sampai nanti dia datang.
Pokoknya, seorang "Hero" juga ada, dan jika seseorang harus melawan raja iblis, itu pas dia.
Walaupun apakah dia masih hidup setelah 300 tahun adalah sebuah pertanyaan... Dia mungkin sudah reinkarnasi beberapa kali sampai sekarang, dan sekarang sedang berlatih dalam damai.
Mari buat cacatan mental mengenai ini.
Kalau begitu, percakapan selanjutnya adalah...
「Ranga! Bukannya aku musuh dari ayahmu? Apa kau tidak apa dengan berada di sampingku?」
Adalah bagaimana aku menanyai si serigala hitam.
「Sejujurnya, pikiran itu tidak pernah melintasi kepalaku.
Tetapi, biasanya takdir para monster itu berada pada hasil dari pertarungan.
Jadi mengenai perangnya tadi, pemenang menyatakan keadilannya.
Yang kalah kehilangan semuanya...
Dan begitulah... Aku, yang sudah mulai dimaafkan oleh Anda, tuanku, dan bahkan sampai dianugrahkan sebuah nama! Aku tidak merasakan apapun selain terima kasih terhadap Anda!」
「Begitukah.... yaa, jika ada saatnya kau ingin balas dendam, datanglah padaku kapanpun.」
「Fufufu. Sejak berevolusi, aku bisa berpikir lebih jernih. Dan tidak seperti saat pertarungan, sekarang aku tahu. Jika Anda menghadapi kami dengan serius, kami pasti sudah habis dibantai!
Dan keinginan kami, untuk berevolusi, pasti sudah hancur seperti rumah pasir.
Kesetian abadi kami tidak untuk siapa pun!!!」
Dasar, orang ini...
Ya, kalau saja aku meniru si ular hitam, aku bisa saja menghabisi semua yang hidup, tapi aku tidak ingin melakukan itu.
Ranga terlalu menganggap diriku ini terlalu tinggi.
Toh, bukan berarti kesalah pahamannya bakalan ngelukain aku sih.
「Jadi kau mengerti... Kau sudah dewasa ya.」
「Aku ini tidak pantas untuk pujian seperti itu!」
Jadi begitulah pembicaraan kami berakhir dengan sebuah anggukan.
Akan tetapi, aku sudah membunuh orang tuanya. Tidak mungkin aku akan percaya kalau dia tidak memiliki rasa dendam.
Jika Ranga benar-benar datang untuk balas dendam, aku akan dengan senang hati akan menghadapinya.
Sampai saat itu, dia hanya perlu untuk bertambah kuat.
Sekarang ini, bagaimana pun aku melihat dirinya, dia setidaknya sekuat si ular hitam.
Dan itulah bagaimana kami melanjutkan petualangan kami.
Jadi, tanpa ada diserang oleh monster atau kecelakaan lainnya, dengan nyaman kami melanjutkan perjalanan.
Setiap tiga jam, kami beristirahat selama tiga puluh menit. Setelah empat belas jam, kami tidur selama tujuh jam.
Aku sudah mengatakan, "bukankah kita terlalu terburu-buru?", tapi...
「Kami baik-baik saja! Dikarenakan evolusi, yang seperti ini tidak membuat kami lelah!」
Begitulah jawab Riguru,
「Kumohon jangan khawatir dengan kami! Tidak seperti Anda, tuan kami, kami membutuhkan tidur, tapi tidak begitu lama!
Terlebih lagi, kami tidak perlu makan berkali-kali, dan tidak akan melemah walau tanpanya!」
Dan begitulah tambah Ranga.
Melihat kepada yang lain, kata-kata mereka sepertinya terbukti benar.
Kalau begini, orang yang tidak melakukan apapun -- diriku, kelihatannya yang paling cerewet.
Toh, jika semuanya baik-baik saja dengan itu, aku rasa kita bisa lanjut dengan kecepatan ini.
Kita akan berlari selama dua belas jam sehari... bukannya nih orang kuat bener.
Dan di sore pada hari ke dua, ketika sedang makan malam,
「Ngomong-ngomong, Gobuta. Seberapa jauh lagi?」
Memperkenalkan Goblin Gobuta!
「Aku senang kau mau bertanya yang tidak pantas ini!!! Mohon maaf aku kalau aku salah, tapi kita harusnya akan sampai esok hari! Gunungnya sudah dekat!」
Kelihatannya bisa ditanya oleh diriku membuatnya menjadi gugup dan senang bersamaan.
"Dia gak menggigit lidahnya, kan?" Itulah bagaimana gugupnya dia.
Tapi tidak salah lagi, sebagian besar gunungnya sekarang mulai terlihat.
Dibandingkan dengan tidak melihatnya sama sekali kemarin -- sungguh kecepatan yang mengerikan kami jalannya!
Mengenai itu...
「Ngomong-ngomong, dan aku tahu ini pertanyaan mendadak, tapi kenapa kalian pergi ke Kerajaan Dwarf? Bukannya pedagang mereka singgah sesekali?」
Aku bertanya pertanyaan itu.
Ketika aku menanyai Rigurdo tentang "negara" goblin, dia juga mendiskusikan sesuatu tentang pedagang Kobold.
Jadi hal apa yang sudah membuat mereka untuk melakukan perjalanan dua bulan ini?
「Iya! Ini adalah tentang senjata sihir dan jirah. Dwarf mau membayar mereka dengan harga tinggi! Kami menerima pembayaran dengan peralatan... jadi kami membantu penjual membawanya kembali!
Dan lagi, tidak satupun dari kami bisa menggunakan peralatan itu...」
Jadi begitu.
Jadi mereka terkadang menjual peralatan yang di bawa oleh petualang.
Dan dengan begitu, mereka pergi tanpa peralatan layak.
Kalaupun mereka menjualnya ke Kobold yang bahkan tidak bisa menilainya.
Di tempat pertama, goblin bisa membunuh pemula yang tersesat, sepertinya.
Tidak mengira mereka untuk mendapatkan sesuatu yang bagus di tangan mereka...
Tapi siapa mengira si dwarf akan membuatkan mereka jirah... mereka mungkin saja merupakan ras yang baik.
Kuharap, kami bisa memiliki hubungan pertemanan.
Sebenarnya, mari bentuk hubungan rekan kerja saja.
Dengan itu,
Sejak kami memulai perjalanan, tiga hari telah berlalu.
Kota indah terukir didalam deretan gunung.
Dibuat oleh alam, benteng alami.
Negara Pejuang Dwargon (The Warrior Country Dwargon).
Kami sudah sampai di Kerajaan Dwarf.
Status
Nama: Rimuru Tempest
Spesies: Slime
Perlindungan Suci: the Storm Crest
Julukan: One who Commands Monsters
Sihir: Tidak ada
Kemampuan: Skill Unik [Great Sage], Skill Unik [Predator], Skill Khusus Slime [Dissolve, Absorb, Regenerate], Skill Ekstra [Water Manipulation], Skill Ekstra [Magic Perception], Skill yang Diturunkan : Ular Hitam [Heat Detection, Noxious Breath], Kelabang [Paralysis Breath], Laba-laba [Sticky Thread, Steel Thread], Kelelawar [Ultrasound Waves], Kadal [Body Armor], Serigala [Supreme Sense of Smell, Telepathic Communication, Coercion]
Daya Tahan: Thermal Fluctuation Resistance EX, Physical Attack Resistance, Pain Resistance, Electricity Resistance, Paralysis Resistance
0 komentar:
Posting Komentar